TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #78


__ADS_3

kini Enji tengah berada di ruangan pakaian, dengan memakai dress yang di siapkan oleh beberapa pelayan wanita. setengah jam yang lalu Enji baru saja bangun dari tidur namun Johan sudah tidak ada di sampingnya lagi.


dan menurut Enji hari ini adalah hari yang paling aneh, tidak ada angin atau pun hujan. tiba tiba saja saat bangun tidur, ada 2 pelayan yang sudah stand by di hadapannya dengan kepala menunduk. ya, bisa di bilang ini pasti perintah tuan Johan, tapi untuk apa tuan Johan menyuruh 2 pelayan ini menyiapkan pakaian, dan segala mendandani dirinya bukankah dirinya bisa melakukan nya, pikir Enji.


"kalau begitu kami permisi nona" pamit salah satu pelayan wanita itu, setelah merasa perkerjannya selesai. enji hanya membalas nya dengan anggukan kepala.


Enji terdiam menatap dirinya di pantulan cermin, ia sedikit terpana oleh kecantikan nya sendiri. seumur umur ia tidak pernah berdandan, jangankan berdandan memegang bedak, lipstik , maskara atau apalah semacamnya ia tidak pernah. ia tidak ada waktu untuk berdandan. lagipula Enji lebih menyukai cantik natural tanpa make-up.


dengan riasan yang masih terbilang natural Enji terlihat sangat cantik dan lebih dewasa.


"Yuhu.... kakak ipar" ucap ji hwa menyeleweng masuk ke kamar


"kakak di mana?" ulangnya lagi ketika sama sekali tidak menemukan Enji.


"ji hwa" gumam Enji yang masih berada di ruangan pakaian. sudut bibirnya sedikit terangkat.


Enji langsung beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan pakaian. saat di ambang pintu ia bisa melihat dengan jelas punggung gadis remaja yang selama ini menemaninya.


"ji hwa" panggil Enji. ji hwa langsung berbalik kala namanya di panggil.


"kakak ip-, wow kakak cantik sekali hari ini," puji ji hwa ia mendekati Enji dan menatap lekat wajah Enji yang sudah memerah atas pujiannya.


"hari ini kok kakak tampil beda? kakak lebih cantik dari biasanya"


"masa?" ucap Enji tersipu malu


"beneran, kalau kek gini terus dandanan kak. bisa bisa kak Johan akan jatuh cinta pada kakak. aku saja langsung terpana melihat kecantikan kakak, apalagi kak Johan nanti emangnya kakak mau kemana?"


"kamu terlalu berlebihan memujinya. kakak tidak ada rencana untuk keluar rumah. lagi pula bukan kakak yang berdandan tapi kakak di dandani oleh 2 pelayan. saat kakak tanya, kenapa kakak di dandani oleh mereka, mereka jawabnya tidak tau. kata mereka itu perintah"


"perintah siapa?" tanya ji hwa, Enji hanya mengangkat kedua bahunya memberi jawaban kalau dirinya tidak tau.


"kakak kan sudah cantik nih, kita makan yuk di ruang makan di sana udah ada ibu, kak jenny sama kak Johan" ajak ji hwa

__ADS_1


"tap-" belum juga Enji mencoba menolak ajakan ji hwa, ji hwa sudah menarik lengannya dengan terpaksa Enji mengikuti langkah ji hwa yang terbilang sedikit berlari kecil.


saat tiba di tangga "ayo kak cepatan jalannya! mereka sudah menunggu kita" ucap ji hwa menarik paksa tangan Enji.


"tidak biasanya ji hwa berbicara seperti ini padaku, biasanya ia akan berbicara padaku dengan intonasi yang lembut tapi sekarang ia terlihat beda. apa ini sifat aslinya?" batin Enji


"ayo dong kak jalannya lebih cepat, jangan ngelamun!" cerca ji hwa


"pelan pelan ji hwa jalannya, kita sedang menuruni tangga" Enji sedikit takut jika menuruni anak tangga jika salah pijakan bisa jadi ia akan terjatuh.


"ayo! jangan lama jalan nya!" sentak ji hwa menarik paksa lengan Enji agar Enji lebih cepat jalannya.


"pelan pelan ji hwa jalannya, kalau kita jatuh bagaimana?" Enji tidak bisa membayangkan jika ia terjatuh di tangga untuk kedua kalinya. masih ada puluhan anak tangga yang menghadangnya di depan.


"lama banget sih jalannya!, bilang aja takut jatuh kan?!" teriak ji hwa sampai kedengaran ke ruang makan. membuat Johan, jenny dan ibunya berhenti memasukkan makanan ke dalam mulut mereka masing masing.


" tumben, bocah tengil itu berteriak?" monolog jenny.


" jen, lebih baik kamu lihat adik kamu. kenapa ia jadi berteriak apalagi ini masih pagi" suruh ibunya pada jenny.


"itu adik kamu jenny, bukan orang lain. jika terjadi apa apa pada adik kamu bagaimana?"


"aku tidak peduli" ucap ketus jenny dan melanjutkan makannya.


"jenny!" sentak ibunya


"ibu, biar aku saja!" potong Johan ia tidak ingin melihat ibunya marah marah kepada adiknya.


Johan langsung beranjak dari tempat duduk nya dan mencari di mana ji hwa berada. satu persatu Johan mulai menapaki anak tangga dengan kepala celingak-celinguk, saat matanya melihat sosok yang ia cari sedang menarik seseorang.


"ji hwa sedang menarik siapa ya?" tanya batin Johan karena tubuh ji hwa sepenuhnya menutupi tubuh seseorang itu


"ayo kak jangan lama jalannya!!!" ji hwa terus menerus menarik tangan Enji.

__ADS_1


saat sepenuhnya nampak, betapa terkejutnya Johan melihat ji hwa menarik paksa Enji untuk menuruni anak tangga.


karena ji hwa terus menarik lengan Enji, Enji sampai tak melihat pijakan anak tangga, Alhasil Enji hampir terjatuh dari tangga tapi untungnya Johan sigap menangkap Enji dan memeluk Enji dengar erat. memberi ketenangan agar Enji tidak shock.


"tenanglah semua akan baik baik saja" bisik Johan sembari mengusap lembut punggung Enji yang sedikit bergetar. Johan tebak pasti Enji tengah menangis.


"ji hwa! apa yang kamu lakukan tadi sangat membahayakan nyawa orang lain" tatapan nyalang itu tertuju pada ji hwa.


"itu bukan salah ji hwa, itu semua salah kak Enji. kenapa jalannya lambat!"


"jangan menyalahkan orang lain ji hwa, jangan menjadikan orang lain kambing hitam dari semua perbuatan mu. untung tadi ada kakak, kalau tidak mungkin ada yang jatuh dari tangga"


"lagian untuk apa kamu mengajak nya menuruni anak tangga? kan masih ada lift. lagi pula ia sangat di larang banyak bergerak apalagi jalan dan menuruni anak tangga itu akan mengganggu masa pemulihannya." peringat Johan


"ckk, sejak kapan kakak peduli sama kakak ipar? bukan kah kakak lebih suka melihat kakak ipar menderita? apa seperti nya kakak salah minum obat atau-"


"ji hwa!" sentak Johan menatap tak percaya pada adik bungsunya. tanpa memperdulikan teriakan johan, ji hwa langsung pergi meninggalkan kakaknya yang tengah tersulut emosi.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA

__ADS_1


BYE BYE BYE😘😘😘


__ADS_2