The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 34


__ADS_3

Elina terdiam melamun didalam kamarnya, dia masih tidak dapat percaya dengan kata-kata Mike siang tadi.Pria itu ingin menikahinya dan meminta maaf padanya.Dia masih sangat bingung dengan apa yang terjadi, bagaimana bisa pria iblis itu berubah seperti itu hanya dalam beberapa hari


"Mas Revan" gumamnya lirih menyembunyikan wajahnya dalam pangkuan kakinya yang ditekuk.Elina merasakan hatinya mulai bimbang dengan semua keadaannya, hingga satu-satunya yang melintas dipikirannya hanyalah Revan yang sudah sangat lama menjaganya


"Bagaimana jika aku jatuh dalam pesona pria itu.Apa yang harus kulakukan mas?" Elina bertanya yang hanya dapat dijawab angin yang melintas.Gadis itu kembali menangis, bingung harus bagaimana menghadapi hidupnya yang dipenuhi dengan masalah itu.


Di ruang tamu, Mike masih duduk termenung memikirkan tanggapan Elina yang hanya menggeleng dan mengatakan bahwa Mike gila.Mike sudah dapat memprediksi jawaban apa yang didapatnya dari gadis itu, dia harus tertawa mengejek pada dirinya sendiri.Mana mungkin Elina akan menerimanya dengan mudah setelah semua perbuatan biadabnya pada gadis itu


Mike sudah bertekad akan memperjuangkan Elina sebelum dia menyelesaikan semua masalahnya dengan Gubernur Erwin dan Imelda.Mike mengambil ponselnya dan mulai menghubungi sebuah nomor, begitu nomornya tersambung, tanpa basa basi Mike langsung bicara intinya


"Aku ambil cuti selama seminggu mungkin akan lebih, kau urus semuanya selama aku pergi.Tidak ada penolakan ataupun protes" Tut..Mike langsung mematikan ponselnya sesaat setelah mengatakan kepentingannya bahkan sebelum lawan bicaranya mengeluarkan sepatah katapun


Dia sudah bersiap, Mike akan tinggal di panti itu untuk seminggu kedepan dengan tujuan tentu saja untuk mendekati wanita yang diam-diam sudah menduduki tahta dihatinya, Mike tersenyum memandang pintu kamar Elina sebelum beranjak menemui ibu panti untuk minta izin agar diperbolehkan tinggal dipanti tersebut barang satu minggu.Mike juga berbaur dengan anak-anak panti agar bisa mendapatkan hati mereka dan tugasnya akan semakin mudah kalau ada anak panti yang mau membantunya


πŸ€πŸ€πŸ€


Claudia baru saja kembali kekantor setelah menghabiskan makan siangnya dengan Revan.Wajahnya tersenyum dengan cerah, walau dia tahu Revan sudah memiliki kekasih dan sangat mencintainya tapi tetap saja gadis blonde itu senang bisa makan bareng dengan Revan walau itu hanya kebetulan


Ditengah kesenangannya melamunkan Revan, suara ponselnya membuyarkan semuanya dan wajahnya langsung berganti cover menjadi kesal


"Apalagi maunya si Mike sialan ini" cecarnya pada ponselnya yang menampilkan nama atasannya


"Ha.." baru saja dirinya ingin menyapa dengan sapaan halo namun ocehan perintah dari atasannya meluncur dengan indah memasuki gendang telinganya dan saat dirinya baru saja ingin angkat bicara untuk protes, atasannya sudah lebih dulu mematikan sambungan teleponnya


Claudia memandang tak percaya ponsel ditangannya, hampir saja ponsel itu tumbuh sayap untuk terbang kalau saja Claudia tidak ingat, dia tidak punya banyak uang untuk mengganti ponselnya dengan yang baru jika ponselnya yang ini beneran terbang


"Dasar Mike sialan..." teriaknya kesal dengan bosnya yang suka memerintah tanpa melihat situasi dan dampaknya.Bagaimana bisa pria itu ingin ambil cuti seminggu sedangkan Mike tidak melakukan persiapan apapun untuk waktu yang akan dikosongkannya karena cuti

__ADS_1


"Oh Tuhan aku ingin sekali membunuhnya" Claudia berucap geram dengan tangan mengepal erat, itu berarti seminggu ini dia harus lebih bekerja keras karena harus menghandel sebagian tugas Mike


