TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #25


__ADS_3

HAPPY READING📖


Keesokan harinya di meja makan ji hwa terus berusaha membujuk johan untuk membukakan pintu ruangan bawah tanah yang johan gunakan mengurung enji di dalam nya.


ia mengetahui bahwa enji di kurung dalam ruangan bawah tanah dari jenny.


"kak johan" panggil ji hwa manja pada kakaknya.


"hemm" balas johan dengan dehemannya


"kapan kakak mem"


"nanti, sepulangku kerja"potongannya


"kakak kan pulang nya malam bisa juga kakak pulangnya pagi. kasian kakak ipar nggak makan dari kemarin malam sampai sekarang. pasti kakak ipar lapar, kak. jadi sekarang aja ya"


"ji hwa, bisa kah kau diam!" ucap jenny sedikit meninggikan suaranya


"kalau kakak ingin aku diam, maka bantu aku membujuk kak johan untuk membuka kan pintu ruangan bawah tanah buat kak enji"


"jangan mimpi aku membantumu membujuk kak johan untuk mengeluarkan jal*ng itu dari ruangan yang sangat menjijikan. apa lagi disana ada bau bau yang tak enak" cetus jenny sembari menggelengkan kepalanya saat otaknya mengingwt dirinya untuk pertama kalinya memasuki ruangan bawah tanah.


"kak johan, sekarang aja ya please. ya ya ya"


"tidak ada tawar menawar " cetus johan sembari memakan sarapannya


"ya sudah kalau nggak mau, aku gak akan sarapan dan nggak akan sekolah." ancamnya pada johan ia tau kalau johan tidak akan membiarkan diri nya tidak sarapan.


"huft, baiklah tapi kau harus sarapan dan pergi sekolah" balas johan pasrah


"siap kak johan" jawabnya gembira.


"jiangwu!" panggil johan


tak lama kemudian yang dipanggil pun datang.


"kau bukakan pintu ruangan bawah tanah"


"baik tuan"


"yang cepat ya kak, soalnya disana ada kakak ipar" timbal ji hwa


"baik nona, saya permisi " ucap asisten jiangwu sembari memberi hormat pada johan.


Asisten jiangwu langsung pergi dan melangkahkan kakinya menuju ruangan bawah tanah.


disepanjang perjalanan menuju ruangan bawah tanah, langkahnya sempat terhenti.


"tunggu dulu, tapi ruangan yang mana nona eunji dikurung. disinikan ada beberapa pintu yang mana salah satunya" monolognya saat matanya menatap deretan pintu yang tertutup rapat


"mungkin pintu itu" ucap asisten jiangwu sembari tangannya menunjuk pintu paling ujung.


Langkahnya langsung mendekati pintu itu, saat tiba dirinya didepan pintu itu. ia melihat kunci tertanjap di handle pintu itu.


"sepertinya memang benar nona eunji dikurung disini" monolog nya sembari memutar kunci.


Dan ia langsung memutar handle pintu namun saat dirinya ingin mendorong pintu dirinya sedikit kesusahan.


"kenapa susah sekali didorong pintu ini? seperti ada yang menahannya dari dalam"


Dengan sekuat tenaga asisten jiangwu mendorong pintu alhasil pintu sedikit terbuka. Walaupan hanya kepala nya yang hanya bisa masuk ke dalam ruangan yang sangat gelap.


"astaga, ruangan nya gelap sekali"

__ADS_1


Tangan nya langsung meraba di dinding untuk mencari saklar lampu. saat diri nya sudah menemukan saklar lampu ia langsung memencet dan Lampu ruangan itu langsung menyala sangat terang.


mata coklat nya langsung mencari keberadaan enji ke setiap sudut, namun pengelihatan nya sama sekali tak menangkap sosok enji di dalam ruangan itu.


"kemana nona eunji?" tanya nya sembari menautkan ke dua alis nya.


Mata nya terus meneliti setiap sudut ruangan yang tadi sangat gelap sekarang terang berderang. tak berapa lama mata nya mulai turun sontak ia langsung membulat kan kedua mata nya saat apa yang ia cari telah ia temu kan.


"astaga, nona eunji!!" pekik asisten jiangwu saat diri nya melihat enji tergeletak tak berdaya di depan pintu


Asisten jiangwu langsung mendorong pintu sedikit agar ia bisa masuk ke dalam ruangan itu. akhir nya asisten jiangwu berhasil masuk ke dalam ruangan itu, diri nya langsung berlutut


"nona, bangun nona" ucap asisten jiangwu sembari menepuk kedua belah pipi enji yang salah satu pipi nya membengkak.


"astaga, badan nona eunji panas sekali" sambung asisten jiangwu saat tangan nya memegang kening enji.


Asisten jiangwu langsung mengangkat tubuh enji ala bridal style. dan membawa nya pergi dari tempat yang sangat pengap. tanpa udara yang masuk ke dalam ruangan itu.


Setiba nya asisten jiangwu di depan pintu kamar johan dan enji, asisten jiangwu sedikit kesusahan membuka pintu karena ia sedang menggendong enji.


