TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP#73


__ADS_3

sudah seminggu lebih Enji di rawat di rumah sakit, kini keadaannya lebih baik pasca operasi namun Enji sedikit sulit bergerak lebih leluasa pasca operasi.


"huft...., asisten jiangwu kapan aku boleh pulang?" tanya Enji, ia sangat muak berada di rumah sakit. setiap hari ia hanya bisa berbaring dan duduk. tidak bisa melakukan kegiatan lain, lagipula diluar masih musim salju.


"nona harus bersabar, nona masih dalam keadaan pemulihan." jawab asisten jiangwu dengan telatennya membereskan tempat makan enji yang beberapa menit lalu Enji telah selesai sarapan pagi.


"aku sudah sangat bosan berada di sini, setiap hari selalu saja mencium bau obat obatan, bukannya sembuh ini malah tambah sakit" cercah Enji memanyunkan bibirnya.


"mu-"


"mungkin beberapa hari lagi nona akan pulang" potong enji menirukan setiap kata yang terucap dari bibir asisten jiangwu.


" asisten jiangwu selalu saja bilang seperti itu setiap hari, aku sampai bosan mendengarkannya" cicit Enji menatap tidak suka pada asisten jiangwu.


helaan nafas asisten jiangwu begitu nyata di gendang telinga enji, " ini demi kebaikan nona, saya takut jika nona pulang sudah pasti nona akan bertemu dengan tuan Johan saya tidak ingin nona histeris" lanjut asisten jiangwu dalam hatinya. jika ia mengatakannya langsung pada Enji takutnya Enji tersinggung.


"nona mau ngapain?" tanya asisten Jiangwu kala melihat Enji duduk di atas brankar.


" aku sangat bosan berbaring terus, semua badanku sangat pegal. aku ingin jalan jalan keluar" pintanya


"nona jangan terlalu banyak bergerak, lagipula untuk apa nona keluar diluar masih musim salju tidak bagus untuk kesehatan tubuh nona" cegah asisten jiangwu.


" aku hanya ingin jalan jalan di koridor rumah sakit, apa itu salah?"


" tidak ada yang salah nona tapi-" ucapan asisten jiangwu terpotong dengan suara teriakan ji hwa.


"kakak ipar......" teriak ji hwa tidak memperdulikan tempat. ia langsung menghambur ke pelukan Enji.


"ji hwa, kamu datang?" tanya Enji sembari membalas pelukan ji hwa dan mengusap lembut Surai ji hwa.


"nona ji hwa, bisakah nona ji hwa jangan terlalu kencang memeluk nona Eunji, kasian nona Eunji sedikit kesulitan bernafas"


refleks ji hwa langsung melepaskan pelukannya dan melirik tajam asisten jiangwu. " kakak ipar saja tidak merasa keberatan karena aku memeluknya, malahan kakak ipar menyukai pelukanku, benarkan kakak ipar? apa kakak ipar kesulitan bernafas saat aku memeluk erat kakak"


" tidak sama sekali ji hwa" jawab jujur Enji.


"kakak dengar sendiri kan apa jawaban kakak ipar" ujar ji hwa pada asisten jiangwu.


"tumben sekali ji hwa ke sini? ada apa?" tanya Enji untuk mengalihkan pembicaraan agar asisten jiangwu tidak terpojokkan.


"aku kesini membawa kabar gembira untuk kakak ipar" ucap ji hwa sangat antusias


"kabar gembira? apa?"


"kata dokter min young kakak boleh pulang hari ini"

__ADS_1


"sungguh? ini tidak mimpikan?"


"ini tidak mimpi kakak ipar, ini nyata"


"akhirnya aku bisa pulang dari penjara rumah sakit ini" ucap Enji sedikit lega.


" nona dapat kabar dari mana?" kini asisten jiangwu yang bertanya.


"kakak jiangwu tidak perlu tau, sekarang kakak jiangwu lakukan bereskan semua pakaian kakak ipar. mungkin sebentar lagi dokter min young datang ke sini untuk mengijinkan kakak ipar pulang"


"tapi maaf kakak ipar, aku tidak bisa pulang bersama kakak ipar. karena aku harus keluar bersama teman temanku"


"tidak apa-apa, jaga dirimu baik-baik. jangan sampai sakit apalagi ini masih musim salju. pakai mantel yang tebal agar kamu tidak kedinginan" cerca Enji dengan senyuman tipisnya sembari tangan mengelus lembut rambut lurus milik ji hwa.


setelah berpamitan dengan Enji, ji hwa langsung pergi meninggalkan ruang rawat inap Enji.


