
HAPPY READING 📖
.
.
Ketika johan tepat berada di ambang pintu tiba tiba saja kepalanya sangat berat dan matanya mulai kabur.
Dan pada akhirnya Johan ambruk, Asisten jiangwu langsung membalikkan badannya kala ia mendengar suara orang yang jatuh. sontak ia setengah berlari menghampiri johan yang terduduk di lantai dan membantu johan untuk berdiri.
"johan!" pekik asisten jiangwu
"mari aku bantu berdiri" ujar asisten jiangwu sambil berjongkok
"aku tidak butuh bantuanmu,aku bisa sendiri" tolak johan langsung menangkis tangan asisten jiangwu yang ingin membantunya.
Perlahan johan mulai berdiri dengan tangan memegang dinding.
"ini nih, gara gara kau tidak makan, berjalan saja kau tak memiliki tenaga" ucap asisten jiangwu
Johan hanya diam tanpa membalas perkataan asisten jiangwu, ia berusaha keras berjalan perlahan dengan tangan terus memegang dinding. asisten jiangwu, hanya bisa menatap punggung atasnya.
"jiangwu! bantu aku untuk berjalan!" titah johan karena ia sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan.
"tadi ku bantu tidak mau, sekarang malah minta bantuanku dasar plinplan" sahut asisten jiangwu
"apa kau bilang aku plinplan? bukannya di bantu malah di bilang plinplan. di sini itu aku bos mu bukan kau" kata johan dengan nada tingginya
"maaf" ucap pelan asisten jiangwu dan langsung membantu johan berjalan.
Setibanya mereka di depan lobi, mobil yang sering mereka pakai sudah terparkir di hadapan mereka. tak membutuhkan waktu yang lama mereka telah berada di dalam mobil dan siap pulang ke mansion.
Di sepanjang perjalanan johan hanya memejamkan matanya. sesekali asisten jiangwu melirik Johan lewat kaca mobil
"johan, kau baik baik saja?" tanya asisten jiangwu
"hemmm" balas johan dengan dehemannya
Tak membutuhkan waktu yang lama mobil Lamborghini milik johan telah memasuki area mansionnya.
Tanpa menunggu asisten jiangwu yang membukakan pintu mobil, johan lebih dulu keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pada asisten jiangwu.
Asisten jiangwu hanya bingung menatap johan yang bertingkah tidak seperti biasanya.
"tumben, lebih dulu keluar tanpa di bukakan pintu" pikir asisten jiangwu
Asisten jiangwu sedikit berlari mengikuti langkah kaki johan yang lebar.
"kenapa kau membututiku?!" tanya johan memberhentikan langkahnya dan langsung berbalik menatap nyalang asisten jiangwu.
"aku mau keruang kerjamu, ada sesuatu yang ku ambil untuk meeting besok. semua berkas untuk meeting semuanya ada di dalam ruang kerjamu" jawab asisten jiangwu
"terserah, aku mau istirahat"
__ADS_1
"tumben jam segini kau sudah istirahat. padahal baru jam 9 malam" ujar asisten jiangwu bingung
"itu terserahku" sahut johan dan langsung masuk ke dalam lift
Setelah johan menghilang dalam lift, asisten jiangwu langsung menaiki anak tangga menuju ruang kerja johan yang berada di lantai 2
.
.
Setibanya Johan di dalam kamarnya, ia langsung melempar tubuhnya di atas ranjang tanpa melepaskan pakaian kerjanya dan memejamkan matanya.
Enji yang berada di dalam kamar mandi langsung keluar setelah mendengar pintu kamar terbuka.
Perlahan lahan enji mendekati Johan yang memejamkan matanya. dan berniat ingin membangunkan Johan.
"tuan" panggil enji sangat pelan
"tuan, air hangatnya sudah saya siapkan untuk tuan mandi" kata enji dengan sangat hati hatinya
"tuan" panggil enji lagi karena tidak ada balasan dari johan.
Dengan hati hatinya enji mulai menggoyangkan tubuh johan.
"tuan, bangun tuan" panggil enji sambil menggoyangkan tubuh johan.
