The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 21


__ADS_3

Siang hari Mike memutuskan menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat lalu dia akan pergi kerumah Dira untuk menemui wanita mungil yang diam-diam dirindukannya


Langkah tegap itu menapaki halaman rumah dan terhenti didepan teras saat telinga menangkap pembicaraan sepasang manusia didalam,Mike mendekat kearah pintu


"Siapa yang hamil?" tanyanya langsung begitu sudah berdiri didepan pintu hingga tercipta keterkejutan dari wajah dua orang dalam ruangan itu.Dilihatnya Revan yang langsung menatap penuh amarah padanya dan selanjutnya pria itu langsung menerjangnya dengan pukulan hingga dirinya terjengkal ke belakang dan bibirnya kembali sobek


"Sial.." desisnya seraya bangkit berhadapan dengan Revan


"Cih..sambutan yang sangat ramah" ujarnya tersenyum mengejek kearah Revan dan selanjutnya Revan memukulinya dengan membabi-buta, pria itu seperti kehilangan akal sehatnya.Mike sendiri harus mengakui kewalahan menghalang pukulan pria itu dan akhirnya membalas memukul balik dengan keras hingga Revan jatuh terkapar dengan tubuh babak belur


"Mas Revan.." seru sebuah suara dari arah pintu dengan penuh kekhawatiran.Dilihat gadis yang dinodainya itu berlari menghampiri Revan yang terbatuk-batuk hingga darah keluar dari mulutnya.Gadis itu langsung mengangkat kepala Revan keatas pangkuannya dan menghapus darah yang keluar dari Revan dengan tangannya tanpa terlihat jijik sedikitpun, gadis itu terlihat begitu cemas dengan keadaan kekasih yang baru saja diputuskannya,dia bahkan kembali menangis saat memeluk Revan yang baru saja kehilangan kesadarannya, pria itu jatuh pingsan


"Dir..tolong aku angkat mas Revan, kita bawa dia ke klinik" Dira yang masih membatu dengan keadaan didepannya langsung merespon mencoba menarik Revan untuk dimasukkannya kedalam rumah


"Tidak perlu dibawa ke klinik, aku bisa mengurusnya" ujar suster itu mengabaikan Mike yang hanya berdiri dengan senyuman miris.Tidak ada yang bahkan menanyakan bagaimana keadaannya? Padahal bukan dia yang duluan memicu perkelahian hingga kejadian itu terjadi.Dua wanita didepannya bahkan terlihat tidak peduli padanya, menganggapnya makhluk tak kasat mata,mengabaikannya secara terang terangan


Sejujurnya tubuh Mike juga terluka,wajahnya sedikit banyak juga memar dan mengeluarkan darah akibat pukulan Revan yang menggila tadi, apalagi dirinya juga sudah terluka sebelumnya akibat pukulan Billy.Mike menghapus darah yang keluar dari dahinya dengan kasar, matanya menilik tajam pada gadis mungil yang terus terusan mengusap wajah Revan dengan penuh kasih sayang


Kedua gadis itu berusaha keras menggiring tubuh Revan yang sangat berat untuk ukuran dua gadis mungil itu.Mike mendekat dan mencoba mengambil alih tubuh Revan yang terkulai pingsan namun dengan cepat tindakannya itu dihalangi oleh gadis mungil pemilik mata polos itu


"Jauhkan tangan kotormu dari tubuh kekasihku" kata Elina tajam memandang penuh kebencian pada Mike yang membalas tatapan gadis itu dengan senyuman sinis walau hatinya tidak seperti yang wajahnya tampilkan.Mike merasa hatinya begitu sakit saat melihat tatapan kebencian gadis itu


"Aku hanya ingin membantu" jawab Mike mencoba sesantai mungkin padahal tubuhnya juga sakit dibeberapa tempat

__ADS_1


"Kami tidak butuh bantuanmu, bukankah mas Revan terluka juga gara-gara kamu? Pergi dari sini, jangan ganggu hidup kami lagi" kata Elina berteriak pada pria iblis didepannya


"Dia juga tidak akan begini kalau tidak mengusikku duluan"


"tapi...."


