The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 41


__ADS_3

Senyum tidak pernah lepas dari wajah Mike semenjak kembali dari pantai, dia begitu bahagia Elina menerimanya dan setuju untuk menikah dengannya


"Darimana saja kalian?" tanya bu panti pada mereka begitu sampai di panti.Mike tersenyum canggung dan menjelaskan kalau dirinya yang membawa Elina pergi tadi pagi hanya bertujuan untuk healing sekaligus memberitahu ibu panti bahwa dia akan menikahi Elina besok


Bu panti menatap Elina, seakan bertanya kebenaran dari ucapan Mike.Gadis itu mengangguk membenarkan apa yang dikatakan oleh Mike


"Wah..selamat untuk kalian berdua" tutur bu panti dengan tulus, menatap Elina penuh kasih telah mempertimbangkan nasehatnya


Dua hari lalu, bu panti pernah bicara dengannya tentang hubungannya dengan Mike


"Elin, ibu tahu, mungkin berat bagimu untuk memaafkan semua kesalahan nak Mai karena ibu tidak tahu apa yang telah terjadi diantara kalian dan bagaimana nak Mai menyakitimu.Tapi, sekarang ibu dapat melihat kalau nak Mai tulus mencintaimu.Dia sedang memperjuangkanmu saat ini" Elina terdiam mendengar kata-kata bu panti


"Mungkin memang kesalahannya tidak dapat dimaafkan, ibu mengerti itu.Tapi, lihat dia sekarang.Nak Mai meninggalkan segala kemewahannya,pekerjaan mudahnya dan tinggal bersama kita, melakukan pekerjaan yang dilakukan pemuda desa pada umumnya.Tidak ada orang kaya yang mau melakukan itu semua kalau tidak didasari pada sesuatu yang ingin dicapainya dan disini, sesuatu yang ingin nak Mai capai adalah dirimu karena dia mencintaimu Elin" lanjut bu panti memandang dalam mata polos Elina yang hanya terdiam


"Pikirkan kata-kata ibu dengan baik.Cobalah menerima dirinya dan ubah dia menjadi pria yang lebih baik"


Petuah bijak dari ibu panti kini berbuah hasil, Elina menerima pinangan Mike


"Mudah-mudahan ini jalan yang terbaik yang Engkau takdirkan untukku Tuhan" batin Elina berharap


Malamnya, saat semua sudah siap akan menikmati makan malam.Mike melihat sekeliling mencari Elina.Namun, gadis itu tidak terlihat di ruangan yang digunakan penghuni panti untuk makan bersama


"Bu, Elina mana?" tanyanya pada ibu panti yang sedang sibuk mengatur makanan agar cukup untuk seluruh penghuni panti


"Elin sepertinya dibelakang, lagi siapin tambahan lauk" setelah mendapat jawaban itu, Mike bergegas kearah dapur dan dilihatnya Elina yang membelakanginya, sedang fokus menyusun lauk dipiring, pria itu tersenyum lalu berjalan mendekat tanpa suara


"Cah, akhirnya selesai juga" ujar Elina dengan riang, memegang piring lauk itu di kedua belah tangannya dan berbalik hendak membawa lauk itu.Namun, tubuhnya seketika terdiam kaku saat Mike kini berada tepat dihadapannya dengan senyum mesumnya


"Masak apa? sepertinya enak" tanyanya sambil melirik isi piring ditangan Elina yang masih terdiam


"Tapi ada yang lebih enak dari ini" lanjutnya pelan membuat Elina mendongak penasaran dengan kata lanjutan pria didepannya


Mike tersenyum penuh maksud dan menunduk mengecup pelan bibir Elina yang mematung karena kecupan tiba-tiba itu

__ADS_1



"Manis sekali" ujar Mike dengan tidak tahu malunya, mengambil pelan piring berisi lauk itu dari tangan Elina dan membawanya kedepan


"Ayo, makan bersama" kata pria itu tersenyum saat melihat Elina masih terdiam menatap pria gila yang bersikap kelewat aneh akhir-akhir ini dan itu tidak bagus juga untuk jantungnya yang juga mulai bermasalahah sejak pria itu bersikap manis padanya


πŸ€πŸ€πŸ€


Pagi hari..


