The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 67


__ADS_3

Tatapan prihatin tampak dilayangkan oleh Dira pada sosok perempuan hamil yang yang kini terbaring tidak sadarkan diri, perempuan yang baru saja diketahuinya telah berubah status menjadi istri dari seorang Michael Ananda sekaligus perempuan yang berani menusuk suaminya tersebut


"Kenapa kamu sampai seperti ini, Elin" ujar Dira dengan lirih. Perlahan mata yang terpejam itu mulai kembali terbuka , menatap lurus kedepan sebelum setitik air mata turun dari mata itu


"Elin, kamu sudah sadar?" tanya Dira dengan rasa syukur


"Dira, ka-mu di-sini?" Elina balik bertanya sembari membalas tatapan penuh kasih Dira


"Dimana Mike?" tanyanya lagi saat teringat keadaan terakhir dari suaminya sebelum dia juga kehilangan kesadarannya


"Billy membawanya ke rumah sakit, sepertinya" jawab Dira pelan, Elina kembali menunduk menyembunyikan matanya yang kembali berair


"Elin, bisa ceritakan padaku! Sebenarnya apa yang telah terjadi? Kenapa kamu bisa menikah dengan pria itu dan menusuknya seperti itu?" Elina semakin menunduk mendengar pertanyaan itu kemudian mulai membuka suara menceritakan segalanya pada gadis yang sudah dianggap saudaranya itu


"Pantas saja Billy begitu terlihat khawatir saat menemuiku untuk meminta alamat panti, ternyata pria itu sudah punya feeling, ini akan terjadi" ujar Dira membuat Elina mendongakkan wajahnya pada saudaranya itu


"Apa aku membunuh Mike? Dia baik-baik saja kan?" tanya Elina saat rasa khawatir merasuki jiwanya, dia mulai ketakutan kalau saja sesuatu terjadi pada Mike, yang berarti dirinya sudah menjadi pembunuh apalagi yang dibunuh adalah seorang pria yang merangkap dalam tiga hal baginya, suaminya, ayah dari anak yang dikandungnya, serta pria yang diam-diam mendapatkan hatinya.


"Aku tidak tahu" Dira menggeleng tanda tidak mengetahui apapun


"Rumah sakit mana dia dibawa? Tolong antarkan aku kesana sebentar" pinta Elina menyibak selimut yang menutupinya dan berusaha berdiri dari ranjang kayu yang ditempatinya, mengabaikan tatapan bingung para anak panti yang saling mengintip di samping pintu sedang bu panti belum kembali dari kebun


"Tidak Elina, aku tidak tahu Billy membawanya ke rumah sakit mana"


"Tolong tanyakan kemana dia membawa Mike"


"Untuk apa? Kau ingin melakukan apa saat menemuinya?" ucap Dira bertanya


"Aku hanya ingin memastikan keadaannya saja" jawab Elina kembali sendu


"Baiklah, aku akan menanyai Billy" Dira akhirnya menyerah, rasa sayangnya pada Elina mengalahkan rasa bencinya pada Billy, dia tidak akan sudi untuk menghubungi Billy jika bukan karena permintaan Elina

__ADS_1


Panggilannya tersambung dengan cepat karena Billy yang langsung menjawabnya dengan ceria, pria itu pasti begitu senang mendapat panggilan pertama dari Dira tapi seperti tujuan awalnya, Dira langsung bertanya to the point tanpa mau repot- repot basa-basi dengan Billy


Begitu jawabannya didapatkan Suster itu langsung mematikan panggilannya secara sepihak tanpa mau peduli dengan perasaan pria di seberang sana


"Sepertinya kamu lagi punya masalah dengan pria bernama Billy itu ya?" Elina yang memperhatikan Dira sedari tadi menangkap rasa tidak nyaman antara dua orang itu


"Tidak, jangan sembarang berpikir. Sebaiknya kita segera kesana, aku akan menemanimu, ayo" Dira masih mencoba menutupi apa yang terjadi antara dirinya dengan pria playboy bernama Billy itu


πŸ€πŸ€πŸ€


"Siapa?" tanya Marcel saat Billy menatap nanar ponselnya yang dimatikan secara sepihak tanpa ada kata pamit apapun


"Wanita yang kucintai tapi menolakku" jawab Billy menghembuskan nafas lesu. Marcel memutar bola matanya malas dan kembali menjatuhkan pandangannya pada sang sahabat yang baru saja keluar dari ruang operasi dan kini masih belum sadarkan diri


