The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 54


__ADS_3

"Elin, mari kita kabur?" ujar Revan membuat Elina menatap tidak percaya pria itu


"Apa maksudmu mas?" Revan tersenyum lalu tertawa setelahnya membuat Elina mengerutkan keningnya bingung


"Aku hanya bercanda,Elin. Jangan terlalu dibawa serius! Aku tidak sebejat itu membawa kabur istri orang, apalagi kamu sedang mengandung" kata Revan selanjutnya


"Mas ini bercandanya keterlaluan tau tidak"


"Mas hanya ingin lihat reaksi kamu Elin.Tidak kusangka ternyata kamu memang sudah jatuh cinta pada Mike" lanjut Revan menatap Elina dengan hati teriris. Elina menunduk


"Apq tidak ada sedikitpun pun lagi tempat dihatimu untuk mas?" Elina mendongak mendengar pertanyaan itu, gadis itu berharap pertanyaan itu juga hanya candaan bagi Revan


"Padahal mas masih berharap dapat memilikimu suatu saat nanti, Elin" Revan kembali menghelakan nafas lelahnya, lelah dengan semua jalan takdirnya.Begitupun Elina yang hanya dapat menunduk kembali, merasa begitu bersalah telah membuat pria sebaik Revan menjadi rapuh seperti saat ini


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Mata tajam terus terhunus pada Mike yang hanya menatap datar sekretarisnya itu, dia menjelaskan segalanya pada Claudia bagaimana dirinya bisa tahu kalau pria yang bertindak asusila pada Claudia itu Revan


"Bisa kau jelaskan, bagaimana itu semua bisa terjadi?" tanya Mike


"Aku mencintainya" jawab Claudia dengan memantapkan hati untuk menceritakan semuanya pada Mike.Sebelah alis Mike terangkat sembari menatap gadis blonde itu


"Mencintainya katamu! Sejak kapan?"


"Aku tidak tahu kapan aku mulai jatuh dalam pesonanya tapi yang kusadari, rasa yang ku miliki pada Revan itu rasa cinta"


"Apa karena berdasarkan rasa itu juga hingga kamu memberikan dirimu padanya?" Mike mulai sedikit mengorek informasi


"Tidak, yang terjadi pada kami hanya sebuah kesalahan" jawab gadis itu lagi menampilkan wajah datarnya, lalu mulai menceritakan kronologisnya


Beberapa hari yang lalu

__ADS_1


Revan dan Claudia janjian untuk bertemu, malamnya mereka berdua bertemu disebuah cafe langganan mereka. Dan seperti biasa, Claudia mulai mencurahkan segala isi hatinya yang selalu dibuat stress dengan segala tugas yang ditinggalkan Mike


"Ah, pikiranku benar-benar tidak dapat berpikir lagi.Aku benar-benar dibikin stress dengan semua tugas kantorku.Aku butuh melakukan sesuatu untuk menghilangkan bebanku ini" racau Claudia dengan lesu, Revan menatap gadis itu dengan senyum tipisnya.Dia juga sedang banyak pikiran saat itu, memikirkan kemungkinan Elina berada di panti atau tidak.Revan benar-benar merindukan sosok Elina dan Claudia cukup membuatnya terlupa pada Elina untuk sesaat


"Mike membuatmu dalam masalah lagi?"


"Eum..dia ada atau tidak, tetap sama saja. Selalu membuatku stress" jawab Claudia mendesah lesu


"Mau pergi ke suatu tempat?"


"Kemana?" tanya Claudia penasaran. Revan tidak menjawab dan mulai menarik tangan Claudia untuk ikut dengannya


"Ayo ikut saja. Kita bebaskan isi pikiran kita. Aku juga hampir gila dengan semua masalahku" ujar pria itu sembari terus menggandeng Claudia yang sudah memerah wajahnya karena gandengan Revan. Claudia merasa itu romantis karena mereka tampak seperti sepasang kekasih dengan tangan yang saling bertaut


Revan membawa Claudia masuk kedalam sebuah bar.Dari luar tempat itu terlihat biasa saja, tampak begitu tenang dan seakan tidak ada kehidupan didalamnya.Tap, begitu mereka masuk kedalam, Claudia merasakan telinganya berdengung karena kerasnya bunyi musik yang dinyalakan


Dapat dilihatnya manusia yang bagai semut sedang menikmati surga dunia itu.Tidak ada perbedaan gender, disana dilihatnya perempuan berbaur dengan laki-laki sedang meliuk- liukkan badan dalam hentakan music dj yang menggema


Revan terus menggandeng tangannya menuju sebuah meja yang tampak seperti meja bartender, dimana seorang barista berdiri dibelakangnya sembari meracik minuman yang diminta pelanggan


"Inilah tempat yang ku maksud Claudia. Kita bisa menghilangkan semua beban pikiran kita disini"


