TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #67


__ADS_3

HAPPY READING


Setibanya asisten jiangwu di perusahaan ia langsung bergegas menaiki lift menuju lantai paling atas di mana ruangan pribadi johan berada.


Tanpa mengetuk pintu ruangan pribadi johan, asisten jiangwu langsung masuk seperti biasanya.


Prok prok prok


"bagus bagus bagus" ucap johan sembari tepuk tangan dengan mata menatap datar asisten jiangwu.


"ada apa? " tanya terheran heran asisten jingwu


"kau tanya ada apa? Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu, hah? Kau pikir ruanganku ini adalah kamarmu? Dan apa kau tak lihat ini sudah jam berapa? " kata johan sambil memperlihatkan jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 08.05


"maaf" ucap pelan asisten jiangwu sembari membungkuk kan badannya 90 derajat.


"maaf? Hanya kata itu saja yang kau ucapkan?" menatap remeh asisten jiangwu


"lalu aku harus mengucapkan apalagi selain kata maaf? Lagi pula aku terlambat 5 menit"


"bagiku 5 menit itu adalah waktu yang paling berharga. Jika tidak ada 5 menit maka tidak ada pula 1 jam. Gara gara kau terlambat 5 menit, terpaksa aku harus menunda meeting pentingku dengan client baruku"


"jika 5 menit itu berharga bagi kau. Bisa kah kau luangkan waktumu walaupun cuma 1 menit untuk menjenguk eunji yang ada di rumah sakit"pinta jiangwu


"ohh, jadi kau terlambat gara gara jal*ng sialan itu. Bahkan koma saja dia bisa menyusahkanmu apalagi jika ia sadarkan diri nanti mungkin akan menyusahkanmu lagi. Benar benar pembawa sial!" maki johan


"bisa kah kau tidak menyebut eunji itu jala*g sialan. Ia punya nama, lagi pula ia bukan jala*g" bela asisten jiangwu paling tidak suka jika ada orang yang menghina enji


"wah, apa aku tak salah dengar? Kau membela seorang gadis dan gadis itu adalah jala*g sialan itu. Waw, jala*g itu memberimu apa sampai kau membelanya seperti ini? " ucap Johan tak menyangka


"dan aku tak habis pikir denganmu, apa kau punya perasaan atau tidak? Bagaimana bisa kau sesantai ini sedangkan istrimu sedang sekarat di rumah sakit? Suami macam apa kau hah, tega teganya mencelakai istrimu sendiri? " kata asisten jiangwu dengan suara naik satu oktaf


"ckk, istri? Siapa istriku? Aku hanya memiliki kekasih bukan istri"


"lalu siapa gadis yang kau nikahi satu bulan yang lalu? Kau anggap apa dia?"


"budak" jawab enteng johan


"jadi kau menganggap eunji itu hanya budak? Kau akan menyesal nantinya jika ia pergi"


"dan itu tidak akan pernah terjadi. Aku tidak akan pernah membiarkan jala*g sialan itu pergi selangkah pun tak akan pernah "

__ADS_1


"kau ini maunya apa? "


"aku ingin melukainya lebih dalam lagi memberikan dia penderitaan seperti apa ibunya memberikan penderitaan pada keluargaku"


"johan, lupakan dendam mu itu, dendammu itu akan membuatmu hancur nantinya. Sudah cukup rasa sakit yang kau berikan padanya sudah membuat sebagian dunianya hancur. " johan hanya terdiam mendengar ocehan demi ocehan asisten jiangwu.


"Kau tau kenapa aku jadi terlambat datang? Karena eunji sadar, ia baru saja bangun dari komanya tapi apa kau tau apa yang terjadi padanya ia berteriak histeris, rasa takut, gelisah tidak bisa ia kuasai. Pskisnya terganggu, sejak kau mendorong ia dari atas balkon ia mengalami trauma yang sangat mendalam. Apa kau puas dengan kondisi mental eunji sekarang? "


"jadi jala*g itu sudah sadar tapi ia mengalami trauma yang mendalam, itu semua gara gara perbuatanku" monolog johan dalam hatinya.


