The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 39


__ADS_3

Hari masih sedikit gelap untuk ukuran pagi namun aktifitas dipanti sudah berjalan ramai, banyak anak-anak yang sudah bangun hanya untuk sekedar membereskan diri berangkat sekolah dan kegiatan lainnya


Mike juga terbangun karena suara ramai itu, dia lebih sering bangun kepagian semenjak tinggal di panti.Pria itu menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan berdiri menatap awan diluar yang sepertinya akan memberikan cuaca cerah hari ini.Waktu yang cocok untuknya menjalankan rencananya atas dasar saran dari bocah bernama Reno


Dia keluar dari kamarnya dan mulai mencari keberadaan Elina.Dilihatnya di area dapur terlihat ibu panti yang sibuk membuat bekal untuk masing-masing anak panti sedang Elina tidak terlihat


Mike berjalan menuju kearah kamar Elina namun tidak juga menemukannya lalu pria itu berakhir di arah kamar mandi yang dipakai umum oleh anak-anak panti, telinganya menangkap suara orang yang sedang muntah-muntah.Dengan segera Mike membuka pintu kamar mandi dan dapat dilihatnya Elina yang tampak sangat lemah setelah mengeluarkan semua isi perutnya


"Elina, kamu tidak apa-apa?" Mike bertanya khawatir sembari menyentuh Elina yang lunglai, gadis itu tampak begitu lemah


"Aku...tidak...apa..apa.." gadis itu menjawab dengan susah payah saat rasa mual kembali menyerangnya dan terpaksa membuatnya kembali memuntahkannya walau perutnya kini sudah benar-benar kosong


"Elina.." Mike mendekat sembari mengurut pelan tengkuk Elina bermaksud agar memudahkan Elina dalam memuntahkannya.Gadis itu mendorong Mike agar menjauh darinya namun pria itu tidak sedikitpun bergeming


"Pergi.." ujar Elina terengah-engah, Mike menjauh sebentar bermaksud mengambil handuk kecil basah dan kembali pada Elina yang baru saja berpikir pria itu pergi


"Kemari.." Kata Mike menarik Elina walau gadis itu sedikit berontak dengan tubuh lemahnya.Pria itu mengelap area mulut Elina dengan sangat lembut tanpa sedikitpun merasa jijik dengan apa yang baru saja dilihatnya


"Apa kamu sering muntah seperti ini sejak hamil?" tanya pria itu lagi menatap mata polos Elina didepannya


"Ini menjijikkan" kata yang keluar dari bibir Elina saat melihat pria itu tampak begitu santai.Mike menaikkan alisnya


"Menjijikkan! apa begini juga menjijikan?" CUP..sebuah kecupan mendarat dibibir Elina oleh pria itu yang tersenyum saat melihat Elina spontan mundur saat dirinya memberi kecupan pada gadis itu


Elina menatap nanar pada Mike, apa yang sedang dicoba lakukan oleh pria gila didepannya


"Ini manis" ujar Mike sembari menjilat bibirnya dengan senyum mesumnya

__ADS_1


"Menjijikan" desis Elina saat merasakan sudah lebih baik dari rasa mual yang menyerangnya


"Ini tidak menjijikan tapi ini asupan yang bagus diawal pagiku" ujar pria itu masih dengan tidak tahu malunya


"Kau benar-benar sudah tidak waras" Elina masih dengan kewaspadaannya pada pria didepannya yang kembali menampilkan senyum mesumnya.Gadis itu beranjak menghidupkan keran wastafel untuk mencuci mulutnya namun, beberapa detik sebelum air itu mengalir.Elina merasakan tangannya ditarik dengan keras hingga dirinya dapat merasakan tubuhnya membentur dada bidang Mike yang masih menampilkan senyum binalnya


"Asupan giziku masih kurang" ujar pria itu pelan sebelum kembali mempertemukan bibir keduanya dalam sebuah ciuman.Kali ini pria itu tidak hanya mengecupnya namun ******* habis bibir mungil Elina yang memberontak dan tentu saja tidak semudah itu gadis mungil itu lepas dari seorang Mike


