The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 70


__ADS_3

Kata-kata ejekan terus-terusan dilayangkan oleh tiga sahabatnya pada Mike yang sama sekali tidak terganggu dengan ocehan tiga sahabat laknatnya


" Manja teruusss kerjaannya" ucap Billy melihat tidak suka pada Mike yang sedang disuapi dengan lembut oleh Elina dan jangan tanyakan keadaan wajah Elina yang sudah sangat memerah menahan malu


"Kenapa? Iri! Buruan nikah sana" jawab Mike tanpa melepaskan tatapannya dari wajah Elina sedang mulutnya menerima sodoran makanan dari Elina. Dia begitu bahagia saat melihat perubahan sikap Elina padanya


"Ck, siapa yang iri! Cuma disuapin makan doang saja sudah besar kepala kau"


"Benarkah! Bagaimana jika lebih dari ini" ujar Mike sembari mencondongkan wajahnya mendekat pada Elina lalu mengecup pelan bibir itu yang tentu saja membuat Elina panik, dia takut luka di perut suaminya terbuka kembali karena gerakan ceroboh pria itu


Elina reflek menjauhkan wajahnya dan melihat pada luka di perut Mike lalu beralih pada wajah suaminya itu yang tersenyum seakan tidak terjadi apapun, Elina menghembuskan nafas leganya, setidaknya luka Mike tidak terasa sakit bagi pria itu terbukti dari bibir Mike yang sama sekali tidak mengeluarkan ringisan


" Menjijikan" komentar Marcel sambil berlagak seperti orang muntah


" Begitulah kalau orang sedang jatuh cinta" timpal Eric mengulum senyum


" Tidak tahu malu" desis Billy memilih mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Mike mengabaikan semua ungkapan sahabatnya itu


Billy sudah mengatakan pada Mike tentang dia yang sudah menjelaskan semua kebenarannya pada Elina


" Sayang" panggil Mike dengan nada manja membuat tiga pria lain disana ingin sekali menimpuk wajah sok imut Mike yang nyatanya jauh dari kata imut malah terlihat mengesalkan


" Eum.." oke..sekarang ketiganya melongo mendengar jawaban dari Elina


" Setelah aku sembuh, aku akan langsung meresmikan pernikahan kita" ujar Mike membuat Elina membulatkan matanya menatap suaminya itu


" Tapi.." Elina ragu untuk mengatakannya sembari mengusap perutnya yang sudah sedikit membuncit, kandungannya sudah mulai memasuki awal empat bulanan. Mike beralih menatap perut sang istri dan tersenyum


" Tenanglah sayang, tidak perlu mengkhawatirkannya" kata Mike menenang sang istri, dia tahu kalau istrinya itu mengkhawatirkan ujaran orang-orang nanti tentang kehamilannya saat acara peresmian


" Keluar yuk, bosan aku menjadi obat nyamuk disini" ujar Marcel dengan suara sedikit keras, sengaja biar bisa mengganggu kegiatan sepasang suami istri tersebut


" Iya kau benar. Dunia orang dimabuk cinta menyeramkan, serasa dunia milik berdua" timpal Billy juga bangkit dari duduknya

__ADS_1


" Kita hanya numpang saja" sambung Eric disampingnya.Mereka bertiga mendekat hendak pamit untuk pergi


" Mike, setidaknya biarkan istrimu untuk membersihkan diri dulu. Dia belum mandi sejak dari semalam" kata Marcel mendekat


" Tidak perlu, dia tetap cantik kok walau tidak mandi"


" Setidaknya biarkan dia istirahat dengan benar, dia tidak istirahat dengan baik sejak semalam" imbuh Billy ikut menyuarakan pendapat


" Dia juga sedang mengandung" sambung Eric singkat


" Dia bisa beristirahat disini bersamaku. Ranjangku cukup untuk dua orang"


" Tapi Mike"


" Tidak boleh pokoknya, aku tidak ingin istriku jauh dariku"


" Posesif" ujar Marcel dengan nada mengejek


" Baiklah kalau begitu. Ayo kita pergi kawan, tinggalkan saja pria tidak tahu diri ini sekarang" ucap Billy seraya beranjak keluar dari ruang inap tersebut diikuti oleh Marcel dan Eric dibelakangnya


