The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 26


__ADS_3

Mike memaksa masuk kedalam rumah Dira untuk mencari keberadaan Elina, dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dira, kalau Elina tidak berada disana.Tidak peduli dengan teriakan Billy yang menyuruhnya berhenti ataupun Dira yang menyuruhnya untuk tidak mengobrak abrik rumahnya, pria itu terus mencari di setiap ruangan dan sudut rumah itu namun Elina tidak juga terlihat.Apa itu artinya gadis itu benar-benar pergi? Pikirnya


"Dimana kau sembunyikan Elina?" Mike langsung mengguncang Revan dengan pertanyaan yang jelas tidak diketahui jawabannya oleh pria itu


"Lepaskan tanganmu" Dira menghempas tangan Mike ditubuh Revan "Kami juga tidak tahu kemana Elina pergi" lanjutnya memberanikan diri membalas tatapan dingin Mike


"Tidak mungkin kalian tidak mengetahuinya, apa kalian pikir aku dapat kalian bodohi" kata Mike memandang tajam dua orang didepannya.Revan tertawa meremehkan pada Mike


"Kau bukan bodoh tapi idiot" ujar Revan dengan sinis.Mike kembali berang dan akan melayangkan tonjokannya kembali pada Revan namun suara Dira menghentikan tindakannya itu


"Percuma kalian bertanya pada kami karena kami pun benar-benar tidak tahu kemana perginya Elina.Dia pergi tanpa memberitahukan siapapun"


"Kau tidak perlu menjelaskan hal itu pada iblis sepertinya.Karena sampai kapanpun iblis tidak akan percaya pada perkataan manusia" timpal Revan dengan tajam membalas tatapan Mike yang menusuk netranya


"Kami juga sedang kalut dengan kepergian Elina sekarang" kata Dira lagi.Mike berdecih dengan kesal


"Sial.." umpatnya penuh kemarahan, dua orang didepannya tampak tidak berbohong dan itu berarti Elina pergi tanpa memberitahukan pada siapapun


"Puas kau sekarang? Puas kau sudah menghancurkan semua mimpi indah kami? Puas kau merusak masa depan Elina dan sekarang puas kau dia pergi meninggalkan semuanya?" tanya Revan beruntun pada Mike, setitik airmata jatuh di pipinya, sungguh dirinya kini jadi pria yang begitu rapuh


"Kenapa sekarang kau ingin menikahi kekasihku? apa tujuanmu dengan itu semua?" Revan kembali bertanya


"Tentu saja karena wanita itu sekarang mengandung anakku" jawab Mike dengan datar


"Dia tidak akan mengandung anakmu jika kau tidak berbuat keji padanya" mata Revan kembali memerah, dia sangat marah sampai ingin rasanya menghancurkan pria didepannya sekarang juga.Tangannya terkepal dengan erat hendak melabuhkan bogeman lagi kewajah tampan Mike namun Dira yang mengerti langsung menangkap tangan Revan lembut dan menggeleng pelan, berisyarat agar Revan tidak kembali memulai keributan saat kondisinya bahkan jauh dari kata baik-baik saja

__ADS_1


"Itu sudah resikonya karena terlibat dalam hidupku dan kamu jangan lupa Revan,kalau kamu juga punya andil dalam hal ini.Kamu yang membawa Elina kenal dengan kami" jawab Mike penuh penegasan


"Aku tidak peduli kalian berbohong atau tidak tentang keberadaan Elina tapi wanita itu membawa sesuatu milikku dalam dirinya dan akan kudapatkan wanita itu kemanapun dia pergi.Tunggu saja" lanjutnya dan melangkah hendak pergi dari rumah itu diikuti oleh Billy yang hanya menatap penuh harap ke Dira, berharap gadis itu memaafkan kesalahannya beberapa hari lalu


"Maaf, aku menyesal telah melakukannya..kuharap kamu bisa memaafkanku" kata Billy sebelum pergi mengejar langkah kaki Mike yang sudah duluan pergi ke mobil yang mereka tumpangi


Dira memandang sendu kepergian mobil itu, karena pada dasarnya dia tidak benar-benar marah pada Billy atas kesalahan yang dilakukan pria itu padanya beberapa hari yang lalu, terlebih Billy melakukannya untuk menolongnya


"Kamu kenal dengan mereka?" pertanyaan Revan membuyarkan Dira dari pemikirannya


"Ah..iya.Billy salah satu temanku"


"Sebaiknya kamu jauhi mereka, karena mereka bukanlah orang-orang baik.Mereka orang kaya bejat yang bertindak sesukanya" kata Revan penuh kemarahan.Dia membenci siapapun yang berhubungan dengan Mike


