The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 36


__ADS_3

Dalam gelap seorang pria berdiri disamping tembok gedung untuk menguping pembicaraan beberapa wanita didepannya sekaligus dia ingin memastikan kebenaran penglihatannya


"Ternyata dia benaran Imelda.Apa yang terjadi, bukankah wanita ini dikabarkan sudah meninggal" Revan bertanya-tanya seraya terus memperhatikan gerak gerik seorang wanita yang sedang tertawa bersama teman-temannya.Keyakinan Revan semakin jelas saat seorang pria datang dan memangggil jelas nama itu lalu kemudian Imelda dan pria itu pamit pada teman wanita disana dan masuk kedalam hotel


"Dasar ******!" desis Revan dengan marah dan memilih pergi dari sana ketika dia sudah memastikan sebuah kebenaran.Imelda tidak mati, jadi selama ini Mike melakukan tuduhan palsu pada kekasihnya.Revan mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku tangannya memutih


"Sial.." teriaknya sembari memukul keras tembok didepannya.Tidak peduli tangannya terluka hingga mengeluarkan darah karena dia sudah sangat marah dan membenci Mike


Pria itu menghancurkan segalanya dalam kehidupannya, dia merenggut hal paling berharga dari kekasihnya, menuduh Elina dengan tuduhan palsu, dan sekarang Elina pergi darinya yang entah berada dimana sekarang.


"Elin.." lirihnya dengan penuh perasaan


"Maafkan aku Elin.." Revan sudah sangat berputus asa dengan permainan takdir sekarang.Dia sangat menyesali keputusannya dulu untuk membawa Elina ke jakarta dan bertemu Mike


"Kamu akan sangat menyesal Mike.." ujarnya penuh penekanan menahan kemarahan yang sudah membuncah pada pria yang pernah menjadi teman dekatnya dulu


Revan mulai melangkah dengan lesu serta tangan yang mengeluarkan darah, berjalan meninggalkan tempat itu.Dia akan menemui Imelda saat dia tahu keberadaan Elina dan akan langsung membawa calon istri Mike itu kehadapan Elina untuk membuktikan kebenarannya.Sekarang dirinya harus fokus dulu untuk menemukan keberadaan Elina yang entah berada dimana.


πŸ€πŸ€πŸ€


Mentari menyusup dibalik tirai kamar seorang pria yang tertidur, cahaya itu sanagt mengusiknya terlebih suara bising yang sudah memenuhi gendang telinganya di pagi hari


" Aah.." Mike hanya bisa melenguh dan bangun terduduk diatas ranjang tanpa kasur yang diberikan padanya.Dia tidak bisa tidur hampir semalaman karena tidak terbiasa dengan keadaan sekarang, dia memang pernah merasakan keadaan yang lebih parah dari ini semua namun itu sudah sejak lama berubah dan kini dia bahkan bisa terusik hanya dengan seekor nyamuk yang berdengung


Mike baru tertidur saat malam hampir menjelang subuh dan sekarang dia harus bangun walaupun itu sangat berat untuk dilakukan.Tapi saat ini dia harus berjuang lebih keras sedikit untuk mendapatkan hati Elina, tidak ada waktu untuknya bermalas-malasan disini


"Pagi kak Mai, cepat bangun.Hari ini minggu,kami mau kekebun" sapa Reno,bocah yang pertama kali bertanya padanya saat Mike sampai di panti


"Mike..bukan Mai" pria itu kembali mengoreksi kesalahan panggilan namanya, gara-gara panggilan bu panti yang memanggilnya Mai, sekarang hampir semua penghuni panti yang dominan anak-anak itu memanggilnya begitu


"Sama saja, awalannya M" Reno menjawab dengan jawaban yang pernah didengarnya dari ibu panti


"Iya terserah kamulah tapi bisakah jika aku tidak ikut kalian kekebun.Tubuhku lelah sekali, aku ingin istirahat saja disini" kata Mike pada anak berumur 10 tahun didepannya


"Bisa aja sih tapi kak Elin akan ikut pergi dan dikebun nanti bakal banyak pemuda desa sini yang suka sama kak Elin, terutama bang joko yang sudah lama mengincar kak Elin" jelas Reno yang jelas-jelas sedang memprovokasi Mike.Dan hasilnya sangat memuaskan, Mike langsung bangkit dari tempat tidurnya lalu berdiri dengan semangat 45-nya


"Mari kita pergi kekebun" Ujar Mike membuat Reno melongo tidak percaya melihatnya

__ADS_1


"Tapi tadi kata kakak tidak ingin ikut?"


