The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 78


__ADS_3

Tiga tahun kemudian...


Setelah mengalami pasang surut kehidupan, kini Mike dapat menatap dua malaikatnya yang sedang terlelap. Lebih tepatnya sang istri yang ikut terlelap saat menidurkan putra mereka


CUP...


" Sayang" bisik Mike pelan setelah mendaratkan satu kecupan dipipi sang istri. Elina yang terganggu sedikit melenguh lalu membuka matanya dan dibuat terkejut dengan wajah sang suami yang begitu dekat dengan wajahnya


" Mas" lirih Elina yang hampir saja berteriak kalau saja Mike tidak tanggap meletakkan telunjuknya di bibir Elina tanda untuk jangan berisik. Kalau tidak, jagoan mereka pasti akan kembali terjaga.


Sudah seminggu ini Mike dibuat tersiksa karena tidak bisa menyentuh sang istri akibat ulah sang putra yang terus-terusan merengek dan tidak ingin lepas dari mamanya


" Ssssttt, jangan berisik. Ayo ikut mas..sudah cukup kamu mengasuh anakmu, sekarang urus juga suamimu yang kesepian ini" bisik Mike dengan sangat pelan menatap dalam mata polos istrinya yang selalu membawanya pada ketenangan saat menatapnya


Tangan Elina terulur menyentuh rahang tegas Mike, membelainya dengan sangat lembut lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda memberikan suaminya ijin untuk malam ini. Rasa kasihan juga timbul dalam hatinya saat melihat bagaimana suaminya itu tersiksa beberapa hari ini karena dirinya yang sibuk mengurus putra mereka. Tidak memakai jasa Babysitter memang membuat Elina sibuk dengan putra semata wayangnya tersebut


" Tidak ada ampun bagimu untuk semalaman ini ya" bisik Mike ditelinga sang istri sembari berjalan dalam posisi sang istri berada di gendongannya


" Aku menantikannya sayang" jawab Elina dengan suara yang dibuat manja serta tatapan matanya tertuju pada wajah prianya itu. Tangannya masih mengusap sensual rahang kokoh itu dan tersenyum binal kearah Mike yang semakin dibuat menegang karena ulah sang istri. Sejak kapan Elina nya jadi senakal ini? Jawabannya tentu saja setelah keduanya hidup dalam limpahan kasih sayang dan diliputi cinta kasih yang begitu dalam dan Mike sangat menyukai istrinya yang sekarang. Elina tidak lagi malu-malu menunjukkan keagresifannya


" Aku mencintaimu" ujar Elina tepat didepan bibir suaminya, sengaja memancing gairah sang suami dengan gerakan sensualnya


" Aku juga sangat mencintaimu sayang" Mike membawa sang istri memasuki kamar mereka lalu mulai menjatuhkan tubuh keduanya keatas ranjang king size kamar mereka


" Apa Lucas sudah tertidur nyenyak?" Elina mengangguk, dia yakin kalau putra mereka tidak akan mengganggu lagi malam ini


" Baguslah. Oh Tuhan! Aku begitu merindukanmu sayang" Mike langsung menciumi Elina bertubi-tubi, dia begitu merindukan kegiatan mencumbui istrinya seperti ini kendati baru seminggu mereka absen dari kegiatan suami-istri tersebut


" Aku juga merindukanmu, mas" jawab Elina lalu keduanya larut dalam percintaan panas mereka

__ADS_1


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Akhir pekan yang indah. Mike membawa keluarga kecilnya untuk jalan-jalan. Memakai pakaian casual mereka lalu keluar jalan-jalan menikmati indahnya hari ciptaan Sang maha Kuasa


Senyum bahagia tidak lekang dari wajah tampan Mike. Dengan memakai kaca mata hitamnya Mike menggandeng tangan sang istri dengan tangan kirinya sedang lengan kanannya digunakannya menggendong jagoan kecil mereka. Mereka benar- benar terlihat seperti keluarga kecil yang begitu bahagia



Hari ini, Elina sengaja memakai pakaian sederhananya dan memang istri dari Michael ananda itu tidak pernah mau membaluti tubuhnya dengan pakaian maupun barang-barang mewah. Walau penghasilan suaminya sangat mampu membelikan itu semua untuknya tapi Elina tetaplah merasa nyaman dengan kesederhanaan yang dirinya miliki.