"Sudah cukup..Elin, biarkan saja dia bantu.Aku juga perlu bicara dengannya" Dira memotong ucapan Elina sembari memandang tajam wajah tampan yang penuh luka itu


"See.." kata Mike mengangkat tangannya lalu beralih membopong tubuh Mike dengan cara merangkulnya


Setelah Revan dibaringkan diatas ranjang dan Dira mengobati luka-luka pria itu Elina tidak sedikitpun beranjak dari samping Revan yang belum tersadar.Sedangkan Mike tidak melepaskan tatapannya pada gadis mungil yang dulu memiliki rambut panjang yang begitu indah namun kini rambut gadis itu sudah berubah


"Kau memotong rambutmu?" tanya Mike tiba-tiba membuat dua gadis itu mengalihkan atensinya pada pria yang berdiri dengan sok keren di ujung ranjang


"Kau lebih cantik jika berambut panjang, lebih seksi apalagi jika rambutmu basah" Mike berucap dengan tidak tahu malu, dia tidak peduli walau Dira mendengarnya karena dirinya tahu,tidak mungkin Dira tidak mengetahui apa yang sudah terjadi antara dirinya dengan gadis bernama Elina itu.Elina mengepalkan tangannya erat mendengar ujaran tidak berbobot itu


"Pergi dari sini" Elina tidak sedikitpun berusaha menyembunyikan kebenciannya.Dia bahkan heran melihat perubahan sikap pria iblis itu, tampak sekali kalau Mike mencoba lembut padanya


"Maaf sekali,permintaanmu belum bisa kupenuhi karena suster itu perlu bicara denganku kan?" kata Mike sembari menunjuk kearah Dira namun matanya tidak lepas dari Elina


"Dan lebih baik kamu obati juga lukaku ini" lanjutnya sembari menunjukkan kepalanya yang terluka dan beberapa bagian wajahnya yang lain yang tampak lebam.Elina berdecih, apa pria itu kehilangan kewarasannya, bagaimana bisa dia menyuruhnya dengan sangat tidak tahu malu seperti itu? dia yang buat masalah dan dia juga yang dengan tidak tahu malunya meminta padanya.Apa kepalanya baru saja kebentur dengan sesuatu? Kemana tatapan tajam dan penuh dendam pria itu? kemana pria yang selalu menuduhnya sebagai pembunuh? Dan kemana pria yang melakukan tindak asusila padanya itu?.Elina memandang ke wajah lebam pria itu dan dirinya yakin kalau Mike sudah gila saat melihat pria itu tersenyum padanya


Akhirnya Elina mencoba mengabaikan pria itu, dia tidak lagi menjawab dan kembali memfokuskan netranya pada Revan.Dilihatnya Dira yang mencoba membuka kemeja yang dipakai oleh Revan

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Elina tiba-tiba


"Aku ingin mengecek tubuhnya, mungkin saja dia terluka ditubuhnya karena aku melihat Revan menerima tendangan yang sangat keras tadi" jelas Dira sambil melirik Mike yang bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari Elina dan tidak peduli kalau suster Dira sedang menyindirnya


"Biar aku saja yang membukanya" usul Elina mendekati Revan untuk membuka kemeja pria itu dan Dira bangkit hendak menyingkir namun baru saja tangan Elina akan menyentuh kemeja Revan dirinya ditarik dengan keras ke belakang.


"Jangan berani-berani melakukannya" ujar Mike dengan suara berat dan dalam serta tangan yang mencengkeram kuat tangan Elina.Entah kenapa Mike merasa tidak rela kalau Elina membuka pakaian pria lain didepannya walaupun bertujuan untuk mengobati terlebih pria itu adalah kekasih dari Elina sendiri.Dira melihatnya juga dibuat terkejut namun dirinya hanya diam memperhatikan apa yang akan terjadi antara adik angkatnya dengan pria bernama Mike itu


"Apa-apaan sih?..lepaskan tanganku" Elina langsung mencoba menarik paksa tangannya agar terlepas dari cengkraman Mike begitu dirinya tersadar dari keterkejutannya, namun pria itu malah semakin erat mencekalnya dan menarik gadis mungil itu hingga Elina harus membentur dada bidang itu


"Aku bilang, jangan berani melakukannya" ucap Mike penuh penekanan menatap mata polos Elina dalam jarak dekat, Elina langsung memberontak untuk lepas tapi tangan pria itu yang satu lagi langsung menahan pinggangnya


"Lebih baik kau obati lukaku saja sebelum aku berubah pikiran dan membawamu keatas ranjang sekarang juga" bisik pria iblis itu ditelinga Elina yang tersentak dan tengkuknya meremang efek ancaman sekaligus nafas pria itu yang menyapu lehernya.Pria yang dipikirnya gila tadi kembali pada watak dasarnya


"Iblis tetaplah seorang iblis, tidak akan bisa berubah menjadi manusia apalagi malaikat"


.


.


.


Kritik dan saran diharapkan🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2