
Pagi yang damai, Mike terbangun dengan senyum terkembang saat merasakan sebuah pelukan hangat pada tubuhnya di pagi hari, dia tidak pernah berpikir akan ada hari manis seperti ini dalam hidupnya
Sudah lewat beberapa hari setelah dirinya meresmikan pernikahannya dan sudah banyak yang sudah mengenali Elina sebagai istrinya yang begitu di cintainya. Mike merasa hidupnya kini begitu sempurna, tangannya terulur menyingkirkan rambut hitam istrinya yang menutupi wajah wanita pujaannya itu lalu mengecup pelan wajah terpejam itu yang membuat Elina mulai terusik dari tidur nyamannya
" Pagi sayangku" sapa Mike mengecupi pipi istrinya yang sudah mulai berisi dengan gemas
" Pagi" balas Elina dengan tersenyum menatap sang suami yang sudah beberapa hari ini menghujaninya dengan cinta pria itu
" Mau ikut mas ke kantor hari ini?" Mike bertanya karena sudah beberapa hari ini istrinya juga merengek minta ikut dengannya ke kantor dan Mike tidak pernah mempermasalahkan itu karena pada dasarnya Elina sama sekali tidak mengganggu pekerjaannya
" Mau tapi aku rindu pulang ke panti"
" Baiklah, nanti akhir pekan kita ke panti ya. Mas juga merindukan anak-anak panti" Mike mencubit pelan hidung istrinya yang sekarang jauh lebih manja padanya.
" Terima kasih sayang" Elina semakin mengeratkan pelukannya pada sang suami tanpa memperdulikan tubuh polos keduanya. Kandungannya yang sudah memasuki bulan ke-5 bukanlah masalah untuk Mike ketika menginginkan istrinya
" Sayang, ingin mengulanginya satu ronde lagi" bisik Mike yang mulai kembali bangun. Elina langsung melepaskan pelukannya pada sang suami lalu memukul suami mesumnya itu dengan bantal
" Tidak ada ronde-ronde lagi, bangun. Nanti mas terlambat ke kantor"
" Aku kan bos sayang, jadi bebas mau ke kantor kapanpun. Terlambat bukanlah masalah untukku"
" Biarpun mas itu seorang bos juga bisa kena pecat kan?" timpal Elina yang mulai sedikit mengerti dunia filantropi perkantoran setelah diberitahu oleh dua sahabat barunya, Vika dan Lisa
" He-he" Mike hanya mampu menyengir dengan ujaran istrinya itu, Elina sangat sulit untuk di bohongi sekarang semenjak berhubungan dengan istri Marcel dan istri Eric. Sepertinya Mike harus mengakui kalau tiga sahabatnya beserta istri ketiganya adalah pengganggu yang sangat menyebalkan
" Baiklah sayang, tapi kita mandinya barengan ya" ujar Mike lalu meraih tubuh polos sang istri, menggendongnya menuju kamar mandi. Bobot tubuh Elina yang sedikit lebih berat bukanlah masalah untuknya. Apa gunanya tubuh berototnya kalau hanya untuk mengangkat sang istri tidaklah sanggup dilakukannya
πππ
Kekacauan kembali melanda Mike yang baru saja dapat bernafas lega saat sang mantan menerobos masuk kedalam kantornya dimana istrinya juga berada disana
" Sayang" panggil Imelda dengan tidak tahu malunya lalu berlari menghambur memeluk Mike yang terkejut dengan adegan tiba-tiba itu hingga tidak sempat untuknya menghindar. Matanya melirik kearah sang istrinya yang duduk di sofa ruangannya, dapat dilihatnya kalau mata Elina mulai memerah hendak menangis, dan Mike yakin pasti sebentar lagi istrinya itu akan mengeluarkan air matanya, Elina sangat sensitif sekarang
__ADS_1
" Lepaskan aku ******" desis Mike kesal, menatap penuh amarah pada Imelda yang tidak gentar sedikitpun
" Aku merindukanmu sayang" Imelda kembali mendekat hendak kembali memeluk Mike namun, dengan kasar Mike mendorong wanita itu menjauh darinya hingga Imelda jatuh tersungkur di lantai
" Aow" ringis Imelda sembari menyentuh perutnya
" Kenapa kau jadi kasar seperti ini honey, kau ingin membunuh anakmu!" kalimat terakhir Imelda membuat dua orang didalam ruangan itu terkejut, Mike melihat sang istri yang sudah benar-benar menangis. Dia sudah gagal menepati janjinya yang tidak akan membuat air mata Elina kembali terjatuh tapi faktanya Elina kini kembali menangis
" Apa yang kau bicarakan?"
