
kini Enji dan asisten jiangwu tengah berada di dalam mobil, di sepanjang perjalanan Enji hanya terdiam dengan mata menatap keluar jendela kaca mobil yang memperlihatkan salju yang terus berjatuhan dari langit.
sesekali asisten jiangwu melirik Enji yang duduk di sampingnya. padahal asisten jiangwu menyuruh Enji untuk duduk di belakang agar ia bisa istirahat namun Enji menolak mentah mentah atas perintah asisten jiangwu.
"nona" panggil asisten jiangwu dengan pandangan lurus ke depan. Enji hanya melirik sekilas wajah asisten jiangwu dan kembali ke kegiatannya lagi yaitu melamun.
"apa yang nona pikirkan?" tanyanya
"memikirkan masa depan, aku tidak tau apa yang terjadi pada diriku kedepannya. terjebak dalam sebuah lingkaran membuat ku tidak bisa keluar dari sana. seperti terikat sebuah kontrak sampai akhir hayat ku hanya ada keajaiban yang bisa mengeluarkan ku dari sana" cerca Enji. asisten jiangwu hanya terdiam mendengar kan setiap bait yang keluar dari bibir Enji.
setelah mendengarkan kalimat panjang yang keluar dari bibir enji, asisten jiangwu hanya diam lebih tepatnya tidak ingin mengganggu ketenangan Enji yang tengah menikmati hamparan salju.
"loh, kita mau pulang ke mana asisten jiangwu? ini bukan jalan ke rumah ayah" tanya Enji bingung
" rumah nona bukan di sana lagi, apa nona sudah lupa, nona tidak di anggap oleh keluarga itu? lebih tepatnya nona diusir dan dibuang. bahkan, mereka sama sekali tidak pernah mencari nona" jelas asisten jiangwu.
"seburuk apapun keluargaku mereka tetap keluarga ku. darahku mengalir didarah mereka. aku akan terus menyayangi mereka"
"kepergian nona adalah kesenangan mereka. bagi mereka nona adalah sebuah penderitaan dalam hidup mereka . jika nona masih tetap bertahan di tengah tengah mereka nona akan membuat mereka semakin menderita, termasuk nona sendiri"
" bagaimana pun juga rumah yang mereka tempati adalah rumah hasil kerja keras bunda. aku tau bagaimana perjuangan bunda untuk membeli rumah itu walaupun aku masih kecil tidak tau apa apa. tapi aku mengerti bagaimana lelahnya atas pencapaian bunda" ucapnya mengingat lelahnya bundanya berkerja siang malam.
"jika boleh tau, apa penyebab bunda nona meninggal?" tanya asisten jiangwu. sebenarnya ia sudah tau jika ibu Enji meninggal akibat kecelakaan beruntun hanya saja ia pura pura tidak tau.
"kecelakaan" setetes air mata jatuh dari pelupuk mata enji kala ia mengingat peristiwa yang kelam. di mana ia menyaksikan kecelakaan itu dan harus kehilangan dua orang sekaligus yang ia sayangi, ibunya dan pamannya. namun jasad pamannya belum sama sekali ditemukan dan dugaan para polisi jasad pamannya terbawa arus sungai yang sangat deras. kemungkinan yang sangat besar pamannya meninggal akibat arus sungai yang sangat deras maka dari itulah pihak polisi menutup kasus kecelakan tanpa mencari sumber apa akibat kecelakaan itu.
"maafkan saya nona, membuat nona bersedih" ucap asisten jiangwu merasa tak enak.
"tidak apa apa" tangan mungil nya menghapus air matanya
"paman? aku baru tau jika nona Eunji memiliki paman tapi setahuku Lim Lea ji tidak memiliki saudara ia adalah anak tunggal. apa yang di maksud nona Eunji adalah paman, saudara dari Kim Joo in bukankah saudara Kim Joo in sudah lama meninggal. lalu siapa yang di maksud nona Eunji sebagai pamannya?" pikir asisten jiangwu dalam hatinya.
