
Setelah mendapat semua saran terbaik dari para sahabatnya, Mike mulai mengambil langkah untuk segera mengakhiri masa lalunya dan kembali fokus dalam mengejar sang istri
Hari ini, dia sudah siap kembali dengan setelan jas nya dan mulai melakukan tugasnya kembali sebagai pemimpin perusahaan Middle corp.
Mike memasuki kantornya dengan langkah penuh percaya dirinya, sama sekali tidak merasa bersalah telah mengabaikan perusahaan kerja kerasnya itu selama 2 minggu
Begitu memasuki ruang kantornya, pria itu dibuat terkejut dengan banyaknya tumpukan dokumen di meja kerjanya.Dia pasti harus lembur untuk beberapa hari kedepan sepertinya
Dilihatnya Claudia, sekretarisnya yang berdiri menyambutnya dengan wajah datarnya. Kening Mike berkerut bingung melihat Claudia yang tidak setangguh biasanya, gadis itu terlihat dingin, seakan tanpa jiwa yang mendiami raga
"Bagaimana perkembangan perusahaan selama aku tidak masuk? Apa kamu sanggup menghandel semuanya?" tanya Mike dengan profesional
"Semuanya dapat Anda lihat dalam berkas ini..semua perkembangan, dan sistem kerja serta kerjasama kita dengan para klien tercantum didalam ini.Anda dapat menilai kinerja saya setelah membaca berkas ini" jelas Claudia seraya meletakkan berkas itu dengan pelan didepan Mike
Mike melihat berkas itu dan beralih memandang wajah datar Claudia yang tidak biasanya menampilkan wajah seperti itu.Karena biasanya gadis itu akan selalu menampilkan senyum terbaiknya walau itu hanya senyuman palsu
Tambah lagi satu hal yang membuat Mike bingung.Sekretarisnya itu tampak begitu tenang, tidak protes ataupun bertanya alasannya tidak masuk kerja selama 2 minggu ini! Benar-benar tidak seperti Claudia yang seperti biasanya
"Ada apa denganmu! Kau sakit?" tanya Mike langsung, tidak dapat mengabaikan rasa penasarannya dengan sikap sekretarisnya yang tidak biasa
Claudia mendongak, memandang sang Bos.Dari sanalah Mike dapat melihat wajah gadis itu yang terlihat pucat walau tertutupi dengan lips gloss sekalipun
"Tidak, saya baik-baik saja pak" jawab Claudia
"Baiklah, kalau begitu tolong bawakan aku berkas gedung yang baru saja dibangun dari kerjasama dengan pak Anwar" ujar Mike yang berhasil membuat Claudia mematung beberapa detik sebelum melangkah mengambil berkas itu
Gadis itu tidak akan pernah melupakan gedung yang baru saja selesai dibangun itu, gedung yang akan segera disulap jadi hotel mewah dan gedung yang mendekatkan dirinya dengan pria pertamanya, Revan.Hati Claudia terasa sakit, bagai tercubit saat mengingat nama pria itu.Pria yang sudah mendiamkan panggilannya sejak 3 hari yang lalu
"Ini pak" Claudia menyerahkan berkas itu pada Mike sesaat sebelum rasa pusing menghantam kepalanya, gadis itu berusaha tetap bertahan walau kini matanya sudah berkunang-kunang, bayangan Mike yang sedang fokus membaca berkas itu pun tampak seperti tiga dan berputar-putar.Kepalanya terasa begitu berat, gadis itu berusaha untuk memanggil Mike
__ADS_1
"Pak..." lirihnya, namun terlambat.Rasa berat di kepalanya berhasil menghilangkan kesadarannya.Gadis itu terjatuh pingsan
"Claudia!!" seru Mike dengan panik saat sekretarisnya pingsan dengan tiba-tiba.Mike mengangkat tubuh itu ke atas sofa dalam ruangan dan mulai memanggil-manggil nama gadis itu agar tersadar
"Sial! Kenapa dia bisa pingsan seperti ini? Apa jangan-jangan wanita ini terlalu memaksakan diri dalam menghandel pekerjaanku hingga kelelahan" gumamnya panik
"Hey, Claudia.." pria itu menepuk-nepuk pelan pipi Claudia namun, gadis itu tidak juga sadarkan diri
