The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 42


__ADS_3

Dua insan itu tampak memasuki kantor pencatatan sipil, Mike masuk dengan wajah bahagianya sedangkan Elina masuk dengan wajah tegangnya.Bagaimana dia tidak tegang jika sebentar lagi dirinya akan menyandang status sebagai istri dari pria yang pernah menuduhnya sebagai pembunuh


Tangan besar Mike menggenggam tangan Elina, memberikan semangatnya pada gadis itu


"Semuanya akan baik-baik saja, yakinlah!" kata Mike lirih menatap penuh kelembutan wajah cantik didepannya.Mungkin Elina tidak secantik dan seseksi Imelda tapi gadis didepannya punya nilai plus tersendiri dibalik tubuh mungilnya


Elina mengangguk dan mulai memasuki kantor itu, mengiringi langkah lebar Mike.Mereka melakukan prosedur yang dibutuhkan dan melalui prosesnya dengan lancar.Keduanya diminta berfoto bersama, Mike langsung menarik gadis itu agar duduk disampingnya.Elina dengan wajah canggung juga berusaha tersenyum lebar, setidaknya dia harus terlihat bahagia di foto itu walau kenyataannya tubuhnya kaku karena canggung


CEKREKK..



foto mereka berhasil diabadikan dalam kamera.Kini mereka telah resmi sebagai sepasang suami-istri


Mike yang bahagia memeluk erat tubuh wanita yang baru saja menyandang status sebagai istrinya


"Lepas, malu dilihat orang" desis Elina saat pria yang baru saja jadi suaminya itu memeluknya erat didepan orang-orang pengurus kantor tersebut


"Memangnya kenapa? Aku kan memeluk istriku! salahkah?"


"Tidak salah, tapi kamu salah tempat" kata Elina pelan.Mike menatap istrinya itu dengan lembut


"Bisakah kamu memanggilku mas sekarang?" ujar pria itu lagi, Elina terdiam.Ingin menolak karena dia tidak bisa memanggil begitu selain pada Revan tapi pria didepannya sudah berstatus suaminya sekarang


"Akan kucoba" jawabnya kemudian.Mike mengacak pelan rambut Elina


"Baiklah..sekarang ,ayo kita pergi" ajaknya menarik Elina keluar setelah mendapatkan buku nikahnya


πŸ€πŸ€πŸ€


"Jadi, ada apa kamu kemari?" tanya Revan saat mereka sudah bicara panjang lebar namun tidak ada pembahasan penting


"Aku hanya sekedar mampir saja, sekalian memantau jalannya proyek ini juga biar nanti, kalo si Mike tanya aku bisa menjawab perkembangannya" kata gadis itu yang tentu saja hanya sebagai modus karena kenyataannya dia datang kesana karena rindu ingin melihat Revan


"Perkembangannya lumayan lancar yah..seperti yang kau lihat,tinggal perbaikan dibeberapa bagian saja dan kurasa, minggu ini gedung ini akan rampung dibuat.Terlebih kami menggunakan..." jelas Revan dengan profesional.Claudia menatap penuh minat pada pria didepannya yang sedang menjelaskan detail komponen dan pembangunan gedung itu


"...Gedung ini akan sangat berharga jika nanti berhasil direalisasikan sebagai hotel, itulah intinya" Revan terus menjelaskan tanpa sadar dengan pandangan Claudia yang terkagum-kagum padanya

__ADS_1


"Claudia, kau mendengarku tidak?" tanya Revan saat tidak mendapat tanggapan apapun dari gadis itu


"Eh,i..iya.Aku dengar kok" jawab Claudia gelagapan tersadar dari lamunannya tentang Revan.Wajahnya kembali memerah malu


"Jadi, bagaimana pendapatmu?"


"Kurasa itu benar.Gedung ini akan membawa keuntungan besar bagi Middle Corp." Claudia bahkan tidak tahu apa yang dijawabnya.Revan mengulum senyum, menumpukan sebelqh tangannya pada meja dan tersenyum menatap Claudia



"Ke..kenapa tersenyum begitu?" Claudia salah tingkah dengan tatapan Revan


"Kamu lucu.Jadi, daritadi aku menjelaskan kamu tidak mendengarnya kah? Lalu apa yang kamu pikirkan sejak tadi?"


"Ti..tidak, aku tidak memikirkan apapun" jawab gadis itu semakin dibuat salting


"Biar kutebak! Apa kamu lagi memikirkan atasanmu Mike?"


"Tidak, siapa juga yang sudi mikirin orang menyebalkan seperti dia" tawa Revan kembali pecah, dia sangat suka ketika bibir ranum Claudia menjelekkan Mike


"Lalu apakah yang kamu pikirkan hingga tidak fokus dengan penjelasanku?"


