TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #40


__ADS_3

HAPPY READING 📖


Jam sudah menunjukkan 7.30. sinar matahari mulai memancarkan sinarnya membuat johan terganggu akibat sinar matahari yang menembus jendela kamarnya.


"Eugh,,,, " erangnya


"jam berapa ini?" tanyanya dengan mata belum terbuka sempurna.


Perlahan lahan ia mulai membuka kedua belah matanya, dengan tangan kanan meraba raba di atas nakas mencari benda pipih dan akhirnya tangannya menemukan apa yang ia cari.


Tiba tiba saja matanya langsung membola sempurna saat matanya menatap layar ponsel yang menampilkan jam 7.31.


"astaga sudah jam 7.30!" pekik nya dan langsung melempar Ponselnya ke atas kasur.


"kenapa tidak ada yang membangunkan ku" ucapnya dan langsung membuang selimut yang menutupi tubuh nya ke lantai keramik.


"kemana jala*g sialan itu?! kenapa dia tidak membangunkan ku?! awas saja kau jala*g akan beri hukuman kau nanti!"


saat dirinya ingin beranjak dari tidurnya tiba tiba saja pandangannya kabur dan langsung terduduk di atas kasarnya.


"sialan, kepalaku sangat pusing. ini mungkin akibat dari terlalu banyak minum" ucap nya sembari meremas kepala nya


Tiba tiba saja matanya menangkap semangkok sop yang berada di atas nakas.


"apa itu? apa itu sop pereda pusing?" monolog nya sembari memperhatikan sop yang berada di nakas.


perlahan tangan kekarnya langsung mengambil semangkok sop yang masih hangat. dan mencium aroma sop itu


"bau nya sangat enak, tumben sekali pak jung membuatkannya untuk ku tanpa ku perintah" ucap Johan dan langsung menyantap sop itu dengan lahap.


"emmmm, ini sop nya enak sekali. kenapa rasanya sangat enak dari biasa nya yang di buatkan oleh para koki? " ucap johan sembari terus memasukkan kuah sop ke dalam mulutnya.


Tak lama kemudian akhirnya semangkok sop peredaran pusing telah ludes di makan johan.


Kepala johan yang tadi sangat pusing mulai mereda setelah memakan sop itu. tangannya kembali mencari cari ponsel yang sempat ia lempar tadi. setelah menemukann ponsenya Johan langsung mencari kontak asisten jiangwu dan menelponnya.


📞" jiangwu, hari ini aku tidak ke kantor kepalaku sangat pusing. dan kau yang menghandle semua pertemuaanku dengan rekan kerjaku dan satu lagi kau bawa semua dokumen yang harus ku kerjakan ke mansion. aku akan mengerjakannya di ruang kerja ku!" kata johan dan langsung mengakhiri panggilan telepon tanpa mendengarkan jawaban dari asisten jiangwu.


"lebih baik aku mandi" ucap johan dan bangkit dari duduk nya di kasur empuknya.


Johan langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan melepaskan semua pakaiannya yang melekat di tubuhnya sambil bernyanyi.


...Like an echo in the forest...


...Haruga doraogetji...


...Amu ildo eopdan deusi...


...Yeah life goes on...


...Like an arrow in the blue sky...


...Tto haru deo naragaji...


...On my pillow, on my table...


...Yeah life goes on...

__ADS_1


...Like this again...


Saat dirinya mulai melepaskan kancing baju satu persatu, tiba tiba saja ia merasa aneh. dan menghentikan aktivitas nya melepaskan kancing baju.


"tunggu dulu, ada sesuatu yang aneh tapi apa ya?" monolog Johan dan langsung mendekatkan dirinya ke cermin yang tak jauh dari dirinya.


"wajahku masih sama, tidak berubah sama sekali hanya saja semakin tampan hari ke hari" ucap Johan sembari memperhatikan wajahnya di depan cermin.


Matanya mulai turun kebawah menatap bentuk tubuhnya.


" tunggu dulu sejak kapan aku pakai baju piyama, seingatku baju yang terakhir ku pakai adalah tuxedo. tapi kenapa berubah jadi piyama?" ucapnya sangat heran sembari mata terus menatap baju piyamanya.


"jangan jangan jala*g itu lagi yang menggantinya, dasar jala*g murahan seenaknya saja mengganti pakaianku. lihat saja nanti aku akan beri dia hukuman" kata johan


John langsung melepaskan piyamanya dengan kasar dan berjalan ke arah bathup.


