The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 79(Tamat)


__ADS_3

" Sayang, kamu berangkat duluan saja ya sama Lucas, aku mungkin akan sedikit terlambat karena ada beberapa bahan herbal yang belum terkoordinasi disini" ujar Elina via telpon pada sang suami sedang tangannya sibuk memilah-milah bahan herbal yang akan diolah jadi obat-obatan


Hari ini merupakan hari dimana sang suami mengadakan perkumpulan bersama tiga sahabatnya yang lain beserta istri-istri mereka yang kini juga sudah terjalin ikatan persahabatan. Kegiatan itu sekarang sudah menjadi kebiasaan mereka dalam tiga bulan sekali. Mereka berkumpul untuk saling mengeratkan persaudaraan atau hanya sekedar untuk saling membanggakan diri dengan semua aspek pencapaian baik dari karir, istri, anak, bahkan urusan ranjang pun jadi perdebatan antara empat pria yang berstatus suami mereka masing-masing


" Apakah itu membuatmu kesulitan sayang?" tanya Mike dengan sedikit nada khawatir. Sebulan yang lalu dia sempat menolak memberikan izin pada Elina yang ingin membuka pabrik bahan obat-obatan herbal karena dia bisa memenuhi semua keinginan Elina tanpa harus susah-susah istrinya itu bekerja. Namun, tekad Elina yang ingin mandiri serta untuk mengatasi rasa bosannya yang selama tiga tahun ini tidak lagi menekuni hobinya dalam memilah bahan-bahan herbal membuat Mike akhirnya luluh juga walau masih sempat beralasan bagaimana dengan anak mereka dan jawaban Elina cukup membuatnya puas


" Aku kan hanya akan mengelola mas, yang bekerja nanti orang lain dan waktuku masih sangat banyak untuk mengurus putramu itu" jawaban yang diberikan Elina dengan sedikit sikap manja bergelanyut pada lengan sang suami yang tentu saja akan langsung membuat Mike luluh pertahanannya dan izin itu dengan mudah mengalir dari bibirnya


" Tidak mas, ini akan segera selesai kok. Tapi, ya itu. Ini membutuhkan sedikit lebih banyak waktu. Nanti, sekitar satu jam lagi aku menyusul kalian di tempat pertemuan ya " umbar Elina dengan nada menyesal, Mike hanya dapat memakluminya lalu memutuskan panggilannya


Mike menatap pada sang putra yang sibuk dengan balok-balok mainan yang sedang disusunnya lalu berjalan mendekatinya


" Hey boy, ayo kita pergi" seru Mike sembari mengangkat putranya itu


" pelji temana pa( pergi kemana pa)" Lucas bertanya dengan suara cadelnya


" Ketemu dengan teman papa dan teman Lucas juga" jawab Mike tersenyum saat melihat kebingungan pada wajah sang putra


" Mama?"


" Mamamu nanti akan menyusul boy" Mike segera mengambil kunci mobilnya dan berangkat ke tempat yang sudah dijanjikan


πŸ€πŸ€πŸ€


Beberapa tatapan mata menatap kearah dimana Mike berjalan dengan gagahnya sembari menggandeng lengan kecil putranya yang terlihat tidak peduli dengan papanya yang sok keren. Tatapan memuja dari para ibu-ibu tertuju pada Mike yang terlihat seperti super daddy apalagi ditunjang dengan wajah dan tubuh memukainya.



Mike melangkah kearah kumpulan sahabatnya dengan keluarga kecil mereka. Tampak mereka sedang menyiapkan beberapa barang diatas tikar yang sudah digelar


" Siapa yang merekomendasi tempat ini?" tanya Mike langsung masih dengan gaya sok kerennya. Dia memandangi sekitar yang merupakan sebuah taman dekat dengan danau buatan, tampak nyaman dan asri. Sangat baik untuk kesehatan


" Aku, kenapa memangnya?" jawab Billy melirik sekilas lalu kembali pada tugasnya membantu sang istri menyusun makanan bekal mereka


" Pilihanmu kolot sekali"


" Hey..putriku baru berumur 3 bulan dan ini tempat yang sangat cocok untuk kita karena tidak ada polusinya" bantah Billy menatap garang pada Mike sedang Dira, sang istri hanya tersenyum sembari menggendong putri mereka yang baru berusia 3 bulan. Perjuangan cinta Billy membuahkan hasil walau penuh dengan rintangan menghadang


" Jangan banyak bicara Mike, kemarilah. Bantu kami menyelesaikan ini" seru Marcel yang sibuk dengan perlengkapan permainan mereka nanti


" Kenapa tidak sekalian saja rumah kalian bawa pindah kesini" ujar Mike dengan nada mengejek saat melihat banyaknya perlengkapan yang dibawa oleh Marcel dan Eric bahkan ada pancingan juga. Mike menggelengkan kepalanya, siapa yang akan memancing disini. Yah, kecuali tiga sahabat teletabisnya


" Dimana Elin? Dia tidak datang?" tanya Vika saat menyadari Elina tidak sedang bersama Mike


" Dia masih ada sedikit urusan di pabrik dan akan segera menyusul kesini katanya" para istri sahabatnya itu tampak mengangguk mengerti lalu kembali fokus pada kegiatan mereka


" Hai Lucky" sapa Marcel pada putra Mike yang melangkah mendekat kearah mereka

__ADS_1


" Uca ancel butan aci( Lucas uncle bukan Lucky)" protes anak itu saat Marcel selalu salah menyebut namanya, para pria dewasa itu mendadak tertawa dengan protes dari suara cadel anak itu


