
Baru saja Eric melangkah ingin keluar dan pergi hadapan gadis itu. Lisa langsung menghentikan pria itu
" Jangan berani kamu keluar dari sini, sebelum semua tamuku pergi. Aku tidak mau dinilai buruk oleh mereka" kata Lisa dengan kesal
" Kalau kamu tidak ingin dinilai buruk maka ubahlah sikap burukmu" komentar Eric kembali memandang Lisa dan memakai kemejanya, masih dengan sedikit meringis. Luka di punggungnya cukup menyakitkan. Dia benar-benar tidak ingin berurusan dengan wanita seperti Lisa, wanita sombong yang sangat memuakkan "Diam kamu! kalau kamu nekat keluar dari sini aku bisa lakukan apapun untuk menghentikanmu" ujar Lisa tajam. Eric mulai tertarik dengan ujaran wanita itu dan mengabaikan kancing kemejanya yang belum terpasang. Pria itu tersenyum meremehkan
" Memangnya Apa yang bisa dilakukan wanita sepertimu" tantang Eric dengan berani dan tindakan itu membuat Lisa semakin berang
" Aku bisa membunuhmu di sini tanpa diketahui oleh orang lain dan membuang mayatmu untuk jadi santapan binatang buas" kata Lisa
"Oh benarkah! Kamu tidak akan mampu melakukannya" ejek Eric tersenyum mengejek ke arah Lisa, membuat gadis cantik itu semakin berang
" Aku pasti bisa melakukannya. Aku mempunyai banyak uang untuk menjalankan rencanaku. Aku akan membunuhmu sialan!" ucap Lisa marah berjalan cepat menuju Eric untuk memukul pria itu,bnamun begitu tangannya mencapai wajah Eric dengan gerakan cepat pria itu menangkap tangan Lisa dan memelintirnya ke belakang, walaupun dengan tubuh penuh luka Eric masih mampu menghalangi gerakan wanita cantik itu yang memberontak hingga punggungnya menempel dengan dada Erik yang belum memasang kancing kemejanya
" Tidak semudah itu nona" bisik Eric di telinga Lisa membuat wanita itu berdesir dengan helaan nafas itu
__ADS_1
" Lepaskan aku! Atau Aku akan benar-benar membunuhmu"
" Atau sebaliknya! Aku yang akan membunuhmu. Kurasa tidak akan ada yang curiga pada pelayan biasa sepertiku" ujar Eric masih memegang erat lengan Lisa yang terus memberontak. Eric bahkan mengabaikan rasa sakit lukanya
" Kamu tidak akan berani bajingan" desis Lisa menahan marah sekaligus hasrat saat bersentuhan dengan pria itu dan harum tubuh Erik memasuki hidung mancungnya
" Benarkah! Atau kita buat ini menjadi menarik aku bisa saja memperkosamu di sini sebelum membunuhmu lalu membuang mayatmu" bisik Eric semakin berani bahkan pria itu menghembuskan nafasnya pelan dengan sengaja di telinga gadis itu
" Pelayan sepertimu tidak akan bisa melakukan apapun" cecar Lisa semakin kesal saat hembusan nafas hangat pria itu mengenai kulit lehernya titik. Mendengar cecaran itu, Eric juga mulai tersulut apalagi mendengar kata pelayan
" Lepaskan aku" teriak Lisa, Eric tidak memperdulikan itu. Eric bahkan mengabaikan rasa sakit di punggung dan dilukanya yang lain lalu mendorong pelan tubuh Lisa ke atas ranjang di mana dia dibaringkan tadi dan menahan pergerakan wanita itu dengan tangannya
" Bukankah kau ingin tahu aku bisa melakukannya atau tidak?" ucap Eric mulai terbawa nafsu, dia mulai mencium area telinga dan leher Lisa dengan seduktif membuat wanita itu mengerang frustasi
" Lepaskan aku! Atau kamu akan ku tuntut atas kasus pelecehan bajingan" teriak Lisa semakin frustasi dengan tindakan yang dilakukan pria itu. Namun, bukannya berhenti Eric bahkan semakin berani menindih tubuh gadis itu dari belakang dan menggigit area leher gadis itu hingga timbul bercak kemerahan di leher Lisa
__ADS_1
" Tuntut aku jika kamu punya bukti. Namun, Aku tidak akan berhenti di sini. Harummu menandakan kau seorang perawan. Kurasa aku akan semakin bersemangat saat ini" ucap Eric pelan dan sensual. Dengan perlahan Eric menarik resleting gaun Lisa hingga menampilkan kulit punggung gadis itu yang terlihat putih bersih dan menggoda. Erik mulai kehilangan akal melihatnya, dia mengecup pelan punggung terbuka itu membuat Lisa mengerang menahan suara laknat bernama ******* yang hampir keluar.. namun di sisi kesadarannya Lisa berucap
" Aku akan membalasmu bajingan dengan lebih sadis Jika kau bertindak kurang ajar padaku" ujar Lisa di sisa kesadarannya walaupun ada gelenyar aneh yang dirasakannya, kesadaran masih membalutinya. Bagaimanapun Lisa tidak mau kehormatannya terenggut dengan cara seperti ini. Mendengar ujaran itu gerakan Eric terhenti, dengan perlahan pria itu bangkit dari tubuh Lisa dan mulai mengancingkan semua kancing kemejanya. Eric berhenti bukan karena takut pada ancaman Lisa melainkan dia sadar kalau hukum karma itu berlaku. Dia mempunyai dua adik perempuan dan Eric tidak mau akibat kelakuan bejatnya terhadap gadis itu berimbas pada adiknya oleh laki-laki lain. Lisa bangkit berdiri dengan tangan memegang gaunnya yang terbuka hampir memperlihatkan sebagian tubuhnya
" Dasar bajingan sialan! Akan kubuat perhitungan denganmu" ucap Lisa dengan kesal saat melihat pria itu dengan santai mengancingkan kemejanya tanpa peduli dengan dirinya yang sudah dilecehkan. Eric memandang Lisa yang menampilkan wajah kesal dengan tangan masih memegang gaunnya agar tidak melorot terjatuh dikarenakan resletingnya yang terbuka. Mata tajamnya melirik ke arah leher dan bahu gadis itu yang tercetak tanda dari bibirnya, tanda yang berwarna ungu kemerahan itu sangatlah mencolok. Eric tidak menyangka tahap imajinasinya bisa Sampai segitu parah. Dia bukan pemain wanita, seumur hidup dia belum pernah dekat dengan wanita apalagi sampai menjalin hubungan karena Eric tidak punya waktu untuk hal-hal seperti itu. Namun, tadi dia merasakan suatu hal tabu di dalam dirinya yang ingin bertindak lebih pada gadis itu. Dengan segera Eric menuju pintu, membuka kuncinya dan keluar dari kamar itu menyisakan Lisa yang kesal tidak bisa kembali menghentikan pria itu karena gaunnya yang terbuka. Namun, di balik rasa kesalnya pada sikap pria itu Lisa tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya apalagi saat pria itu mengambil ciuman pertamanya.
Lisa memandang kotak obat di ranjang itu yang digunakan untuk mengobati luka pria miskin itu dan dirinya sadar Eric belum sepenuhnya diobati Dia benci pria itu sekaligus menginginkannya sebagai seorang pria
.
.
.
__ADS_1
Mampir ya kawan-kawanπππ