The Grudge Love

The Grudge Love
My Destiny love


__ADS_3

Cuplikan bab 9 πŸ‘‡


Melihat seorang wanita didepannya, pandangan Marcel menggelap.Dia sudah berada diambang batas kesakitan akibat jebakan Markus, ritual mandinya sama sekali tidak membantu


Namun, Marcel masih sepenuhnya sadar dan dirinya mengenali dengan jelas gadis yang ada didepannya, gadis yang sama yang pernah diciumnya. Gadis itu datang sendiri ke apartemennya dan dia tidak sedang dalam keadaan dapat berkompromi


Marcel melangkah mendekati Vika yang terdiam membeku dengan gelas ditangan, masih terpesona pada Marcel serta tubuhnya yang makin terasa aneh, Vika mulai kepanasan


Tanpa mengeluarkan suara sepatah kata pun, Marcel mengambil kasar gelas yang dipegang Vika dan langsung melemparnya ke sembarang arah hingga gelas itu hancur berkeping-keping dan Marcel tidak peduli dengan itu semua


Baginya, saat ini bukanlah waktu untuk dia banyak bicara, akan lebih baik jika dirinya merealisasikan dengan tindakan apalagi kondisi tubuhnya sama sekali tidak memberinya pilihan


Marcel menarik Vika mendekat pada tubuhnya dan tanpa basa-basi, langsung me****t bibir gadis itu dengan nafsu yang menggebu-gebu. Vika yang menerima serangan mendadak itu hanya mampu tersentak saat tangan pria itu tanpa permisi menyentuh dadanya dan melepas kasar helaian pakaiannya

__ADS_1


Skippp...lanjutan di novel sebelah


Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, dimana banyak manusia yang sudah terbangun untuk melakukan aktifitas mereka.Tapi, didalam sebuah apartemen, terlihat sepasang manusia yang masih larut dalam mimpinya


Sedangkan, salah seorang sahabat Marcel, Billy, mengumpat kesal didalam mobil. Dirinya sudah ribuan kali mrnghubungi Marcel namun ponsel pria itu tidak aktif


"Apa yang dilakukan pria ini sebenarnya, tidak biasanya dia mematikan ponselnya dan terlambat ke kantor" ujarnya dan kembali memutar mobilnya menuju apartemen Marcel, ketika dirinya tidak menemukan Marcel di rumah maupun di kantor pria itu. Jadi tujuan terakhirnya hanyalah Apartemen pria itu yang jarang didatangi Marcel belakangan ini.


Didalam apartemen, Marcel terbangun saat sinar matahari mengenai wajahnya, dia bangun sembari memegang kepalanya yang terasa berat.Namun, Marcel merasakan tubuhnya ringan seakan tanpa beban


Marcel menelan ludah melihat gadis itu yang tanpa pakaian.Bayang-bayang kejadian semalam menyerang otaknya. Oh tidak! Dia sudah menodai seorang gadis. Tiba-tiba rasa bersalah menyelimuti hatinya saat melihat gadis itu tertidur polos dengan kelelahan, lelah melayani nafsunya semalaman


Namun, dibalik itu semua Marcel tidak dapat menutupi rasa takjubnya pada gadis itu. Vika mampu menyeimbangi kebrutalan dan keganasan dirinya semalam dengan baik.Tubuh mungil wanita itu mampu membuatnya merasakan kepuasan yang tiada tara

__ADS_1


Mungkin, jika wanita lain belum tentu mampu menyeimbanginya dan masih mampu bernafas pagi ini menilik keganasan dirinya semalam. Gadis ini menyimpan kekuatan besar didalam tubuh mungilnya


Namun, sialnya wanita itu perawan dan Marcel sudah merenggutnya. Marcel melihat bercak darah segar di sprei ranjangnya yang tampak mengejeknya sebagai pria bajingan, dirinya kembali melirik pada Vika yang masih tertidur nyaman.Rambut gadis itu berantakan, bibirnya bengkak, dan tubuhnya penuh dengan bercak kemerahan mulai dari area tengkuk leher hingga dada dan perut gadis itu penuh dengan tanda dari bibirnya


Marcel menundukkan wajahnya ' Dia benar-benar bajingan' pikirnya. Dengan perlahan Marcel menarik selimut untuk menutupi tubuh Vika yang terpampang jelas didepannya.Namun, gerakan itu malah membuat Vika terusik


Perlahan gadis itu mulai membuka kelopak mata indahnya dan langsung disuguhi wajah tampan nan tegas milik Marcel yang memandangnya dengan datar.Vika mengedipkan matanya, mencoba mencerna ini mimpi atau bukan dan sejurus kemudian dia langsung tersadar dan terkejut seraya bergerak menyingkir menjauh dari Marcel



**Marcel Raveno


Mampir ya teman-temanπŸ™πŸ™**

__ADS_1



__ADS_2