
HAPPY READING 📖
.
.
Dari kejauhan enji langsung menghentikan langkahnya kala ia melihat beberapa koki berkumpul di hadapan Johan yang menatap para koki itu dengan tatapan yang sangat tajam.
"ada apa ini? kenapa parasaanku tidak enak? semoga saja semuanya akan baik baik saja" pikir enji dalam hatinya
"kenapa berhenti nona? ayo nona kita harus ke hadapan tuan johan, jika kita terlambat sedetik saja tuan johan pasti akan sangat marah" ucap pak lee tepat berada di samping enji.
"i,, iya pak" jawab enji sedikit gugup.
Dengan perlahannya enji kembali melangkahkan kakinya menghampiri johan yang berada di meja makan.
"tuan memanggil saya? ada yang tu,,, " ucapan enji langsung berhenti saat johan menyiram wajah enji dengan air.
byur....
"kakak! kenapa kakak menyiram wajah kakak ipar?!" pekik ji hwa ia benar benar sangat terkejut melihat enji di siram dengan air oleh johan.
"diam kau ji hwa!!" balas johan sembari terus menatap wajah enji yang basah.
"siapa yang mengijinkanmu untuk memasak! apa aku menyuruhmu untuk memasak!" teriak johan tepat di wajah enji.
"maaf tuan yang mengizinkan nona untuk memasak adalah saya" sahut pak jung.
"wah, kau seperti tuan rumah saja ya. dan kau tak menganggap keberadaanku sebagai pemilik mension ini? apa kau sudah bosan bekerja padaku!!!" teriak johan sembari menatap tajam pak jung.
"apa makanannya tidak enak tuan? " tanya enji tiba tiba
"ckk, kau merasa makananmu enak. semua masakan yang kau buat itu sangat menjijikkan!!" teriak johan langsung melempar
"maafkan saya tuan jika makanan yang saya masak itu tidak enak" kata enji dengan wajah yang merasa bersalah.
"makanan kak eunji, enak kok malahan lebih enak dari masakan para koki. ibu saja sangat menyukainya" tutur ji hwa
"cih, makanan yang murahan itu kau bilang enak? dia membuatnya dengan tangan kotornya, tangan yang ia gunakan untuk merayu lelaki di luar dasar jal*ng sangat murahan tidak ada harga diri!" maki johan tepat di wajah enji.
"lebih baik kau berangkat sekolah ji hwa" sambung johan
"aku nggak akan berangkat sekolah!"teriak ji hwa
"Jenny, antar ji hwa ke sekolah. sekarang!! " titah johan pada adiknya.
"baik kak" balas Jenny dan langsung menyeret ji hwa.
"ayo! "
"aku nggak mau" ucap ji hwa sembari menggelengkan kepalanya.
Jenny terus menyeret ji hwa tanpa memperdulikan teriakan ji hwa.
"jika tuan memang tidak suka dengan masakan saya setidaknya hargai saya yang membuatnya" imbuh enji
"ha ha ha, menghargai masakan mu? masakkan yang seperti ini pantasnya di buang ke tempat sampah!" kata johan langsung mengambil semua masakan enji dan melemparnya di hadapan enji.
__ADS_1
prenggg,,,
prenggg,,,
prenggg,,,,
Begitulah suara pecahan piring yang berisi masakan yang dibuat enji dengan teganya johan membuangnya tanpa memikirkan kerja keras enji yang membuatnya dengan bercucuran keringat.
Enji yang melihat semua masakan yang ia buat susah payah hanya menatapnya dengan miris.
"padahal di luar sana masih banyak orang yang belum makan, mereka dengan susah payahnya bekerja pagi malam hanya untuk membeli sepiring makanan tapi dengan teganya monster ini membuangnya. benar benar tak punya perasaan" ucap enji dalam hatinya.
"ini lah tempat yang pantas untuk semua masakanmu yang sangat menjijikan. binatang saja tidak akan sudi memakan masakan yang di buat jala*g seperti mu! " maki johan
"Dan kau pak jung dan kalian kalian semua mulai saat ini kalian boleh pergi dan bereskan semua pakaian kalian dari mansion ku, mulai saat ini tenaga kalian tidak ku butuhkan" ucap johan sembari menunjuk para koki yang berkerja di mansion nya selama bertahun tahun.
"maksud tuan kami semua di pecat tuan?" tanya pak jung
"iya, kenapa? apa kalian tak terima?" jawab john dengan pertanyaan sembari mengangkat sebelah alisnya.
Enji yang mendengar ucapan johan langsung terkejut dan langsung menatap wajah johan yang sedang menatap pak jung dan para koki.
"saya mohon tuan jangan pecat saya nanti bagaimana dengan istri dan anak saya makan jika saya berhenti berkerja" mohon pak jung sembari menangkup kan kedua belah tangannya.
"itu bukan urusan ku" cetus Johan sangat datar.
"gara garaku, mereka semua harus kehilangan pekerjaan andai saja aku tidak memaksa mereka untuk mengizinkan memasak mungkin. mereka tidak akan di pecat, aku harus apa tuhan? agar mereka tidak kehilangan pekerjaan mereka?" tutur enji dalam hati nya ia benar benar sangat merasa bersalah.
