
Sepasang pasangan itu keluar dan menapaki jalan menaiki altar berdiri dihadapan para tamu yang datang. Mike menatap menyeluruh seluruh pengunjung, dapat dilihatnya Marcel dan Eric yang sibuk dengan kenyamanan istri mereka, tampak sekali dua pria beda kasta itu sangat mencintai istri mereka dan Billy disebelah yang sibuk mencuri pandang pada Dira, si suster manis. Perjuangan sahabatnya itu masih berlanjut sepertinya
Mike mulai membuka suara memperkenalkan Elina secara resmi sebagai istrinya dan memberitahukan kalau sang istri sedang mengandung buah cinta mereka yang tentu saja orang-orang itu tidak tahu awal yang sebenarnya. Mata pria itu menatap penuh kasih pada sang istri yang terlihat begitu cantik di matanya, kini dia sudah meresmikan pernikahan mereka yang berarti dia sudah memberitahu dunia kalau Elina miliknya seorang
Mike meraih kedua tangan sang istri lalu menatap penuh perhatian kedalam manik polos istrinya itu
" Bersediakah dirimu untuk menjalani kehidupan bersamaku baik itu dalam suka maupun duka, Elin" ujar Mike berharap, Elina menatap mata tajam sang suami yang tampak terpancar ketulusan didalam sana
" Aku bersedia mas" angguk Elina bersedia membuat Mike mengembangkan senyumnya bahagia
" Aku mencintaimu Elina juliana" lirih Mike yang pandangannya masih terjatuh pada sosok sang istri
" Aku juga mencintaimu suamiku Michael Ananda" jawab Elina dengan wajah memerah antara malu dan bahagia lalu keduanya bersatu dalam sebuah pelukan yang memicu riuh tepuk tangan para tamu
" Akhirnya pria itu berubah jadi normal kembali" komentar Eric sembari menatap pada Mike yang tampak begitu bahagia diatas Altar
" Setidaknya dia lebih manusiawi sekarang" timpal Marcel yang berada tidak terlalu jauh dari Eric
" Ah! Mike romantis sekali. Kenapa ya dulu aku tidak menikah dengan pria sepertinya, pasti akan sangat menyenangkan" ujar Lisa, istri Eric tiba-tiba. Pandangan mata ibu hamil itu tampak begitu berbinar-binar
" Kamu ingin aku bersikap romantis seperti itu?" tanya Eric yang mengerti kalau sang istri sedang menyindir dirinya yang sangat jarang bersikap manis dan romantis
" Siapa yang membicarakan dirimu, pertahankan saja wajah datarmu itu, huh" balas Lisa membuang muka tidak ingin melihat wajah tampan suaminya yang begitu dipujanya selama ini.
__ADS_1
Eric meraup wajahnya lesu saat mode cemburu istrinya mulai aktif. Marcel menahan tawa disebelah akan keadaan menyedihkan yang dialami Eric tanpa menyadari kalau dirinya juga sama menyedihkannya saat Vika memuji-muji Mike disana
" Percayalah Lisa, kau tidak pernah ingin berada di posisi Elina saat ini jika melihat awal kisahnya" ujar pria itu berusaha meyakinkan sang istri
" Siapa peduli, setidaknya dia bisa bersikap manis pada istrinya tidak sepayah dirimu dan pria disebelahmu itu" jawab Lisa ikut menuding Marcel yang tentu saja ingin melayangkan protes tapi keburu terpotong dengan asumsi sang istri, Vika
" Kau benar Lis, mereka memang suami payah, tidak bisa diandalkan. Ayo, tinggalkan saja mereka, kita kenalan sama istrinya Mike yuk, tampaknya dia juga sedang mengandung" ujar Vika menarik lengan Lisa menjauh dari para suami payah mereka dan mendekat pada Elina hingga membuat Mike juga harus mengalah membiarkan istrinya untuk dekat dengan para istri sahabatnya dan Mike ikut bergabung bersama sahabatnya
" Ternyata bukan kalian saja yang hobi menggangguku, para istri kalian juga sama menyebalkannya"
" Kami sedang tidak mood untuk berdebat" sahut Eric yang menatap garang Mike, dia masih kesal dengan pujian sang istri pada sosok sahabatnya itu. Romantis apanya?
" Iya, semuanya juga karena kau" timpal Marcel juga ikutan kesal karena sang istri yang juga terpana pada Mike
" Memang apa salahku?"
