TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP#76


__ADS_3

"apa yang sedang kau rencanakan Johan?" tanya asisten Jiangwu menatap tajam Johan yang tengah duduk di kursi.


mereka kini berada di ruang kerja, Johan lebih memilih kerja di mansion di bandingkan kerja di perusahaan nya.


"apa kau tak punya sopan santun kepada atasanmu Jiangwu?!" sentak Johan ia tidak menyukai ada orang yang memanggil nya tanpa embel-embel tuan.


"anggap saja kita sedang bicara antara teman dan teman bukan atasan dan bawahan." Johan memutar bola mata.


"jawab pertanyaan ku Johan?" ulang asisten jiangwu lagi merasa Johan tak merespon pertanyaan nya.


"ckk, itu bukan urusanmu. urusi saja dirimu itu."


"tak puas kah kau menyiksanya?"


"ada apa? Apa ada yang salah dengan sikapku padanya? Apa aku menyiksanya? Apa aneh aku berbuat baik padanya?"


"apa yang kau rencanakan Johan? berpura pura baik pada nya lalu saat dia mulai menyukaimu kau hancurkan dirinya berkeping keping? kau tak melihat kah betapa susahnya nona Eunji menyeimbangi mu? ia ketakutan melihat mu tapi apa? bukannya berteriak ia malah diam memendam semua ketakutannya. jika orang lain di posisi nona Eunji mungkin orang itu akan gila karena menghadapi keadaan yang bertolak belakang dengan keinginan nya." cerca asisten jiangwu


"apa kau menyukainya jiangwu?!!" tanya Johan penuh penekanan, ia paling tidak suka jika milik nya di sukai orang lain.


" sedikit pun aku tidak pernah ada rasa pada nona Eunji"


"ckk, apa aku bisa mempercayai nya ? bisa saja saat ini kau sedang berbohong pada ku " menatap tajam pemilik mata hazel.


"jika aku menaruh perasaan pada nona Eunji, bunuh saja aku detik ini"


"lebih baik kau keluar daripada aku hilang kendali!" usir johan


"baik, tapi sebelum aku pergi dari sini. bisakah kau mengabulkan permintaan nona eunji? ia ingin lanjut kuliah seperti dulu" Johan yang mendengar permintaan asisten jiangwu hanya diam.


setelah mengatakan itu asisten jiangwu pergi meninggalkan ruang kerja Johan. Johan sedikit berpikir keras atas permintaan asisten jiangwu.


***


di dalam kamar, Enji berbaring di kasur yang sangat lebar. kasur yang tidak pernah ia sentuh selama ia menikah dengan Johan. dan untuk pertama kalinya ia bisa merasakan empuknya kasur yang berukuran king size.


sudah Berjam jam Enji berbaring namun matanya sama sekali belum bisa terpejam. dengan posisi telentang, menyamping bahkan tengkurap sama sekali tidak bisa membuat mata Enji terpejam bahkan ia merasakan nyeri di punggung nya akibat terlalu bergerak.


pikirannya terus teringat kejadian dimana Johan bersikap lembut padanya.


"jangan sampai tuan Johan bersikap lembut seperti tadi, itu bisa membuat ku terlena pada nya. itu sangat menyiksaku " gumam Enji gusar.


namun detik selanjutnya Enji teringat sesuatu, ia pun bangkit dari kasur dan melangkah memasuki kamar mengganti pakaian.

__ADS_1


tangannya terulur menggapai pintu lemari dan membukanya secara perlahan. Dengan sedikit berjongkok Enji mengambil benda yang selama ini sudah jarang ia sentuh.


"baterai nya masih tersisa 20%, lebih baik aku menelpon Jimmy. pasti ia sangat merindukan ku" ucap Enji dengan cepatnya ia langsung menelpon Jimmy. tak membutuhkan waktu yang lama telponnya langsung terhubung.


"halo" ucap pelan Enji.


