The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 32


__ADS_3

Sebuah mobil hitam mewah bermerek Rolls-Royce Phantom tampak memasuki jalanan perdesaan membuat beberapa orang yang mengenal dunia otomotif terbelalak kaget.Apa sedang ada Crazy rich atau artis memasuki desa, hingga para penduduk desa dapat melihat rupa dari mobil yang harganya di tafsir selangit itu


"Sepertinya aku baru saja melihat sarang duit lewat" ujar salah seorang remaja desa yang sedang sibuk mengatur pergerakan kerbaunya yang bergerak tidak teratur


"Iy, aku juga melihatnya..suatu saat nanti apakah aku bisa ya, naik mobil semewah itu?"timpal teman disebelahnya


"Tenang saja, bukan hanya mobil itu yang akan kita kendarai nanti..kita juga akan mempunyai Range Rover Velar" jawab remaja itu lagi membuat temannya bersemangat dan tersenyum


"Tapi dalam mimpi ha..ha..ha" lanjutnya sambil tertawa, puas mengerjai temannya.


"Ah kamu ini.." si teman langsung memukul lengan si remaja dengan keras karena kesal dikerjai.Tapi semua mimpi yang mereka rangkai pasti akan tercapai jika mereka mau berusaha dengan keras untuk mendapatkannya


Didalam mobil mewah itu, Mike tersenyum tipis ketika dia mulai memasuki desa lebih dalam menuju sebuah alamat panti yang diberikan suruhannya.Mike menggenggam setir dengan erat dan jantungnya mulai berdetak lebih cepat membayangkan akan segera bertemu dengan Elina saat sebuah kebenaran mulai terungkap


"Semoga dia tidak terlalu terkejut dengan kedatanganku nanti" gumamnya lirih menatap secarik kertas yang berisi alamat panti asuhan tersebut.Mike bahkan menonaktifkan handphonenya hanya agar dirinya tidak diganggu dengan panggilan yang selalu menghiasi harinya baik itu masalah kantor ataupun gangguan dari para sahabatnya


Akhirnya Mike sampai di sebuah pekarangan panti yang diyakininya persis seperti alamat yang tertera.Anak-anak panti yang sedang bermain memandang bingung mobil mewah itu memasuki pekarangan halaman panti mereka.Tidak biasanya ada mobil mewah yang hanya dapat mereka lihat di TV memasuki panti mereka, karena biasanya hanya mobil biasa yang pernah masuk.Itupun hanya sebagai donatur di panti tersebut.Tetap saja penampilan mobil itu membuat mereka penasaran,walau mungkin itu donatur baru untuk panti mereka, pikir anak-anak itu.


Mike keluar dari mobilnya dan menatap anak-anak panti yang memandangnya dengan pandangan ingin tahu serta beberapa menatapnya dengan pandangan aneh


"Siapa orang ini? Sepertinya belum pernah lihat" seorang anak bersuara cempreng membuka suara sambil menatap penuh selidik pada Mike yang kebingungan dengan pandangan anak-anak itu.


Penampilan anak-anak itu begitu sederhana bahkan terkesan kumuh dan kotor tapi Mike tidak pernah merasa jijik ataupun bermasalah dengan itu semua karena dirinya pernah berada di posisi itu, bahkan lebih parah dari itu.Dirinya pernah kelaparan hingga terpaksa mencari makanan dalam tong sampah, pernah kedinginan tanpa ada tempat tinggal dan pernah dicaci maki dengan kejam hanya karena meminta sebuah pekerjaan demi sesuap nasi


"Hai.." sapanya dengan canggung, tidak tahu harus bersikap bagaimana

__ADS_1


"Roni, jangan ganggu kakak tampan itu.Dia mungkin tamunya ibu.Ayo kamu pergi saja" seorang gadis kecil menarik tangan bocah kecil yang bernama Roni agar menjauh dari Mike yang mulai berkeringat dingin melihat tatapan-tatapan anak kecil semua mengarah padanya


"Maaf nak..cari siapa ya?" suara ibu panti yang baru saja keluar membuat Mike bernafas lega, setidaknya dia bisa lepas dari tatapan penasaran para bocah cilik didepannya


"Ah ya..saya perlu bicara dengan ibu" jawab Mike dengan canggung dibawah tatapan aneh yang diberikan oleh ibu panti


