
Elina menatap tajam Reno yang menunduk dan Mike yang tersenyum kaku
"Bayaran apa yang sedang kalian bicarakan?" tanyanya dengan nada curiga
"Bukan apa-apa.Dia hanya minta bayaran karena sudah menolongku di kebun kemarin.Aku tidak tahu kalau bocah ini sangat matre" ujar Mike mencoba menolong bocah yang saat ini masih menunduk.Sepertinya dia benar-benar takut kalau sampai Elina marah
Elina masih menatap curiga pada dua laki-laki beda usia didepannya
"Reno, ingat.Kalau kakak tahu kamu mengatakan sesuatu tentang kakak dan berbohong, kaki kamu siap-siap saja kakak pukul" peringat Elina melangkah pergi setelah menatap sekilas pada Mike
"Kamu dipukul kaki saja takut?" Mike langsung mengejek Reno selepas Elina pergi
"Bukan masalah dipukul kaki saya tapi kuping saya yang akan memerah dijewer tambah lagi ceramah kak Elin yang akan sangat menyiksa.Bisa-bisa telinga saya keluar darah jika mendengarnya"
"Istriku ternyata bisa galak juga" Mike berucap bangga sembari menatap kearah Elina yang berbaur dengan beberapa anak perempuan panti
"Beginilah kalau pria gila jatuh cinta, sangat tidak waras" Reno dengan sok dewasanya menggelengkan kepala menatap Mike yang masih menjatuhkan pandangannya pada Elina
"Aku tidak peduli sama urusan kak Mai ya, tapi ingat bayaranku tetap harus dikasih tambah lagi biaya untuk kerusakan mental atas apa yang baru saja terjadi" lanjut bocah itu lagi
"Iya-iya..dasar bocah matre" Mike hanya mampu mendengus sembari memberi apa yang diminta bocah didepannya
πππ
Malamnya, Elina berguling dengan gelisah dibalik selimutnya.Dia baru saja jadi istri dari Mike yang berarti malam ini adalah malam pengantin mereka walau faktanya malam itu sudah lama direnggut pria itu
Krekk...bunyi pintu terbuka membuat Elina tersentak, dia merasa begitu terkejut apalagi saat netranya menangkap Mike yang memasuki kamarnya.Pria itu berjalan santai kearah ranjang yang sedang ditidurinya
"Kenapa kamu masuk kesini?" tanya Elina berusaha agar tidak gugup.Mike mengerutkan keningnya
"Kenapa? Tentu saja karena kamu istriku, sudah sepatutnya kita tidur satu kamar yang sama, satu ranjang yang sama dan satu selimut yang sama" kata Mike sambil naik keatas ranjang disamping Elina
Wanita itu menatap ngeri pada Mike yang membaringkan diri disampingnya
"Ah..nyamannya" gumam pria itu pelan
__ADS_1
"Bisakah jika kita tidur ditempat yang terpisah, aku tidak nyaman begini" Elina menyuarakan ketidak enakannya.Mike menatap dalam gadis itu
"Tenanglah sayang, aku tidak akan melakukan lebih selain dari tidur"
"Benarkah!..tapi.." Elina tidak yakin dengan kata-kata suaminya karena dia tahu betul bagaimana hasrat suaminya itu.Mike tersenyum lembut dan memiringkan posisi tubuhnya menghadap Elina, tangannya terulur menarik tubuh mungil Elina yang terkesiap kedalam pelukannya
"Jangan berpikir yang macam-macam, aku janji,tidak akan menyentuhmu sampai kamu membuka hatimu untukku.Aku tahu, pasti hatimu masih milik mantan kekasihmu kan?" ujarnya sambil mengusap pelan rambut Elina yang terbaring dalam pelukannya
Elina terdiam, tidak mampu menjawabnya karena jujur hatinya saat ini masih tersimpan nama Revan sebagai pemilik tahta tertinggi karena waktu 10 tahun bukanlah waktu yang sedikit, nama Revan terukir dihatinya
Mike juga terdiam saat Elina tidak menjawabnya, dia sadar, istrinya masih mncintai pria yang bernama Revan Anggara
"Kamu tidak perlu menjawabnya tapi biarkan aku memelukmu seperti ini.Hanya memeluk saja tidak akan lebih, aku akan menunggu waktu itu, waktu dimana hatimu menerimaku dan sebelum itu, aku janji tidak akan menyentuhmu kecuali kamu tampil dengan penampilan yang menggoda, mungkin aku akan hilang akal dan tidak dapat menahan diri hingga melakukannya" lanjut Mike sambil terkekeh pelan, Elina menatap wajah suaminya itu dalam, mencoba membaca karakter apa yang dimiliki pria itu
