
HAPPY READING 📖
Sekitar jam lima sore enji terbangun dari tidurnya.
"jam berapa ini?" tanya enji dan mata nya menatap jam weker yang berada di atas nakas.
"astaga, sudah jam lima sore. berarti aku tidur tiga jam. sejak aku tinggal di sini aku sering tidur siang" ucap enji
Ia pun bangkit dari duduk nya, melangkah kan kaki nya ke kamar mandi sebelum itu ia ke ruang walk in closet untuk mengambil pakaian ganti nya.
Lima belas menit kemudian enji telah selesai dengan ritual mandi nya ia pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar memakai baju santai nya.
Langkah kaki nya membawa ia ke balkon menikmati sang surya yang sebentar lagi akan meredup. warna langit mulai berwarna jingga.
"huft, sebentar lagi malam akan tiba. tapi kenapa tuan johan belum kelihatan batang hidung nya?, apa dia masih di kantor? bagus lah kalau gitu aku tidak perlu melihat wajah nya yang menyeram kan itu sekalian aja tidak usah pulang untuk selama nya." ucap enji
"ternyata mansion ini tinggi juga ya, seperti nya aku bisa melihat jalan keluar dari atas balkon ini? agar aku bisa kabur dari sini. jika suatu saat nanti tuan jahat itu melewati batas nya menyiksa ku aku akan pergi dari sini dan tak akan pernah kembali lagi." jelas enji mata coklat nya terus mencari jalan keluar.
"tapi aku tak menemukan jalan nya" keluh enji
"lebih baik aku masuk ke dalam udara nya mulai dingin" sambung enji sembari memeluk tubuh nya yang mulai kedinginan.
Enji langsung melangkah kan kaki nya meninggalkan balkon dan mengunci pintu balkon.
Bokong nya langsung terduduk di sofa yang empuk, manik mata nya menatap setiap sudut kamar. namun pandangan nya terhenti kala mata nya melihat sebingkai foto seorang anak kecil yang berada di atas laci.
"foto siapa itu?"tanya enji sembari melangkah kan kaki nya mendekati laci
Tangan nya langsung terulur mengambil sebingkai foto anak kecil itu.
"lucu sekali" ucap enji sembari tersenyum melihat foto anak kecil itu.
"jika nanti aku memiliki anak laki laki apa akan mirip seperti anak kecil ini?"monolog enji sembari tersenyum manis
" ya, pasti mirip lah kak. jika ayah nya kak johan" sahut ji hwa dari belakang enji
Enji langsung berbalik dan menatap ji hwa yang sedang tersenyum manis pada diri nya.
"kakak mau punya anak ya, yang mirip seperti anak kecil itu. anak kecil yang ada di foto itu adalah kak johan." ucap ji hwa
"mwo? jadi ini foto tuan johan" tanya enji sedikit gugup tangan nya langsung meletakkan foto johan di tempat srmula nya.
"iya kak, itu foto kak johan, menurut kakak ini foto siapa?" tanya balik ji hwa
"kakak mau liat semua foto kak johan dari kecil sampai sekarang?" sambung ji hwa
"emang nya aku boleh melihat nya? apa tuan johan tidak akan marah jika aku melihat foto nya?"
"tentu saja tidak,selama tidak ketahuan kak johan" jawab ji hwa sembari tangan nya membuka laci yang berada di atas nakas. dan mengambil sebuah album dalam laci.
Ji hwa pun langsung duduk di atas ranjang di ikuti oleh enji yang duduk di samping nya.
Tangan ji hwa langsung membalik perlahan lembaran pertama album terlihat lah foto johan yang sangat imut.
"itu foto kak johan saat masih sangat kecil, saat itu aku belum lahir" jelas ji hwa sembari menunjuk foto johan
"lalu kenapa foto tuan johan tidak bersama nona joo hee bukan nya mereka kembar ya?" tanya enji
"oh itu, kata ibu kak johan akan sangat marah jika ia berfoto dengan kak joo hee" jelas ji hwa
"dan foto ini kak johan sudah mulai bisa berjalan untuk pertama kali nya" jelas ji hwa langsung di angguki oleh enji.
Tangan nya langsung membalik kan lembaran album selanjut nya.
"Foto ini kak johan sedang duduk. kata ibu kak johan sedang ke lelahan karena sering berjalan terus"
"lucu ya pipi nya gembung sekali seperti ikan buntal" cicit enji sangat gemes dengan foto johan.
"kata ibu ini foto kak johan saat ia ulang tahun tapi aku lupa ulang tahun keberapa" cetus ji hwa sembari membalik kan lembaran selanjut nya
__ADS_1
"ini adalah foto kak johan saat umur nya ke berapa ya aku lupa. kalau gak salah umur nya yang ke 12 tahun deh" jekas ji hwa sembari mengingat ingat
"seperti nya aku pernah melihat nya tapi di mana ya?" gumam enji
"kakak ipar pernah melihat kak johan ya, saat umur kak johan 12 tahun?" tanya ji hwa saat mendengar gumaman enji
"seperti nya iya tapi aku lupa di mana. mungkin cuma perasaan ku saja melihat tuan johan yang di foto ini" jawab enji
"mungkin kak johan itu sering jalan jalan jadi tak sengaja kak enji lihat wajah kak johan" timbal ji hwa
"bisa jadi sih" jawab enji mengiyakan jawaban ji hwa
"kenapa aku susah sekali mengingat nya? apa benar yang di ucap kan ji hwa kalau aku tak sengaja melihat tuan johan di jalanan tapi ku rasa ini bukan sebuah pertemuaan biasa. seperti sebuah. kenapa aku sangat susah sekali mengingat nya? apa karena benturan yang sangat kuat itu sampai aku kesusahan mengingat sesuatu " monolog enji dalam hati nya
"coba kakak perhatikan foto kak johan yang ini, lucu sekali kan?"
