
Revan menatap penuh luka pada pasangan didepannya yang tampak sedang berciuman.Pria itu mulai melangkah menampakkan diri dari balik bayangan pepohonan.Dia sudah menunggu beberapa menit disana saat melihat mobil Mike memasuki halaman panti
Wajahnya yang awalnya tersenyum penuh harapan langsung lenyap menjadi sendu saat melihat Elina turun dari mobil Mike terlebih melihat sikap manis keduanya setelahnya.Matanya memerah menatap pemandangan penuh luka itu, tangannya terkepal menahan marah
"Elin.." panggilnya dengan nada penuh luka menatap miris pasangan didepannya
Elina yang terkejut karena suara itu, spontan mendorong dada Mike agar memberi jarak wajahnya, wanita itu menoleh dan matanya langsung membulat melihat pria yang pernah menyandang status sebagai kekasihnya kini berdiri menatap kearahnya
"Mas Revan" lirihnya dengan tubuh membeku, berharap Revan tidak melihat dirinya dan Mike berciuman tadi. Sungguh Elina tidak ingin pria itu terluka, karena Elina tahu bahwa Revan benar-benar tulus mencintainya dan keputusannya saat ini akan sangat menyakitkan bagi pria itu
"Apa maksud ini semua Elin?" Revan bertanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.Apalagi saat netranya menangkap tangan Mike yang terulur merangkul pinggang Elina, seakan memberitahukan padanya bahwa kekasihnya saat ini milik pria itu
Elina terdiam, dia sedikit terkesiap saat tangan Mike meraih pinggangnya agar mendekat ketubuh Mike.Namun, Elina tidak berusaha menolaknya saat dia sadar kalau pria disampingnya saat ini adalah suaminya.Elina menunduk
"Maaf mas Revan.Bukankah kita sudah tidak mempunyainya hubungan apapun" ujar Elina pelan, berusaha menguatkan diri.Dia berharap Revan melupakannya dan memulai kehidupan baru dengan perempuan yang lebih baik dari dirinya, tanpa disadarinya kata-katanya itu bagai pisau yang mengiris dada pria malang itu, hatinya terluka, harapannya terhempas begitu saja mendengar jawaban menyakitkan yang keluar dari bibir Elina
"Aku tidak pernah setuju untuk putus denganmu Elin, tapi bagaimana bisa kamu bersama laki-laki bajingan itu sekarang?" teriak Revan menunjuk kearah Mike
"Jangan berteriak seperti itu dihadapan istriku" belahan bibir yang tadi terdiam akhirnya membuka suaranya, Mike menatap datar Revan yang tampak marah sekaligus menyedihkan disaat bersamaan.Sebenarnya dia sangat merasa bersalah pada pria itu, karena puncak dari semua masalah yang terjadi pada mereka berasal darinya yang telah sembarangan menuduh Elina sebagai pembunuh dan sekarang dirinya terjerat dalam pesona gadis mungil yang sudah jadi istrinya
"Istri.." Revan membeo
"Apa maksudmu istri bajingan"
"Aku dan Elina sudah menikah Revan.Jadi sekarang, Elina istriku" jelas Mike penuh ketegasan, dia menatap kasihan pada teman lamanya itu.Walau Revan telah membuatnya menjadi manusia tanpa hati selama bertahun-tahun karena kesalahan yang dilakukannya tapi Mike tidak menampik fakta kalau Revan juga yang banyak membantunya saat dirinya remaja dulu
__ADS_1
Sekarang Mike bahkan rela jika Revan mengumpatinya, mencacinya, atau bahkan meludahinya sekalipun.Laki-laki mana yang tidak terluka jika kekasih yang begitu dicintainya diketahui menikah dengan pria lain terlebih pria itu musuhnya, setidaknya itulah hubungan mereka sekarang.Revan pasti sangat membencinya
Revan beralih menatap Elina yang masih menunduk merasa bersalah pada mantan kekasihnya itu
"Kau bersedia menikah dengan pria yang sudah menuduh dan menodaimu Elin?" tanya pria itu lagi pada Elina, mata Revan memerah hingga setitik air bening turun di pipinya
"Hah! Aku tidak dapat percaya ini?" Revan tertawa dalam tangisannya yang menyedihkan.Semua yang dilakukannya selama 10 tahun terakhir bagai tidak ada arti sama sekali bagi Elina
"Elina sedang mengandung anakku Revan.Jadi, jangan salahkan dia yang bersedia menikah denganku" Mike menjawab mencoba membantu Elina yang terlihat menahan tangisnya
"Kalau soal anak dalam kandunganmu Elin, aku bersedia menerimanya sebagai anakku tapi.." Revan tidak lagi sanggup melanjutkan kata-katanya, dia benar-benar terluka dengan semua kenyataan yang didapatnya.