"agrh......" teriak asisten jiangwu frustasi sembari membanting setir mobil. hampir saja mobil yang mereka tumpangi mengenai trotoar.
__ADS_1
Enji yang terdiam langsung menoleh kesamping, menatap bingung asisten jiangwu yang tiba tiba saja berteriak.
"kenapa asisten jiangwu berteriak ? apa ada yang mengganggu pikiran asisten Jiangwu?" tanya Enji sangat bingung atas tingkah laku jiangwu.
"tidak ada nona" bohongnya. dan kembali menancap pedal gas.
"jika tidak ada kenapa berteriak? kita hampir saja menabrak trotoar!"
"maafkan saya nona"
"jika ada masalah asisten jiangwu boleh bercerita padaku mungkin saja aku bisa membantu" saran Enji.
" iya nona"
"sepertinya aku harus mencari tau siapa paman yang nona eunji maksud dan mencari tau kenapa kecelakaan beruntun itu bisa terjadi. dari informasi yang ku dapat seperti nya ada beberapa hal yang janggal dalam kecelakaan itu. aku harus cari tau nanti" batin asisten Jiangwu berucap. ia sangat penasaran siapa paman yang Enji maksud.
hening, hanya ada suara decitan ban mobil yang melintasi jalanan yang penuh salju. sepanjang perjalanan tidak ada lagi percakapan antara Enji dan asisten jiangwu. Enji yang lebih fokus oleh lamunanya sedangkan asisten jiangwu lebih memfokuskan membawa mobil takut takut ia kembali mengulang kejadian tadi.
tak membutuhkan waktu yang lama mobil yang asisten jiangwu bawa telah tiba di mansion Johan.
"nona kita sudah sampai" panggil asisten jiangwu menyadarkan Enji dari lamunannya.
"ah, iya. apa ? kita sudah sampai?"
"nona sedang melamun kan apa? sampai sampai mobil yang sudah berhenti saja nona tidak tau"
"oh itu, rahasia" balas Enji dengan senyuman khasnya. namun seketika senyuman itu pudar kala matanya menatap mansion yang sangat besar dan megah hanya dari dalam mobil.
"nona, ada apa?" tanya asisten jiangwu. Enji hanya membalasnya dengan gelengan kepala.
"nona tunggu" cegah asisten jiangwu saat Enji ingin membuka pintu mobil. ia langsung bergegas keluar mobil lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Enji.
"nona kan masih sakit jadi nona jangan terlalu banyak bergerak, lebih baik nona saya gendong saja ya" tawar asisten jiangwu bersiap siap untuk menggendong Enji.
__ADS_1
"eh, jangan. aku bisa jalan sendiri" tolak Enji. ia sangat takut jika ada anggota keluarga lainnya yang melihat dirinya di gendong oleh asisten jiangwu. apalagi jika Johan yang melihatnya langsung bisa bisa ia jadi bahan kekejaman Johan lagi.
"apa nona lupa? apa yang di bilang oleh dokter min young bahwa nona jangan terlalu banyak bergerak apalagi jalan. nona tau sendiri kan ini mansion sangat luas. apa nona sanggup berjalan sampai kamar?"
"tapi,," ucap pasrah Enji.
"nona tenang saja, saya yang akan jadi tameng nona"
"semoga saja tuan Johan tidak ada di rumah" harap Enji dalam hatinya.
dengan telaten nya asisten jiangwu menggendong Enji ala bridal style. Enji sedikit kaku mengalungkan kedua belah tangan nya di leher asisten jiangwu.
"nyaman" ucap lirih Enji.
"nona bicara apa? saya tidak mendengarnya dengan jelas nona"
" tidak ada" geleng Enji itulah yang dirasakan oleh asisten jiangwu.
"berada di dekat asisten jiangwu membuat ku nyaman seperti berada di dekapan bunda hangat." batin Enji berkata.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
__ADS_1
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