Mike bergerak cepat meraih gagang telepon kantornya
"Bawakan seorang dokter ke ruanganku segera!" perintahnya pada si penerima yang merupakan asistennya dan langsung mematikannya.Tidak peduli dengan sang asisten yang kebingungan dengan maksudnya
Mike menatap pada Claudia yang terkulai diatas sofa, gadis blonde yang biasanya terlihat kuat kini tampak begitu lemah.Tapi bukan itu yang Mike khawatirkan, melainkan ketakutannya pada kakak Claudia yang akan menghabisinya jika tahu adiknya sampai jatuh pingsan karena banyaknya pekerjaan yang Mike bebankan pada Claudia hingga gadis itu kelelahan
Lima belas menit berlalu dan tiba-tiba pintu ruangannya terbuka menampilkan seorang dokter yang terengah-engah karena berlari dengan cepat setelah diberitahukan oleh Asisten Mike kalau ada pasien gawat darurat di kantor pria itu
"Pak, Anda tidak apa-apa?" tanya sang asisten bingung, saat melihat Mike baik-baik saja
Dokter mulai memeriksa gadis itu walau dengan tatapan tajam tertuju pada asisten Mike yang sudah berkata bohong tentang pasien gawat darurat dan nyatanya hanya seorang wanita pingsan saja
"Pak, memang apa yang terjadi pada nona Claudia?" tanya sang asisten pada Mike dengan berbisik.Dia curiga kalau bosnya itu mengapa-apain Claudia karena bosnya itu sudah terkenal dengan watak kejam dikantor ini.Bisa saja Claudia pingsan karena dipukul oleh Mike mungkin, pikirnya
"Dia pingsan tiba-tiba dan penyebabnya? Kalau aku tahu tidak akan kusuruh pria bodoh sepertimu untuk membawa dokter kemari" ujar Mike kesal, menatap tajam pada pria malang disampingnya
Sang asisten terdiam menunduk dengan jawaban itu
"Mana aku tahu kalau bukan kau yang sakit, siapa suruh langsung mematikan telponnya setelah menyuruhku membawa dokter.Dasar bos gila" batin sang asisten yang hanya berani mengumpati bosnya dalam hati
"Bagaimana keadaaannya dok?" tanya Mike masih khawatir, dia khawatir wajah tampannya jadi samsak tinju kakaknya Claudia jika terjadi sesuatu pada gadis blonde itu
__ADS_1
"Sudah berapa lama dia seperti ini?" tanya dokter itu pada Mike
"Maksud dokter?" kening Mike berkerut bingung
"Bertanggung jawablah anak muda! Jangan buat dia kelelahan dan banyak pikiran" keringat dingin turun dari dahi Mike, petaka besar baginya jika Claudia mengidap suatu penyakit yang berbahaya karena terlalu lelah dan banyak pikiran dan tentu saja dua hal itu bersumber darinya
Sang asisten disampingnya menatap curiga pada Mike yang tampak resah dengan perkataan dokter, semakin membuatnya curiga kalau bosnya itu sudah mengapa-apain Claudia
"Gadis muda ini..."
๐๐๐
Claudia mengerjapkan matanya beberapa kali saat cahaya silau masuk mengenai retina matanya.Dengan perlahan gadis itu bangkit mencoba duduk dan melihat dimana keberadaannya
"Kau sudah sadar?" suara maskulin itu membuat Claudia mengalihkan tatapannya pada atasannya yang tampak berdiri membelakanginya dengan kedua tangan tersimpan dalam saku celana bahannya
"Pak Mike" gumam Claudia pelan, kepalanya masih terasa berdenyut-denyut.Dia mencoba mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya hingga dia terbaring diatas sofa ruangan kerja atasannya
"Apa yang terjadi dengan saya pak?" tanya gadis itu lirih menatap tubuh Mike yang menjulang tidak jauh darinya.Pria itu membalikkan tubuhnya menghadap Claudia dan ekspresi wajahnya tampak begitu serius
"Katakan padaku! Siapa pria itu? Siapa ayah dari janin yang kau kandung?"
DEG...jantung Claudia terasa bagai berhenti berdetak
.
.
.
__ADS_1
Kritik dan saran diharapkan๐๐