" Iya-iya, Lucas. Uncle memanggilmu Lucky supaya hidupmu penuh dengan keberuntungan" jawab Marcel masih tertawa


" Ya sudah, kamu main dulu sana sama kak Dylan dan Ricko-Ricki" kata Eric akhirnya sembari menunjuk kearah anak-anaknya dan anak Marcel sedang bermain. Dylan anaknya Marcel dan Ricko-Ricki sepasang anak kembar Eric


" Biar papamu disini sama kami" lanjutnya. Lucas memandang kearah teman-teman anak dari para unclenya


" Kak Dylan!! Hei mereka hanya terpaut umur dua hari dan itu berarti anakku tidak perlu memanggil anak Marcel dengan embel-embel kak" protes Mike masih tidak terima dia kalah jantan dengan Marcel. Perdebatan siapa yang lebih jantan diantara mereka masih berlanjut sampai sekarang dan Mike harus menerima kekalahan dulu saat ternyata istri Marcel lebih duluan mengandung daripada Elina, istrinya


" Tapi tetap anakku lebih dewasa dari anakmu walau cuma dua hari dan kukatakan ya, kamu sepertinya akan kalah lagi. Istriku sekarang sedang mengandung anak kedua kami" Marcel berucap bangga dengan dirinya dan tertawa mengejek kearah Mike yang mulai terlihat kesal


" Siapa peduli aku kalah atau tidak, palingan kamu menang juga karena tidak membiarkan istrimu untuk tidur nyenyak walau semalam" timpal Mike asal yang tentu saja menjadi fakta bagi Marcel sendiri


" Sudahlah, berhenti memperdebatkan masalah tidak penting itu" Eric mencoba menengahi namun dia langsung mendapat tatapan tajam dari keduanya


" Apa?" tanya Eric bermaksud pada tatapan tajam Mike dan Marcel yang tertuju padanya


" Sepertinya dialah yang paling jantan diantara kita" ujar Marcel membuat Eric mengerutkan keningnya. Apa hubungannya dirinya dalam perdebatan antara mereka


" Kau benar, dia sekali tembak langsung menghasilkan dua. Benar-benar jantan" timpal Mike menyetujui perkataan Marcel lalu menjatuhkan pandangan pada sepasang anak kembar yang sedang bermain dengan para putra mereka


" Jangan bawa-bawa aku dalam bahasan unfaedah kalian ya" kata Eric dengan nada malas. Mereka berdua malah tertawa dan selanjutnya malah mengatai Billy yang paling tidak jantan diantara mereka karena dia yang paling menuruti istri padahal nyatanya keempat mereka sama-sama para suami takut istri atau sebaliknya para suami bucin istri


Selang setengah jam kemudian Elina sampai dan langsung berbaur dengan para sahabatnya yaitu para istri dari sahabat suaminya yang kini telah jadi sahabatnya


" Iya, hidup ini memang menyenangkan" timpal Marcel disampingnya yang juga menjatuhkan pandangan pada tempat yang sama dengan Mike


" Berharap rasa bahagia ini akan terus seperti ini" guman Eric menyahut


" Semoga dua bidadariku hidup bahagia" umbar Billy menatap penuh cinta pada putrinya dalam pangkuan Dira yang sedang dikerubuti oleh para istri sahabatnya karena keimutan putri kecilnya yang baru berusia 3 bulan


Pluukk....


Tiga pukulan mendarat di kepala dan bahu Billy yang tentu saja perbuatan dari tiga sahabatnya


" Berharaplah yang adil jangan cuma istri dan putrimu saja" Marcel


" Doamu bisa lebih bagus tidak?" Mike


" Jangan Egois" Eric


" Iya-iya. Aku berdoa semoga kalian semua bahagia. Puas!" kata Billy kesal sembari mengusap belakang kepalanya yang terkena pukulan triple kill sahabat menyebalkannya sedang ketiganya malah tertawa senang dengan kesengsaraan Billy


...Awal yang indah bukan tentu akan membawa kita pada akhir yang indah karena tidak ada yang tau bagaimana jalan takdir bertindak. Bisa jadi kini kita sangat membencinya tapi pada akhirnya malah jatuh dalam cintanya karena benci tidak akan selamanya menetap,begitupula dengan cinta yang bisa pudar seiringnya waktu. Jadi, jangan terlalu membenci karena suatu saat kau akan mencintai dan jangan terlalu mencintai karena suatu saat kau akan membenci...


...TAMAT...

__ADS_1


Special thanks untuk pembaca setiaku. Terima kasih atas dukungan, kritik dan saran kalian. Percayalah itu sangat membantu prosesku dalam menulis dan terima kasihku yang paling dalam untuk para pembaca favoritku yang selalu tidak pernah lupa meninggalkan jejaknya


Melisa Bee


Bunda S'as


Selin tari


Yeni Herlinyani


Sa Ekha


Renita Reynaldi


Fatma kodja


Karmila-karmila


Azmi yuna


Nonasan_34


Cherry


Siska Zeskia


Neni ati


Siti Aisyah


Alfi Rizqia


Nani Hartati


Rayhana MB


NIZ


Neno


Nienu


Terima kasih untuk kalian semua yang bahkan tidak kukenal tapi nama akun kalian sudah tercantum dalam buku harianku. Karena pembaca saat nanti saya sudah ada nama tidaklah penting tapi pembaca setia yang bersama saya dititik nol ini begitulah berharga untuk saya


Sekali lagi terima kasih semuanya dan jangan lupa mampir juga di karya saya yang lain dan tinggalkan jejak ya, cukup dengan kata next saja kokπŸ˜πŸ˜˜πŸ€—


Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2