"Penasaran soal apa?" kening Revan berkerut bingung


"Aku mendengar kamu menyebut nama Imelda, apa itu nama kekasihmu?" Revan menatap wajah Claudia dengan wajah yang kembali datar saat gadis itu bertanya pertanyaan itu


"Bukan, kekasihku bernama Elina.Dia tidak sama dengan perempuan ****** seperti Imelda"


"Lalu kenapa kamu tampak seperti ingin mengejar wanita bernama Imelda waktu itu?" Claudia kembali bertanya untuk menghapus rasa penasarannya


"Dia Imelda kekasih dari atasanmu Michael Ananda" jawab Revan dengan serius.Claudia membulatkan matanya terkejut


"Apa maksudmu! Bukankah Imelda dikabarkan sudah meninggal?" tanya gadis itu lagi memastikan


"Kau benar, dia memang dikabarkan telah meninggal tapi kemarin aku jelas-jelas melihatnya masih masuk hotel dalam keadaan sehat"


"Tapi bagaimana kamu bisa kenal dengan tunangannya Mike?"

__ADS_1


"Aku pernah mendesain rumah impian mereka sebelum berita wanita itu meninggal tersebar" jawab Revan seadanya,mencoba menutupi sebuah fakta yang cukup menyakitkan baginya.Lebih baik jika Claudia tidak tahu lebih banyak tentang hubungan Dia-Elina dengan Mike-Imelda karena gadis itu tidak ada sangkut paut apapun dengan itu semua


Claudia manggut-manggut mencoba mengerti apa yang dibicarakan oleh Revan.Walau, jujur dia masih bingung dengan hubungan antar Mike,Imelda,Revan dan kekasih Revan.Otak cerdasnya bahkan tidak dapat menerka jawaban untuk alasan apa Revan bersikap begitu serius malam itu saat melihat Imelda padahal wanita itu hanya kekasihnya dari Mike


πŸ€πŸ€πŸ€


Tangannya terasa begitu pegal karena terus-terusan digenggam oleh Mike sejak mereka memasuki mobil dan pria itu tidak melepasnya sedikitpun malahan terus-terusan memberikan kecupan-kecupan ringan pada tangan mungil dalam genggemannya


"Aku bahagia, akhirnya kamu menjadi istriku Elina" ujar Mike dengan senyum bahagianya.Elina hanya terdiam tidak menjawab apapun, entah kenapa dia merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi.Apa dia salah mengambil keputusan untuk menikah dengan Mike


"Kamu kenapa Elina?" tanya Mike saat melihat gelagat gelisah dari wajah Elina


"Aku tidak apa-apa, hanya pegal saja" jawab Elina mencoba menutupi rasa gelisahnya yang hadir tiba-tiba entah karena apa


"Kamu pasti kelelahan, begitu sampai di panti.Kamu langsung istirahat ya" tutur Mike dengan lembut


"Eum.." Elina hanya bergumam dan mencoba menutup matanya untuk menghilangkan rasa gelisah tidak berdasarnya


Mike menatap dalam Elina yang terpejam disampingnya.Bagaimana dia akan menjelaskan segalanya nanti pada Elina, dia sudah menyakiti gadis ini terlalu dalam dan akan lebih menyakitkan bagi gadis itu jika tahu kebenaran jika Imelda masih hidup dan dirinya telah melakukan kesalahan besar pada Elina


"Maafkan aku Elina" lirihnya pelan menatap sendu kearah istrinya itu


Sesampainya di panti, mereka disambut dengan antusias oleh penghuni panti terutama bu panti yang mengucap selamat pada pasangan itu


"Semoga kalian bahagia dengan pernikahan ini ya nak" tutur bu panti memeluk penuh kasih Elina sedang Mike hanya tersenyum melihat sukacita itu.Dia merasa saat ini dirinya sudah lebih manusiawi, dia sering tersenyum lepas akhir-akhir ini padahal sebelumnya senyuman yang ditampilkannya lebih ke bentuk formalitas saja


"Cie..yang baru jadi penganten baru" goda Reno, si bocah cilik yang matre.Mike menatap bocah itu


"Terima kasih ya atas saranmu,boy" ujar Mike menyentuh kepala bocah itu


"Kan sudah ku bilang, pasti akan berhasil.Jadi, mana bayaran untukku" Reno menengadahkan tangannya pada Mike meminta imbalan dari apa yang dibetitahukannya


"Bayaran apa?" tanya Elina dibelakang tubuh bocah itu yang membeku seketika


Mati dia!!!


.

__ADS_1


Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™


__ADS_2