The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 24


__ADS_3

Ketiga pria itu menatap Mike dengan pandangan menelisik, sedangkan yang ditatap hanya mengeluh malas dengan sikap ketiga sahabatnya


"Aku yakin ada yang salah dengan otaknya" tutur Billy


"Aku rasa dia kemasukan setan gila" timpal Marcel


"Pasti kamu memutuskannya secara sepihak?" imbuh Eric bertanya pada Mike yang membuat tiga pasang mata itu menatap kearah dirinya


"Apa? Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Eric heran, memang ada yang salah dengan pernyataannya.Mike baru saja menjelaskan pada para sahabatnya bahwa besok dia akan menikahi Elina karena gadis itu sekarang mengandung anaknya dan penjelasannya berhasil membuat para sahabatnya langsung antusias mengintrogasinya


"Dia hamil! berapa usia kandungannya?" tanya Marcel penasaran karena istrinya juga sedang mengandung


"Kenapa kau menanyakan itu? Kau mau membandingkan siapa yang lebih tokcer diantara kita?" tanya Mike mengerti kearah mana pertanyaan sahabatnya itu


"Yah..siapa tahu saja.."


"Jelas aku lah yang lebih manjur.." Mike berucap bangga


"Aku tidak yakin itu" timpal Marcel dengan pandangan remeh pada Mike.Billy yang jengah dengan dua pria tidak tahu malu itu langsung memukul kepala keduanya dengan bantal sofa


"Berhentilah membahas hal menjijikan itu" kata Billy kesal sedangkan Eric hanya menahan tawanya melihat kedua pria yang mengakui jantan itu dipukul oleh Billy


"Kamu juga..berhentilah tertawa" Billy juga berteriak pada Eric yang langsung berhenti ketawa


"Kalian benar-benar tidak tahu malu" lanjutnya menatap tajam ketiga sahabatnya


"Makanya,setialah pada satu wanita.Mengaku playboy tapi masih perjaka, kasihan sekali kamu" ujar Mike mengusap kepalanya yang terkena pukulan bantal dari Billy.Marcel dan Eric mengangguk serempak mengiyakan perkataan Mike.


"Kalian ini..ah sudahlah, benar-benar bikin moodku rusak saja"


"Moodmu memang sedang tidak baik dari kemarin Bil.." kata Marcel dengan wajah tidak berdosanya telah membahas hal sensitif didepan satu-satunya perjaka bergelar playboy didepannya


"Menyedihkan.." gumam Mike tersenyum mengejek pada Billy dengan jenaka


"Jangan mengalihkan topik..kamu?" tunjuk Billy pada Mike

__ADS_1


"Apa kamu baru saja dari rumah Dira untuk menemui wanita bernama Elina itu?" tanyanya lagi, Mike mengangguk


"Apa kamu melihat Dira?" tanya Billy lagi.Mike menatap bingung sahabatnya itu lalu mengangguk lagi


"Aku melihatnya.Dia sedang mengobrol dengan seorang laki-laki saat aku datang"


"Apa! Laki-laki? Siapa dia, apa dia dokter Reno?" tanya Billy beruntun


"Dia Revan, kekasih Elina dan aku tidak kenal siapa itu dokter Reno" jawab Mike malas.Billy menghembuskan nafasnya lega membuat ketiga lainnya menatap heran pada dirinya


"Kau sepertinya beneran jatuh cinta sama suster itu" kata Mike selanjutnya yang membuat Marcel dan Eric saling pandang tidak mengerti


"Ah jangan bahas itu, sekarang aku mau tanya, apa kamu serius ingin menikahi gadis itu?" Mike mengangguk pasti


"Apa alasan kamu menikahinya? bukan untuk menyiksanya kan?" tanya Billy lagi merasa was-was dengan jawaban Mike


"Tentu saja bukan..buat apa aku menyiksanya.Dia sedang mengandung anakku" jawab Mike serius


"Syukurlah, tapi bukannya kamu benci ya sama wanita itu karena tuduhan tidak jelas itu?" tanya Billy lagi


"Alasan kamu saja itu kan? bilang saja kalau kamu sudah jatuh cinta sama gadis itu"


"Siapa bilang aku jatuh cinta padanya..itu tidak akan pernah terjadi, karena aku hanya mrncintai Imelda seorang"


"Enak banget jadi kamu..bilang cinta sama seorang jal*ng tapi dapatnya seorang perawan" Mike memutar bola matanya jenuh mendengar penuturan Billy


"Tapi aku penasaran, apa tujuanmu pergi menemui wanita itu padahal kamu bahkan belum tahu kalau dia hamil?"


