The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 47


__ADS_3

Suara tepukan menggema membuat Mike mengalihkan tatapannya pada sang penepuk yang tersenyum remeh padanya


"Bagus sekali Mike.Sikapmu itu menjadi tolakan seberapa menjijikannya dirimu" cecar Revan merasa begitu kesal pada teman lamanya itu


"Lihat sekelilingmu!" Mike tersentak saat melihat tatapan polos beberapa anak-anak panti yang tertuju padanya apalagi kini dirinya sedang mencengkram kasar rahang Imelda, dengan gerak spontan dirinya melepas mantannya itu yang terbatuk-batuk


Revan menggelengkan kepalanya menyayangkan sikap Mike


"Kau masih sama seperti dulu ternyata.Heh! Seorang gelandangan akan tetap seperti gelandangan pada akhirnya" lanjut Revan lagi masih dengan senyum remehnya.Rahang Mike mengetat mendengar sindiran langsung Revan padanya, tangannya terkepal ingin segera menghantamnya pada wajah Revan namun, tatapan polos beberapa pasang mata membuatnya menahan diri


"Kau tidak perlu menilai seberapa buruk diriku Revan.Nilai saja dirimu dulu" timpal Mike dengan datar


"Itu sudah kulakukan tanpa perlu kau ingatkan Mike, aku tidak sepengecut dirimu, asal kau tahu saja" Revan mengalihkan tatapannya pada Elina yang terdiam menunduk


"Sebaiknya kau ambil calon istrimu itu dan lepaskan Elina.Jangan pernah mengganggu kami lagi"


"Dia masih istriku Revan" terdapat penekanan keras dalam ucapan Mike


"Aku akan mengurus perceraian kalian" Revan berucap enteng


"Aku tidak akan pernah menceraikan Elina"


"Jadilah pria sejati yang memegang janji Mike.Jangan kau coba menjilat ludahmu sendiri.Ingat kata-katamu padaku, aku bawa Imelda kembali padamu dan kamu akan melepaskan Elina walau semua hal tidak akan pernah sama lagi dalam beberapa tempat" jelas Revan mendekati Elina bermaksud memeluk gadis rapuh itu


"Jangan berani kau sentuh istriku" Mike dengan segera menggagalkan Revan yang ingin memeluk istrinya


"Atau akan kubuat wajahmu tidak berbentuk" lanjut Mike, Revan masih menampilkan senyum sinisnya


"CUKUP!!!" teriak Elina dibatas emosinya dalam perdebatan dua pria didepannya.Elina menghirup nafasnya dan menghembusnya dengan kasar, menegakkan kepalanya dan matanya sudah tampak berair menatap dua pria yang punya peran besar dalam kisah hidupnya.Entah itu peran baik atau peran buruk


"Aku ingin bercerai" ujarnya tegas dihadapan Mike yang terdiam


"Tapi Sayang.."


"Pada dasarnya aku tidak punya hubungan apapun dengan Anda ataupun tunangan Anda dan kini Anda tidak punya hak mengekang diri saya dalam pernikahan konyol ini. Calon istri Anda masih hidup dan itu berarti aku tidak pernah membunuhnya ataupun mengusik kehidupan kalian.Jadi, tolong ceraikan saya.." pinta Elina memberanikan diri menatap tajam mata Mike walau air bening dari matanya tidak bisa ditahannya agar tidak keluar, air bening itu terus meluncur turun melewati pipinya


"Tapi aku tidak bisa melakukan itu, Elina" Mike berucap dengan memelas, Revan dibelakang Elina hanya menatap datar pasangan didepannya


"Lalu, bagaimana bisa Anda menuduhku sebagai pembunuh saat itu? Anda dengan kejamnya merenggut kehidupanku dan sekarang Anda mengatakan tidak bisa menceraikanku" Elina meledak dalam emosinya

__ADS_1


"Aku tidak bisa melakukannya Elin karena ada anakku dalam kandunganmu"


"Anak lagi, anak lagi yang menjadi alasan Anda.Anda tidak bisa mengekang saya hanya dengan alasan anak tuan Michael" air mata terus mengalir dari mata polos Elina namun, tatapan tajam itu juga tidak pudar dari manik matanya pada Mike


"Baiklah, kalau begitu biarkan aku tetap bersama denganmu sampai anakku lahir, setelah dia lahir, aku akan menceraikanmu" Mike berucap dengan lesu, bukan ini yang dia inginkan dan sungguh lidahnya seakan kelu untuk mengucapkan kata perceraian pada Elina namun, dirinya tidak punya pilihan.Hanya itu satu-satunya cara dia bisa mengulur waktu permintaan perceraian Elina sampai Mike punya cara lain untuk mempertahan wanita yang sudah mendiami hatinya itu