πŸ€πŸ€πŸ€


Disore hari, Revan menatap langit yang sedang membenamkan sang surya di lembayung senja.Dia tidak berbohong tentang rasa rindunya pada Elina, bahkan jika dia tertawa dengan wanita lain tetap saja Revan tidak bisa menampik fakta hatinya tetap menginginkan Elina.Sepuluh tahun bukanlah waktu yang sedikit mereka melewatinya bersama jadi akan sangat sulit bagi Revan melupakan semuanya


Dia yang melihat Elina yang tumbuh dari anak berumur 10 tahun menjadi gadis remaja yang begitu cantik setiap harinya.Hingga kini gadis itu baru berusia 20 tahun dan Revan berniat mempersuntingnya sebagai istri namun semua impian itu hilang ditelan oleh kehadiran seorang teman masa lalunya yang menghancurkan semuanya


"Elin..dimanakah kamu sayang?" tanyanya dengan pilu pada sang surya yang hampir habis ditelan kegelapan


"Aku merindukanmu Elin.." suaranya saat ini benar-benar akan membuat orang percaya seberapa besar rasa yang Revan miliki pada seorang Elina


Suara dari benda pipih dibalik saku celananya membuat Revan beralih atensinya dari cahaya yang sudah lenyap diujung langit pada benda persegi itu yang kini sudah dalam genggamannya


"Claudia" bacanya pada nama orang yang menghubunginya, Revan langsung menekan warna hijau untuk menjawab panggilan itu


"Iya Claudia"


"Tidak, ada apa Claudia?"


"Tidak,aku lagi butuh teman saat ini tapi tidak tahu harus menghubungi siapa dan tiba-tiba saja aku menghubungimu.Apa kamu sibuk malam ini?" Revan tersenyum mendengar suara malu-malu Claudia diseberang


"Tidak, malam ini aku tidak punya kegiatan.Mau ketemuan?"


"Eh ketemuan? Maksudnya?"


"Sepertinya kamu lagi banyak pikiran dan butuh teman untuk mendengarkan semua curahan hatimu.Apa ini ada hubungannya dengan Mike?" Revan menebak tepat ke intinya

__ADS_1


"Iya, kamu benar.." terdengar suara gadis itu yang berubah lesu, bisa ditebaknya bahwa Claudia benar-benar sedang sangat kesal pada bosnya


"Baiklah kita ketemuan di cafe langganan ku saja ya? Aku kirim sherloknya padamu"


"Baik" jawab Claudia dengan antusias diseberang


πŸ€πŸ€πŸ€


Elina menatap tidak percaya pria tampan yang sedang tersenyum padanya dengan tidak tahu malunya


"Kenapa kamu masih disini?" tanya Elina dengan jutek


"Kenapa! Ya tentu saja aku menginap disini sekarang" jawab Mike dengan enteng, mengabaikan tatapan-tatapan polos anak panti dan juga bu Rahma sebagai ibu panti.Dia sudah akrab dengan beberapa anak panti hanya dalam hitungan menit karena Mike menggunakan taktik pasarnya yang begitu ampuh dalam mendapatkan hati anak kecil.Beri mereka hadiah sesuatu yang disukai maka akan dengan mudah hati anak-anak luluh dan menyukainya yang tentu saja tidak luput dari lembaran bernama uang.The power of money, benar-benar berdampak besar.Tidak di kota maupun didesa, manusia pasti suka uang


"Kenapa menginap disini, kau jatuh miskin?"


"Tentu saja tidak, tapi aku punya tujuan besar dengan menginap disini.Ada hal yang harus kuperjuangkan disini" Mike menatap lembut wajah Elina saat gadis itu juga menatapnya


"Sudahlah nak, biarkan saja nak mai menginap disini.Dia banyak membantu adik-adikmu dan juga dia mahir dalam hal-hal yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh orang kaya" Elina menahan tawanya saat bu panti memanggil nama Mike yang salah ejaan sedang Mike hanya menghembuskan nafasnya pelan, begitulah nasib orang dengan nama aneh pasti akan lucu jika diucapkan oleh orang yang tidak terbiasa


"Nama saya Mike(maik) bu bukan Mai" Mike mengoreksinya


"Sama saja toh nak..sama-sama awalan M-nya" tawa anak-anak panti pecah setelah ibu panti menjawab, begitu juga dengan Elina yang tertawa lepas.Mike tidak tersinggung dengan itu semua malah dia merasa begitu senang saat netranya melihat Elina yang tertawa lepas begitu, wanita itu tampak lebih cantik dan menawan


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan sarannya diharapkanπŸ™πŸ™


__ADS_2