"kenapa kau diam? Ohh, aku tau pasti kau merencanakan sesuatu kan agar kau bisa merusak mental dan psikis nya lagi. Apa kau ingin membuat eunji seperti mayat hidup?! "


"bisa tidak? kau tidak usah berpikiran jelek terhadapku, semua yang kau lontarkan itu tidak ada sama sekali di pikiranku" elak johan


"lidah bisa berbohong tapi mata dan hati tidak akan pernah berbohong" kata asisten jiangwu sambil mentap datar wajah johan.


"jadi kau tak percaya padaku?! Aku mengatakannya seju,,, " kata johan terpotong kala pintu ruangannya di ketuk


Tok tok tok


"masuk! " titah johan


"berikan pada jiangwu!" prrintah johan tanpa menatap sekretaris joo mi


"baik tuan"


"ini asisten jiangwu semua doukumennya" asisten jiangwu langsung mengambil semua dokumen yang ada di tangan sekretaris joo mi


"apa asisten jiangwu sedang berdebat dengan tuan johan sampai sampai wajah asisten jiangwu sangat datar dan dingin. Tapi kan wajahnya memang datar sejak dulu. " pikir sekretaris joo mi dalam hatinya


Diam diam asisten jiangwu memperhatikan sekretaris joo mi yang terdiam terpaku dengan gigi mengigit jari telunjuknya


"apa yang sedang ia pikirkan? " monolog johan


"hey kenapa malah diam sana pergi!" usir asisten jiangwu mengejutkan sekretaris joo mi yang terdiam


"ah, ba baiklah. Permisi" ucap sekretaris joo mi.


Setelah kepergian sekretaris joo mi tidak ada lagi percakapan antara asisten jiangwu dan johan.


Asisten jiangwu lebih memilih mencek semua dokumen yang di berikan oleh sekretaris joo mi untuk di presentasikan nanti sedangkan johan ia terdiam dengan mata terfokus menatap pencangkar langit yang telah di hiasi oleh salju putih yang terus berjatuhan dari langit.

__ADS_1


"dia sadar" ucap lirih johan tanpa sadar sudut bibirnya melengkung.


"apa dia akan membenciku Karena telah mendorongnya dari atas balkon? Tapi aku tidak sengaja mendorongnya berarti itu bukan salahku. Iya itu bukan salahku" monolog johan dalam hatinya.


"jika seandainya aku menemuinya, apa jala*g sialan itu akan histeris kala melihat wajahku? Kalau sampai ia histeris melihatku, lihat saja nanti akan ku beri pelajaran jala*g itu nanti" monolog johan tak terima jika enji berteriak histeris kala melihat wajahnya.


"tidak dia tidak boleh histeris melihat ku apalagi membenciku, itu tidak boleh sampai terjadi TIDAK BOLEH!! " teriak johan spontan saat mengatakan kata "tidak boleh"


Asisten jiangwu yang baru saja selesai memeriksa semua dokumen sedikit kaget saat gendang telinga nya mendengar teriakkan johan secara tiba tiba.


"kau ini kenapa johan?! Berteriak tidak jelas, tadi marah marah sekarang berteriak tanpa sebab. Apa kau ini gila hm?! "


"bukan urusan mu dan tarik ucapanmu itu aku tidak gila! "


"lalu apa? "


"banyak pikiran"


"ckk, seorang park johan ternyata sedang banyak pikiran. Perasaan perusahaan baik baik saja tidak ada masalah. Keadaan Kekasihmu juga seperti Biasanya tidak ada perkembangan ataupun penurunan. Apa sedang kau pikirkan hah?!"


"Oh, aku tau apa jangan jangan kau sedang memikirkan nona eunji? " tebak asisten jiangwu


"bukan urusanmu!" setelah mengatakan itu johan lebih dulu keluar dari ruangannya meninggalkan asisten jiangwu, karena 5 menit lagi acara Meeting akan segera di mulai.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2