The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 52


__ADS_3

" Elin.." panggil Revan pelan membuat wanita yang dipanggil namanya itu mengalihkan atensinya pada sang mantan kekasih


"Mas Revan" lirih Elina dengan canggung


"Kenapa terkejut seperti itu?" Revan mengambil posisi duduk disamping Elina dan menatap gadis itu yang hanya menggeleng pelan


"Aku tahu, kamu pasti sedang memikirkan Mike kan?" tebak Revan seraya memandang kedepan dengan tersenyum


"Sepertinya keberadaannya disini selama seminggu berdampak besar bagi panti ya?" lanjutnya walau dengan hati teriris.Elina tidak menjawab dan hanya mampu menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah


"Apa sekarang kamu mencintai pria itu?" tanya Revan lagi menatap pada Elina yang terdiam, apa yang harus dijawabnya? Jika dia menjawab jujur, tentu itu akan menyakiti Revan dan jika menjawab bohong maka itu artinya dia berbohong dengan perasaannya


"Heh..!" Revan tersenyum merasa sangat bodoh dengan keadaannya.Dia tahu kalau Elina sudah ada hati sama Mike, itu terlihat dari diamnya Elina atas pertanyaannya tadi


"Aku.."


"Kamu tidak perlu menjawabnya Elin! Aku tahu, kamu pasti sudah mencintainya! Sepuluh tahun keberadaanku bisa dengan mudah tergantikan dengan 10 hari keberadaannya, aku tidak dapat percaya ini" ujar Revan yang matanya kembali memerah.Tapi, kembali lagi ke pribadi masing-masing, perasaan tidak dapat dipaksakan


"Maafkan aku mas Revan" ujar Elina lirih, menatap penuh penyesalan pada Revan. Tapi Elina tidak dapat mengendalikan perasaannya saat ini, sejak dirinya memutuskan menutup perasaannya pada Revan karena rasa tidak pantas untuk pria itu, Elina sudah tidak memiliki perasaan cinta pada Revan hingga Mike datang dengan pribadi yang berbeda, membuat hatinya yang tertutup perlahan-lahan terbuka kembali. Egois memang! Jika saja Elina dapat mengendalikan perasaannya dengan lebih baik


Revan menatap Elina dan tersenyum, dia akan coba mengerti karena bagaimanapun dia tidak dapat memaksa Elina untuk kembali bersamanya


"Jangan meminta maaf Elina, kamu tidak salah. Aku yang salah telah membawamu menemui Mike waktu itu hingga kita menjadi seperti ini" Elina membalas tatapan mata Revan yang berembun dan air bening dari mata Elina turun menuruni pipinya


"Sudahlah! Jangan menangis Elin,..kita masih bisa menjadi teman kan?"


"Maafkan aku mas Revan.." Elina mulai terisak dalam penyesalan, Revan meraih tubuh gadis itu dalam pelukannya


"Apa perasaanmu dapat berubah jika kamu mengetahui apa yang telah direnggut Mike dari hidupmu, Elin" batin Revan bertanya


πŸ€πŸ€πŸ€


"Apa tujuanmu mendatangi kediamanku bocah tengil?" tanya Gubernur Erwin dengan mata memerah marah pada Billy yang berdiri dengan tatapan sinis pada pria tua itu

__ADS_1


"Mencabut nyawamu" jawab Billy santai masih menampilkan senyum sinisnya


"KURANG AJAR!!" teriak gubernur Erwin, menatap nyalang pada Billy yang masih menampilkan postur santai, tidak lama setelahnya.Tampak Marcel dan Eric menyusul dibelakang Billy, semakin membuat gubernur itu naik pitam


"Aku tidak punya urusan dengan kalian!" tegasnya penuh penekanan


"Tentu saja punya karena Anda sudah berani mengusik sahabat kami dan bahkan menjebaknya"


"Apa maks.."


"Daddy..." perkataan gubernur Erwin terhenti saat Imelda masuk kedalam ruang kerja ayahnya dan dibuat terkejut dengan kehadiran 3 pria tampan itu. Wanita itu langsung menampilkan sikap lembutnya saat tiga pasang mata tampan itu menatapnya


"Ada apa kamu kemari Imelda?" tanya gubernur Erwin pada sugar baby berkedok putrinya itu.Imelda terdiam, dia menjadi salah tingkah saat 3 pasang mata itu terus menatapnya tanpa berpaling


Andai dulu Mike tidak tergila-gila padanya.Sudah Imelda pastikan, dia akan menjerat salah satu dari ketiganya menjadi partner ranjangnya, dan mustahil bagi 3 pria tampan didepannya ini dapat menolak pesona kecantikannya, setidaknya itulah yang terpikirkan olehnya


Imelda memamerkan senyuman terbaiknya sebagai pemikat untuk tiga pria itu.Namun, yang tidak disadarinya, ketiganya menatap jijik pada dirinya


"Aku.."