Keluarga kecil itu menuju taman kota, dimana banyak keluarga lainnya yang juga menghabiskan akhir pekan disana. Jalan-jalan sekedar mencicipi jajanan yang dijual di pinggir pinggir taman dan kadang tertawa pada tingkah polah putra mereka yang begitu menggemaskan. Jagoan kecil mereka marah-marah saat permen kapas ditangannya mengecil dengan sendirinya dan menyalahkan papanya sebagai pelaku utama yang mencuri permen kapasnya yang tentu saja menimbulkan gelak bagi pasangan yang mengetahui fakta tersebut.


Mereka menyewa sepeda keluarga lalu menaikinya berkeliling taman tersebut. Keadaan ini sungguh membuat Mike begitu bahagia. Andai dia tahu dulu kalau rasa bahagia seperti ini, Mike tidak akan pernah melakukan kesalahan kejam seperti dulu pada wanita yang kini telah menjadi istrinya dan tersenyum cerah disisinya bersama putra mereka


Mike terus menatap pada sang istri yang terfokus pada putra mereka yang sibuk melompat-lompat dengan bebarapa balon yang dibelinya tadi, Mike tersenyum melihat pada sang istri yang sudah memberinya kebahagiaan sedemikian rupa. Sudah tiga tahun berlalu tapi Mike masih saja terus jatuh cinta pada sosok istrinya yang tidak pernah berubah baik dari segi fisik maupun sifat, malah istrinya semakin terlihat cantik setiap harinya apalagi wajah Elina yang kini sudah dipenuhi dengan tawa. Mike menepati janjinya untuk mengganti tiap tetes air mata Elina dengan tawa bahagia dan kini semuanya sudah dia laksanakan. Istrinya melewati hari-harinya dengan tawa bahagia selama ini



Pluukk..sebuah bola menggelinding mengenai kakinya lalu terdengar suara teriakan dari dua pria terkasihnya dengan suara khas masing-masing


" Sayang, lemparkan bolanya kesini" seru Mike


" Mama empa olana kecini(Mama, lempar bolanya kesini)" suara cadel dari putranya juga terdengar membuat Elina mau tak mau tersenyum senang dan ikut bergabung bersama keduanya bermain bola plastik ditaman


Menjelang siang, keluarga kecil itu memasuki sebuah restoran dan mulai memesan pesanannya. Mike mendudukkan Lucas, sang putra di sampingnya dan Elina memilih duduk berhadapan dengannya agar Elina bisa menatap wajah dua pangerannya. Selagi menunggu pesanan mereka datang, Mike tidak henti-hentinya menggoda sang putra dengan berkata siapa yang paling tampan diantara mereka



" Uca ebi ampan ( Lucas lebih tampan)"

__ADS_1


" Mana ada, papa yang lebih tampan"


" Papa jeyek, ya tan ma? ( Papa jelek, ya kan ma)" ujar anak itu meminta pendapat pada sang mama yang tidak hentinya dibuat ketawa


" Coba kau jawab sayang? Siapa yang lebih tampan diantara kami?" Mike juga meminta pendapat pada sang istri yang masih saja tertawa


" Mama piyih aku yan aying ampan ( Mama, pilih aku yang paling tampan)"


" Enak saja, mama pasti pilih papa yang paling tampan lah" Mike masih tidak mau kalah dari sang putra


" Kalian dua-duanya adalah pria paling tampan bagi mama" jawab Elina akhirnya menatap secara bergantian dua wajah pria beda usia tersebut


" ana ica, etap uca ebi ampan ( Mana bisa, tetap Lucas lebih tampan)" Lucas tetap tidak mau mengalah dengan suara cadelnya. Dia tetap ingin menjadi pria yang paling tampan dimata mamanya. Elina tertawa makin lebar


" Iya-iya, Lucas lebih tampan" Elina akhirnya mengalah dan Lucas langsung melihat papanya dengan rasa bangga


" tu tan, mama iyang uca ebi ampan. Papa jeyek ( Tuh kan, mama bilang Lucas lebih tampan. Papa jelek)" ujar anak itu bangga. Mike pura-pura memasang wajah cemberutnya lalu menatap pada sang istri yang mengangkat bahu


" Dia menuruni gen narsismu" ujar Elina pada sang suami


" Kau tampan juga karena papamu ini" kata Mike yang mengacak-acak rambut putranya yang tentu saja langsung dibuat kesal dan memukul-mukul Mike dengan tangan kecil mungilnya. Sepasang suami-istri itu malah puas tertawa dengan kekesalan putra mereka


.


.


.


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2