"saya mohon tuan johan jangan pecat kami, kami sangat membutuhkan pekerjaan ini." mohon semua koki langsung bersujud di kaki johan.
Johon langsung berlalu meninggalkan mereka tanpa menghiraukan permohonan semua koki dan pak jung.
Enji sedikit berlari mengejar Johan yang masih belum terlalu jauh dari dirinya dan langsung meraih tangan kekar Johan.
"tuan saya mohon jangan pecat pak jung dan semua koki. ini semua bukan salah mereka, ini semua salah saya. saya yang telah memaksa mereka mengizinkan saya untuk memasak" mohon enji sembari memegang tangan kanan johan.
Johan yang melihat enji memegang tangannya wajahnya langsung berubah memerah karena menahan amarah.
"lepaskan tanganmu jala*g murahan! "teriak johan sembari melototkan kedua belah matanya.
"saya tidak akan melepaskan tangan tuan sebelum tuan menarik ucapan tuan. kalau tuan tidak akan memecat pak jung dan semua koki" cetus enji sembari terus memegang tangan johan.
"kau mulai lancang ya terhadapmu! " teriak johan dan langsung melayangkan tamparan di pipi mulus enji sampai enji tersungkur di lantai akibat tamparan yang sangat kasar.
Enji tidak peduli dengan tamparan Johan yang sangat nyeri di pipinya. ia kembali bangkit dan langsung bersujud di kaki johan.
"saya mohon tuan, jangan pecat mereka. apa pun yang tuan perintahkan saya akan menurutinya dan tuan boleh menyiksa saya sesuka hati tuan sampai tuan merasa puas. kalau bisa pun tuan bisa membunuh saya saat ini asalkan mereka jangan di pecat, mereka sangat membutuhkan pekerjaan mereka tuan. saya mohon" mohon enji dengan mata berkaca kaca.
"sangat menarik, hanya karena itu ia rela melakukan apapun hanya karena aku akan memecat mereka, dasar jala*g bodoh. lihat saja nanti apa yang akan ku lakukan padamu, bersiap siap lah jala*g" ucap johan dalam hatinya sembari tersenyum smirk
"baik lah aku tidak akan memecat mereka tapi kau yang akan membersihkan mansion ini sendirian tanpa di bantu oleh siapa pun" balas johan
"tapi tuan mansion ini sangat besar bagaimana saya membersihkannya sendirian?" imbuh enji merasa keberatan dengan ucapan johan sembari mendongakkan wajahnya menatap wajah johan.
"oh jadi kau tidak mau, ya sudah mereka harus angkat kaki dari mansion ku" ancam johan
"jangan tuan, biarkan mereka bekerja di sini. saya akan membersihkan mansion ini" kata enji sangat pasrah.
__ADS_1
"dan kau pak jung awasi jal*ng ini dalam membersihkan mansion, jangan beri dia makan sebelum pekerjaannya selesai dan kau tenang saja semua pelayan termasuk dirimu masih ku gaji. kalau sampai ada yang membantunya dalam mengerjakan tugasnya akan ku pastikan kalian akan kehilangan kedua belah tangan dan kaki kalian. ingat itu baik baik!" cetus johan penuh penekanan.
"baik tuan " jawab pak jung
"kenapa masih di sini, kerjakan semuanya?! bersihkan kekacauan yang kau buat! aku tidak ingin ada debu di mansionku sedikit pun! " titah johan dengan menendang tubuh enji
"baik tuan" jawab enji langsung bangkit dan membersihkan semua makanan yang di buang johan.
Dengan hati hatinya enji mulai memungut pecahan piring beserta makanan yang berserakan di lantai keramik.
"nikmatilah hari harimu menjadi budak" ucap johan sangat pelan dan langsung pergi.
Ibu johan yang melihat perlakuan Johan pada enji hanya diam acuh dan berlalu pergi dari meja makan.
"nona, maafkan saya" ucap pak jung merasa tidak tega melihat enji yang rela berkorban hanya untuk agar dirinya tidak di pecat.
"tidak apa apa pak jung, lagi pula ini juga semua salah saya. seharusnya saya tidak memaksa pak jung untuk mengizinkan saya memasak" imbuh enji berusaha tegar di depan pak jung.
"nona eunji saya sangat berterima kasih pada nona karena sudah menyelamatkan perkerjaan kami" timbal pak lee
"sama sama pak lee, dan saya juga minta maaf karena hampir saja membuat kalian semua kehilangan perkerjaan" tutur enji sembari tersenyum simpul
"kalau begitu kami permisi nona" kata pak lee lagi
"silahkan" ucap enji mempersilahkan pak lee dan koki lainnya pergi sembari terus memunguti semua pecahan piring.
pak lee beserta 4 koki lainnya langsung meninggalkan enji dengan pak jung.
"pak jung kenapa masih di sini? lebih baik pak jung istirahat serahkan saja semuanya pada saya. kalau pak jung masih di sini nanti di kira tuan johan pak jung membantu saya" imbuh enji
"baik nona, kalau begitu saya tinggal pergi dulu" jawab pak jung
"iya"
Setelah kepergian pak jung enji tidak bisa menahan air matanya lagi ia benar benar tersiksa dengan keadaan yang dimana ia tidak bisa melakukan apapun.
.
.
.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
__ADS_1
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