" halo kak, kenapa baru sekarang menelpon ku? apa kakak tau, aku sangat merindukan kakak. setiap hari aku selalu menunggu telpon dari kakak tapi sama sekali tidak ada panggilan telpon yang masuk ke ponselku. saat ku menelpon kakak kenapa selalu tidak aktif? apa kakak baik baik saja? kakak sehatkan? " tanya jimmy beruntun membuat Enji sedikit susah untuk menjawab pertanyaan adiknya.


"maafkan kakak baru menghubungi mu sekarang, kakak baik baik saja. Jimmy jangan khawatir dengan kondisi kakak disini."


"oh iya, apa kakak berhenti kuliah? saat aku datang ke kampus kakak dan tak sengaja bertemu pria yang bernama Lee Tae in atau Lee tae oh, ya? aku lupa namanya."jelas Jimmy


"untuk apa kamu ke kampus kakak?"


"ya Mau ketemu kakak lah, kakak saja jarang menelponku. jadi aku memberanikan diri datang ke kampus kakak untuk bertemu kakak tapi hasilnya nihil, kakak juga tidak ada di sana. untung aku ketemu kakak Lee Tae oh atau Lee Tae in, sih. dia yang bilang kalau kakak udah sebulan lebih tidak masuk kampus.apa benar,yang diucapkan pria itu?"


"mampus, jika nanti aku kuliah lagi pasti Tae oh akan bertanya yang macam macam tentangku." batin Enji berteriak


"iyaa kakak udah satu bulan tidak kuliah itu karena pinta suami kakak. lain kali jangan ke kampus lagi ya, oh iya bagaimana keadaan ayah?"


"baik"


"syukurlah, tapi kamu tidak bilang apa apakan sama pria itu?"


"iya semangat belajarnya" ucap Enji menyemangati adiknya walaupun lewat telpon.


Tut Tut Tut


"untung aja Jimmy tidak bilang apa apa pada Tae oh,kalau sampai Tae oh mengetahui nya bisa bisa aku di interogasi nya." kembali menyimpan ponselnya dalam lipatan baju. takut takut Johan menemukan ponselnya dan merusak ponsel kesayangannya yang ia beli dari jeri payahnya.


Enji kembali membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk namun saat Enji ingin memejamkan matanya pintu kamar di ketuk dari luar.


"permisi nona, ini makanan siang nona. " ucap pak Lee membawakan makanan siang


"bubur?" menatap heran pak jung


"maaf nona untuk saat ini ,nona hanya di perbolehkan mengkonsumsi bubur karena nona masih dalam tahap pemulihan"


"tapi-


"setelah selesai makan nanti nona harus minum obat dan nona boleh istirahat lagi" potong pak jung


sedikit terpaksa Enji kembali mengkonsumsi bubur, Enji pikir ia tidak akan mengkonsumsi bubur ternyata salah ia kembali mengkonsumsi bubur namun bedanya bubur yang disajikan ini sangat enak beda bubur di rumah sakit.

__ADS_1


"pak jung, apa nona ji hwa sudah datang?" tanya Enji di sela sela makannya.


"belum nona, ada apa nona mencari nona ji hwa?" tanya balik pak Jung namun Enji menjawabnya dengan gelengan kepalanya.


" kalau tuan johan?" dengan alis terangkat sebelah untuk menunggu jawaban pak Jung.


"kerja nona"


hanya butuh beberapa menit untuk Enji menghabiskan bubur, setelah itu Enji meminum obatnya.


"selamat beristirahat nona, jika ada sesuatu yang nona butuhkan cukup panggil saya saja. saya berada di depan pintu kamar"


"iya"


pak Jung langsung pergi sambil membawa mangkok kotor. Dengan begitu Enji bisa kembali beristirahat dengan tenang. walaupun sedikit was was takutnya Johan masuk ke kamar.


Bonus Visual


park johan



Kim Eunji



Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2