
Elina duduk sembari membersihkan luka di wajah tampan Mike dengan kasar,dia tidak peduli walau pria itu kesakitan tapi Mike sama sekali tidak bergeming,pria itu terus terusan menatap pada wajahnya.Apa pria iblis itu kembali ke mode gilanya? Kenapa pria didepannya kini terlihat plin plan dengan sikapnya?.
Beberapa saat yang lalu,Elina masih mencoba berontak tidak peduli dengan ancaman yang diberikan pria itu
"Apa hakmu mengatur-ngatur diriku? Lepaskan tanganku, aku ingin mengobati kekasihku" kata Elina mencoba melepas cekalan Mike di tangannya hingga pergelangan tangannya memerah
"Aku tidak main-main dengan kata-kataku Elina juliana" ucap pria itu penuh penekanan dengan tatapan tajam menghujam pada netra polos Elina
"Berani kamu menyentuh pria itu, aku akan langsung menelanjangimu disini" lanjutnya masih dengan penekanan yang sama
"Brengsek, lepaskan aku"teriak Elina mengumpat dan langsung berontak hebat hingga pilihan terakhirnya adalah menggigit keras tangan Mike yang mencekalnya
"Aah..sial.." umpat Mike terpaksa melepaskan tangannya saat darah keluar dari bekas gigitan Elina, gadis itu tidak sedikitpun menahan diri dalam melukainya.Elina yang terlepas hendak menyingkir namun dia kembali ditahan saat Mike kembali menarik pinggangnya dan menahannya dengan kasar
"Lepaskan Elina..jangan terlalu kasar padanya, dia sedang mengandung.." Dira angkat bicara menginterupsi drama kecil didepannya.Mike dan Elina terdiam mendengar kata-kata itu, Elina langsung menggeleng pada Dira.Berharap suster itu tidak memberitahukan tentang kehamilannya pada Mike namun Dira malah mengangguk
"Dia harus tahu Elin..karena dia ayah dari anak itu"
"Apa..!" Mike membeo memandang Dira lalu beralih pada Elina dan perut datar gadis itu
"Hamil? Anakku?" tanya Mike tidak percaya dengan pendengarannya, ada rasa senang menjalar dihatinya mendengar kata-kata itu.Dia bahkan lupa dengan rencana awalnya terhadap gadis itu.Dira mengangguk mengiyakan membuat Elina memandang nanar saudaranya itu, sungguh Elina tidak ingin pria iblis itu mengetahui tentang kehamilannya tapi yang membongkarnya adalah saudaranya sendiri, suster Mandira
"Benarkah? Jadi aku akan jadi seorang daddy" ujar Mike lagi spontan meraih tubuh Elina dan mengusap perut gadis itu yang masih rata
"Dia ada disini?" lanjutnya sembari terus mengusap perut Elina yang tentu saja memberontak tidak suka dengan sentuhan pria itu
"Lepaskan aku" tutur Elina mendorong dada Mike dari samping saat pria itu masih terfokus pada perutnya.Dorongannya berhasil membuatnya lepas dari dekapan Mike namun ekspresi yang ditampilkan oleh Mike membuat Elina bergidik, pria itu tersenyum lembut persis seperti senyum saat pertama kali mereka bertemu sebelum dendam menyelimuti hati
__ADS_1
"Aku ingin mengobati kekasihku jadi menyingkir dari sini" Elina tidak peduli dengan senyum itu dan langsung mencoba ketujuan utamanya yaitu mengobati Revan sang kekasih hati.Senyum diwajah Mike langsung berubah menjadi datar kembali saat mendengar ujaran gadis mungil didepannya
"Sepertinya kamu benar-benar ingin aku mengulangi lagi kegiatan panas kita.Aku tidak masalah melakukannya didepan suster itu" tunjuknya pada Dira
"Dan mengunjungi calon anakku" tambahnya menjatuhkan pandangannya pada perut Elina.Elina mengepalkan tangannya erat, menatap tajam pria tidak tahu malu didepannya
"Aku tidak peduli apa katamu.Aku ingin mengobati kekasihku"
"Cobalah kalau begitu, dan lihat bagaimana aku bertindak" ujar Mike yang mulai posesif pada Elina
"Elin.." panggil Dira kemudian, lelah dengan perdebatan dua orang beda gender didepannya.Elina mengalihkan pandangannya pada Dira
"Sebaiknya kamu urus saja pria itu biar Revan aku yang urus, sepertinya dia bukan pria yang bisa diusik" ujar Dira terus terang didepan Mike langsung yang mengangkat alisnya memandang suster itu
"Tapi Dir.."