"Apa maksudmu berkata begitu,bocah sialan!"


"Sudahlah pak tua! Berhenti bersandiwara.Selama ini kau menipu sahabat kami yang begitu tulus pada kalian.Tapi, tidak kusangka, kalian berani memanfaatkan ketulusannya dan ingin menjebaknya!" teriak Billy dengan wajah marahnya, rahangnya mengeras saking marahnya dia pada manusia didepannya


"Apa kau pikir, kami tidak tahu tentang hubunganmu dengan Imelda? Kalian tidak lebih dari seorang bandot tua dan wanita ****** yang memuakkan" lanjutnya dengan tajam


Mata gubernur Erwin membulat terkejut, begitupun Imelda yang mulai merasa ketakutan,kebohongannya selama ini terbongkar.Sedang Marcel dan Eric hanya diam santai dibelakang Billy, menonton drama itu sebagai pemeran pembantu


"Kalian, jangan berani bicara omong kosong disini"


"Omong kosong! Hah!" Billy tertawa "Anda pikir kami mengatakannya tanpa bukti yang jelas!" lanjutnya sembari mengeluarkan berkas penyelidikannya didepan gubernur Erwin


"Anda akan segera hancur tuan gubernur yang terhormat...mungkin Anda akan dikenakan pasal berlapis setelah masuk penjara" ujar Billy lagi beralih menatap Imelda yang bergetar

__ADS_1


"Dan untuk Anda, nona Barbie yang seksi! Nikmati harimu dan menjauhlah dari sahabatku" kata Billy mengedipkan matanya pada Imelda. Seplayboy apapun dirinya juga tidak akan tertarik pada wanita ****** seperti Imelda


"Ingat gubernur Erwin! Gara-gara sandiwaramu, sahabatku sampai berubah menjadi manusia berhati iblis dan kuharap kau dapat mempertanggung jawabkan perbuatanmu sendiri tanpa harus kami yang turun tangan dan tolong menjauhlah dari sahabat kami, Mike.Mulai dari sekarang.Kalau tidak, jangan salahkan kami jika harus mengambil tindakan" ucap Billy menatap tajam kearah gubernur itu lalu berbalik meninggalkan sang gubernur dengan peliharaannya


"Cuma segitu?" tanya Marcel saat ketiganya sudah berada diluar


"Apa??" bingung Billy


"Kita kemari sampai harus membuang tenaga melawan para sampah itu cuma untuk ini! Menyuruh mereka menjauhi Mike? lalu pergi setelahnya.Hah! Tak dapat kupercaya.Seharusnya langsung jebloskan saja dalam penjara" tutur Marcel kesal, Billy tersenyum


"Apa kau akan melakukan hal yang sama pada pencuri V?" tanya Billy dengan senyum misteriusnya dan Marcel menatap malas sahabat playboynya itu


"Untuknya aku punya hukuman sendiri yang lebih menarik"


πŸ€πŸ€πŸ€


Mike mulai bergerak menyelidiki pria-pria yang dekat dengan Claudia namun, tidak ada yang aneh dari hubungan itu semua hingga matanya melirik satu foto seorang pria yang tidak asing baginya


"Revan.." gumamnya sembari memandang lekat foto itu. Pikirannya mulai berjalan memikirkan kemungkinan yang terjadi


"Apakah mungkin Revan melakukan ini pada Claudia?" gumamnya dengan kening berkerut.Rasanya Mike tidak percaya itu perbuatan Revan sebelum melihat sebuah Video dari CCTV yang memperlihatkan Revan dan Claudia berjalan masuk kedalam sebuah bar


Mike terdiam melihat potongan Video CCTV tersebut yang dikirim oleh orang suruhannya yang khusus ditugaskannya untuk mencari tahu kebiasaan Claudia selama 2 minggu kepergiannya


"Mencintai Elina katanya? Dasar munafik!" ujarnya dengan tangan terkepal erat


.


.


.


Saya berharap ada yang sudi memberi sedikit saran untuk gaya penulisan saya.mengomentari dimana letak kesalahan dalam penulisan serta penggambaran alur yang entah bagaimana..mohon krisannya untuk pengembangan tulisan saya

__ADS_1


Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™


__ADS_2