
Elina menatap pada sang suami setelah mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Mike
" Aku akan melakukannya jika itu keinginanmu Elin, walau ini sedikit berat untuk kulepaskan. Perusahaanku memiliki arti besar dalam hidupku tapi kamu dan calon anak kita tetaplah yang paling penting untukku sekarang" itulah jawaban yang diberikan oleh Mike pada sang istri
"Aku akan segera mengurus pemindahan kekuasaan perusahaanku dan kita akan hidup damai didesa seperti keinginanmu" lanjut pria itu yang membuat Elina begitu terharu dan reflek langsung memeluk sang suami, ternyata apa yang pernah dikatakan oleh Billy semuanya memang kebenarannya. Mike akan melepas semuanya hanya untuk orang yang dicintainya selagi itu permintaan orang terkasihnya
Elina tidak akan melupakan cerita Billy saat mengatakan perjuangan yang Mike lakukan saat awal-awal membangun kesuksesannya sekarang. Mike yang tidak memiliki pendidikan tinggi bahkan tergolong dalam jajaran anak berandalan sangatlah sulit saat mengajukan diri untuk membangun perusahaannya. Tapi berkat bantuan Marcel dari dalam, Mike berhasil mendapatkan sertifikat pendidikan tingginya dalam dua tahun dan mulai membangun perusahaannya setelahnya. Penghinaan dari gubernur Erwin yang mengatakannya sebagai pria miskin tidak berguna saat dirinya meminta Imelda menjadi penyemangat dirinya hingga lima tahun perjuangan dirinya berhasil masuk dalam jajaran pengusaha muda sukses bersama sahabatnya Marcel
Kini, jika sang istri memintanya untuk melepaskan perusahaan itu, Mike akan melakukannya walau itu terasa sangat berat bagi pria itu tapi akan lebih berat lagi jika Elina memilih meninggalkannya
"Elin" panggil Mike dengan suara lirih saat sang istri tiba-tiba memeluk dirinya
"Maaf" lirih Elina memeluk erat leher Mike
" Kamu tidak perlu meminta maaf seperti ini sayang, aku akan melakukannya jika itu memang keinginanmu"
" Terima kasih" ujar Elina lagi
"Tidak sayang. Jangan berterima kasih ataupun meminta maaf karena itu aku yang harus mengucapkannya. Maaf, karena pernah menuduhmu dengan tuduhan paling kejam dan terima kasih atas maafmu yang masih bersedia menerimaku setelah semua kesalahan yang kuperbuat" sesal Mike menundukkan wajahnya, Elina yang melihat kesedihan sang suami meraih wajah itu menghadapnya lalu entah keberanian dari mana langsung melayangkan sebuah kecupan lembut di bibir suaminya itu
" Jangan memulai sayang" bisik Mike , suaranya mulai serak
" Mulai apa? Akh.." Elina yang bingung terkesiap saat pinggangnya diraih tangan kokoh itu, mengangkat bobot tubuhnya hingga kini dirinya berada dalam pangkuan sang suami
" Mas lukamu!" seru Elina panik, dia takut terjadi apa-apa pada luka suaminya
" Tenanglah sayang, aku baik-baik saja. Sudah kuperingatkan kan, jangan memancingku saat ini" bisik Mike ditelinga Elina lalu langsung meraih bibir ranum istrinya tersebut. Jangan tanyakan bagaimana dengan asisten Niko yang sedang menyetir, pria lajang itu hanya mampu merapal dalam hati
" Dimana aku? Siapa aku?" melihat pemandangan yang tidak seharusnya dilihat oleh jomblo ngenes sepertinya
" Niko, kenapa kau menyetir lelet sekali hah! Bisa lebih cepat sedikit tidak " tegur Mike kesal saat teringat dirinya masih dalam mobil sedang hasratnya pada sang istri sudah mencapai puncaknya
__ADS_1
" I-iya tuan" jawab asisten Niko sedikit gugup, dia kesal pada sang atasan yang tidak tahu tempat untuk bermesraan
" Dasar bos laknat, dia tidak lihat apa kalau aku sudah menyetir diatas rata-rata, perlu seberapa cepat lagi emangnya? Sembuh dari sakit bukannya tambah baik tapi malah lebih menyebalkan" gerutu asisten Niko dalam hati sambil terus memacu mobil tuannya itu semakin cepat membelah jalan raya
πππ
Sesampainya di rumah mewahnya. Mike langsung menggendong sang istri ala bridal memasuki rumah tersebut mengabaikan rasa khawatir Elina pada kondisi perutnya, takut lukanya kembali terluka
" Turunkan aku mas, biar aku jalan sendiri saja nanti takutnya lukamu kembali terbuka" Elina menatap suaminya itu yang malah menampilkan senyumnya
" Aku baik-baik saja sayang dan biarkan aku menggendongmu ya. Kita harus segera kekamar sekarang, ada hal mendesak yang membutuhkan dirimu. Aku sudah sangat lama menahan diri" ujar Mike menatap lembut sang istri dalam gendongannya yang tentu saja membuat wajah Elina bersemu merah saat mengetahui apa yang dimaksud oleh suaminya itu
" Tapi kan..."
