
Malamnya Elina sepenuhnya mengabaikan Mike, wanita itu terlalu shock dengan apa yang disampaikan oleh Revan.Pikirannya mengatakan agar dia percaya pada suaminya tapi hatinya tidak dapat melakukan itu
Air matanya merembes turun, dia mulai meragukan semua kelembutan dan perhatian yang diberikan Mike selama ini hanyalah kebohongan belaka untuk menutupi fakta yang terjadi
Imelda masih hidup, itu artinya dia terbukti bersih, tidak bersalah.Tapi, bagaimana bisa Imelda hidup kembali, atau memang wanita itu tidak pernah meninggal sedari awal
"Elin.." panggil Mike dengan lembut tapi Elina sama sekali tidak menggubrisnya, dia sedang kalut memikirkan semua kemungkinan yang sedang terjadi
"Sayang, jangan banyak berpikir.Jangan percaya apa yang Revan katakan.Istirahatlah yang baik, kasihan bayinya jika kamu banyak pikiran" Mike memeluk Elina dari belakang sembari mengelus lembut perut istrinya sedang Elina yang kalut itu bahkan tidak peduli dengan apapun yang dilakukan dan dikatakan suaminya
πππ
Begitu sampai di kota, Revan langsung menuju dimana Imelda berada.Dapat dilihatnya wanita itu sedang menikmati hidupnya dengan tawa lebar bersama teman-temannya.Dengan tanpa basa-basi, Revan mendekat dan menarik langsung tangan wanita itu
"Hey, apa-apaan ini" protes Imelda saat tangannya ditarik paksa.Revan tidak menggubrisnya dan tetap menarik tangan Imelda menuju taksi yang sudah dipesannya, tidak peduli walau teman-teman Imelda memperingatkannya kalau mereka akan melapor polisi jika Revan tidak melepaskan Imelda
Revan mendorong wanita itu masuk kedalam mobil dengan kasar
"Jalan pak" perintah Revan pada supir taksi setelah dia juga masuk kedalam taksi tersebut
"Kamu Revan kan? Ada urusan apa kamu denganku hingga harus menyeretku seperti ini?" tanya Imelda setelah berhasil menenangkan diri dari keterkejutannya yang ditarik paksa
"Aku tidak punya urusan denganmu tapi Mike, calon suamimu pasti punya" jawab Revan mengejek.Imelda membeku saat mendengar nama Mike disebut.Diam-diam wanita itu meremas dress yang dipakainya.Apa yang akan dijelaskannya pada Mike jika dia bertemu dengan pria itu nanti
Mereka sampai di statiun dan Revan kembali menarik paksa Imelda untuk ikut bersamanya hingga wanita itu hanya bisa pasrah saat tubuh kurusnya diseret dengan kasar, seakan Revan menariknya dengan emosi yang hampir meledak
Beberapa jam setelahnya mereka sampai di panti, Revan diam-diam menampilkan senyum penuh kemenangannya
"Kau akan tahu akibatnya Mike karena berani mengusikku" batin Revan dengan seringaiannya
πππ
Paginya Elina juga masih mendiamkan suaminya, dia tidak menjawab sepatah katapun dari pertanyaan suaminya, sepenuhnya mengabaikan pria itu hingga membuat ibu panti dan beberapa anak panti menatap heran pada pasangan itu
__ADS_1
"Elin..kamu masih kepikiran soal semalam ya?" Mike masih mencoba bertanya walau dia tahu tidak akan mendapatkan jawaban apapun
"Kamu jangan berpikir macam-macam.Semua yang dikatakan Revan itu omong kosong belaka, sayang" Elina masih saja bungkam, menatap kosong tanaman sayur didepannya.Saat ini mereka sedang berada di belakang panti, duduk diam dengan pikiran masing-masing
Seorang anak perempuan panti berlari kearah mereka dan berhenti dengan nafas terengah-engah
"Kak Elin..kak Mai" panggilnya dengan nafas yang terengah-engah
"Kamu kenapa bocah kecil?" tanya Mike pada Nita, nama bocah perempuan itu
"Didepan..ada..orang...yang..mencari..kalian" ujar anak itu putus-putus karena masih terengah-engah
"Orang! Siapa?" bingung Mike mulai bangkit dari duduknya sedang Elina bangkit dengan antusias seraya berjalan kearah depan,dia punya firasat orang didepan adalah Revan
Jantungnya berdegup dengan kencang, dia takut apa yang dikatakan Revan benar adanya jika Imelda masih hidup.Elina mempercepat langkahnya yang diikuti oleh Mike dengan khawatir