"kenapa bathup ini berisi air? apa mungkin jal*ng itu yang menyiapkannya?"


"cih, kau pikir dengan cara seperti menyiapkan aku air untuk mandi. aku akan berbaik hati padamu jala*g murahan. jangan mimpi!. aku akan terus membuatmu menderita, menghancurkan mimpimu dan mati mengenaskan di tanganku" ucap Johan rahangnya mengeras dan langsung memukul dinding.


Buk...


Sampai tangan kanannya mengeluarkan darah segar. johan sama sekali tidak peduli dengan tangannya yang berdarah. Dan Johan melangkahkan kakinya ke shower dan mandi menggunakan shower.


15 menit kemudian akhirnya johan telah selesai dengan ritual mandinya dan memakai pakaian santainya.



Johan mulai melangkahkan kaki nya keluar dari kamar pribadinya, dan satu persatu menuruni anak tangga yang berjumlah 199 anak tangga dan langsung ke meja makan yang sudah ada ibunya, Jenny dan ji hwa yang sedang makan.


"johan, kenapa baru bangun sayang? dan kenapa kamu tidak memakai pakaian kantormu? " tanya ibunya setelah johan duduk di kursi.


"apa perlu ibu panggilan dokter untuk memeriksa keadaanmu? " ucap ibunya sangat cemas dengan keadaan johan


"tidak perlu bu, ini sudah mendingan kok" sahut Johan sembari tersenyum hangat pada ibunya yang mulai menua.


Johan mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya, perlahan lahan ia mulai mengunyah dan meraskan sensasi yang berbeda dengan makanannya.


"kenapa makanan ini rasanya sangat berbeda seperti biasanya? makanan ini sangat enak" ucap Johan dalam hatinya.


"pak jung!" panggil johan


"kakak kenapa sih memanggil pak jung? " imbuh ji hwa merasa bingung dengan kakak laki lakinya.


"pak jung!" panggil johan lagi.


Tak lama kemudian pak jung menghampiri Johan dengan tergepoh gepoh.


"iya tuan, ada yang bisa saya bantu? " ucap pak jung dengan wajah menunduk


"siapa yang memasak"


"seperti biasa tuan, semua para koki" jawab pak jung


"panggilan semua koki itu!" titah johan


"baik tuan"

__ADS_1


Pak jung langsung ke belakang dan memanggil semua koki. tak lama kemudian pak jung kembali dengan di ikuti oleh semua koki.


"siapa yang memasak semua makanan ini?!" tanya johan


"kami semua tuan" jawab salah satu koki


"jangan bohong! aku tau rasa masakan kalian seperti apa? jika kalian berbohong kalian akan tau akibatnya!" kata johan menatap nyalang satu persatu koki yang bekerja di mansionnya.


"begini tuan memang kami yang memasak semua menu sarapan tapi dibantu oleh nona eunji" jawab pak lee sangat gemetar.


"apa jadi jala*g itu yang memasak!! "pekik johan wajahnya sudah memerah karena menahan amarah.


"dimana dia sekarang?!!!" tanya johan


"nona eunji, ada di taman belakang tuan" jawab pak lee


"bawa dia ke sini sekarang"


"baik tuan" jawab pak lee dan langsung berlari ke belakang.


Setibanya pak lee di taman belakang ia melihat enji tengah duduk di hamparan rerumputan hijau.


"nona" panggil pak lee


"iya pak lee? " sahut enji sembari menatap wajah pak les yang bercucuran keringat dingin.


"ada apa pak lee, kenapa wajah pak lee sangat ketakutan?. apa pak lee sakit?" tanya beruntun enji sembari bangkit dari duduk nya.


"nona di panggil oleh tuan johan ke meja makan sekarang" jawab pak lee


"kenapa tuan johan memanggil saya? apa saya membuat ke salahkan? " gumam enji


"lebih baik nona segera ke sana sebelum tuan Johan sangat marah" imbuh pak lee


"baik pak lee " ucap enji dan langsung berlari kecil masuk ke dalam mansion di ikuti oleh pak lee dibelakang.


"semoga saja semuanya akan baik baik saja"harap enji sembari terus berlari kecil.


.


.


.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤

__ADS_1


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘


__ADS_2