Mike pulang dengan mengamuk menghancurkan semua isi kamarnya, dia benar-benar marah karena ini kedua kalinya gadis mungil itu berani pergi darinya.Dia hanya diam membisu saat didalam mobil bahkan Billy pun hanya terdiam juga tidak berani membuka obrolan


Begitu sampai didepan rumah mewahnya Billy pamit undur diri meninggalkan Mike yang hanya mengangguk dingin saat dia meminta izin pergi


"Aku akan memberitahu Marcel dan Eric kalau mereka tidak perlu datang" kata Billy sebelum masuk kedalam mobilnya dan berbalik pergi meninggalkan perkarangan rumah mewah itu.Mike masuk dengan aura dinginnya yang tidak tersentuh dan langsung menuju kamarnya dan selanjutnya terjadilah hal ini semua.Dia memecahkan dan membanting semua perabotan kamarnya hingga hancur berantakan.


Setelah meluapkan emosinya pada barang-barang tidak berdosa di kamarnya, pria itu duduk dikursinya sambil memijat pelipisnya.Mike harus kembali memikirkan kemana kemungkinan Elina pergi


"Akan kudapatkan kamu kemanapun kamu pergi Elina, bahkan ke ujung dunia pun akan kucari" gumamnya dengan rahang yang mengetat marah.Mike merasa sangat marah hanya karena gadis itu mencoba pergi darinya, dirinya bahkan heran dengan rasa tidak biasa itu karena sebelumnya tidak pernah dia merasa semarah itu bahkan saat mengetahui Imelda tidur dengan pria lain, Mike hanya bersikap tenang tanpa emosi.Namun saat ini, melihat Elina menyentuh Revan saja sudah memantik api dalam hatinya, Mike merasa ada rasa posesif dalam dirinya pada gadis yang kini mengandung anaknya


"Kita lihat, sejauh mana kamu dapat pergi dariku wanita mungil" lanjutnya masih dengan gumaman pelan namun penuh maksud tersembunyi.

__ADS_1


Diluar ruangan, para pelayan terus-terusan berucap doa agar mereka tidak terkena imbas dari kemarahan tuannya yang tidak mereka ketahui dasarnya.Suara barang-barang hancur sangat mendominasi hingga para pelayan itu yakin kalau sekarang ruangan kerja tuannya pasti bak kapal pecah


Padahal tidak lama tadi mereka melihat tuannya pergi dengan senyum merekah pada wajahnya namun saat tuannya balik malah kemurkaan tidak jelas yang dibawa tuannya


"Andai aku tidak butuh uang, aku memilih tidak bekerja disini" keluh seorang pelayan yang menatap ngeri ruangan kerja Mike.


"Iya, aku setuju denganmu tapi mau bagaimana lagi pekerjaan ini sulit untuk dilewatkan.Dimana lagi kita akan mendapatkan gaji sebesar ini jika hanya jadi pelayan" timpal yang lain yang juga menghembuskan nafas frustasi melihat emosi tuan mereka yang berubah-ubah dan berakhir mereka sebagai pelampiasan kemarahan tidak berdasarnya


"Semoga saja tuan Mike segera mendapat pawangnya, aku lelah dengan sikapnya.Padahal dia lembut beberapa hari yang lalu"


"Ya semoga saja, tapi itu pasti akan sangat sulit.Kurasa tidak ada wanita yang sanggup bertahan dengan sikapnya"


"Setidak tuan Mike tampan dan mapan"


"Iya, tuan memang tampan tapi akan lebih baik jika sikapnya seperti tiga sahabatnya yang lain" ujar pelayan itu dengan sendu.Mereka semua mengenal para sahabat Mike dengan baik jadi karena itulah para sahabatnya bebas masuk kedalam rumah Mike walau tidak ada tuan rumahnya dan tentu saja bebas juga memakai fasilitas rumah mewah itu


"Hei, kalian berhenti bergosip..cepat kerjakan tugas kalian sebelum tuan keluar dan membuat masalah untuk kita.Oh Tuhan,aku benar-benar lelah dengan sikapnya" ujar kepala pelayan sambil mengeluh.Dia berharap agar Mike segera mendapat seorang istri yang bisa mengubah sifat dingin dan kejamnya.Dulu mereka pernah berdoa agar tuannya tidak jadi menikah dengan kekasihnya saat itu yaitu Imelda Sila karena sifat wanita itu yang terlihat seperti seorang ******, namun kini mereka menyesal dengan doa mereka karena kematian Imelda membuat tuan mereka menjadi semakin tidak terkendali walau sempat bersikap lembut beberapa hari yang lalu yang tidak mereka ketahui alasannya


.


.


.


Kritik dan sarannya diharapkanšŸ™

__ADS_1


__ADS_2