Mike bagai dua orang dengan sisi yang berbeda.Dulu pria itu sangat kejam, menakutkan bagai iblis tapi sekarang dia begitu lembut dan penuh perhatian bagai pangeran negeri dongeng
"Tidurlah, besok aku ingin membawamu jalan-jalan" kata pria itu lagi sambil mengecup pelan dahi Elina dan menyuruh gadis itu menutup matanya.Lalu keduanya larut dalm dunia mimpi dengan keadaan berpelukan
πππ
Wanita yang masih dalam pelukannya mulai terusik dengan suara bising diluar kamar, anak-anak panti sudah mulai beraktifitas dan itu tentu saja sudah menjadi kebiasaan mereka sejak hidup dipanti
Elina membuka pelan kelopak matanya dan silau cahaya mentari langsung ditangkap retina matanya.Wanita itu mengerjapkan matanya sebentar dan beberapa detik berikutnya dia baru tersadar kalau dia bangun kesiangan melihat matahari yang sudah mulai naik
"Ya ampun, aku kesiangan" gumamnya hendak bangkit dengan buru-buru tapi dirinya kembali dibawa ke kenyataan bahwa saat ini dirinya sudah bersuami dan semalam dirinya tertidur dalam pelukan suaminya
Elina melirik pelan kearah Mike yang masih terpejam.Semalaman dia tertidur nyaman dalam pelukan pria itu dan bahkan dirinya kesiangan pagi ini, Elina tidak dapat mempercayai dirinya sendiri
Melihat Mike yang masih tertidur, Elina mengangkat pelan tangan besar Mike yang masih mengapit pinggangnya semalaman, wanita itu mencoba berhati-hati mengangkatnya agar tidak membuat Mike terjaga namun, dirasanya lengan itu semakin berat dan semakin erat memeluk pinggangnya
"Mau kemana?" Elina menegang mendengar suara serak itu, suara yang begitu seksi dipagi hari.Diliriknya Mike yang matanya masih terpejam tapi pria itu tadi bertanya padanya
"Kamu sudah bangun?" tanyanya pelan
"Eum..mau kemana?"
__ADS_1
"Aku harus bangun untuk mengurus keperluan adik-adik"
"Biarkan saja, mereka sudah besar dan bisa mengurus diri mereka sendiri.Sebaiknya kamu urus saja diriku" kata Mike membuka pelan matanya menatap wajah istrinya
"Kamu kan juga sudah besar bukan anak kecil lagi, malahan kamu itu sudah tua tahu! Buat apa aku mengurusmu"
"Tapi kan, sekarang aku ini suamimu Sayang"
"Jangan memanggilku sayang"
"Kenapa, kamu kan istriku"
"Iya, tapi aku tidak suka mendengarnya.Menggelikan tahu" kata Elina.Mendengar itu, Mike juga bangun terduduk
"Lalu aku harus memanggilmu apa? Honey?"
"Panggil nama saja"
"Baiklah, tapi kamu janji dulu akan panggil aku mas ya?"
"Tidak mau"
"Kalau begitu,aku akan tetap memanggilmu sayang" ujar Mike sembari menampilkan senyumnya
"Terserahlah, sekarang lepaskan aku.Aku harus menyiapkan bekal adik-adik" pinta Elina melepas tangan Mike yang masih melingkar dipinggangnya
"Aku akan lepaskan jika kamu memberiku morning kiss dulu" Elina menatap ngeri pria didepannya itu.Apa Mike berpikir mereka adalah sepasang suami-istri yang menikah karena saling mencintai hingga dia bersikap sok romantis seperti itu
"Kau sudah benar-benar gila" umbar Elina kesal menatap pria yang menjadi suaminya itu.Mike menghembuskan nafasnya pelan dan melepas tangannya dari Elina
"Pergilah, aku juga harus membersihkan diri" ujar pria itu dengan kecewa.Dirinya baru saja ingin bersikap romantis dipagi hari dengan istrinya seperti di film-film tapi, dia lupa kalau Elina belum sepenuhnya menerima dirinya
Elina hanya menatap heran pria itu lalu bangkit berjalan kearah dapur untuk menyiapkan bekal adik-adiknya yang sudah lebih dulu disiapkan ibu panti
.
__ADS_1
Kritik dan saran diharapkanππ