TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #80


__ADS_3

"kenapa buburnya tidak di makan hah?!jawab!" sembari tangan mencengkeram kuat bahu kanan Enji. sampai sang empu ke sakitan namun hanya bisa ia tahan, ia tak berani merintih ke sakitan di depan Johan bukannya dapat belas kasihan melainkan Johan makin gencar untuk menyakiti nya.


"sa-saya bosan tuan, bosan makan bubur terus" jawab Enji dengan bibir yang begitu bergetar.air matanya sudah luruh sejak rambutnya di tarik.


"bosan? ckk,di baikin malah ngelunjak apa mau mu hah?! apa kebaikan saya kurang selama ini!? membiarkanmu hidup,apakah itu masih kurang?!!" Johan langsung menghempas kan kepala Enji ke samping sampai sudut pelipisnya terkena kursi yang ada di sampingnya dan mengakibatkan pelipis nya terluka mengeluarkan darah.


Enji yang di perlakukan seperti itu hanya diam merimanya perbuatan Johan yang keji dengan lapang dada.percuma ia mencoba membela dirinya jika yang ia lakukan tetap salah di mata Johan.


Dengan teganya Johan langsung meraih wajah enji memaksa Enji untuk membuka mulutnya.


"buka mulut!sepertinya kau adalah anak yang manja,bilang saja jika ingin di suapin kan?" ia mengambil sendok yang berisi bubur yang muatannya sangat banyak dan memaksa Enji untuk memakannya padahal bubur itu masih terasa panas. tentu saja bubur itu ditolak Enji membuat Johan kembali gencar untuk memasukkan kembali bubur itu ke dalam mulut enji. ia tidak peduli jika bubur itu masih panas yang terpenting bubur nya harus habis. jangan di tanya lagi seperti apa wajah Enji sudah penuh dengan bubur di sisi sisi mulutnya. air matanya terus mengalir tanpa henti membuat kembali membentaknya.


"aku menyuruhmu untuk mengunyah bubur bukan menangis !" Johan kembali mencengkeram kuat di wajah Enji membuat Enji kesakitan.


"saya bisa menyuap buburnya ke mulut saya sendiri tuan,hiks,,,,hiks,,,hiks,,," ucap Enji di sela sela tangisnya.


"oh ya? lalu tadi apa? kenapa buburnya cuma di aduk?!!"


"tadi buburnya panas tuan makanya saya hanya mengaduknya" jawab Enji mencoba membela diri


"kau pikir dengan cara membela dirimu mencoba memberi alasan yang tepat padaku aku akan menghentikan tindakan ku, jangan mimpi aku akan semakin gencar dengan tindakanku"


sedangkan jenny sangat menyukai moment yang menurutnya harus di abadikan,tangan kanannya langsung mengambil handphone dan membuka camera dan memotret banyak foto penyiksaan Johan terhadap enji.


"jenny! apa yang kamu lakukan,hah?" mencoba merebut handphone jenny namun jenny berhasil menjauhkan handphone dari jangkauan ibunya.


"tentu saja mengabdi kan moment ini,jika ibu tak suka lebih baik diam atau masuk kamar" menatap tak suka ibunya.


"jenny,itu akan menjadi salah satu bukti jika dia mendapat kekerasan, apa kamu mau kakakmu masuk penjara karena cuma gara gara foto itu" tegur ibunya


"siapa yang berani melaporkan kak Johan,yang ada yang ngelaporin itu yang tertangkap karena yang di lawannya bukan sembarangan orang.kak Johan punya banyak uang untuk membayar pengacara hebat agar ia tidak tertangkap ataupun di tahan di penjara" ucap jenny sangat menyombongkan kekayaan kakaknya.


ya begitulah uang sangat berpengaruh hebat,mau seseorang itu terlibat kasus namun dengan uang semuanya terlihat baik baik saja dan kasus itu di tutup. memang tidak adil bagi yang tertindas namun bisa berbuat apa uang bisa membutakan segalanya.

__ADS_1


setelah habis bubur yang ada di mangkok membuat Johan menghentikan tindakannya. memandang kasian wajah Enji yang penuh sisa sisa bubur,wajahnya belepotan. lalu dengan sengaja nya kakinya menendang kursi yang diduduki oleh Enji membuat kursi itu terjengkal kebelakang. refleks Enji langsung kesakitan akibat punggungnya terkena keramik.


