The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 38


__ADS_3

Mata Mike membulat ditengah ringisan kesakitannya saat Elina mencium bibirnya.Lebih tepatnya gadis itu menghisap bisa ular yang terdapat pada bekas gigitan ular itu.Gadis itu dengan cekatan menghisapnya lalu meludahnya dan kembali menghisapnya lalu kembali meludahnya, terus seperti itu hingga beberapa kali


Mike terdiam membeku, dia merasa sangat senang saat Elina melakukan itu semua padanya yang artinya gadis itu masih punya rasa khawatir terhadapnya.Tapi Mike harus mengakui, kalau dia terbawa hasrat dengan perlakuan itu.Mungkin Elina memang bermaksud untuk membuang bisa ularnya tapi bagi Mike caranya ini persis seperti gadis itu sedang mencium bibirnya.Haruskah dia berterima kasih pada ular itu karena sudah menggigitnya ditempat yang sangat tepat walau itu sangat menyakitkan merasakan racun bisa masuk ketubuhnya


Elina terus melakukannya tanpa sadar, saat melihat bekas taring ular itu di bibir Mike, dia dengan nalurinya spontan berinisiatif menghisap bisa itu tanpa sadar dengan posisi bekas gigitan itu.Bu panti yang melihatnya langsung mencoba mengalihkan pandangan anak-anak panti pada satu hal dari arah berlawanan, dia tidak ingin anak-anak yang dominan dibawah umur itu melihat sesuatu yang belum pantas dikonsumsi mata mereka yang masih polos


"Lihat, banyak capung indah disana" serunya menunjuk kesatu arah yang langsung membuat semua pandangan anak panti tertuju kearah yang ditunjuk bu panti dengan penasaran.Bu panti bersyukur, setidaknya tidak ada anak yang menyadari apa yang sedang dilakukan dua orang dewasa beda gender didepan sana


"Apa yang sedang mereka lakukan?" gumamnya lirih dan kembali memfokuskan diri pada anak-anak panti yang kembali bertanya dimana capungnya? tentu saja itu semua hanya bualan bu panti saja soal capung agar mata polos mereka tidak ternodai


Elina yang masih belum menyadari apa yang dilakukannya akhirnya tersentak saat Mike mengambil alih, menekan tengkuknya dan ******* bibirnya saat bibir keduanya menempel.Disitulah Elina baru tersadar dari apa yang dilakukannya.Dia mencoba melepaskan diri dari ciuman Mike


"Lepas.." ujarnya seraya mundur saat Mike melepasnya.Elina menatap nanar kearah Mike yang tersenyum


"Bukan aku yang memulainya" ujar pria itu dengan santai menatap penuh minat pada Elina yang masih belum dapat percaya apa yang baru saja dilakukannya


"Kamu jangan salah paham, aku bukan menciummu.A..aku hanya membuang bisanya agar kamu tidak kesakitan" Elina menjelaskan seraya menghapus pelan bibirnya dari bekas ciuman Mike dengan tangan mungilnya


"Bagaimana rasanya bisa itu?" tanya Mike dengan tidak tahu malunya sembari menyentuh pelan bibirnya yang terluka


"Sepertinya kau menikmatinya" lanjut pria itu menatap lurus pada Elina


"Menikmati apa? aku hanya bermaksud menolongmu" Mike kembali tertawa meremehkan


"Menolongku dengan mempertaruhkan dirimu sendiri.Ini racun Elina, dan kamu menghisapnya.Bagaimana jika racun bisa ini mengendap padamu dan akan membahayakanmu serta janin yang kamu kandung"

__ADS_1


"Aku tidak melakukannya karena sengaja.Itu semua terjadi begitu saja.Kamu jangan salah paham" Elina masih ingin membela diri.Mike hanya tersenyum dan menoleh kebawah mencari keberadaan ular yang menggigitnya dan tentu saja ular itu sudah melarikan diri jauh dari korbannya


πŸ€πŸ€πŸ€


Malam harinya didalam kamar, Elina masih merenungi apa yang siang tadi dilakukannya,bertanya-tanya kenapa dia bisa berinisiatif seperti itu saat melihat Mike terluka padahal dia begitu membenci pria itu.Apa benar ini semua karena bawaan janin yang sedang dikandungnya?


