The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 40


__ADS_3

Wanita yang kini berbadan dua itu duduk dengan wajah masam disamping seorang pria yang fokus mengemudikan mobilny a sambil sesekali menoleh melihat wanita disampingnya dengan penuh kelembutan


"Aku yakin, kamu pasti akan menyukainya" ujar pria itu lembut pada sigadis yang bahkan tidak menanggapi ujaran pria itu setelah pemaksaan yang dilakukannya pada si gadis


Mike menghembuskan nafasnya pelan, tadi dia memang sedikit menggunakan pemaksaan membawa Elina bersamanya.Walau awalnya gadis itu terus memberontak tapi kini dia terlihat lebih tenang walau tidak mengeluarkan suara sepatah kata pun


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih setengah jam, mobil itu berhenti di pinggir jalan yang tidak terlalu jauh dari pantai yang menampilkan pemandangan laut yang begitu memukau


Elina membelalakkan matanya menatap takjub lautan itu, sudah lama sekali dirinya tidak menginjakkan kakinya di lautan, terakhir kali dia ingat pergi kelaut 3 tahun lalu bersama Revan dan beberapa anak panti


"Kau menyukainya?" tanya pria disampingnya menatap lembut pada Elina


"Kenapa kau membawaku kemari?" tanyanya merasa aneh dengan pria bernama Mike itu yang terus-terusan menampilkan senyum lembutnya


"Aku sudah bilang kan? aku ingin membawamu pergi ketempat yang indah untuk healing.Ingat, kamu sedang mengandung.Jangan banyak pikiran dan bersantailah" kata Mike mulai keluar dan mengajak Elina untuk ikut keluar juga menuju bibir pantai yang ombaknya tampak berkejar-kejaran meluapkan air asinnya


Gadis itu langsung tertawa riang saat air laut menyapu kaki telanjangnya lalu air itu tertarik kembali mundur, Elina sengaja melepas alas kakinya saat sampai dibibir pantai tadi


"Woah, ini menyenangkan" ujarnya dengan polos sembari mendecak-decakkan kakinya diatas pasir lautan yang berair.Kelakuannya persis seperti anak kecil yang baru pertama kali dibawa kelaut.Mike diam-diam tersenyum senang memperhatikan gadis itu yang tampak begitu bahagia.Dia berpikir, akan sangat wajar jika Revan sampai sangat menyukai gadis polos didepannya yang tampak sibuk dengan air laut dan sesekali menunduk mengambil beberapa cangkang kerang kecil yang terbawa ombak dikakinya


"Hati-hati" ujar Mike memegang tangan Elina saat gadis itu hampir saja terjatuh gara-gara kehilangan keseimbangannya saat air laut dikakinya surut


"Mau naik perahu boat?" tawar Mike namun Elina langsung menggelengkan kepalanya cepat


"Aku hanya ingin bermain disini saja" Mike tersenyum lembut dan mengangguk


"Baiklah, mainlah sepuasmu tapi nanti setelah kita makan, perutmu masih kosong setelah muntah tadi.Ayo.." Mike menarik pelan tangan Elina menuju warung makan yang terletak tidak jauh dari tempat mereka

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€


Disebuah penginapan kelas bawah yang berada di Jakarta tampak Revan sedang merenung memikirkan kemungkinan-kemungkinan besar kemana Elina pergi hingga pikirannya jatuh pada satu tempat yang sangat tidak asing lagi baginya


"Panti" gumamnya pelan.Dia sangat yakin, hanya panti satu-satunya tempat yang paling mungkin didatangi oleh Elina, karena hanya itu satu-satunya tempat paling aman bagi gadis itu.Mengapa dirinya sangat bodoh hingga tidak kepikiran sampai kesana selama beberapa hari ini


Revan bangkit mengambil pakaian kerjanya, dia harus segera menyelesaikan proses kontruksinya agar dirinya bisa ambil cuti besok untuk pulang kedesa menemui Elina di panti.Revan sangat yakin kalau kekasihnya itu berada dipanti saat ini


Revan membuka ponselnya dan dilihatnya beberapa panggilan tidak terjawab dari Claudia karena pria itu mematikan ponselnya tadi saat fokus memikirkan kemana kemungkinan Elina pergi


"Ada apa gadis ini menelponku?" tanyanya heran tapi Revan hanya mengabaikannya dan mulai melangkah menuju tempat kerjanya.Dia dengan Claudia semakin dekat sejak beberapa hari lalu, gadis itu lumayan menghibur disaat dirinya merasa kosong karena ketidak hadiran Elina sang kekasih hati


