
HAPPY READING 📖
.
.
Asisten jiangwu baru saja selesai membereskan jasad jasad korban kekejaman johan. Ia melangkahkan kakinya menuju dapur namun seketika langkahnya terhenti kala telinganya mendengar suara teriakan dari arah taman dekat balkon johan.
"itu, siapa yang berteriak?" monolog asisten jiangwu sangat bingung "di pagi pagi begini ada yang teriak, apalagi teriaknya tepat di taman dekat balkon johan. Kalau sampai johan tau sudah pasti orang itu akan diberi hukuman oleh johan"
Buru buru asisten jiangwu berlari ke arah taman, setibanya asisten jiangwu di taman ia melihat beberapa pelayan wanita dan pengawal sedang berkerumun.
"mereka sedang mengerumuni apa?" monolog asisten jiangwu. Asisten jiangwu mulai melangkahkan kakinya mendekati mereka yang berkerumun.
"kalian sedang lihat apa?! Di pagi hari seperti ini bukannya kerja malah ngumpul tidak jelas di sini. Ini musim salju tidak baik untuk kesehatan kalian!" ucap johan pada para pelayan wanita dan pengawal. Mereka yang mendengar perkataan asisten jiangwu hanya diam menundukkan kepalanya dan tak bergeming dari tempatnya membuat asisten jiangwu geram.
"minggir! Aku mau lihat apa yang kalian lihat! Lebih baik kalian bubar masuk ke mansion!" ucap johan meninggi sampai terdengar ke dalam mansion.
Kemudian beberapa pengawal dan pelayan wanita memberi jalan untuk asisten jiangwu. Asisten Jiangwu maju selangkah sambil mata terus menatap datar beberapa pengawal dan pelayan yang menundukkan kepalanya. Lalu asisten jiangwu beralih menatap ke bawah di mana enji tergeletak tak berdaya. Sedetik kemudian ia masih terdiam melihat enji memejam kan matanya.
nona eunji kenapa tidur di sini, suara batin asisten jiangwu.
Ia masih fokus pada mata enji yang terpejam namun pada detik selanjutnya matanya langsung membulat dengan alis ikut naik ke atas saat melihat cairan merah keluar dari hidung enji. sampai salju yang berada di tubuh enji sudah berubah warna menjadi merah.
"nona eunji?!" teriak asisten jiangwu ia langsung mendudukkan dirinya dan meletakkan kepala enji di pangkuannya
"itu kenapa kak jiangwu berteriak seperti itu?" tanya ji hwa pada ibunya dan kakak kakaknya. Mereka berada di meja makan.
"paling paling sedang memarahi pelayan pelayan itu" sahut Jenny dengan wajah acuhnya
"nggak biasanya jiangwu berteriak seperti itu" balas joo hee, kebetulan malam tadi ia datang ke rumah sendirian tanpa anak dan suaminya. Karena ada sesuatu yang ia ambil. Dan nanti siang ia akan kembali ke jepang.
"untuk apa mengurusinya lebih baik kita lanjut sarapan" timbal ibunya sembari memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Ji hwa langsung melepas sendok dan garpunya lalu ia bangkit dari duduknya "aku udah kenyang bu, aku mau lihat kak jiangwu." Ji hwa langsung meninggalkan meja makan di susul oleh joo hee.
"nona bangun nona" teriak johan sambil menggoyangkan tubuh enji yang sudah sangat lemah.
__ADS_1
"nona apa yang terjadi nona kenapa nona sampai seperti ini?!" tanya asisten segurat kecemasan terpampang nyata di wajah khasnya. jangan ditanya lagi seberapa khawatirnya jiangwu pada enji, sangat khawatir melebihi kakak yang khawatir pada adiknya.
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut enji melainkan darah yang terus mengalir.
"kenapa kalian tidak bilang jika nona eunji seperti ini! Dan tidak menolong dia, kalian hanya melihatnya seperti melihat pertunjukkan dasar bodoh! Kalian tau kan jika dia atasan kalian!" bentak asisten jiangwu pada para pelayan dan pengawal yang masih terdiam di tempat dengan kepala terus menunduk.