"Baiklah kalau begitu, tolong urus mas Revan dengan baik ya Dir.." pinta Elina memandang penuh harap pada Dira, gadis itu tampak sekali begitu mencintai Revan, begitupun sebaliknya tapi keadaan membuat mereka tidak dapat bersatu.Dira mengangguk sedangkan Mike memandang jenuh drama dua wanita didepannya.Apa Revan itu raja yang perlu diperhatikan sedemikian special oleh kedua wanita ini? Kira-kira bagaimana tanggapan kedua wanita itu jika tahu bagaimana watak Revan yang sebenarnya? ,Pikirnya
Setelah memutuskan itu, Elina keluar diikuti oleh Mike dibelakang dan disinilah mereka sekarang dengan Elina yang sedang membersihkan luka pria itu dengan perasaan dongkol dan Mike yang tidak mengalihkan tatapannya sedikitpun dari wajah Elina
"Bolehkah aku mencium bibirmu?" pinta Mike tiba-tiba membuat kegiatan Elina terhenti dan memandang takut wajah tampan itu.Apa yang baru saja didengarnya? pria itu meminta izin untuk menciumnya? apa pria ini kebentur kepalanya ya hingga otaknya korslet?
"Tidak" jawabnya datar mencoba terlihat biasa saja padahal jantungnya berdegup kencang, takut pria itu marah dan kembali ke mode iblisnya
"Aku tidak menerima penolakan" kata Mike selanjutnya yang langsung meraih tengkuk Elina dan mengecup bibir mungil itu.Elina yang tidak siap tentu saja langsung berontak mendorong pria itu agar melepasnya namun Mike sama sekali tidak bergeming dan terus menyapukan bibirnya diatas bibir gadis itu, sungguh dia sudah sangat candu dengan rasa bibir Elina
Mike baru melepasnya saat mereka kehabisan udara untuk bernafas, dengan terengah-engah dirinya menatap penuh hasrat pada gadis didepannya yang langsung menjauhkan diri darinya sembari menyapu kasar bibirnya dari bekas ciumannya seakan jijik pada apa yang baru saja dilakukan Mike
__ADS_1
"Kau gila" ucap Elina memandang tak percaya pada wajah Mike
"Kenapa kau harus melakukan ini semua padaku?" tanyanya dengan pandangan menusuk.Bagaimana bisa pria yang sudah menghancurkan semua mimpinya itu bersikap santai seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka
"Kenapa? bukankah sudah kukatakan kalau kamu harus jadi pengganti Imelda sekarang" jawab Mike datar
"Tapi aku tidak membunuhnya,kenapa aku harus menanggung ini semua?" Elina kembali menangis
"Kalau kamu tidak ingin menanggungnya, kembalikan Imelda dalam keadaan hidup padaku maka aku akan pergi, tidak akan lagi mengusik hidupmu"
"Kau benar-benar sudah gila" teriak Elina dengan airmata yang kembali mengalir deras.Sejak dirinya mengenal Mike, hidupnya tidak pernah damai
"Aku tidak akan begini jika tidak diusik duluan" Mike menjawab dengan kekeras kepalaannya
"Pergi kamu dari sini" ujar Elina kembali dengan putus asa.Melihat keadaan gadis itu yang begitu rapuh, hati Mike menjadi trenyuh apalagi saat dia mengingat kalau Elina sedang mengandung dan itu artinya gadis itu harus jauh-jauh dari kata stress dan banyak pikiran
"Baiklah, aku akan pergi" imbuh Mike kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah hendak pergi namun langkahnya terhenti dan berbalik menatap Elina
"Tapi ingat, jangan dekat-dekat dengan pria manapun termasuk Revan sekalipun karena kamu sekarang milikku, ingat itu" katanya memberi peringatan
"Dan juga, aku akan datang lagi besok.Persiapkan dirimu, aku akan menikahimu karena aku tidak ingin anakku lahir tanpa identitas yang jelas" lanjutnya dan melangkah pergi setelah mengatakan itu semua meninggalkan Elina yang menggeleng dengan isak tangisnya saat mendengar kata-kata pria iblis itu yang seakan memberikan vonis kematian baginya
.
.
.
__ADS_1
Kritik dan saran diharapkan🙏🙏