" Ric, dia kenapa?" tanya Mike menunjuk Marcel
" Cemburu" Eric menjawab seadanya dengan satu kata lalu berlari mengikuti Marcel, mereka punya kerjaan lain buat mengganggu Billy sekarang dan meninggalkan Mike dengan kebingungannya walau akhirnya pria itu juga ikut berlari bergabung dalam empat sekawan itu
๐๐๐
Kini dua raga itu tampak menjulang di sebuah gundukan tanah dimana disana tertidur raga orang yang paling berarti bagi Elina. Mike menunduk dan mengucapkan kata sapaan pada kuburan dimana tertulis nama Yudi di nisannya
" Maaf pak, saya datang terlambat" lirih Mike dengan penuh penyesalan
__ADS_1
" Hari ini saya kemari datang menemuimu hanya untuk sebuah kata maaf yang sangat terlambat saya haturkan padamu. Maaf, pernah meninggalkanmu disaat engkau membutuhkan pertolongan. Maaf, karena saya lari dari tanggung jawab saya disaat Anda berusaha untuk bertahan hidup, maaf karena lari disaat anda sekarat akibat ulah saya. Saya benar-benar minta maaf pak, saya menyesali seluruh perbuatan saya itu" tutur Mike mulai larut dalam tangis penyesalannya dan itu baru satu dari puluhan kesalahan yang dilakukannya pada keluarga Elina
" Maaf juga untuk kesalahan saya yang sudah menuduh dan menyakiti putri Anda, seorang putri yang pasti sangat Anda sayangi tapi saya perlakukan dengan tidak adil. Saya menuduhnya dengan sebutan pembunuh padahal sayalah pembunuh sesungguhnya, saya yang telah berdosa telah menghilangkan nyawa Anda dan lari disaat Anda masih ada kesempatan untuk hidup. Maafkan saya, maafkan saya" Mike benar-benar larut dalam penyesalannya, pria itu terisak sembari memukul keras dadanya karena rasa sakit akan penyesalan itu sendiri. Elina juga ikut terisak dalam tangisnya saat melihat bagaimana Mike menyalahkan dirinya sendiri dengan begitu keras akan semua kesalahan yang diperbuatnya di masa lalu. Elina ikut menunduk, memeluk sang suami yang terus terisak marah akan dirinya sendiri yang begitu kejam dulunya
" Saya mungkin tidaklah pantas untuk di maafkan karena semua kesalahan saya dulu, bahkan neraka pun tidaklah cukup sebagai hukuman pendosa seperti saya tapi saat ini, di tempat ini, dengan semua penyesalan ini, saya menghadap bapak untuk meminta restumu akan hubungan kami"
" Saya sangat mencintai putri bapak dan saya berjanji, saya akan mengganti segala air mata yang selama ini telah terbuang sia-sia dari mata Elina dengan tawa bahagia. Saya berjanji" Elina semakin mengeratkan pelukannya pada sang suami saat kata-kata itu terlontar. Mike meraih tangan mungil istrinya lalu menggenggamnya erat
" Didepan Anda saya meminta restu Anda untuk terus menggenggam tangan ini seumur hidup saya sampai maut memisahkan kami" kata Mike sembari mengangkat tautan tangan keduanya
" Saya berjanji akan menjaganya dengan segenap hati saya, Ayah mertua" kalimat terakhir Mike menatap penuh tekad pada papan nisan bertuliskan nama orang yang pernah menjadi korbannya dan kini sudah menjadi ayah mertuanya
Elina juga tampak mengungkapkan sepatah dua patah kata pada kuburan sang ayah yang tidak akan pernah lagi terdengar jawaban nyatanya
Saat keduanya memutuskan untuk pergi, dapat dirasanya angin lembut yang berhembus membelai keduanya seakan balasan dari sang ayah yang memberi jawaban akan restunya dari alam yang berbeda
" Terima kasih ayah" ujar keduanya yang seakan mengerti akan arti dari hembusan angin lembut tersebut sebagai tanda bahwa sang ayah telah memberi restunya untuk mereka
.
.
.
**Note: maaf untuk keterlambatan update. Saya update ketika ada waktu luang saja dan terima kasih untuk pembaca setia saya yang selalu mendukung terutama untuk sepuluh pembaca favorit saya yang tidak pernah bosan mendukung saya dengan karya receh ini.Orang lain punya penulis favorit tapi saya mempunyai pembaca favorit. Terima kasih atas dukungan kalian, saya begitu menghargainya
__ADS_1
Kritik dan saran diharapkan๐๐**