"Sial, ini tidak cukup.Aku menginginkan lebih dari ini" teriak batinnya frustasi saat dia harus menahan diri sampai Elina luluh dan mau menikah dengannya


"Kak Mai..kak Elin.Kalian sedang apa?" sebuah suara polos dari belakang tubuh Mike menginterupsi Mike dan Elina yang langsung melepas diri dan mendorong keras dada bidang Mike agar menjauh darinya


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Wajah Elina masih sangat memerah saat mata polos Nita terus menatapnya dan sesekali menatap kearah Mike yang hanya tersenyum santai.Gadis cilik itu penasaran apa yang dilakukan dua orang dewasa itu dikamar mandi tadi pagi, dia tidak dapat melihat dengan jelas kalau Elina dan Mike berciuman karena tertutupi dengan punggung Mike yang lebar


Elina merasa sangat malu pada Nita, bagaimana jika Nita melihatnya tadi dan itu akan menodai mata polos gadis cilik itu


"Benarkah itu kak Elin?" Nita bertanya polos pada Elina yang sudah sangat merah wajahnya karena malu


"I..iya" jawab gadis itu akhirnya


"Iya tentu saja, membersihkannya dengan **********.Dasar menjijikan" batin Elina menatap tajam pada Mike yang dibalas pria itu dengan kedipan matanya


"Oo, aku pikir tadi kenapa? Kak Elin, hari ini bisa temanin aku rangkai buket bunga dikebun tidak?" gadis cilik itu kembali bertanya


"Iy.."

__ADS_1


"Tidak" Mike dengan cepat memotong jawaban Elina yang akan menyetujui gadis cilik itu untuk menemaninya merangkai bunga


"Elina pergi denganku hari ini.Jadi, dia tidak punya waktu menemani kalian untuk hari ini" lanjut pria itu dengan sarkastik pada Nita, gadis cilik didepannya


"Hei..apa-apaan kamu? Kapan aku bilang ingin pergi denganmu?" Elina mengatakan protesnya


"Baru saja kau mengatakannya.Ayo.." Mike langsung menarik tangan Elina membuat gadis itu terpaksa berdiri dan mengikuti langkah kaki Mike


"Hei, kau mau bawa aku kemana?"


"Ke suatu tempat yang indah.Kamu ikut saja denganku jangan banyak bertanya?"


"Aku tidak mau ikut.Lepaskan aku" ujar Elina berusaha melepaskan cekalan Mike pada tangannya


"Apa perlu aku memaksamu? Aku cuma minta waktumu sebentar untuk hari ini" kata Mike berhenti dan menatap pada Elina dibelakangnya


"Aku tidak percaya sama kamu.Apa kamu ingin mengulangi tindakan bejatmu padaku untuk ketiga kalinya?" kata Elina tajam.Mike terdiam masih menatap Elina yang menghunuskan tatapan tajam padanya.Segitu burukkah dirinya dalam pandangan Elina, hingga niat dirinya yang ingin membawa Elina healing saja dipikir buruk oleh gadis itu


"Tidak, aku hanya ingin membawamu kesuatu tempat yang indah saja.Tidak kusangka ternyata aku seburuk itu dalam pandanganmu" ujar Mike dengan lembut membuat Elina merasakan sedikit rasa bersalah telah mengeluarkan kata-kata itu tapi pria didepannya ini memang pantas mendapatkannya kan? Kesalahan yang diperbuat pria itu padanya sudah sangat fatal, tidak dapat dimaafkan.


"Lepaskan aku, aku ingin menemani Nita merangkai bunga"


"Kamu lupa, aku tidak pernah menerima penolakan" kata pria itu dengan arogansinya dan langsung mengangkat tubuh Elina ala Bridal menuju mobilnya tidak peduli dengan pemberontakan gadis itu yang memukul mukul dadanya menyuruh Mike untuk melepaskannya


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2