
Hari kelahiran anak pertama mereka pun tiba. Mike dengan panik membawa sang istri ke rumah sakit, melihat ringisan kesakitan yang dirasakan Elina seakan membuatnya merasakan sakit yang sama dengan sang istri
" Kamu kuat sayang, kamu pasti bisa" Mike mencoba menyemangati sang istri memasuki ruang bersalin. Dia sudah membujuk sang istri untuk melahirkan caesar saja tapi Elina tetap mempertahankan keinginannya untuk melahirkan normal, Elina ingin merasakan bagaimana menjadi ibu sesungguhnya
" Anda juga masuk kedalam bersama kami" ujar suster Dira yang juga ikut membantu dalam proses persalinan Elina
" Baik sus" Mike hanya bersikap profesional dalam kepanikannya melihat kesakitan yang diderita oleh Elina
" Semangat" seru Marcel yang duduk santai di kursi rumah sakit karena istrinya juga baru melahirkan dua hari lalu di rumah sakit itu juga. Senyum misterius tampak tersungging di bibirnya
" Selamat menikmati siksaan mengerikan Mike" gumamnya pelan dan tertawa membayangkan sebentar lagi sahabatnya akan merasakan penderitaan yang sama dengannya saat sang istri melahirkan
πππ
Proses persalinan tampak sedang berjalan dengan lancar didalam ruangan. Sedang diluar ruangan terduduk orang-orang dengan berbagai ekspresi berbeda. Marcel dengan senyum senangnya karena Mike pasti sangat menderita didalam sana terlihat dari suara teriakan yang saling bersahutan antara Mike dengan istrinya, entah siksaan apa yang didapat pria jantan itu, yang pasti Marcel sangat bahagia jika Mike juga tersiksa
Eric duduk dalam keadaan ketakutan, mendengar teriakan kesakitan Mike didalam sana membuatnya memandang takut-takut pada sang istri yang juga akan melahirkan bulan depan, Eric menelan ludahnya dengan susah payah, istrinya pasti akan lebih mengerikan saat melahirkan nanti. Diam-diam dia berdoa agar istrinya mau melahirkan secara caesar saja. Dia ikut ke rumah sakit juga karena paksaan dari sang istri yang selalu ingin dituruti segala kemauannya. Lisa tersenyum hangat sembari mengusap perut buncitnya, dia juga akan segera merasakan berada di posisi itu.
Billy hanya berekspresi datar, dia bahkan belum menikah sekarang, jadi buat apa susah susah mikirin istri melahirkan dan bu panti hanya menunduk seraya berdoa untuk kelancaran proses persalinan Elina
Selang beberapa lama kemudian, pintu ruangan bersalin terbuka lalu keluar seorang Mike dalam penampilan yang sangat jauh dari kata baik-baik saja, rambutnya acak-acakan, mukanya memerah kena cakaran belum lagi kerah bajunya yang robek karena tarikan keras dari istrinya. Tawa Marcel langsung pecah begitu melihat betapa kacaunya seorang Michael ananda
" Anakku laki-laki, dia lahir dengan selamat dan sangat sehat" ujar Mike, wajahnya terlihat begitu bahagia walau penampilannya jauh dari kata baik
" Syukurlah" ucap bu panti dalam rasa syukur terdalamnya
Marcel mendekat pada Mike lalu menepuk bahu sahabatnya itu masih dengan tawa yang ditahannya
__ADS_1
" Bagaimana rasanya?" tanya Marcel sembari menaik turunkan alisnya. Baru kemarin Mike menertawai Marcel yang kena tonjokan dari Vika saat wanita itu melahirkan dan sekarang karma dengan cepat berlaku untuknya malah lebih parah dari apa yang dialami oleh Marcel
" Mengerikan, rambutku rasanya mau tercabut semua dari kulit kepalaku. Elina benar-benar menggila tadi tapi aku bersyukur jagoanku lahir dengan selamat" ujar Mike tersenyum dan Marcel pun membalas senyum itu
" Selamat. Kita punya jagoan sekarang" ucap Marcel lalu keduanya langsung menjatuhkan pandangannya pada Eric yang masih terduduk dalam kekhawatiran lalu memandang kearah istri Eric yang tersenyum senang akan kabar Elina yang melahirkan