"Aku merindukannya" jawab Mike spontan tanpa sadar dengan jawabannya dan karena itulah para sahabatnya sekarang mengatainya gila serta kesurupan


"Bagaimana kau akan menikah dengan wajah mengerikan seperti itu?" tanya Marcel memandang khawatir wajah Mike yang penuh lebam


"Aku akan tetap tampan walau mukaku babak belur sekalipun" Marcel mendesah pasrah dengan jawaban itu, dia lupa kalau sahabatnya satu itu punya tingkat kepercayaan diri yang tinggi


"Kau tidak memaksanya kan dalam pernikahan ini?" tanya Billy lagi

__ADS_1


"Ya..ti..tidaklah" Mike menjawab ragu.Mana mungkin dia menjawab kalau dia akan menikahi gadis itu walau Elina menolak sekalipun


"Baguslah kalau begitu"


"Ah kalian berhentilah mengintrogasiku, sebenarnya ada apa kalian mengajak berkumpul?"


"Tidak ada hal penting, nanti saja aku kasih tahu lewat telpon.Ayo kita pergi, biarkan tuan arogan itu mengurus mukanya dulu sebelum menikah esok harinya" kata Eric mengajak dua sahabatnya untuk pergi dari rumah Mike yang hanya memandang bingung ketiga sahabatnya yang mulai beranjak


"Ingat! Tanyalah berapa usia kandungan wanitamu biar kita hitung siapa yang lebih hebat diantara kita.." ujar Marcel sebelum melangkah pergi dengan Billy dan Eric


"Tetap aku yang lebih hebat" teriak Mike kembali menjatuhkan punggungnya ke sofa saat para sahabatnya menghilang dari pendangannya.Dia tidak perlu susah-susah mengantar mereka, karena para sahabatnya itu sudah seperti jelangkung dirumahnya, datang tidak disambut pulang tidak diantar


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Pagi-pagi sekali Elina sudah siap saat Dira pergi mencari ojek buat mengantar mereka ke statiun kereta.Dia melirik Revan yang masih belum sadarkan diri,Elina bahkan ragu kalau Dira tidak menyuntik obat bius pada pria itu saat melihat Revan tidak sadarkan diri semalaman


Tangannya beranjak mengusap perut datarnya, janin yang baru berusia 2 minggu sedang bertumbuh dalam dirinya membuat wajah Elina berubah sendu


"Maafkan aku..maaf jika aku egois" gumamnya sendu mengusap perutnya dengan penuh kasih sayang


"Suatu saat kamu akan mengerti dengan pilihan ibu saat ini" lanjutnya yang kembali membuatnya jadi wanita cengeng


Tidak lama setelah itu Dira berhasil mendapatkan ojek diwaktu yang masih terbilang gelap itu, Elina menyempatkan diri menemui Revan,mengucapkan beberapa kata maaf sembari mengecup penuh kasih tangan pria yang dicintainya itu


"Semoga kamu akan mendapatkan wanita yang lebih baik dariku mas" ujarnya dengan tulus dan mulai berbalik pergi meninggalkan semua kenangan buruknya di kota besar ini dan kembali ke tempat dimana dirinya merasa damai,desa yang penuh dengan ketentraman


Didalam kereta Elina duduk termenung membayangi semua yang telah dihadapinya, dia telah kehilangan semuanya saat ini.Dirinya kembali dalam kesendirian sama seperti saat dulu lagi ketika dia tinggal sebatang kara hingga Dira dan Revan mewarnai hidupnya dan sekarang dirinya harus meninggalkan Revan yang telah menjaganya dengan setia selama 10 tahun terakhir, meninggalkan Dira yang dengan setulus hati menyayangi dirinya.Semuanya harus berubah dari yang dibayangkannya hanya karena seorang pria bernama Michael Ananda


"Aku berharap tidak akan lagi bertemu pria iblis itu" bisiknya pelan dengan setitik airmata jatuh membasahi pipinya


.


.


.

__ADS_1


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2