"selamat pagi Eunji" sapa seorang pria yang bersetelan baju dokter menghampiri Enji.


"selamat pagi dokter min young" balas Enji


"bagaimana keadaan mu apakah sudah mulai membaik?" Enji hanya mengangguk untuk membalas jawaban dokter min young.


"seperti nya aku tidak perlu berbasa-basi lagi, kamu pasti sudah tau kan apa yang akan ku sampaikan hari ini"


"tunggu tunggu bukan kah kemarin malam aku bertanya perihal tentang kepulangan nona Eunji, dan kau jawab butuh satu Minggu lagi untuk Eunji pulang kerumah karena ini masa pemulihan pasca operasi dan kenapa sekarang kau mengijinkan nona Eunji pulang?"


"kenapa kau yang malah sewot? lagipula Eunji tidak keberatan jika ia pulang hari ini. masa pemulihan itu bisa juga di rumah, rawat jalan namanya"


"aku ini dokter, aku tau apa yang aku lakukan untuk pasien ku. dan ku yakin Eunji pasti sudah bosan berada di rumah sakit ini kan? benarkan Eunji?" sambung dokter min young.


"i-iya"


" pesanku untuk kamu Eunji, jangan terlalu banyak bergerak. apalagi untuk jalan, sangat tidak bagus untuk masa pemulihan mu pasca operasi. kalau bisa kamu boleh pakai kursi roda. jangan melakukan pekerjaan rumah. tidur yang cukup. pokoknya istirahat yang total dan jangan lupa minum obatnya secara teratur" jelas dokter min young.


"baik" balas Enji dengan anggukan kecil.


" dan untuk kau asisten jiangwu. nih tebus obat untuk Eunji di apotek." menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan resep obat.


dengan senang hati asisten jiangwu mengambil secarik kertas itu. " okeyy"


setelah menyampaikan pesannya pada Enji maupun asisten jiangwu, dokter min young langsung pergi meninggalkan ruang rawat Enji.


"mari ku bantu asisten Jiangwu untuk membereskan semua perlengkapan ku. biar asisten jiangwu menebus obat nya di apotek"


"jangan nona, biar saya saja. ini semua tugas saya. nona hanya duduk diam." cegah asisten jiangwu.

__ADS_1


"tapi-


" bukankah dokter min young baru saja mengatakannya jika nona sangat di larang terlalu banyak bergerak itu akan mempengaruhi pemulihan nona" pangkas asisten jiangwu.


"baiklah" jawab Enji dengan suara lemahnya.


Enji hanya bisa duduk diam di atas brankar sembari mata menatap asisten jiangwu yang tengah sibuk membereskan semua keperluan Enji.


"sejak aku berada dirumah sakit hanya asisten jiangwu yang setia menemani ku. sesekali juga ji hwa menemaniku. sangat beruntung sekali wanita yang akan menjadi pendamping hidup asisten jiangwu." pikir Enji dalam hatinya.


"sebenarnya siapa suamiku? asisten Jiangwu atau tuan Johan?. tapi di sini yang lebih berperan sebagai suami itu adalah asisten jiangwu. mungkin asisten jiangwu terikat sebuah kontrak pekerjaan jadi ia selalu menemaniku atas perintah tuan Johan"


dengan kasarnya Enji menghembuskan napas nya sampai kedengar oleh asisten jiangwu.


"huft........."


"nona baik baik saja kan? apa ada yang sakit?"tanya asisten jiangwu


"tentu, aku baik baik saja"


"eh, apa nona bener benar ingin pulang?" tanya asisten jiangwu sekali lagi


"tentu saja, aku ingin cepat pulang. untuk apa aku berlama lama di sini. sangat membosankan"


"saya hanya takut jika nona bertemu tu-


"asisten jiangwu tenang saja aku baik baik saja" potong Enji sembari memberikan senyum yang sangat manis.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2