"Itukan tadi, sekarang aku akan ikut dan lagian ini bisa untuk sekalian olahraga, sudah lama aku tidak bekerja keras seperti ini"


"Baiklah, tapi ada baiknya kakak cuci muka dulu.Walau wajah kakak tampan, kurasa itu tidak akan membantu karena kak Elin suka kebersihan" timpal anak itu lagi membuat Mike berdesis kesal, bagaimana bisa dirinya lupa pada penampilannya yang biasanya selalu stand by sebagai yang terdepan bahkan tidak sedikit karyawan kantornya yang kena omelannya karena penampilan mereka yang tidak memuaskan dan sekarang dirinya bahkan lebih menyedihkan dengan penampilannya.


"Iya-iya, kamu keluar dulu aja.Aku mau cuci muka dulu"


"Kak, mau aku kasih tahu satu rahasia tentang kak Elin gak?"


"Rahasia! Apa itu?"


"Aku akan kasih tahu kalau ada bayarannya" anak itu nyengir sambil menengadahkan tangannya.Mike menatap tidak percaya dan menggelengkan kepalanya.Mau jadi apa anak itu saat besar nanti jika umur segini sudah matre ketulungan, Mike mengeluarkan beberapa lembar uang puluhan dan menaruhnya di telapak tangan Reno yang menengadah


"Nih! Sekarang kasih tahu apa itu, awas saja jika informasinya tidak penting" Reno hanya nyengir dan mulai menghitung uang ditangannya


"Hey, cepat kasih tahu.Rahasia apa?" Mike mengeram saat anak itu malah sibuk menghitung uang ditangannya


"He..he.." Reno menyuruh Mike menunduk dan mulai membisikkan sesuatu ditelinga pria itu


"Itu benaran kan?" Mike masih tidak percaya dengan apa yang diberitahu oleh Reno


"Oke, aku mengerti.Sekarang cepat keluar sebelum uangku habis untuk kamu.Masih kecil sudah seperti ini, mau jadi apa kamu besar nanti?"


"Tukang malak" jawab Reno santai sembari melangkah keluar meninggalkan Mike yang hanya mampu menggelengkan kepalanya dengan sikap anak kecil itu


πŸ€πŸ€πŸ€


Semua persiapan sudah siap sedia, Elina sudah mengurus semua persiapan mereka untuk berangkat ke kebun dimulai dari bekal dan juga alat-alat yang perlukan lalu dia mulai memilah adik-adiknya yang ikut ke kebun dan yang tetap tinggal di panti untuk mengurus keperluan di panti.


"Baiklah, semua sudah siap kan.Ayo kita berangkat" ujar gadis berusia 20 tahun itu dengan semangat diikuti oleh adik-adiknya yang juga bersemangat


"Aku ikut" seru sebuah suara yang baru keluar dari kamar.Elina menatap malas pada pria yang hanya menampilkan wajah bingungnya saat seluruh netra anak-anak panti tertuju padanya


"Kami ingin berkebun bukan bertamasya jadi buat apa Anda ikut?" ujar Elina


"Aku tahu, aku juga ingin ikut berkebun"

__ADS_1


"Kami disana akan bekerja keras bukan bermalas-malasan dan lagian apa Anda yakin cukup kuat untuk bekerja dibawah terik matahari?" tanya Elina meremehkan, dia sepenuhnya mengabaikan tentang ungkapan cinta Mike semalam karena Elina yakin semua itu hanyalah omong kosong belaka


"Kamu meremehkan kekuatanku?" Mike balik bertanya


"Apa belum cukup kamu melihat kekuatanku sebelum ini?" lanjutnya dengan pertanyaan yang cukup ambigu tapi Elina tahu jelas maksud pria itu


"Jelas itu beda dengan i.." ujaran Elina terpotong suara bu panti yang menyuruh mereka agar berhenti berdebat dan segera pergi sebelum matahari naik dan membuat cuaca semakin terik dan panas


Mike tersenyum penuh kemenangan, matanya terus menatap elina tanpa berniat untuk mengalihkannya.Gadis itu menyanggul rambutnya yang sudah memendek, mmbuatnya terlihat lebih nyaman


"Ayo berangkat, biarkan saja nak Mai ikut.Dia akan banyak membantu kita nanti" kata bu panti dan mulai mengiring anak-anak panti untuk berjalan menuju kebun mereka.Mike melangkah mendekat pada Elina, dan bertanya


"Apa kita tidak sarapan dulu?"


"Kami semua sudah selesai sarapan dari tadi,Anda saja yang kesiangan" gadis itu menjawab tidak peduli dan mulai mengikuti langkah bu panti serta anak-anak panti lainnya


Mike menghembuskan nafasnya lesu dan bergumam


"Ini akan berat" lirihnya menatap punggung Elina yang berbaur sama anak-anak panti


.


.


.


Visual




MICHAEL ANANDA(MIKE)



__ADS_1


ELINA JULIANA


Kritik dan saran diharapkanπŸ™


__ADS_2