The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 69


__ADS_3

Menatap tajam pada dua sahabatnya yang puas tertawa walau suara tawa itu sangatlah mengganggu didalam ruang rawat tersebut


"Kalian benar-benar sangat menyebalkan" ujar Billy dengan tatapan lasernya, dia baru saja di sumpah serapahi oleh Dira karena perbuatan yang dirinya bahkan tidak tahu dimana letak kesalahannya itu


"Itu balasan untuk tukang usil sepertimu" seru Marcel setelah tertawa dengan puasnya saat wanita yang dikenalinya bernama Dira menampar pipi Billy setelah mengeluarkan beberapa umpatan pada pria malang itu lalu Dira memilih keluar ruangan. Marcel dapat menebak kalau Billy telah melakukan sesuatu pada wanita itu dan dia akan menunggu waktu kapan Billy akan bicara menjelaskan padanya


Ditengah perdebatan kecil tiga sahabat itu, pintu ruang rawat itu kembali terbuka lalu Elina masuk, berjalan kembali mendekati ranjang Mike. Dia mengambil tangan sang suami dan menggenggamnya


"Maaf" lirihnya parau, airmatanya bahkan belum sempat untuk kering


"Maaf, untuk keputusan bodohku. Tapi kumohon bangunlah sekarang" lanjutnya membawa tangan besar itu pada bibirnya untuk di kecup


Tiga pria sadar diruangan itu menatap bingung pemandangan itu, Elina masuk begitu saja seakan mereka bertiga adalah makhluk tak kasat mata disana


"Aku mencintaimu suamiku" ujar Elina dengan yakin, tidak peduli dengan tiga pasang telinga lain yang mendengar pengakuannya dalam keadaan terkejut


"Wah, kurasa aku harus masuk rumah sakit dulu agar bisa mendengar kata itu dari Vika" umbar Marcel


"Sepertinya aku harus sekarat dulu untuk mendengar kata keramat itu keluar dari bibir Lisa" imbuh Eric


"Dasar suami-suami bucin tidak berguna. Mentang-mentang punya istri" protes Billy masih kesal


"Carilah istri kalau begitu" ujar keduanya bersamaan


"Aku sedang proses tapi kalian malah mengacaukannya" kata Billy


"Setidaknya buat lehermu putus dulu dari badan baru tuh wanita mau menerimamu" ledek Marcel lagi, Eric mengulum senyum


"Sialan kalian"

__ADS_1


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Akhirnya Elina memilih tetap di rumah sakit untuk menjaga suaminya sedang yang lain memilih untuk pulang, Billy memilih mengantar Dira pulang ke panti untuk menjelaskan pada bu panti yang tidak tahu apa-apa walau dengan wajah tidak bersahabat yang ditampilkan Dira. Marcel dan Eric juga memilih pulang untuk menjaga para istri mereka masing-masing yang juga sedang mengandung


Tangan Mike yang di gengamnya tidak pernah dilepas, berharap pria itu segera membuka matanya


Hari menjelang malam, Elina sudah tertidur dalam posisi duduk disamping tubuh Mike sedang tangannya masih bertaut dengan tangan sang suami.


Perlahan tangan itu mulai bergerak dan Mike membuka pelan mata tajamnya


"Akhh" ringisnya saat rasa sakit diperutnya begitu terasa tapi ketika dirinya hendak mengangkat tangannya, dirasa tangannnya itu di gengam seseorang, Mike melihat ke samping kanannya dan jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat wajah wanita yang sedang tertidur itu


"Elina" lirihnya pelan tidak percaya dengan penglihatannya. Apa yang sedang dilakukan Elina disini? Kenapa dia di rumah sakit? Tapi itu semua tidaklah penting baginya, selama Elina tetap disisinya, Mike akan melakukan apapun untuk menebus kesalahannya


Dengan sangat perlahan Mike menarik tangannya hati-hati dari genggaman Elina, dia tidak mau mengganggu tidur istrinya itu. Kalau saja tubuhnya bisa bergerak bebas saat ini, Mike akan mengangkat tubuh Elina ke atas ranjang yang ditempatinya dan dia akan memilih berada di posisi Elina saat ini. Istrinya itu sedang mengandung. Bagaimana bisa tidur dalam posisi duduk seperti ini sepanjang malam? Dimana para sahabatnya? Kenapa dia tidak melihat mereka satu pun malah hanya Elina yang berada dalam ruangannya ini. Sebelum tak sadarkan diri, Mike masih sempat mendengar suara Billy memanggil namanya walau tidak jelas dan Mike yakin kalau sahabatnya itu tidak akan meninggalkannya sendirian bersama dengan Elina yang menusuknya kalau bukan karena sudah terjadi sesuatu selama dia tidak sadarkan diri