"iya sangat lucu"
Ji hwa langsung membalik lembaran selanjut nya.
"nah kalau ini kak johan lagi pakai seragam SMA. kak johan tampan kan kak, kalau pakai seragam ini?" tanya ji hwa
"iya" balas enji tersenyum simpul
"tapi bukan hanya foto ini saja yang tampan tapi yang lain juga tampan"
"apakah kakak baru saja mengakui kalau kak johan itu tampan?"
"iya, tuan johan memang tampan. sejak kecil sampai sekarang"
"kakak ipar harus sabar ya menghadapi sifat kak johan. sebenar nya kak johan itu orang nya sangat baik sekali"
"iya" ucap enjo pelan.
"seperti nya foto ini saat tuan johan kuliah ya?" tanya enji Antusias sembari menunjuk foto johan yang selanjut nya
"kakak mau lihat foto teman kak johan?" tawar ji hwa
"emang ada ya teman tuan johan?"
"nggak ada" jawab ji hwa sembari menggeleng kan kepala nya
"yah ku pikir ada" ucap enji sedikit kecewa
"kakak johan tidak suka nyimpan foto teman nya" balas ji hwa
"kak johan itu jago loh kak main alat musik"
"nih saat kak johan main alat musik gitar sambil nyanyi juga" jelas ji hwa sembari menunjuk foto johan sedang main gitar
"ini lagi main drum" sambung nya sembari menunjuk foto johan
"dan yang ini lagi main piano" tunjuk ji hwa
"kak johan itu pandai sekali main alat musik, suara nya juga tak kalah merdu dari idol kpop lain nya" puji ji hwa pada kakak nya
"ternyata tuan johan jago juga main alat musik" puji enji dalam hati nya
"dan yang terakhir ini foto kak johan, sebenar nya sih foto kak johan itu banyak banget tapi berada di dalam ruang kerja nya. biasa lah kak johan itu sedikit pelit, apa lagi masalah foto nya. kalau sampai ia tau kita melihat foto nya pasti ia akan marah sekali" celetuk ji hwa sembari menutup album
"ikut aku yuk kak" ajak ji hwa sembari menyimpan album foto johan ke dalam laci.
"mau ke mana?" tanya enji
__ADS_1
"kakak nggak mau makan malam? ini udah jam tujuh malam sudah saat nya kita makan malam" celetuk ji hwa langsung menarik tangan enji
"tapi" ucap enji memberhenti kan tarik kan tangan ji hwa
"kakak tenang saja kan ada aku di samping kakak. ayo!" sahut ji hwa mencoba meyakin kan enji.
"baik lah" jawab enji pasrah.
Enji langsung mengikuti langkah kaki ji hwa yang membawa nya keluar dari kamar nya.
Setiba nya enji dan ji hwa di meja makan sudah ada jenny dan ibu nya yang tengah duduk menunggu ke datangan ji hwa.
"siapa yang menyuruh mu keluar dari kamar?!" tanya jenny saat ia melihat enji berada di hadapan nya
"aku" jawab datar ji hwa
Enji hanya diam dengan kepala menunduk.
"ayo kak duduk ,kakak duduk di samping aku ya" ajak ji hwa
Enji langsung mendudukkan bokong nya di samping ji hwa.
"kak mau makan apa biar aku ambil kan?"
"saya bisa sendiri nona"
"sudah kak diam saja biar aku saja yang mengambil kan"
"ckk, berasa seperti tuan Putri ya" ucap sinis Jenny
"kakak nggak usah dengerin apa yang di ucap kan oleh kak jenny. lebih baik kakak makan pasti kakak ipar lapar kan? kakal mau yang mana? ayam goreng ? nasi kimchi? spageti? atau" tawar ji hwa dbari me tap menu makan malam
"terserah nona saja" jawab enji
"baik lah malam ini aku pilih kan menu makanan buat kakak" jelas ji hwa sembari mengambil kan menu makanan untuk enji.
Tanpa menunggu waktu yang lama enji langsung melahap makanan yang di ambil kan ji hwa.
Setengah jam kemudian enji dan ji hwa telah selesai makan malam. ji hwa langsung mengajak enji pergi dari situ.
sesampai nya enji dan ji hwa di depan kamar enji dan johan
"kakak istirahat ya di kamar" ucap enji tersenyum tipis pada enji
"iya, nona juga ya" balas enji
"iya kak, selamat malam"
"selamat malam juga tapi tunggu nona "
"ada apa kak?" sahut jo hwa langsung membalik kan tubuh nya
"ehmmmm, itu tuan johan kapan pulang?" tanya enji
"seperti nya kak johan pulang malam sekitar jam 11 malam" cetus ji hwa
"oh gitu " sembari menganggukan kepala nya
"kakak istirahat saja gak usah tungguin kak johan" saran ji hwa
"baik lah" jawab enji
Tangan nya langsung masuk ke dalam kamar nya. melangkah kan kaki nya mendekati ranjang king size dan duduk di pinggir ranjang. tak Berapa lama kemudian enji mulai terserang oleh kantuk nya, ia langsung merebah kan tubuh nya di atas ranjang. dan mejam kam mata nya sampai enji tertidur sangat puas.
Bersambung....
MAaf kika ada kata yang typo🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
__ADS_1
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