"kenapa kalian hanya diam di sini seperti patung saja sekarang siapkan mobil! Aku akan membawa nona eunji ke rumah sakit! cepat!!!!" teriak asisten jiangwu pada pengawal. Beberapa pengawal langsung berlari ke arah garansi untuk mengambil mobil.
Seketika hati asisten jiangwu sangat sakit melihat atasannya tergeletak tak berdaya tidak ada seorang pun yang menolongnya. Kalau saja asisten jiangwu tidak datang ke sini mungkin para pengawal dan pelayan itu hanya mempertontonkan enji tanpa ada niat untuk membantu enji.
"apa yang terjadi nona, sampai nona seperti ini?" tanya asisten jiangwu lirih namun masih terdengar oleh pelayan wanita yang pertama kali melihat enji
"saya menemukan nona eunji sudah tergeletak bersimbah darah di taman ini tuan" timbal pelayan itu.
Asisten jiangwu langsung menoleh pada pelayan yang menimbali ucapannya "lalu kenapa kau tidak menolongnya!" teriak johan menatap tajam membuat pelayan itu menunduk
"maafkan saya tuan"
"kalau sampai nona eunji kenapa napa, kau akan tau apa akibatnya!" ancam asisten jiangwu lalu kembali menatap wajah enji yang sudah berlumuran darah segar
"ini semua pasti gara gara johan!"
"kau benar benar tidak punya hati johan, sampai tega mencelakai gadis yang tidak tau apa apa" ucap batin asisten jiangwu.
tanpa berlama lama lagi asisten jiangwu langsung menggendong enji ala bridal style, sedangkan johan yang berada di atas melihat asisten jiangwu menggendong enji matanya langsung melotot dan bergumam
"apa apaan jiangwu itu, mencari kesempatan dan kesempitan saja" johan sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari asisten jiangwu.
Dari kejauhan ji hwa dan joo hee melihat punggung asisten jiangwu berjalan sangat tergesa gesa. menuju mobil yang hanya berjarak beberapa meter dari asisten jiangwu.
"kak itu 'kan kak jiangwu tapi sepertinya kak jiangwu sangat terburu buru"
"tunggu apa lagi kita samperin jiangwu, perasaan kakak udah nggak enak kaya ada sesuatu yang terjadi" sahut joo hee
memang benar sejak ia mendengar teriakan asisten jiangwu perasaannya sudah tidak enak seperti ada sesuatu yabg terjadi namun ia tidak tau apa itu.
Mereka setengah berlari menghampiri asisten jiangwu.
__ADS_1
Sesampainya asisten jiangwu di samping mobil ia langsung memerintahkan pengawal untuk membukakan pintu mobil karena ia sangat kesusahan jika membuka mobil dengan tangannya sebab kedua belah tangannya menggendong enji "bukakan pintunya!"
Saat asisten jiangwu ingin masuk ke dalam mobil tiba tiba saja ji hwa memanggil namanya sampai jiangwu membatalkan dirinya untuk masuk denhan tangan terus menggendong enji
"kak jiangwu" panggil ji hwa
Asisten jiangwu langsung berbalik "ada apa nona?" tanya asisten jiangwu dengan nada datarnya
Bukannya menyahuti ucapan asisten jiangwu ji hwa dan joo hee sangat terkejut melihat kondisi enji yang sudah bersimbah darah.
"astaga, kakak ipar kenapa?!" tanya ji hwa ia benar benar shock dengan tangan menutupi mulutnya
"ceritanya panjang nona"
"tentu saja panjang jika tidak di ceritakan! Kenapa eunji seperti itu? siapa yang membuatnya seperti ini?" tanya panik joo hee
"maaf nona saya tidak ada waktu untuk menceritakannya. Kondisinya sangat darurat sekarang, nona eunji harus ditangani jika tidak ia akan,,," belum juga asisten jiangwu menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh ji hwa.
"aku ikut ya" potong ji hwa
"lebih baik nona menyusul dengan mobil yang lain, permisi" setelah mengatakan itu asisten jiangwu langsung masuk ke dalam mobil dan sedetik kemudian mobil melaju dengan cepat.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
__ADS_1
BYE BYE BYE😘😘😘