πŸ€πŸ€πŸ€


Hampir dua jam Elina bermain dengan riang di bibir pantai.Gadis itu tampak begitu bahagia dengan tawa lepasnya saat bermain air dengan beberapa anak-anak nelayan yang sedang bermain juga dibibir pantai.Mike juga sempat kena cipratan air dari mereka yang langsung dibalas pria itu dengan menciprat air balik kearah mereka


Pria itu tersenyum senang saat Elina tampak lebih santai dengannya, tidak lagi seperti awal-awal dimana gadis itu selalu menatapnya dengan tatapan menusuk.Setidaknya saat ini gadis itu mau bercanda dengannya walau mungkin itu terjadi karena spontanitas gadis itu saja yang sedang bahagia


"Sebelumnya aku ingin minta maaf sebesar-besarnya padamu Elina atas semua perbuatanku dulu padamu" Mike menatap Elina yang hanya terdiam menanti ucapan lanjutan dari bibir pria tampan itu


"Aku sadar, perbuatanku tidak pantas untuk mendapatkan maafmu.Perbuatanku sudah benar-benar biadab, tidak dapat ditolerir, aku sadar dengan itu semua.Tapi, aku benar-benar sangat menyesal pernah melakukan hal bejat itu padamu Elina.Aku menyesal." Dahi Elina berkerut bingung


"Kenapa kamu berkata seperti ini padaku.Apa kamu sudah punya bukti kalau aku tidak membunuh Imelda?" pertanyaan Elina begitu menohok dada Mike.Apa yang akan dijelaskannya pada Elina jika gadis itu tahu Imelda tidak pernah meninggal.Apa dia harus menelan ludah yang sudah dikeluarkannya kembali


"Tidak, aku tidak menemukan buktinya tapi aku hanya merasa bersalah telah melakukan hal yang tidak seharusnya padamu.Padahal, semua ini sudah ditentukan takdir"


"Apa sekarang kamu masih ingin menuduhku yang membunuh Imelda"

__ADS_1


"Tidak, demi Tuhan.Tidak Elina..aku sungguh sudah sangat menyesal pernah menuduhmu seperti itu" tutur Mike dengan tulus


"Karena itulah aku mengharapkan maafmu saat ini dan aku ingin melamarmu menjadi istriku Elina.Aku janji, aku akan membahagiakanmu" lanjut Mike dengan serius menatap dalam mata polos Elina, mata yang terkadang membuat hatinya teriris pada kejadian masa lalu


Elina menggeleng seraya bergerak mundur tanpa bicara sepatah kata pun


"Aku mohon Elina, terimalah diriku dan mari kita menikah sebelum kandunganmu semakin membesar yang akan membuatmu dipandang hina oleh warga desa karena hamil tanpa suami" jelas Mike lagi menangkap lengan Elina sebelum gadis itu melangkah pergi.Ingin lari dari semua kenyataan


"Aku bisa menerima semua hinaan itu sendiri"


"Tapi Elina coba pikirkan lagi, apa yang akan dialami anak dalam kandunganmu saat dia lahir tanpa seorang ayah.Aku serius ingin menikahimu Elina, bukan cuma karena tanggung jawab tapi karena Aku mencintaimu" Mike bahkan harus menyiapkan mental besar untuk mengungkapkan kata itu, takut Elina akan kembali tidak mempercayainya seperti saat dia mengakuinya pertama kali


"Aku mencintaimu Elin..kumohon menikahlah denganku" ujar Mike lagi memegang kedua bahu Elina dengan penuh pengharapan.Elina terdiam tanpa ekspresi, dia masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Mike tapi dia juga tidak ingin egois dengan mengorbankan kehidupan anak dalam kandungannya


"Apakah jika aku setuju untuk menikah denganmu maka kamu akan mengubah semua perilaku burukmu"


"Eum..aku janji akan mengubahnya" Mike mengangguk antusias


"Baiklah, aku mau menikah denganmu tapi aku melakukan ini semua karena anak dalam kandunganku bukan karena aku sudah memaafkanmu" ujar Elina tegas, Mike tersenyum bahagia dan reflek memeluk erat Elina


"Terima kasih Elina.Terima kasih sudah mau memberi kesempatan pada pria bajingan sepertiku" kata Mike pelan, diam-diam dia mengakui saran yang diberikan bocah matre Reno benar-benar ampuh meluluhkan hati Elina


Mike menatap wajah Elina didepannya dengan penuh perasaan, dia tersenyum melihat gadis itu tampak tersipu dengan tatapannya.Biarkan dia menutupi semua dari Elina tentang Imelda, karena saat ini Mike ingin menikmati waktunya hanya bersama Elina


"Kita mendaftarkan pernikahan kita besok ya?"


"Apa?.."

__ADS_1



Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™


__ADS_2