" Aku sedang mengandung anakmu, sayang" Imelda menjawab dengan tegas. Mike tertawa mendengar ujaran mantannya itu.
" Kau gila! Bagaimana kau bisa mengandung anakku saat aku bahkan tidak pernah sudi untuk menyentuhmu"
" Tapi aku benaran mengandung anakmu sayang" Imelda masih tetap kekeh dengan pendapatnya
Bruukk...
" Elin.." seru Mike panik, langsung berlari mendekat saat melihat Elina yang tadinya terdiam kini terjatuh pingsan, istrinya pasti sangat terkejut dengan pernyataan palsu yang di umbar Imelda
" Dimana keamanan, bagaimana bisa orang gila menerobos masuk kedalam ruanganku" ucap Mike kesal pada kinerja bawahannya yang tidak becus
Pria itu kembali beralih pada sang istri setelah menyuruh bawahannya untuk membawakan seorang dokter
Imelda masih mencoba mendekati dan menjelaskan pada Mike yang tentu saja hanya penolakan mentah-mentah yang didapatnya. Tim keamanan masuk dan menarik Imelda keluar walau wanita itu meraung-raung mengharap Mike menerimanya kembali karena tidak ada lagi yang dapat diharapkannya sekarang selain Mike seorang
πππ
Selepas keamanan membawa keluar Imelda, Mike menggenggam erat tangan sang istri dan sesekali mengecupnya sembari terus berucap maaf karena telah gagal memenuhi janji hingga Elina harus kembali menangis seperti ini
" Maaf sayang. Kamu jangan pernah percaya kata-kata itu. Aku tidak melakukan perbuatan bejat itu" kata Mike panik
" Mas" ujar Elina pelan lalu bangkit untuk duduk. Mike termangu
__ADS_1
" Kamu sudah sadar sayang" tanyanya buru-buru membantu sang istri untuk duduk
" Eum, aku memang tidak pingsan" jawab Elina enteng sembari mengusap bekas air matanya
" hah! Jadi, tadi kamu..." Mike kehilangan kata-katanya
" Aku hanya pura-pura mas"
" Tapi, kamu tadi menangis sayang!"
" Aku berakting. Bagaimana? Apa aku cocok jadi aktris sekarang?" tanya Elina dengan polosnya. Mike hanya mampu mengangguk tidak percaya
" Jadi, kamu tidak percayakan dengan apa yang dikatakan Imelda?"
" Awalnya aku hampir percaya tapi bukankah aku sudah mengatakan akan mempercayai mas mulai sekarang dan karena itulah aku memilih untuk tetap mempercayai mas sekarang" jelas Elina sembari tersenyum, dia merasa senang saat mendengar kepanikan suaminya tadi yang berarti Mike kini sudah sepenuhnya berubah dan begitu mencintainya
" Syukurlah! Kamu tahu, jantung mas hampir berhenti berdetak tadi saat kamu terjatuh pingsan. Mas sangat khawatir sama keadaanmu dan calon anak kita. Bagaimana dengan calon bayi daddy, dia tidak apa-apa kan?" Mike mengusap perut buncit istrinya
" Kami baik-baik saja mas"
" Oh ya, darimana kamu belajar berakting seperti itu dan mas harap kamu tidak melakukan hal itu lagi, itu berbahaya sayang terutama buat jantung mas" Elina makin melebarkan senyumnya lalu meraih wajah suaminya itu, menatap wajahnya dalam jarak dekat
" Lisa yang mengajariku. Katanya kami tidak boleh kalah dari pelakor dan itu resiko kami memiliki suami berwajah tampan" jawab Elina sembari mendekatkan hidung keduanya
" Lisa? Istrinya Eric?" Elina mengangguk. Mike mengerti sekarang, istrinya banyak belajar dari istri-istri sahabatnya dan dirinya banyak diajar oleh sahabat-sahabatnya
" Vika juga mengajariku agar tidak langsung percaya omongan ataupun penglihatan yang hanya dari sebelah pihak karena akan menimbulkan salah paham dan salah sangka. Karena itulah tadi aku tidak langsung percaya sama apa yang diucapkan Imelda" jelas Elina lagi
" Syukurlah, setidaknya mereka tidak membawa pengaruh buruk untukmu malah sebaliknya" tutur Mike meraih tubuh mungil sang istri dalam pelukannya dengan rasa syukur terus terucap dalam hatinya
.
.
__ADS_1
.
Kritik dan saran diharapkanππ