"Sayang, pelan-pelan jalannya" peringat pria itu pada Elina yang sama sekali tidak digubris oleh istrinya itu
Sesampainya dipertengahan ruangan tubuh Elina terhenti dengan sendirinya saat netranya menangkap sosok perempuan cantik layaknya barbie hidup berdiri disamping Revan yang mencekal tangan perempuan itu
"Imelda" gumam pria itu lirih, masih tidak dapat dipercayainya bahwa wanita yang begitu diperjuangkannya dulu ternyata masih hidup
Elina menatap sekilas pada suaminya itu saat mendengar gumaman Mike lalu melangkah ke pintu depan untuk menemui mantan kekasihnya dan mantan suaminya yang mungkin belum bisa dikatakan mantan
"Elin.." seru Revan spontan, melepaskan cekalannya pada tangan Imelda dan berhambur memeluk Elina, tidak peduli kalaupun saat ini Elina berstatus sebagai istri Mike
Elina hanya diam, tidak menyambut ataupun menolak pelukan itu.Mike berjalan mendekat setelah menenangkan diri dari rasa terkejutnya saat melihat Imelda dalam keadaan masih bernafas
"Sayang.." ujar Imelda saat melihat Mike dan wanita itu langsung menjatuhkan diri pada pelukan Mike, memeluk erat tubuh pria yang begitu mencintainya itu.
Mike membeku menerima pelukan itu, diam-diam matanya melirik pada istrinya yang tampak menyembunyikan wajahnya dalam pelukan dada bidang Revan
Apa yang sedang takdir coba mainkan dalam hubungan mereka itu sebenarnya.Mata Mike memerah menahan rasa terbakar saat sang istri mengangkat tangan membalas pelukan mantan kekasihnya.
__ADS_1
"Lepas Imelda!" ujarnya kemudian seraya melepas kasar pelukan Imelda padanya dan melangkah pada sang istri
"Honey" panggil Imelda dengan bingung pada Mike yang bahkan tidak mempedulikannya
"Lepaskan istriku brengsek!" Mike menarik keras tubuh Revan hingga terlepas dari pelukan istrinya
"Istri! Kau masih berani menyebut Elina istrimu saat aku sudah membawa wanita yang seharusnya menjadi istrimu" Revan mulai tersulut sedang Elina masih saja terdiam dengan raut wajah tidak dapat ditebak
"Apa maksudnya istri?" suara Imelda berhasil mengalihkan atensi tiga orang disana pada wanita seksi itu, wajah wanita itu tampak mengerut bingung mengharap penjelasan dari orang-orang didepannya
"Aku tidak peduli kau mau berkata apa Revan, tapi saat ini Elina sudah menjadi istriku" ujar Mike penuh penekanan pada Revan tanpa peduli dengan Imelda yang masih kebingungan
"Heh!" Revan tersenyum sinis " Tidak salah kau berkata begitu! Lalu bagaimana dengan ucapan janjimu?" lanjutnya menatap penuh ejekan pada Mike yang terdiam
"Elina tidak pernah terlibat dalam masalah ini tapi kau membawanya masuk dengan begitu kejam, kau iblis Mike.Belum cukupkah kau merampas hal berharga darinya dulu dan kembali merampas lagi dan sekarang, kau juga ingin mengklaim dia sebagai milikmu.Hah! Tidak dapat kupercaya, kau benar-benar tidak tahu malu dan menjijikan" ucapan ambigu Revan membuat Mike berkerut bingung
"Apa maksudmu.."
"Honey, jelaskan padaku.Apa maksud semua ini?" Imelda memotong pertanyaan yang akan diajukan Mike pada Revan, wanita itu menyentuh lengan Mike namun, langsung dihempas dengan kasar oleh Mike
"Berhenti memanggilku honey, itu sangat menjijikan" desis Mike
"Apa maksudmu sayang? Bukankah kita.." perkataan Imelda teredam kembali saat Mike mencengkram rahang wanita itu keras, Mike sudah benar-benar muak dengan mantannya itu setelah dirinya dibohongi hingga berimbas pada gadis malang seperti Elina yang bahkan tidak tahu apa-apa
"Dengar Imelda! Aku tidak peduli kau mau bagaimana atau melakukan apa sekarang tapi jangan pernah mengusik hidupku, sudah cukup kau berbohong padaku dengan kematian palsumu"
PROK..PROK..PROK
Sebuah suara tepuk tangan menggema ditengah pertunjukan drama kehidupan itu
.
.
__ADS_1
.
Kritik dan saran diharapkanππ