
Suasana kebun tampak begitu asri dengan warna kehijauannya, tampak banyak sayuran yang sudah siap panen disekelilingnya.Elina berjalan santai dan sesekali melempar senyum indahnya pada beberapa orang yang menyapanya ketika lewat, kalau yang menyapa perempuan atau bapak-bapak tua tidak apa-apa tapi kalau yang menyapa seorang pemuda auto ada yang tembakan laser dari sepasang mata pria dibelakang gadis itu
"Wuah Elin..lama tidak bertemu, kamu makin cantik aja.Kemana pengawal yang biasa menjagamu?" tanya seorang pemuda desa yang celingak celinguk mencari keberadaan Revan yang biasanya selalu menjaga Elina.Para pemuda didesa banyak yang tidak berani mengganggu Elina dulu karena Revan yang selalu sigap menghalang mereka ketika mencoba mengganggu atau sekedar menggoda Elina
"Mas Revan sedang ada kerjaan di kota" jawab Elina sekedarnya dengan senyumnya
Reno yang melihat Elina bicara dengan pemuda desa itu menyikut lengan Mike pelan yang sedang sibuk memilah alat berkebun
"Kak, lihat itu bang joko yang kubilang tadi.Dia suka sama kak Elin" adu anak itu pada Mike, Reno jadi pro sama Mike hanya karena bayaran yang didapat dari pria itu.Mike langsung memandang kearah yang ditunjuk oleh Reno dan dapat dilihatnya Elina yang sedang tersenyum dengan seorang pemuda desa
Dengan langkah lebar Mike berjalan kearah Elina meninggalkan semua alat-alat berkebun yang sedang dipilahnya untuk anak-anak panti.Begitu dia berada disamping Elina tangannya terulur merengkuh pinggang Elina membuat gadis itu terkesiap karena terkejut sedang pemuda didepannya hanya memandang bingung pria yang tiba-tiba merengkuh Elina itu, pria yang tidak terlihat seperti penduduk desa sana karena ketampanannya yang diatas rata-rata
"Apa-apaan kamu!" Elina langsung mencoba melepaskan diri dari Mike yang merengkuh erat pinggangnya
"Jangan bergerak atau jangan salahkan aku jika bertindak tidak sopan disini" pria itu berbisik pelan penuh ancaman ditelinga Elina yang membuat gadis itu membeku seketika.Ingatkan dia kalau pria disampingnya itu seorang iblis yang akan melakukan apapun sesuai keinginannya tanpa peduli dengan orang lain
"Siapa Anda?" pemuda didepan Mike bertanya dengan kening berkerut bingung
"Oh kenalkan, saya Michael Ananda, calon suami Elina" Mike beujar dengan penuh percaya diri sambil mengulurkan tangannya.Pemuda bernama joko itu memandang bingung sekaligus terkejut, dia melihat kearah Elina yang menggeleng supaya joko tidak percaya dengan bualan pria gila disampingnya
"Benarkah? Wuah, Elin kau ternyata mau nikah ya?" Pemuda desa itu malah menampilkan ekspresi takjub melihat pasangan didepannya dan menerima uluran tangan Mike
"Saya joko, ketua pemuda desa ini" ujar pemuda itu dengan bangga
"Selamat ya untuk kalian berdua.Padahal kupikir dulu kamu akan menikah dengan Revan lin..tapi jodoh memang gak kemana ya?" ujar pemuda itu dengan antusias
__ADS_1
"Tidak, kamu salah paham.Aku tidak punya hubungan apapun dengannya" kata Elina melepas paksa tangan Mike yang merangkul pinggangnya dan mengibas-ngibaskan tangannya mencoba menjelaskan pada joko kalau dirinya tidak punya hubungan apapun dengan Mike
Pemuda itu semakin bingung melihat keduanya, Elina yang terus membantah dan Mike yang menatap Elina dalam
"Sekarang kamu sudah tahu kan kalau Elina milikku jadi tolong jangan mengganggunya" kata Mike memecahkan kebingungan Joko.Pemuda itu nyengir dan meminta maaf sudah mengganggu dan pamit berlalu begitu melihat keposesifan pria disamping Elina
"Dulu Revan sekarang pria itu.Kenapa pria-pria disekitar Elina pada posesif semua ya?" gumam Joko kebingungan sembari melangkah menjauh dari dua insan itu
"Apa-apaan kamu hah! Siapa yang kau sebut calon istrimu?" Elina berteriak kesal pada Mike begitu Joko menjauh