" Semua gara-gara cinta" Eric menimpali disampingnya lalu keduanya tersenyum bodoh dengan kata-kata itu karena keduanya juga tidak jauh dari kata-kata itu


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Cinta, satu kata beribu makna. Ada orang mengartikan cinta sebagai omong kosong tidak berguna dan ada pula mengartikan cinta sebagai perjuangan tulus dalam mendapatkan kebahagiaan tergantung bagaimana cara pribadi seseorang memandang cinta itu sendiri


Beberapa hari kemudian Mike sudah bisa keluar dari rumah sakit setelah mengalami beberapa drama yang sangat mengesalkan, pria itu bertingkah manja terus menerus pada Elina dan bertingkah menyebalkan pada para sahabatnya dan bersikap sok keren saat bu panti dan beberapa anak panti ikut menjenguk termasuk didalamnya si bocah matre, Reno yang langsung mencari mangsa dengan mendekati Billy sebagai tempat cuan cadangan, dan apa yang dijualnya? Tentu saja berita tentang kesukaan Dira dan Billy tidak segan segan merogoh goceknya lebih banyak dari Mike hanya untuk informasi tidak terlalu penting itu


Bu panti yang tidak tahu menahu tentang apapun juga mendapat penjelasan dari Elina dan Mike walau terkandung kebohongan dalam aliran cerita yang mereka rangkai dengan mengatakan kalau Mike tidak sengaja tertusuk pisau yang Elina pegang saat memeluknya


Mike masuk kedalam mobilnya setelah sedikit dibantu oleh asistennya Niko, lalu pandangannya teralih pada sang istri yang masih berdiri tidak ikut masuk bersamanya ke dalam mobil


" Sayang, kenapa kamu tidak masuk?" tanyanya pada Elina

__ADS_1


" Aku tidak ikut, aku kembali ke panti saja"


" Tidak Elin, kamu itu istriku, sudah seharusnya untuk ikut denganku. Masuklah sayang" Elina menatap mata sang suami lalu mengangguk dan ikut masuk kedalam mobil disebelah Mike yang tersenyum karena sang istri kini begitu patuh dan perhatian padanya. Mike mengambil salah satu tangan Elina, menggenggamnya erat seakan tidak ingin tangan itu terlepas kembali, mengecupnya pelan dengan harapan akan selamanya dirinya dapat melakukan hal itu


" Sayang"


" Eum" Elina menyahut pelan


" Aku mencintaimu, sangat mencintaimu" ungkap Mike menatap manik polos sang istri yang begitu membiusnya. Lupakan tentang kesalahan dimasa lalu karena kini Mike akan menggantinya dengan kebahagian untuk istrinya itu


Wajah Elina kembali memerah mendengar ungkapan itu, dia langsung memalingkan wajah menghindari tatapan mata tajam Mike yang bisa membuatnya jatuh pada pesona suaminya itu


" Iya aku tahu" jawabnya dengan sangat pelan berusaha meyembunyikan wajahnya yang memerah


" Kau tahu! Tapi tidak berencana membalasnya?"


" Sudahlah mas, aku tidak ingin membahasnya sekarang"


" Baiklah sayang. Aku tahu, pasti sulit bagimu untuk mencintaiku tapi tidak apa-apa. Biar aku saja yang mencintaimu, kamu tidak perlu mencintaiku. Cukup tetap berada di sisiku saja" ujar Mike masih menatap Elina dengan tatapan memujanya. Elina terdiam mendengar ujaran itu. Apa yang pernah disampaikan Billy kini benar-benar dirasanya nyata


" Mas, apa kamu akan mengabulkan apa yang aku minta?" tanya Elina hati- hati. Mike menatap dalam istrinya itu seraya mengangguk


" Tentu saja sayang, aku akan mengabulkan semuanya selama aku bisa melakukannya kecuali sesuatu yang mustahil untuk ku lakukan"


" Bagaimana jika aku minta kamu untuk meninggalkan pekerjaanmu dan merelakan perusahaanmu lalu kita hidup sederhana saja didesa. Apa kamu akan mengabulinya?" Mike terdiam, rasa ragu itu hadir dihatinya. Sulit bagi Mike merelakan perusahaan yang sudah dibangunnya dengan susah payah serta perjuangannya yang begitu keras dalam membangunkannya


" Aku..."


.


.


.

__ADS_1


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2