" Tidak ada tapi- tapian, kamu yang nurut ya"
Tidak ada waktu bagi Elina walau hanya untuk sekedar menikmati indahnya dekorasi rumah mewah Mike saat sang suami sudah lebih dulu membawanya masuk kedalam kamar untuk menuntaskan apa yang sudah lama terpendam
πππ
Mereka saat ini sedang dalam pesawat menuju tanah kelahiran Claudia dengan satu tujuan mencapai restu orang tua wanita itu
Sudah seminggu mereka tinggal bersama di apartemen gadis itu walau Revan terus mengucapkan kata maaf karena dia belum bisa menjadi seorang suami yang baik saat finansialnya jauh dari kata mapan apalagi kini dia akan menjadi seorang calon ayah yang sangat buruk nantinya.
" Apa kamu merasa tidak nyaman, Claudia?" tanya Revan saat melihat Claudia tampak risih dengan duduknya
" Aku baik- baik saja mas, hanya saja perutku rasanya keram" mendengar itu Revan dengan perhatian mengusap perut istrinya itu dimana disana bersemayam anak mereka
" Dia pasti ingin bermain tapi malah membuat kamu kesusahan" ujar Revan dengan jenakanya membuat Claudia tersenyum aneh dengan ujaran suaminya itu
" Ya, mungkin saja"
__ADS_1
" Claudia" panggil Revan
" Iya.."
" Menurutmu orang tuamu akan menyukaiku tidak?" Claudia tersenyum sambil menggenggam tangan Revan di perutnya
" Tenanglah. Mereka pasti akan menyukaimu mas, aku yakin itu" ujar Claudia memberi semangat hingga sedikit membuat Revan hilang dari rasa gugupnya
" Terima kasih clau" Revan mengucapkannya sembari membawa tangan sang istri ke bibirnya, mengecupnya dengan lembut
πππ
" Mas" panggil Elina pelan pada sang suami yang terpejam setelah ritual suami-istri mereka
" Iya sayang , ada apa?" tanya Mike membuka matanya lalu menatap sang istri dengan penuh kasih sayang
" Aku takut suatu saat kamu akan kembali pada mantanmu, bukankah dulu mas sangat mencintai Imelda hingga bernafsu ingin membunuhku?"
" Sayang, dengarkan mas ya. Mungkin dulu aku memang mengejar Imelda tapi rasa yang kumiliki padamu dan padanya sangatlah berbeda sayang. Aku rela untuk kehilangan Imelda walaupun saat itu aku menjadi kejam hanya dikarenakan obsesiku semata tapi untuk kehilanganmu, kurasa aku tidak akan dapat bertahan, Elin. Lebih baik aku ikut bersamamu atau biarkan saja aku yang pergi daripada aku harus kehilanganmu" jelas Mike dengan sungguh-sungguh
" Apa kamu percaya denganku perasaanku sayang?" Elina mengangguk lalu memeluk tubuh polos suaminya itu yang tentu saja pikiran liar Mike kembali muncul
" Kau membangunkannya sayang, bukankah sudah ku bilang jangan memancingnya " Elina sedikit terkejut dengan ujaran itu langsung melepas pelukannya dan memandang wajah sang suami yang menampilkan senyum mesum
" Tanggung jawab ya" lirih pria tidak tahu malu itu sebelum kembali meraih tubuh sang istri bergelut dibalik selimut bahkan Elina belum sempat untuk mengeluarkan protesnya
.
.
.
__ADS_1
Kritik dan saran diharapkanππ