"Aku tidak suka ada pria lain yang mengganggumu jadi jangan coba-coba dekat pria manapun didepanku"
"Apa hakmu untuk mengaturku harus dekat dengan siapa atau tidak"
"Tentu aku punya hak.Kamu sedang mengandung anakku"
"Aku tidak peduli.Selama kamu sedang mengandung anakku.Ingat, jangan coba-coba dekat dengan pria lain karena aku tidak dapat mentolerirnya dan aku bisa saja bertindak hal yang lebih gila nantinya" jawab Mike berkeras menatap mata polos Elina yang seakan menusuk bola matanya
"Dasar gila" desis Elina dan melangkah menjauh dari Mike sambil sesekali menghentakkan kakinya kesal.Mike tersenyum melihatnya
"Dia manis" gumamnya tersenyum kearah Elina yang mendekat ke gerombolan anak-anak panti yang sedang menarik gulma yang tumbuh menutupi tanaman sayuran mereka
๐๐๐
Hari menjelang siang, matahari sudah berada tepat diatas kepala mereka.Anak-anak panti banyak yang sudah lelah dan memilih untuk istirahat disebuah dangau yang khusus dibangun untuk tempat beristirahat dikala lelah bekerja
__ADS_1
Namun Mike yang merupakan satu-satunya pria dewasa disana seakan tidak kenal lelah, pria itu melakukan apapun dengan begitu baik.Mike mencangkul, memacul, menyiangi bahkan menabur benih tanaman dengan begitu lihai.Elina dan Bu panti hanya menatap takjub pria itu, tidak pernah menyangka seorang Mike bisa melakukan semua itu dibawah terik matahari yang menyengat
"Nak Mai, istirahat dulu" tutur Bu panti dengan sedikit berteriak saat melihat Mike masih terus memangkas gulma yang tumbuh menutupi tanaman ketela yang merambat
"Iya Bu,sebentar lagi selesai" jawabnya juga dengan berteriak, dia benci jika tidak menyelesaikan pekerjaan itu segera.Benci kalau harus mengerjakannya setengah-setengah ketika dia mampu untuk menyelesaikannya
"Elin, bawa air minum ini untuk nak Mai sebentar.Dia pasti kehausan setelah lama dibawah terik matahari" ujar bu panti pada Elina yang berusaha acuh pada Mike sejak kejadian tadi.Ingin rasanya gadis itu menolak, tapi rasa tidak enak membuatnya mau melakukan apa yang disuruh bu panti padanya
"Baiklah bu" Elina membawa teko yang berisi air dan sebuah gelas ketempat Mike yang sedang sibuk membersihkan gulma yang menutupi tanamannya
Gadis itu mendekat dan menyuruh pria itu untuk beristirahat atas suruhan bu panti.Mike yang melihat Elina, tersenyum lembut dengan peluh yang membanjiri wajah tampannya
"Sebentar, ini sebentar lagi selesai" ujar pria itu semakin semangat memotong gulma yang mengganggu hingga tidak menyadari seekor ular berbisa yang merayap cepat dalam balutan rumput parasit itu.Mike menunduk hendak mengumpulkan gulma itu dalam satu tumpukan, namun baru saja dia menyentuh rumput itu si ular yang merasa terancam didalam balutan rumput itu langsung mengeluarkan jurus mematuknya yang tepat mengenai bibir bawah pria itu
"Aaww" ringis Mike seketika yang langsung melepaskan tumpukan rumput hama yang sudah terkumpul dalam dekapannya hendak dibuangnya.Pria itu langsung memegang bibirnya yang sudah terdapat tanda cinta dari si ular berupa dua titik bekas gigi taringnya dan langsung melarikan diri begitu selesai menyerang pria itu dan Mike melepas tanaman hama itu ditangannya
"Mike.." ujar Elina khawatir, dia dapat melihat dengan jelas saat Mike digigit ular itu karena posisinya yang dekat dengan pria itu.Gadis itu berlari pelan mendekat pada Mike
"Kamu tidak apa-apa?" tanyanya meletak teko air ditangannya dengan sembarang dan tanpa sadar menyentuh wajah Mike untuk melihat bekas gigitan Ular itu pada Mike
"Ya Tuhan..ini berbisa" serunya panik saat melihat bekas taring ular itu di bibir Mike yang hanya meringis kasakitan saat bisa ular itu terasa bagai merobek bibirnya
.
.
__ADS_1
.
Kritik dan saran diharapkan๐๐