The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 33


__ADS_3

Revan mendongak saat pendengarannya menangkap suara seorang wanita menyapanya


"Claudia" ujarnya dengan bingung


"Wah kebetulan sekali kita bertemu disini" kata gadis blonde itu yang langsung menarik kursi duduk berhadapan dengan Revan tanpa dipersilahkan oleh pria itu


"Sedang apa kamu disini?"


"Aku..tentu saja mau makan siang" jawab gadis itu dengan senyum cerahnya walau kini wajahnya memerah karena rasa malu dan deg-degan saat menatap pria didepannya


"Ooh"


"Kamu sendirian saja?"


"Seperti yang kamu lihat"


"Memang tidak ada teman yang bisa menemani atau..pacar mungkin?" Claudia bertanya hati-hati walau dia berharap Revan menjawab tidak mempunyai kekasih.Wajah Revan kembali menunduk lesu


"Aku tidak punya teman di kota ini, kalau kekasih...aku bahkan tidak tau kemana dia pergi.Sungguh aku sangat merindukannya" jawab Revan tulus, dia begitu merindukan sosok Elina yang sudah bersamanya selama 10 tahun terakhir


"Kamu punya kekasih?" Claudia kembali bertanya saat tidak mendapatkan jawaban yang jelas dari Revan.Pria itu mengangguk


"Tentu saja, dia adalah wanita yang paling aku cintai tapi..kini aku bahkan tidak tahu kemana dia pergi" Revan kembali menampilkan ekspresi sendu.Claudia terdiam, hatinya mendadak tercubit hingga terasa sakit saat mendengar jawaban itu.Jadi, pria yang dicintainya ternyata sudah punya kekasih dan sangat mencintai kekasihnya


"Dia pasti wanita yang sangat cantik" Claudia kembali berujar dengan wajah tersenyum berusaha menekan perasaannya yang mendadak terasa begitu menyakitkan


"Iya, kamu benar.Dia cantik dan begitu menawan" Revan membenarkannya dengan wajah tersenyum saat membayangkan Elina yang tertawa polos dengan indahnya


"Dia pasti begitu bahagia menerima cinta dari pria sepertimu" Revan menatap gadis didepannya saat Claudia mengucapkan kalimat itu


"Tidak, dia pergi meninggalkanku saat ini" jawab Revan membuat kening Claudia berkerut bingung


"Pergi, kenapa?" Claudia tanpa sadar larut dalam keingintahuannya tentang kehidupan pria didepannya dan anehnya Revan tidak terganggu sama sekali dengan segala pertanyaan gadis blonde itu walau pertanyaan Claudia saat ini lebih ke privasinya


"Seseorang hadir dan menghancurkan semua rencana indah kami.Karena merasa dirinya tidak lagi pantas untukku, kekasihku pergi meninggalkanku.Padahal, aku tidak peduli dengan apapun yang terjadi di masalalu karena rasaku padanya tulus karena aku mencintainya tapi, kini aku bahkan tidak tahu dimana keberadaannya" mata Revan memerah kembali saat membayangkan Mike yang telah merenggut semua kebahagiaannya


Claudia menatap pria didepannya dengan takjub, bagaimana bisa Revan memiliki rasa sebesar itu pada kekasihnya.Andai dia yang menjadi wanita itu, Claudia pasti akan menjadi wanita yang sangat bahagia mendapatkan cinta dari seorang Revan

__ADS_1


"Tenanglah, kalau kalian berjodoh pasti Tuhan akan mempertemukan kalian lagi..aku yakin itu" jawab gadis itu dengan senyum lembut walau hatinya terasa sakit


"Terima kasih Claudia, kamu sudah mau mendengar kisahku yang tidak bermutu ini"


"Tidak apa-apa, aku senang bisa membantu"


"Lalu bagaimana denganmu? apa kau memiliki kekasih?" tanya Revan menatap manik mata Claudia yang kembali dibawa salah tingkah


"Aku..tidak, aku belum sempat untuk menjalin hubungan selama ini karena terlalu sibuk dengan pekerjaanku" Revan mengangguk mencoba mengerti


"Kenapa tidak mencoba untuk melakukannya sekarang.Kamu cantik, pasti akan banyak pria yang menyukaimu" Bluss...pipi Claudia mendadak memerah mendengar kata Revan yang memujinya cantik walau pria itu mengucapkannya hanya sebagai motivasi untuknya


"Aku belum bertemu dengan pria yang tepat"


"Kamu tidak berniat untuk mendekati atasanmu begitu, dia tampan loh" Revan mencoba menggoda Claudia membuat gadis itu mulai memberengut kesal saat teringat kelakuan atasannya yang sangat menyebalkan


"Aku lebih baik menjomblo seumur hidup daripada harus jatuh cinta sama pria menyebalkan itu" jawab Claudia membuat tawa Revan pecah, gadis blonde didepannya ini sungguh bisa membuat semangatnya kembali.Apalagi saat gadis itu mengutuk Mike dengan bibir ranumnya itu, maka Revan akan merasa sangat bahagia