"Makanya berhentilah jadi playboy" celetuk Eric diseberang ranjang Mike menatap geli pada pria playboy itu lalu kembali memandang wajah Mike yang terpejam damai


"Dia tampak begitu tampan jika terpejam begini" ujar Marcel menatap takjub pada wajah sahabatnya itu


"Iya tampan, dan akan berubah sangat menyebalkan saat mata itu terbuka. Ingat! Dia mengerikan saat sadar" umbar Billy berdecih seakan tidak suka pada Mike tapi nyatanya dialah orang pertama yang begitu menyayangi para sahabatnya. Marcel dan Eric saling bertatapan bingung lalu saling mengendikkan bahu tanda tidak peduli


"Dia iri" bisik Eric pelan mengulum senyum


"Iri yang terlalu brutal" sambung Marcel yang tertawa mengejek kearah Billy


"Kalian berdua berhenti mengejekku atau benda ini akan melayang kesana sekarang" kata Billy sembari memperagakan gaya akan melempar kotak tisu di tangannya, Marcel dan Eric terkekeh dengan candaan ringan itu. Tentu mereka tidak benar- benar mengatakan itu pada Billy serta Billy yang juga tidak benar- benar akan melempari sahabatnya itu dengan kotak tisu kayu ditangannya. Itu hanya hiburan ringan mereka di tengah kalutnya suasana yang menegang tadi saat Mike di operasi


"Sebaiknya kau bersihkan diri sana. Kau terlihat lebih menyedihkan dari Mike dengan penampilan itu" kata Marcel mengingatkan hingga akhirnya Billy memilih keluar untuk membersihkan diri sekaligus mencari pakaian yang cocok untuknya sebelum Dira datang kemari, dia harus selalu terlihat tampan di hadapan suster itu


πŸ€πŸ€πŸ€


Dira membawa Elina ke ruangan yang diberitahu oleh resepsionis sebagai ruangan Mike dirawat, mengetuk pelan pintu kamar rawat inap tersebut dan melangkah masuk saat orang didalam ruangan sudah menyadari kehadiran mereka

__ADS_1


Elina menatap takut-takut pada Mike yang masih terbaring tidak sadarkan diri, wajah pria itu tampak begitu pucat seakan tidak ada darah didalamnya, melangkah semakin mendekat pada ranjang dimana Mike masih setia dalan alam mimpinya mengabaikan tatapan penuh waspada dari dua orang pria penjaga disana, Elina mengenali mereka yang pernah menolongnya dari amukan Mike saat tragedi pernikahan suaminya itu yang ternyata semuanya hanyalah rekayasa semata


Marcel maupun Eric tidak mengedipkan matanya sedikitpun melihat wanita yang mereka tahu sebagai wanita yang telah dinikahi oleh Mike itu mendekat kearah sahabatnya itu


Mereka ingat pada cerita Billy bahwa yang membuat sahabatnya jadi seperti kemungkinan besar karena wanita dihadapan mereka saat ini


"Bagaimana keadaannya?" Dira membuka suara dengan pertanyaan umum yang sering ditanyakan


"Dia kehilangan banyak darah, dan lukanya juga sedikit serius karena benda tajam itu merobek ususnya dalam " jelas Marcel datar


"Lalu bagaimana sekarang?" Dira kembali melayangkan pertanyaan walau Elina sudah kembali terisak sembari menutup mulutnya agar meredam suara tangisnya saat mendengar penjelasan itu, apa yang terjadi pada Mike, itu semua salahnya. Dia terlalu dibutakan oleh amarah hingga melakukan hal bodoh ini dan saat ini dia menyesalinya


"Dia sudah jauh lebih membaik sekarang, untung Mike tidak memiliki darah langka hingga dia segera mendapatkan tranfer darah yang tersedia di rumah sakit dan perutnya sudah dioperasi tadi " jelas Marcel lagi menatap bingung kearah Elina yang masih terisak


"Syukurlah" ucap Dira lagi dengan penuh rasa syukur


"Oh ya, dimana Billy? Tadi sepertinya kami tidak melihatnya?" tanya Dira penasaran. Marcel mengangkat alis lalu memandang Eric, memulai telepati antar sahabat


"Sepertinya ini wanita yang tadi dibicarakan Billy" Eric


"Sepertinya kau benar, ini wanita yang katanya dicintainya" Marcel, mereka bicara melalui tatapan mata lalu mengangguk dengan rencana tidak tersusun mereka


"Billy sedang pergi mengurus salah satu pacarnya yang lagi marah sepertinya"


.


.


.


Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2