Tangannya yang sudah lepas dari genggaman terangkat membelai surai hitam istrinya yang sudah lama memendek, padahal dirinya sangat menyukai rambut panjang Elina


"M-mas sudah sadar" ujar Elina mendadak terasa gugup. kening Mike berkerut bingung dengan panggilan Elina padanya yang tidak biasa


"Mas? Kamu memanggilku mas?" tanya Mike memastikan kalau pendengarannya masih baik-baik saja. Elina mengangguk sembari menunduk menyembunyikan wajahnya yang tiba-tiba memerah tanpa sebab


Kening Mike semakin berkerut bingung dengan keadaan ini. Sebenarnya apa yang telah terjadi selama dia tidak sadarkan diri, kenapa Elina jadi berbeda seperti itu padahal sebelumnya jelas-jelas istrinya itu sangat murka padanya karena telah menabrak ayahnya. Mike bergerak hendak bangkit untuk duduk tapi..


"Akhh" ringisan kesakitan kembali dilayangkannya saat rasa sakit di perutnya kembali terasa


"Mas jangan banyak bergerak dulu, takutnya nanti lukanya terbuka kembali,tolong berbaring" pinta Elina yang langsung bergerak sigap saat mendengar ringisan dari bibir Mike, dia langsung membaringkan tubuh Mike kembali ke tempat tidur


Mike memandang sng istri tanpa berkedip, seakan apa yang terjadi padanya ini bagaikan mimpi yang tidak nyata

__ADS_1


"Tuhan, kalau ini mimpi tolong jangan pernah bangunkan aku" doanya membatin.Tapi rasa sakit diperutnya membuatnya sadar kalau itu bukanlah mimpi.Panggilan Mas serta perhatian yang diberikan Elina benar-benar nyata dirasanya tapi apa yang membuat istrinya itu berubah sikap padanya dan itulah yang menjadi pertanyaannya saat ini


"Berbaring dulu ya, akan aku panggilkan dokter dulu" ujar Elina hendak berbalik untuk memanggil dokter tapi Mike menangkap tangan istrinya itu dengan tangannya yang bebas infus


"Jangan pergi, tetap disini saja"


"Tapi aku harus memberitahu dokter kalau kamu sudah sadar mas"


"Tidak perlu, kamu disini saja menemaniku" Mike menatap tulus manik mata Elina yang akhirnya memilih untuk kembali duduk di kursi disamping ranjang untuk menemani suaminya itu yang tidak sedetikpun mengalihkan tatapannya dari dirinya


"Ada yang ingin mas makan? Mas belum makan sejak dari pagi kan" ucap Elina memberanikan diri menatap suaminya itu yang masih setia menatapnya. Mike masih tidak yakin kalau Elina didepannya saat ini adalah wanita yang sama dengan Elina yang yang dicintainya


"Kalau aku ingin makan sesuatu, kau akan memberikannya?"


"Tentu saja! Selama makanan itu tidak dilarang oleh dokter aku akan segera menghubungi Billy untuk membelinya" Elina berujar dengan antusias


"Aku ingin memakan dirimu. Sudah lama sekali aku berpuasa untuk tidak memakanmu" kata Mike sembari tersenyum sedang Elina, wajahnya sudah berubah kembali seperti kepiting rebus mendengar kata-kata tidak tahu tempat dan kondisi suaminya


"Kenapa pikiranmu langsung kesana?" Mike terkekeh pelan


"Aku hanya bercanda sayang. Tolong kupaskan saja buah untukku. Aku ingin memakan buah yang dikupas oleh istriku" ujarnya tersenyum


Suasana manis itu tercipta seakan tidak pernah ada masalah diantara mereka. Elina akan mencoba memaafkan suaminya itu serta akan berusaha melupakan kesalahan yang dilakukan Mike dimasa lalu begitupun Mike yang sudah bertekad akan mengganti semua air mata yang pernah tumpah di mata istrinya dengan tawa bahagia. Dia akan segera meresmikan pernikahan mereka lalu membina keluarga kecilnya dengan bahagia


"Semoga ini menjadi langkah awal kebahagianmu, Mike" ujar Billy pelan yang tampak mengintip dibalik pintu


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2