Setelah semalam puas menggoda Elina, Mike terbangun dengan senyum lebarnya, hatinya merasa begitu bahagia karena dia akan segera memperistri Elina hari ini


Pagi-pagi sekali dia sudah bersiap, Mike berencana akan langsung ke kantor pencatatan sipil terdekat didesa itu, dia akan segera mengikat Elina sebelum gadis itu berubah pikiran dan mengacaukan segala rencananya.Dia akan menikahi Elina walau mungkin bukan pernikahan resmi tapi setidaknya Elina sudah punya status sebagai istrinya


Di kamar lainnya, Elina sibuk memilih pakaian apa yang akan dipakainya untuk pergi kekantor catatan sipil dengan Mike, semua pakaiannya hanya pakaian jadul gadis desa membuatnya kurang percaya diri.Ibu panti masuk kedalam kamarnya tidak lama kemudian,dilihatnya Elina yang kesusahan memilih baju apa yang akan dipakai gadis itu


"Pakailah ini saja nak.Kamu pasti akan sangat cantik" usul bu panti menyerahkan satu dress berwarna pinksoft pada Elina


"Baiklah bu" gadis itu menurut dan mulai memakainya lalu menunjukkannya pada bu panti yang menatap takjub


Mike mematung melihat gadis yang akan segera diperistrinya, matanya membelalak terpukau dengan penampilan Elina yang terlihat begitu cantik.Sedangkan Elina yang ditatap sedemikian rupa oleh Mike hanya mampu menunduk malu


"Nak Mai tolong jaga Elina dengan baik.Dia putri terbaikku dipanti ini.Kamu akan berurusan dengan ibu jika berani membuat putri cantikku ini menangis" tutur bu panti saat Mike dan Elina hendak pergi


"Baik bu.Saya berjanji, akan membuat Elina menjadi wanita paling berbahagia didunia ini" ucap Mike dengan penuh percaya diri mulai menuntun Elina masuk kedalam mobil


"Syukurlah" gumam bu panti dengan lega saat Mike pamit padanya dan mulai melajukan mobilnya menuju tempat dia akan menikahi Elina


πŸ€πŸ€πŸ€


Revan menghembuskan nafas kasar saat melihat kertas proyek ditangannya, dia bahkan tidak punya waktu untuk cuti walau hanya satu hari.Pekerjaan yang sudah ditanda tangani kontraknya benar-benar mengikat waktunya dan akan sangat tidak bertanggung jawab jika dirinya mencoba tidak peduli dengan itu semua.Rencananya untuk kembali kedesa harus kembali ditundanya selama dua hari kedepan sampai proyek yang ditanganinya benar-benar stabil


Di ujung pintu gedung yang hampir jadi itu, seorang gadis blonde menatap takjub pria yang sedang sibuk menjelaskan gambar proyek pada anak buahnya.Kemeja putih tampak membaluti tubuh pria itu, yang Claudia yakini dibalik kemeja itu tersimpan bongkahan roti sobek, Claudia pernah melihatnya.Tiba-tiba wajahnya terasa panas dan memerah saat teringat kejadian dulu dengan Revan

__ADS_1



Claudia merasa hatinya benar-benar sudah jatuh pada pesona seorang Revan.Dia berjalan mendekat kearah Revan, sekedar hanya untuk menyapa


"Hai Revan" sapanya pada pria itu yang cukup terkejut dengan kedatangan gadis blonde itu


"Claudia" ujarnya menatap aneh pada Claudia yang tampil dengan pakaian informal bukan dengan pakaian kerjanya yang biasa


"Kamu tidak ke kantor?" tanya Revan seraya menyerahkan segelas kopi latte pada Claudia, mereka kini berada dalam ruangan kerja Revan


"Aku baru saja dari kantor"


"Lalu pakaianmu?"


"Oh ini..aku sengaja memakainya karena Mike tidak masuk kantor seminggu ini.Kalau dia ada mana berani aku memakai pakaian seperti ini, dia sangat mengerikan ketika menilai penampilan" jawab Claudia sambil menyeruput kopinya dan tanpa sadar buih kopi itu membekas diatas bibirnya


"Jadi Mike belum kembali? Memangnya dia kemana, pergi selama itu?" Revan kembali bertanya tanpa melihat Claudia, dia mulai berpikir tentang alasan Mike menghilang selama seminggu ini namun, tidak ada jawaban jelas yang didapatnya


"Aku tidak tahu" Claudia menjawab polos sembari menatap Revan dan pria itu juga mengalihkan tatapannya pada gadis blonde disampingnya lalu ketawanya pecah detik itu juga melihat wajah gadis itu yang bibirnya belepotan buih latte kopi


"Kenapa kamu tertawa?" Claudia bertanya bingung dengan sikap Revan.Pria itu hanya menggeleng dan tangannya reflek tergerak membersihkan noda diatas bibir Claudia


"Kamu minum masih seperti anak kecil" ujar pria itu tersenyum lembut setelah selesai menghapus sisa itu.Claudia yang tersadar langsung meraih tisu mengelap bibirnya dengan malu


"Terima kasih" cicitnya pelan dengan malu sedangkan Revan hanya tertawa pelan memandang gadis itu yang tampak salah tingkah



Claudia Laurent


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™


__ADS_2