Padahal hari ini dirinya pagi-pagi sekali berangkat mengerjakan tugasnya dengan cepat agar saat siang dia punya waktu pergi kedesa untuk menemui sang kekasih tapi, kenyataan yang tersuguhkan sangat menyakitkan
"Tapi akulah ayah biologisnya yang lebih berhak bukan?" jawab Mike lagi dengan tenang dan membawa Elina dalam pelukannya yang sudah terisak.Istrinya pasti sangat tertekan dengan pertemuan mereka dan Revan
"Kalau tidak ada keperluan lagi, kami pamit masuk dulu" ujar Mike menuntun Elina untuk melangkah masuk kedalam panti
"Tunggu dulu" ucap Revan membuat langkah mereka terhenti
"Mike, dulu kamu pernah berkata kalau tidak akan mengusik Elina jika Imelda masih hidup kan?" tubuh Mike menegang mendengar pertanyaan itu.Apa itu artinya Revan sudah mengetahui kalau Imelda masih hidup?
"Dan sebuah kebetulan, aku sempat melihatnya dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apapun. Imelda masih hidup" lanjut Revan menatap tajam belakang tubuh Mike yang tampak membeku, Revan yakin, Mike sudah mengetahui kalau Imelda masih hidup
"Apa maksud mas kalau Imelda masih hidup?" yang paling terkejut dengan pernyataan itu tetaplah Elina, dia langsung berbalik menghadap Revan bertanya tentang maksud yang dikatakan pria itu, wajahnya bahkan sudah dibasahi oleh air matanya yang sudah kembali turun
__ADS_1
"Kamu mungkin tidak tahu Elin.Tapi, Imelda memang masih hidup dan Mike pasti tahu soal itu"
"Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan?" Mike membuka suara membantah ujaran Revan, dia tidak ingin kebahagiannya dengan Elina yang baru ingin dibangunnya harus runtuh juga dalam detik itu, inilah juga yang ditakutkannya.Elina mengetahui fakta bahwa Imelda masih hidup
Revan menampilkan senyum sinisnya menatap Mike dengan matanya yang masih memerah, dia masih menyimpan kemarahan pada Mike dan semakin parah saat ini
"Omong kosong? Aku berbicara kenyataannya Mike, kalau kamu tidak percaya, aku bisa membawa Imelda kehadapanmu besok" ujar Revan lagi dengan penuh percaya diri walau sebenarnya dia tidak ingin langsung membeberkannya seperti ini karena itu jelas akan sangat menyakitkan bagi Elina, mengetahui fakta ini.Namun, Revan sudah terlanjur marah dan ingin segera menghancurkan Mike
"Bagaimana?" lanjutnya saat melihat Mike terdiam, dia tahu laki-laki itu takut kebohongannya terbongkar.Elina juga menatap Mike dengan harapan bahwa semua yang didengarnya saat ini adalah kebohongan belaka
"Bawakan saja kalau begitu" putus Mike akhirnya, dia juga tidak dapat terus berlari dari kenyataan.Cepat atau lambat dia pasti akan ketahuan juga
"Hmm, baiklah" jawab Revan lagi tersenyum remeh pada putusan berani Mike
"Ayo masuk sayang" ajak Mike pada Elina yang terdiam.Mike akan menggunakan waktunya sebaik mungkin malam ini untuk menyenangkan Elina sebelum besok istrinya akan menerima fakta yang begitu mengejutkan jika Revan berkata yang sebenarnya untuk membawakan Imelda kesini
Pasangan suami istri itu masuk kedalam panti meninggalkan Revan yang tersenyum pahit dengan nasibnya
'Apa sekarang dia akan jadi pebinor?'
Pria itu berjalan kembali kearah statiun kereta untuk kembali kekota, bermaksud membawa Imelda kehadapan Mike dan Elina
.
.
__ADS_1
.
Kritik dan saran diharapkan🙏🙏