"Baiklah, ayo..mari masuk dulu" Mike buru-buru melangkah memasuki ruang tamu panti itu setelah bu panti mempersilahkannya.Sedangkan anak-anak panti memilih mengintip dibalik jendela dan pintu, masih penasaran dengan sosok Mike yang baru mereka lihat


"Jadi, boleh ibu tahu.Apa gerangan anak muda tampan seperti Anda datang kemari?" tanya bu panti sesaat setelah Mike meminum minuman yang disuguhkan didepannya.Mike menghembuskan nafasnya perlahan, menyiapkan mental untuk memperkenalkan diri didepan wanita yang mempunyai peran besar bagi Elina mungkin


"Maaf sebelumnya bu.Izinkan saya memperkenalkan diri.Saya Michael Ananda, biasa dipanggil Mike" kening bu panti mengerut, merasa aneh dengan nama itu.Lidahnya tidak terbiasa dengan nama yang rumit


"Sebenarnya saya datang kemari bertujuan untuk menemui Elina" Mike memegang tengkuknya merasa kaku dengan ekspresi yang ditampilkan ibu panti


Disisi lain, seorang gadis cilik berlari kearah Elina yang sedang fokus dengan ramuan herbalnya


"Kak Elin..." panggil gadis cilik itu ngos-ngosan


"Ada apa Nita?" tanya Elina heran melihat gadis cilik yang dipanggilnya Nita itu berlari untuk menemuinya


"Kak, didepan ada seorang kakak tampan datang dengan mobil mewah kemari" jelas Nita setelah berhasil mengatur nafasnya.Kening Elina semakin mengerut bingung


"Siapa?"


"Kami tidak kenal kak..tapi sepertinya kakak itu mencari kak Elin.Soalnya dia mengucap nama kakak pada ibu panti" jelas anak itu

__ADS_1


Mendengar itu, tanpa kata-kata Elina dengan segera bangkit menuju ruang tamu meninggalkan Nita yang melongo.Entah kenapa hatinya berkata yang datang itu adalah ayah dari janinnya dan kenapa dia malah berjalan keruang tamu, bukankah seharusnya dia sembunyi sekarang supaya pria itu tidak melihatnya


Namun Elina seakan merasakan tubuhnya melangkah dengan sendirinya menuju pria itu,dirinya ingin memandang wajah yang entah bagaimana dirindukannya sekaligus dibencinya


Tubuh mungilnya terhenti dibatas penghubung ruang tamu saat netranya melihat pria itu sedang duduk berbicara dengan ibu panti.Matanya seakan memanas melihat pria itu, pria yang sudah begitu dalam menghancurkan hidupnya


Rasa marah dan benci masih memenuhi dadanya pada pria itu walau ada sedikit rasa rindu yang hadir entah karena apa.Elina masih berdiri menatap Mike yang masih sibuk menjelaskan pada ibu panti, batinnya berteriak menyuruhnya untuk segera pergi tapi egonya terdiam ingin melihat apa yang akan dilakukan pria itu hingga menemuinya sampai kemari


Mike yang sedang fokus menjelaskan alasan kenapa dia ingin menemui Elina pada ibu panti terdiam saat matanya melihat siluet gadis itu berdiri di pembatas ruangan dengan tatapan menusuk kearah dirinya


"Elina" ucapnya lirih, spontan bangkit berlari pada gadis itu dan langsung memeluknya dengan erat, tidak ada yang dapat menggambarkan, sebesar apa penyesalannya terhadap gadis itu dan seberapa besar rasa rindunya pada Elina


Mike memeluk erat Elina seakan tidak ingin gadis itu lepas lagi dari dekapannya.Walau Elina tidak sedikitpun bereaksi dengan tindakannya yang memeluk gadis itu tiba-tiba, gadis itu hanya terdiam membeku, terkejut dengan pelukan tersebut


"Akhirnya aku menemukanmu Elina" ujar Mike dengan lembut sambil mencium pucuk kepala Elina yang berada dalam dekapannya.Bu panti juga terdiam melihat adegan itu, dia pikir pria yang menghamili Elina adalah pria kasar yang tidak bertanggung jawab tapi saat melihat bagaimana sikap Mike yang barusan membuat persepsinya menjadi berbeda


"Sepertinya anak muda ini mencintai Elina" batinnya tersenyum


.


.


.


Kritik dan saran diharapkanšŸ™

__ADS_1


__ADS_2