The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 72


__ADS_3

Senyum bahagia tampak tersemat di wajah tampan Mike sedang tangannya tidak pernah ingin lepas dari menggenggam tangan sang istri. Hari ini dirinya berencana membawa Elina langsung ke kantornya untuk membuktikan kesungguhannya pada istrinya tersebut, dia akan melepas segera semua kerja kerasnya itu


" Mas, sebenarnya kita mau kemana?"


" Ke kantor sayang, hari ini aku akan mengadakan rapat pemindahan kekuasaan sekaligus melepas semua sahamku setelahnya kita bisa hidup bahagia di tempat yang kamu inginkan sayang" jelas Mike sembari tersenyum pada sang pujaan hati dan sesekali membawa tangan mungil Elina menuju bibirnya untuk di kecup. Elina membeku mendengar jawaban sekaligus tujuan Mike membawanya pagi-pagi sekali dalam keadaan rapi sekarang


" Tidak" seru Elina menarik tangannya spontan hingga lepas dari genggaman Mike dan pria itu juga mendadak menghentikan laju mobilnya terkejut


" Ada apa sayang?"


" Tidak, kamu tidak perlu melakukan itu, kemarin aku hanya sedang menilai ketulusan mas saja dengan keinginan itu. Aku tidak pernah benar-benar ingin menghancurkan suatu kerja keras mas selama ini" Mike mendengarnya dengan tatapan serius terhujam pada wajah istrinya itu


" Apa kamu masih meragukanku, Elin?" Mike bertanya dengan tampang serius membuat Elina menatap takut-takut suaminya itu, takut pria itu kembali pada mode iblisnya dulu


" Bu-bukan maksudku me-meragukan mas ta-tapi aku hanya..." Mike mengulum senyum melihat Elina yang menjawabnya ketakutan. Mike melepas sealbealtnya dan langsung menarik sang istri dalam pelukannya


" Sudahlah sayang, aku cuma bercanda. Kenapa harus ketakutan seperti itu, ekspresimu yang sekarang membuatku ingin sekali memakanmu, sayang" ujar Mike sambil mengusap sayang kepala calon ibu dari anaknya itu. Elina mengedipkan matanya tidak percaya, dia sudah ketakutan kalau sampai Mike marah dan pria itu ternyata hanya mengerjainya


" Mas mengerjaiku?"


" Habisnya ekspresimu itu lucu sih"


" Terus siapa suruh punya kepribadian menyeramkan seperti itu, kamu menakutkan ketika marah tahu" ujar Elina mulai mengeluarkan air matanya, dia menjadi sangat sensitif dan manja akhir- akhir ini. Mike mulai kalap saat melihat buliran air bening itu turun dari wajah istrinya


" Sayang, jangan menangis ya. Mas minta maaf" Mike kembali memeluk sayang sang istri


" Mas minta maaf" mengatakan kata yang sama berulang kali tidaklah membuat Mike bosan selama sang istri tidak lagi mengeluarkan air matanya


Setelah Elina sedikit tenang, wanita itu langsung melepas diri dari Mike dan duduk menjauh, terlihat dia masih kesal

__ADS_1


" Elin sayang, boleh mas tahu apa yang kau inginkan sekarang? Jangan tunjukan mas wajah ngambekmu itu karena mas tidak akan tahan untuk menyeretmu ke hotel sekarang juga" ujar pria itu membuat Elina menatap nyalang suaminya itu, apa dipikiran suaminya itu hanya main ranjang saja ya seharian


" Aku ingin pulang"


" Pulang? Mas tidak setuju. Baiklah jika kamu tidak ingin mas melepas perusahaan mas tapi aku akan tetap melepasnya, sayang"


" Tidak, jangan lakukan itu. Tinggalkan saja itu sebagai warisan buat anak kita" jawab Elina yang membuat Mike ingin sekali tertawa dengan jawaban istrinya itu. Bagaimana Elina bisa kepikiran tentang warisan dan sejak kapan istrinya itu mulai matre


" Baiklah, aku akan menurutinya sayang. Lalu, kemana kita sekarang?"