" Bulan depan kita akan melihat atraksi yang lebih mengerikan sepertinya" bisik Marcel pada Mike yang mengangguk
" Pasti akan sangat menyenangkan melihatnya" timpalnya yang sangat setuju. Penyiksaan Eric pasti akan lebih sadis terlihat dari sifat Lisa yang tidak seperti Elina maupun Vika
" Ric, aku sarankan pakailah helm saat istrimu melahirkan agar rambutmu selamat" seru Mike
" dan pakailah baju besi supaya tubuhmu tidak lecet. Akan ada pertunjukan assansin sepertinya saat istrimu melahirkan" tambah Marcel dengan tawa lebarnya sedang Billy dan Bu panti menatap bingung kelakuan dua pria yang baru saja menjadi seorang ayah itu
" Sialan kalian. Diamlah, kalian berkata seakan-akan istriku sangatlah mengerikan" jawab Eric padahal nyatanya dalam hati dia membenarkan perkataan kedua sahabatnya itu. Matanya melirik pada sang istri yang sudah kehilangan senyumnya dan sudah berganti dengan muka judesnya menatap tajam Mike dan Marcel
" Aku penasaran, kira-kira bagaimana keadaan Billy jika dia berhasil menikah dengan suster itu dan ikut dalam persalinannya?" tanya Marcel menunjuk pada suster Dira yang baru keluar dari ruang bersalin Elina dan langsung dihadapkan dengan Billy yang menunggunya
" Kurasa itu akan lebih menyenangkan. Palingan jarum suntik akan melayang pada playboy itu" jawab Mike seadanya dan menatap bingung Marcel
" Hei, sejak kapan kita bicara sedekat ini?" tanyanya bingung, padahal biasanya mereka tidak sedekat ini walau bersahabat. Karena Mike lebih dekat dengan Billy dan Marcel lebih dekat dengan Eric tapi tadi, keduanya malah satu pemikiran dalam menjulid kedua sahabatnya yang lain
" Iya ya. Entahlah, aku juga bingung"
" dan sejak kapan kau jadi banyak bicara? Kau lama-lama terlihat seperti Billy ya"
" Kamu juga terlihat seperti Eric akhir-akhir ini. Pembawaanmu tenang sekarang " jawab Marcel yang juga merasa aneh dengan pribadi mereka masing-masing. Mereka terlihat sama semua sekarang, bahkan perlahan-lahan pribadi khas masing-masing hilang berbaur dalam pribadi sahabat-sahabatnya
__ADS_1
" Aneh" ujar keduanya bersamaan lalu tertawa setelahnya dan akhirnya memilih berpisah ketempat istri masing-masing
πππ
Elina menatap takjub makhluk kecil yang sudah menetap selama sembilan bulan lebih beberapa hari dalam perutnya. Mata kecil itu belum bisa terbuka sepenuhnya membuat Elina begitu bersyukur anaknya terlahir dengan selamat dan terlihat begitu sehat
" Kamu sangat tampan nak" gumamnya menyentuh pipi mungil putranya yang kini terbaring disampingnya setelah dipindahkan oleh Mike kedekatnya setelah Elina sadar
" Tentu saja sayang, siapa dulu donk papanya" Mike menjawab dengan penuh percaya diri. Elina menatap sekilas pada suaminya lalu kembali beralih pada malaikat kecilnya. Dia masih tidak dapat percaya, dirinya sudah menjadi seorang ibu
Mike mendekat lalu menunduk mengecup dahi sang istri dan mengecup gemas wajah kecil putranya
" Terima kasih sayang, kau telah melahirkan seorang putra yang begitu tampan untukku. Kalian adalah dua malaikatku yang berharga" ujarnya tersenyum pada sang istri yang juga membalas senyumnya
" Iya mas. Aku juga minta maaf karena telah menarik keras rambutmu saat proses bersalin dan juga cakaran dan tarikan keras pada bajumu. Aku minta maaf" cicit Elina menyesal
" Iya sayang, mas mengerti. Mas tidak marah. Melihatmu dan putra kita selamat saja sudah merupakan hadiah terbesar dalam hidup mas"
" Terima kasih mas" lengkap sudah kebahagian dalam diri Mike. Memiliki istri, anak dan sahabat yang mengerti dirinya menjadi suatu kebahagian terbesar dalam hidup
.
.
.
Kritik dan saran diharapkanππ
__ADS_1