Elina terdiam dengan ujaran Mike tersebut, ingin menolaknya namun, hatinya seakan berkata, dia juga tidak boleh egois dalam mengambil keputusan.Walau bagaimanapun bayi dalam kandungannya tetaplah anak kandung Mike


"Apa janji Anda bisa dipegang, Anda tidak akan mengingkarinya kelak jika anak ini sudah lahir?" Elina memastikan dan Mike hanya mengangguk tanpa menjawab apapun, dia tidak dapat menjanjikan itu semua


"Baiklah, tapi untuk sekarang.Aku mohon, tolong menjauh dari diriku" pinta Elina lalu berbalik bermaksud masuk kedalam panti


"Tapi say.." ujaran Mike hanya bisa tergantung diudara saat Elina memilih langsung meninggalkannya masuk kedalam panti kembali


"Sebaiknya kau segera pergi Mike, kau dengar kan? Apa yang Elina ucapkan tadi, menjauhlah dari Elina mulai dari sekarang dan bawa pulang juga sekalian wanitamu itu" ujar Revan melangkah memasuki panti


"Jangan pernah berani kamu sentuh istriku" teriak Mike saat Revan sudah berada di pembatas pintu panti


"Kau tenang saja, aku tidak sebejat dirimu.Sepuluh tahun aku menjaga Elina tanpa berbuat hal bejat padanya, aku pria baik-baik Mike" Revan sedikit menyimpulkan senyum miringnya pada Mike sebelum memasuki panti untuk menemui kekasihnya


"Sayang"


Mike menarik nafasnya pelan dan menghembuskannya, mencoba menetralisir emosinya yang seakan ingin meledak


"Ayo kembali ke Jakarta, kamu berutang penjelasan padaku" ujarnya kemudian melangkah kearah mobilnya dan Imelda mengikutinya dari belakang dengan takut-takut


Mike pergi meninggalkan panti itu menyisakan tanda tanya yang begitu besar dari wajah-wajah polos penghuni panti, tidak lama setelah kepergian Mike, ibu panti kembali dari tugasnya menghadiri acara desa yang langsung disambut dengan cerita tentang Mike dan Elina dari mulut kecil Reno dan Nita


🍀🍀🍀


Elina meredamkan suara tangisnya dengan menelungkupkan wajahnya diatas bantal, dia merasa begitu bodoh selama ini, merasa begitu dipermainkan.Baru saja dirinya merasa bahagia dan hatinya mulai menerima Mike,namun kenyataan yang didapatnya benar-benar kembali menghempasnya kedasar jurang yang terdalam


Wanita yang sedang mengandung itu sepenuhnya mengabaikan panggilan Revan dipintu, dia larut dalam tangisnya


"Kenapa?..Kenapa disaat aku mulai mencintainya, kenyataan ini baru hadir Tuhan" lirihnya dengan pilu.Elina menggeleng, dia tidak ingin menjadi wanita lemah yang cengeng namun, faktanya dia hanyalah wanita yang begitu menyedihkan


"Elin, buka pintunya.Biarkan mas masuk untuk melihatmu" Revan diluar pintu terus-menerus mengetuk pintu memanggil Elina


"Nak Revan" panggil bu panti saat melihat Revan

__ADS_1


"Ibu..iya saya Revan.Ibu apa kabarmya?" Revan langsung menyalami bu panti dan dengan sopan bertanya kabarnya


"Ibu baik nak.Kamu kapan kembali ke panti?"


"Baru sekitar 1 jam bu saya sampai disini"


"Oh, kamu sudah ketemu Elina? Dia sudah menikah, apa Elin ada memberitahumu?"


"Iya bu.Saya sudah tahu" jawab Revan dengan ekspresi terluka, bu panti menepuk pelan bahunya


"Kamu yang sabar nak, ibu yakin.Pasti Tuhan sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untukmu" nasihat bu panti, beliau tahu bagaimana hubungan Revan dan Elina selama ini dan beliau juga yakin, pria muda didepannya ini sangat terluka dengan apa yang menimpa Elina


Revan tidak menjawab, dia belum menyerah dalam mendapatkan Elina.Dia akan terus memperjuangkan gadis itu sampai Tuhan menunjukkan takdirnya yang sesungguhnya


Bonus pict



Mike



Elina



Revan(suamiku😘)



Imelda si seksoy


.


.


.


Kritik dan saran diharapkan🙏

__ADS_1


__ADS_2