Setelah itu keduanya memilih menikmati makan siang mereka dengan sedikit obrolan kecil baik mengenai pekerjaan maupun soal pribadi


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


"Lepaskan" Elina melepas pelukan itu dengan sedikit kasar, menatap penuh kebencian pada pria yang sikap seenaknya pada dirinya


"Elina.." Mike membuka mulutnya ingin bicara namun langsung dipotong Elina


"Bu, bisa tinggalkan kami berdua dulu.Aku perlu bicara dengan pria ini" Elina mengalihkan tatapannya pada bu panti yang langsung menyetujui permintaan Elina untuk pergi dari sana meninggalkan Elina dengan Mike berdua saja, sedangkan anak-anak yang lain juga diajak pergi menjauh oleh bu panti


"Apa maumu?" Elina bertanya langsung pada pria tampan didepannya yang tampak salah tingkah


"Aku..aku.." Mike tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya pada Elina


"Kau ingin menuntut bayaran dari kesalahanku.Baik, aku akan memberinya" kata gadis itu mendekat pada Mike hingga berdiri tepat dihadapan pria itu yang hanya menampilkan ekspresi terkejut


Elina mengambil sebelah tangan besar pria itu dan mendekatkannya pada lehernya


"Utang nyawa dibalas nyawa, bunuh saja aku agar semuanya tuntas.Ayo lakukan" ujar Elina lagi menyuruh Mike untuk mencekiknya

__ADS_1


"Elina.." Mike membulatkan matanya melihat sikap Elina yang bahkan tidak gentar sedikitpun, gadis itu terlihat penuh dengan tekad untuk mati.Apakah Elina sudah seputus asa itu atas segala perbuatannya


"Tidak perlu basa-basi lagi,bunuh aku..cekik aku setelah itu bawa mayatku pada makam Imelda untuk menebus semua kesalahan yang tidak pernah aku lakukan" kata gadis itu lagi yang kembali meneteskan air matanya.Mike tersentak, apa yang akan dijelaskannya pada Elina jika sebenarnya Imelda masih hidup dan dia sudah salah paham pada gadis didepannya


"Tidak akan pernah, aku tidak akan pernah membiarkanmu mati" Mike menarik keras tangannya yang berada dileher gadis itu


"Kenapa? apa kamu takut? Bukankah tujuanmu kemari untuk menemuiku agar dapat menghakimiku dengan tuduhan aku yang membunuh istrimu" Elina meledak dengan tangisnya sembari menatap nyalang pada wajah Mike yang hanya menampilkan tatapan lembut penuh penyesalan


"Belum cukupkah dengan semua yang sudah kau lakukan padaku.Belum cukupkah kau menghakimiku dengan segala penderitaan ini?" Elina jatuh meluruh keatas lantai dengan isak tangisnya.Hatinya benar-benar sangat sakit tidak dapat menerima semua perbuatan pria itu padanya


"Elina, dengarkan aku dulu" Mike mencoba menyentuh Elina untuk berdiri


"Menjauhlah dariku, aku mohon..menjauhlah dan pergilah dari hidupku"


"Tidak akan pernah Elina.Ada darah dagingku dalam kandunganmu"


"Aku akan menggugurkannya" Elina memejamkan matanya dengan menyesal, berharap janinnya tidak pernah mendengar kata-kata itu keluar dari bibirnya


"Tidak akan pernah kubiarkan kau melakukan itu" Mike bersikeras mengangkat Elina dan membawa gadis itu duduk diatas kursi ruang tamu walau Elina memberontak


"Lalu apa maumu hah!"


"Menikahlah denganku" kata pria itu dengan sangat lembut menatap manik mata polos Elina dengan penuh kelembutan.Elina terdiam


"Aku tahu, aku tidaklah pantas mengatakan ini mengingat semua perbuatan bejatku padamu tapi,aku minta maaf atas semua kesalahanku Elina dan kini aku serius ingin menikahimu.Aku janji akan menebus semua kesalahanku padamu Elina.." Elina menggeleng dengan ketidak percayaannya atas ucapan pria itu barusan.Apa yang terjadi, kenapa pria itu minta maaf? Bukankah Mike sangat membencinya karena telah membunuh Imelda, lalu kenapa sekarang pria ini mengatakan hal-hal aneh begini padanya


Melihat tanggapan Elina yang menggeleng dan tampak kebingungan, Mike menghembuskan nafasnya pelan.Dia tidak boleh terburu-buru karena kesalahannya pada gadis didepannya sudah sangat fatal dan akan sangat sulit bagi gadis itu bisa menerimanya


"Baiklah, kamu tidak perlu harus menerimaku tapi untuk saat ini ijinkan aku memperjuangkanmu ya"


Elina masih tetap menggeleng


"Kau gila..menjauhlah dariku" kata gadis itu meringsut mencoba menjauh dari pria itu


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2