"sama sekali tidak ada balasan, apa tuan johan sudah tidur tapi kenapa tidak ada balasan? biasanya juga tuan johan kalau tidur masih bisa mendengarkan panggilanku dan bangun tapi kenapa tidak bangun?" gumam enji sangat bingung
"huft,,, sepertinya tuan johan kelelahan" pikir enji dan berbalik namun ia langsung menghentikan langkahnya saat ada sesuatu yang mengganjal pikirannya.
"tapi tunggu dulu, kenapa wajah tuan johan sangat pucat? jangan jangan tuan johan sakit lagi" monolog enji dan kembali berbalik melihat wajah johan dan benar saja wajah johan yang sangat pucat. denga hati hatinya enji memegang kening johan, betapa terkejutnya enji merasakan suhu badan johan yang sangat tinggi.
"astaga tuan johan demam" pekik enji, ia langsung keluar kamar dan mencari handuk kecil beserta wadah yang berisi dingin.
Tak membutuhkan waktu yang lama enji kembali ke kamar dan menempelkan handuk kecil ke kening johan.
"semoga saja panasnya turun" ucap lirih enji dengan wajah sedikit khawatir.
Sudah setengah jam berlalu enji mengompres kening johan namun suhu tubuh johan sama sekali tidak turum malahan semakin tinggi suhu tubuhnya. membuat enji semakin panik
"sudah setengah jam tapi kenapa suhu tubuh tuan johan tidak turun turun ya? malahan semakin tinggi suhu tubuhnya." pikir enji sangat gusar
"apa yang harus kulakukan tuhan?!" pikir enji sangat bingung.
"ayo pikir enji berpikir!" teriak enji dalam hatinya.
"tunggu dulu, tuan johan kan pulangnya sama asisten jiangwu. apa asisten jiangwu masih ada di mansion ini?" monolog enji dan langsung bangkit dari duduknya di kasur johan.
Sesegera mungkin enji keluar dari kamar dan mencari asisten jiangwu di lantai bawah. enji terus menuruni anak tangga, tanpa sengaja Enji bertemu pak jung.
"pak jung" panggil enji
"iya nona, ada sesuatu yang nona butuhkan?" Tanya pak jung
__ADS_1
"eh,,, itu,,,, apa asisten jiangwu masih ada di mansion ini? " Tanya enji sedikit gugup karena ia harus mengatur napasnya setelah menuruni anak tangga yang begitu banyak.
"asisten jiangwu masih di mansion nona" jawab pak jung
"di mana dia?" desak enji sangat tidak sabar
"Ada di lantai 2 Nona, Di ruang kerja tuan johan. kenapa nona mencari asisten jiangwu?" Tanya pak jung sedikit bingung. tumben nona enji mencari asisten jiangwu piikir pak Jung.
"Ada sesuatu yang penting, kalau begitu saya permisi pak jung" ucap enji dan langsung berlari menaiki anak tangga.
Setibanya enji di lantai 2, ia setengah berlari ke ruang kerja johan dengan wajah sudah di basahi oleh keringat.
tak berapa lama kemudian akhirnya enji telah sampai di depan ruang kerja johan dan langsung memutar handle pintu.
"asisten jiangwu!" panggil enji sedikit berteriak saat dirinya sudah memasuki ruang kerja johan.
Asisten jiangwu yang masih terfokus pada beberapa dokumen langsung terkejut mendengar enji memanggil namanya sampai dokumen yang ada di tangannya berhamburan ke lantai.
"astaga nona, nona membuat saya terkejut" pekik asisten jiangwu sambil memegang dadanya yang berdebar.
"ma,,, maaf, maaf kan saya. saya tidak bermaksud untuk mengagetkan asisten jiangwu." ucap pelan enji
"iya tidak apa apa nona" balas asisten jiangwu sambil memungut beberapa berkas yang terjatuh dari tangannya.
"Ada Apa Nona memanggil saya?" sambung asisten jiangwu
"tuan johan demam tinggi" jawab enji membuat asisten jiangwu terkejut
"Apa!" pekik asisten jiangwu.
.
.
.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
__ADS_1