" Terserah mas sajalah"


" Baiklah, kita makan sekarang ya" tidak ada jawaban lagi dari istrinya membuat Mike tersenyum dan mulai melajukan mobilnya menuju restoran berbintang langganannya


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


" Percayalah sayang. Kamu adalah wanita tercantik di restoran ini. Jadi, jangan menjauh sedikitpun dariku ya. Aku tidak suka ada pria lain yang menatapmu" bisik Mike pelan, Elina menghelakan nafasnya pelan, memang siapa yang akan tertarik pada wanita hamil sepertinya kecuali suami gilanya seorang



" Baiklah" Elina memilih mengalah dan menuruti apa yang diinginkan suaminya itu lalu mulai melangkah pada salah satu meja. Mike menarik kursi untuk diduduki oleh istrinya itu namun tiba-tiba dari arah belakang seorang pelayan yang sedang membawa gelas minuman tidak sengaja menyenggol Elina hingga minuman dalam baki yang dibawa pelayan itu tumpah dan mengenai Elina. Wanita itu terkejut dan hampir terpeleset jatuh, kalau saja tangan kokoh Mike tidak tanggap menangkap pinggang sang istri



Elina menatap pada pelayan yang ketakutan atas kejadian itu, begitupun dengan Mike yang hampir saja memarahi pelayan itu karena tidak hati-hati dan hampir saja membuat istrinya yang sedang mengandung terjatuh. Namun, Elina menyentuh lengan sang suami dan menggeleng lalu berkata lembut pada si pelayan kalau dia tidak apa-apa dan tidak perlu merasa bersalah serta berharap lain kali pelayan itu lebih berhati-hati



Pandangan mata terkejut, heran sekaligus penasaran tampak terpusat pada mereka dari banyaknya pengunjung. Sebagian dari orang-orang itu mengenal Mike tapi tidak mengenali sosok perempuan di samping pria itu hingga berbagai pertanyaan mulai berkecamuk dalam pikiran mereka, pasalnya Mike tidak pernah terlihat dekat dengan perempuan manapun setelah dinyatakan gagal dalam pernikahannya karena suatu insiden

__ADS_1


" Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Mike khawatir saat melihat bekas tumpahan minuman di pakaian istrinya


" Aku baik- baik saja mas"


" Ayo kita keluar, mas akan membelikan pakaian baru untukmu" Mike menarik tangan Elina hendak keluar dari restoran itu tapi Elina kembali menarik tangan sang suami


" Kita makan dulu mas, anak kita lapar" ujar Elina sembari mengusap perut sedikit buncitnya dengan nada manja. Mike membeo, apa dia berhalusinasi. Bagaimana bisa mood istrinya berubah begitu cepat padahal sebelumnya wanita itu masih begitu kesal padanya dan sekarang malah berubah manja. Mood wanita hamil benar-benar mengerikan, pikir Mike


" Baiklah" Mike kembali menarik kursi untuk diduduki istrinya itu lalu beranjak duduk di depan sang istri yang tersenyum


" Kamu yakin, baik-baik saja dengan tumpahan minuman itu sayang?" Mike masih bertanya khawatir, dia tidak ingin melihat Elina risih dengan penampilannya


" Aku baik-baik saja mas" Elina kembali menjawab hal yang sama, tampak sekali kalau wanita itu tidak terganggu sama sekali


" Kau tahu sayang?"


" Apa?"


" Aku rasa aku semakin jatuh cinta padamu. Aku mencintaimu Elina" ungkap Mike tulus


" Eum, aku tahu" jawab Elina yang masih terlalu gengsi untuk mengungkapkan balasan perasaannya, dia menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah sedang Mike tersenyum jenaka melihat sang istri yang tiba-tiba menunduk malu


.


.


.


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2