"Aku tidak mau disini? Aku mau kembali saja" kata Claudia bersiap membalik tubuhnya tapi tangannya langsung ditangkap oleh Revan


"Tunggu Claudi, duduklah disini. Kamu tidak perlu melakukan apapun.Temani saja aku" ujar Revan dengan memelas, pria itu tampak begitu rapuh dan terluka. Claudia menjadi tidak tega pada pria yang berhasil mencuri hatinya secara diam- diam itu.Gadis itu bahkan penasaran, apa yang membuat Revan tampak seperti sekarang.Apa ini karena kekasihnya? Claudia bertanya-tanya


Akhirnya Claudia memilih duduk menemani Revan yang larut dalam pikirannya yang entah apa yang dipikirkan.Pria itu mulai menenggak minuman keras yang tersedia dan akan sangat mustahil ditempat seperti itu tidak terdapat minuman keras


Claudia hanya memperhatikan Revan tanpa melakukan apapun, dan entah kenapa, Claudia tidak merasa bosan melakukan hal itu.Sempay datang beberapa pria yang sudah mabuk menggoda dirinya namun dengan cepat dihalangi oleh Revan


"Jangan ganggu dia. Dia kekasihku! Berani kalian menyentuhnya, katakan selamat tinggal pada wajah kalian" ujar pria itu tegas yang membuat pria-pria itu langsung menjauh.Claudia merasakan hatinya menghangat saat kata-kata 'dia kekasihku' keluar dari bibir Revan

__ADS_1


Detik dan menit demi menit berlalu hingga hampir satu jam mereka sudah ditempat bising tersebut, Revan mulai terlihat mabuk dan mulai meracau tidak jelas namun, pria itu masih juga ingin menenggak minumannya


"Sudah cukup Revan!" seru Claudia mengambil minuman ditangan Revan dan meletakkannya menjauh


"Kamu sudah mabuk, kita pulang sekarang"


"A..ku ti..dak mau..pu..lang" Revan menjawab dengan tidak teratur sembari bangkit dan tubuhnya langsung oleng kiri kanan.Namun, dengan sigap Claudia menopang tubuh tegap itu agar tidak terjatuh


Tanpa pikir panjang, setelah membayar semua itu Claudia langsung memapah Revan keluar dari tempat itu walau Revan terus menerus meracau tidak jelas


"Ah! Kamu ini berat sekali sih" Claudia mendumel dengan kesal saat harus memapah tubuh besar Revan dengan tubuh mungilnya dan lagi penyebab kekesalannya adalah, dia yang sedang banyak beban pikiran dan butuh tempat untuk menghilangkannya tapi Revan membawanya ketempat dimana pria ini yang menambah bebannya


Tubuh mungilnya mulai memasukkan pelan tubuh Revan kedalam taksi lalu Claudia juga ikut masuk, dia tidak mungkin membiarkan Revan yang sedang mabuk pulang sendiri dan belum tentu saat pria itu sampai di penginapannya akan tidur diatas ranjang, alih-alih ranjang mungkin pria itu akan langsung terkapar didepan pintu karena tidak bisa membuka kunci pintu


Sesampainya di penginapan sederhana Revan, Claudia meraba saku pria itu mencari kunci lalu mulai membuka pintu penginapan itu dengan susah payah dan mulai masuk kedalam sembari memapah Revan yang setengah sadar


Claudia membawa pria itu kedalam kamarnya tanpa rasa khawatir apapun walau waktu sudah sangat malam, karena pada dasarnya pergaulan di london lebih dari ini. Hanya saja Claudia tidak masuk dalam pergaulan itu karena kekangan kakaknya yang begitu ketat


Akhirnya Claudia dapat bernafas lega setelah membaringkan Revan diatas ranjangnya, memandang takjub wajah pria itu yang terlihat begitu damai ketika terpejam.Dia tersenyum lalu mulai beranjak untuk pergi


Namun, tanpa diduganya. Revan masih belum sepenuhnya hilang kesadaran, pria itu menarik keras tangan Claudia dan terjatuh diatas ranjangnya lalu Revan bangkit mengukung tubuh Claudia dibawahnya


Gadis blonde itu dapat merasakan jantungnya seakan akan melompat keluar saat Revan menatapnya dengan mata sayu pria itu, lalu tersenyum


"Cantik" gumam Revan pelan sebelum menunduk dan mempertemukan bibir keduanya dalam sebuah ciuman.Claudia membeku, dia ingin sekali menolak tapi godaan itu terlebih besar.Dia mungkin tidak bisa mengungkapkan perasaannya jika pria itu dalam keadaan sadar, jadi biarkan dia menikmati ini walau Revan tidak sepenuhnya dalam keadaan sadar


Gadis blonde itu mulai membalas setiap pagutan liar Revan dan menyerah sepenuhnya dalam pesona pria itu hingga sesuatu yang tidak seharusnya terjadi diantara mereka membawa keduanya pada satu kesalahan besar bernama one night stand


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2