Elina mengusap perutnya lembut penuh dengan kasih sayang.Walau mungkin anak dalam kandungannya hadir karena kesalahan dan pemaksaan tapi tetap saja dirinya akan menjadi seorang ibu yang punya ikatan kuat dengan janin yang dikandungnya


"Maafkaan ibu yang belum bisa memaafkan ayahmu" gumamnya pada perutnya


Disisi kamar lainnya seorang pria tidak henti-hentinya tersenyum sembari memegang bibir bawahnya yang terlihat bengkak, walau bisa ular sudah dikeluarkan tetap saja bengkaknya tidak dapat hilang dalam sekejap


"Dia pasti punya perasaan padaku" Mike berucap dengan yakin bahwa Elina menyukainya dilihat dari kekhawatiran gadis itu padanya siang tadi


Mike tersenyum saat teringat gadis itu langsung berbalik pergi meninggalkannya saat tidak lagi mampu berargumen dengan dirinya yang terus-terusan menyudutkan gadis itu


πŸ€πŸ€πŸ€


Setelah hari itu, Mike semakin membulatkan tekadnya mendekati Elina, pria itu bahkan dengan terang-terangan bertindak kalau dia menginginkan Elina tidak peduli dengan godaan dan ejekan dari anak-anak panti yang polos


Semua dilakukannya tentu saja berimbang dengan kemampuannya, semua skill masa lalu yang pernah dipelajarinya dipergunakan kembali saat ini, mulai dari memperbaiki genteng bocor, menimba air, membajak tanah untuk perkebunan serta pekerjaan kasar lainnya mampu dilakukannya dengan baik.


Lalu bagaimana dengan pekerjaan kantornya? Lupakan saja tentang itu, karena Mike belum mengaktifkan handphonenya sejak hari pertama dia dipanti.Sekretarisnya, Claudia laurent bahkan sudah hampir gila dengan semua tugas yang ditinggalkan Mike padanya.Begitupun para sahabat Mike yang sudah ratusan kali menghubungi Mike namun tidak pernah dapat tanggapan dari pria itu padahal para sahabatnya baru saja menemukan sebuah fakta yang akan sangat mengagetkan Mike tentunya


Mike menatap Elina yang sedang sibuk mengaduk adonan tepung dengan beberapa anak perempuan panti.Entah mengapa Mike merasa Elina benar-benar cocok sebagai istrinya dan ibu dari anak-anaknya, pria itu terus menatap Elina dengan senyum bodohnya

__ADS_1


Seorang anak berbisik pada Elina saat melihat Mike dari kejauhan yang tidak berhenti menatap kearah mereka tepatnya kearah Elina.Gadis itu langsung mengalihkan tatapannya kearah yang ditunjuk oleh anak panti itu dan dapat dilihatnya Mike menatapnya dengan tersenyum serta tangan yang terangkat menyapa Elina tanpa malu saat tertangkap basah sedang memperhatikan gadis itu


Elina mengalihkan pandangannya tidak peduli dengan pria gila itu yang masih setia memperhatikannya.Sejujurnya Elina mulai tersentuh dengan apa yang dilakukan Mike selama beberapa hari ini walau dirinya terus cuek tidak peduli dengan pria itu


Reno datang menepuk bahu Mike dari belakang membuat pria yang sedang sibuk menatap Elina beralih pada bocah dibelakangnya


"Ada apa?" tanya Mike pada anak kecil itu


"Kakak sudah lakukan apa yang pernah bilang pada kakak?" Mike menggeleng, dia belum yakin dengan saran dari Reno.Bocah cilik itu menepuk jidatnya pelan


"Aduh..kak Mai ini sangat bodoh ternyata.Kakak lakukan saja apa yang aku sarankan, pasti kak Elin akan luluh dan menerima kakak.Percayalah padaku, daripada kakak seperti orang bodoh disini yang selalu ditolak kak Elin" jelas anak itu sok pintar


"Lalu apa kamu punya saran bagaimana aku mengajak Elina agar mau ikut denganku?"


"Lah, itukan tugas kak Mai.Pintar-pintar kakaklah buat ngajak kak Elin, aku tidak mau terlibat.Jika kak Elin tahu aku membantu kakak, aku bisa dalam masalah besar.Kak Elin menyeramkan kalau lagi marah tahu?"


"Lalu aku harus bagaimana?"


"Mana aku tahu, kok tanya saya.Pikir saja sendiri" ujar bocah itu sembari melongos pergi meninggalkan Mike yang menatap tidak percaya sama anak kecil itu.Bukannya membantu malah tambah beban pikiran itu anak.


.


.


.

__ADS_1


Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™


__ADS_2