Akhir nya ia berhasil membuka pintu kamar walaupun agak sedikit lama membuka nya. dengan langkah lebar nya asisten jiangwu langsung memasuki kamar johan yang sangat luas dan meletakkan enji di atas ranjang king size.


Tangan nya langsung merogoh ponsel di dalam saku celana nya dan menelpon seseorang.


📞" cepat kau ke mansion! ini darurat dan bawa alat perlengkapan kedokteranmu!" titah asisten jiangwu dan langsung mengakhiri panggilan telpon nya tanpa mendengar kan jawaban yang ia telpon.


Yang menerima telpon hanya diam mendengar kan perintah yang menelpon. hanya butuh sepuluh detik penelpon telah selesai mengucap kan perintah nya dan langsung mengakhiri panggilan nya tanpa mendengar kan jawaban nya. ia pun sangat geram terhadap penelpon.


"dasar manusia irit, tidak bisa kah kau mendengar jawaban ku" ucapnya sangat kesal sembari menatap layar ponsel.


"tapi tunggu dulu, kata manusia irit ini. ini darurat dan bawa alat perlengkapan dokter mu. apa di sana ada yang sakit? kenapa tidak di bawa ke rumah sakit saja jika darurat"


" aku harus bilang sama kakak tapi kan kak Mi sun sedang operasi pasien" monolog nya


" sus " panggilnya


"iya tuan ada apa?"


"jangan panggil saya tuan"


"tapi kan tuan calon dokter disini dan juga tuan adik dari dokter han mi" cetus suster itu


"terserah, tapi aku mau nanya. kakak kapan selesai operasi nya??"


"oh, mungkin dokter han mi akan selesai operasi nya dua jam lagi tuan"


" dua jam lagi?" ucap nya mengulang jawaban suster wanita


"iya tuan. kalau gitu saya permisi ya tuan" ucap suster itu sembari membungkuk kan badan nya dan berlalu pergi.


"bagaimana ini? jika aku suruh kakak berhenti operasi itu sangat mustahil sama saja kakak membunuh pasien nya."


"Ehmmm, apa aku saja ya yang ke sana mengganti kan kakak mi sun. lagi pula kan aku juga dokter. iya aku harus ke sana " pikir nya dan kembali masuk ke dalam ruangan nya.


Tak Butuh waktu yang lama ia telah keluar dari ruangan kakak nya dengan memakai jas dokter milik nya. tangan kanan membawa tas yang berisi peralatan dokter.


Dengan tergesa gesa nya ia sedikit berlari ke basemant dimana mobil terparkir rapi di sana.


ΔΔΔ


Setelah kepergian asisten jiangwu meja makan kembali hening hanya terdengar dentingan sendok yang bergesek kan dengan piring.


Lima belas menit kemudian mereka telah selesai sarapan pagi. saat johan ingin bangkit dari duduk nya pelayan wanita menghampiri nya tergesa gesa.

__ADS_1


"permisi tuan johan" ucap nya menunduk


"Ada apa?" tanya johan datar


"di depan ada tu..."


"Good morning everyone" ucap seorang laki laki muncul di balik pelayan wanita.


"kau?! sedang apa kau di sini?!" tanya johan


"aku?" ucap nya sembari menunjuk diri nya


"tentu saja ingin bertemu dengan sahabat lama ku, oh tidak maksud ku mengobati yang sakit lebih tepat nya" jawab nya santai sembari menduduk kan bokong nya di kursi sebrang johan


"Hai kak han min young lama tidak bertemu" ucap ji hwa sembari melambai kan tangan nya di udara dengan tersenyum manis.


"hai juga ji hwa. kau tambah cantik saja" sahut min young sembari tangan membalas kan lambaian tangan ji hwa.


"kakak bisa saja" cetus ji hwa tersipu malau atas ucapan min young


"di sini tidak ada yang sakit. lebih baik kau pergi dari sini" usir johan sembari mata nya menatap nyalang seorang laki laki yang menjadi teman kuliah nya.


"dari dulu sampai sekarang sifat mu tidak pernah berubah."


" tapi aku mendapat telepon dari asisten mu itu. kata nya ada yang sakit. so, aku ke sini" sambung


"sakit?! siapa yang sakit " tanya johan bingung


"aku tidak tau siapa yang sakit. yang pasti asisten mu itu menyuruh ku datang cepat ke sini" jawab nya sembari mengangkat kedua bahu nya


Tiba tiba saja pak jung menghampiri mereka yang duduk di meja makan.


"permisi tuan, nona eunji demam tinggi" lapor pak jung sembari kepala terus menunduk.


"apa?! kakak ipar sakit " teriak ji hwa dan langsung bangkit dari duduk nya


"iya nona" jawab pak jung.


"ayo kak, ke kamar kakak ipar" ajak ji hwa tangan munggil nya langsung menggandeng tangan min young.


"kamar kakak ipar?" cicit min young agak bingung.


Ji hwa langsung menarik tangan min young dan membawanya masuk kedalam lift.


Bersambung....


Maaf jika ada kata yan typo🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2