"akh,,,,,sakit"ringgis Enji merasakan ngilu pada punggungnya.


"ahahahahah rasakan bit*h" gelak tawa keluar dari bibir jenny mentertawakan penderitaan Enji adalah salah satu kesenangannya sekarang.entah apa yang membuatnya benci pada Enji dirinya pun tak tau,hanya saja ia tak suka dengan pernikahan Johan dan Enji.


"ayo bangun!!!" perintah Johan sembari kaki yang tidak tinggal diam menendang badan Enji tanpa ampun.


"akh...sakiit tuan,"


"hentikan saya mohon"


"ampun tuan ampun hiks,,,hiks,,,hiks,,,"


"tadi nya aku ingin mengijinkan mu untuk lanjut kuliah lagi tapi ternyata aku salah besar jika mengijinkan budak ku kuliah yang ada nanti akan besar kepala" jelas johan, mendengar pernyataan Johan Enji langsung memeluk kaki Johan dan memohon agar diijinkan untuk lanjut kuliah.


"tu-tuan,tolong ijinkan saya kuliah lagi"


"mengijinkanmu untuk kuliah?ckk,jangan mimpi" satu tendangan mampu membuat tubuh Enji terjungkal kebelakang namun sekuat tenaga Enji kembali bangun dan memohon lagi.


"dasar gadis keras kepala"gumam johan.


"apa untungnya aku mengijinkanmu kuliah?apakah bisa menghasilkan uang?" sebelah alisnya terangkat.enji kicep tidak ada lagi kata yang bisa ia ucapkan.


"kenapa diam? tidak bisa jawab ya?" Johan menunduk mendekatkan wajahnya dengan wajah Enji yang hanya tersisa 5 cm.


"memang tidak ada untungnya tuan tapi setidaknya saya kuliah tidak menggunakan uang tuan,saya bisa kerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan saya,pasti tuan takutkan?jika saya kuliah menggunakan uang tuan takutnya tuan malah jatuh miskin karena membiayai pendidikan saya" kata Enji membuat Johan terkejut menurut Johan itu adalah sebuah hinaan baginya.


"apa kamu bilang?!kurang ajar!" dan berakhir sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Enji sampai wajah Enji berpaling namun tamparan itu hanyalah elusan yang lembut baginya.bukan lagi berkali kali Enji mendapatkannya bahkan Beratus ratus kali Enji merasakannya sejak kecil mungkin lebih tepatnya seperti makanan sehari hari.terlahir di keluarga yang kasar membuatnya berteman baik dengan rasa sakit.


"silahkan tuan tampar saya sepuasnya,tampar saya tuan tampar saya sampai tuan puas tapi asalkan saya bisa kuliah lagi" ucap Enji menantang Johan sembari menunjuk kedua belah pipinya.


"dasar wanita sialan!!! " geram jenny langsung menghampiri Enji dan menjambaknya tanpa ampun.

__ADS_1


melihat itu Johan hanya diam melihat Enji di siksa oleh adiknya,memang sadis jika jenny sudah bertindak memberi jeda pun tidak untuk korbannya.


disela sela jenny menyiksa Enji ada suara tangisan yang sangat menyedihkan membuat wanita paruh baya itu bangkit dari duduknya dan mencoba menggantikan tindakan anak perempuannya.


"jenny hentikan!" ucap ibunya


"ibu jangan aneh aneh,jangan menyuruhku berhenti karena wanita ini harus di beri pelajaran yang harus ia dapatkan."


"jenny kamu ingin jadi pembunuh ha?hentikan perbuatanmu itu!" mencoba menghentikan jenny namun dengan kasarnya jenny mendorong ibunya.


"aku tidak peduli jika wanita ini mati di tanganku,bukan kah itu lebih baik?"


"Johan,lakukan sesuatu hentikan adikmu itu,wanita itu akan mati jika disiksa jenny" namun Johan hanya diam tanpa suara


"jo,,,"


"biarkan saja Bu,biarkan jenny memuaskan nafsunya"potong johan


"Park johan!!!!" teriak ibunya


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤

__ADS_1


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘


__ADS_2