
Pria yang sudah menghapus status lajangnya itu tampak mematut diri dicermin dengan senyum lebar, dia berencana mengajak sang istri jalan-jalan hari ini, sekedar refresing agar istrinya bisa lebih relaks dalam masa kehamilannya
Selepas bangun tadi pagi, dirinya langsung berangkat ke toko pakaian terdekat, mencoba membeli pakaian yang cocok untuk dirinya pergi dengan Elina.Mengaktifkan ponselnya yang terdapat ratusan panggilan tak terjawab dari kolega kerjanya dan dari para sahabatnya yang pasti sangat mengkhawatirkan dirinya
'Mike, dimana kamu? Saat kamu lihat pesan ini, segera hubungi aku.Ada hal penting yang perlu kamu ketahui'
Isi pesan dari Billy membuat kening Mike berkerut, hal penting apa yang ingin dibicarakan sahabatnya itu?
Tapi Mike tidak ingin diganggu saat ini, dia ingin fokus bersama istrinya dulu sebelum sibuk kembali dengan dunia workholicnya.Mike kembali menonaktifkan ponselnya, dia akan bertanya nanti pada Billy tentang hal penting apa yang ingin dibahas sahabatnya itu
"Maaf Bil, biarkan hari ini aku menghabiskan waktu dengan istriku" gumamnya pelan penuh tekad.Dia tidak peduli jika nanti para sahabatnya akan marah padanya karena tidak memberitahu perihal dirinya yang sudah menikahi Elina
Mike langsung melajukan mobilnya kembali ke panti untuk berbenah diri sekaligus menjemput sang istri yang sudah diberitahunya untuk bersiap-siap karena dirinya akan membawa sang istri pergi jalan-jalan
πππ
Elina yang sudah siap menunggu Mike kembali masih tidak lepas dengan rasa gelisah yang menyerangnya tanpa mengerti, kenapa dirinya merasa gelisah tiba-tiba seperti akan ada hal besar yang akan menimpanya
"Kenapa hatiku tidak bisa tenang?" tanyanya pelan sembari memukul pelan dadanya, berharap tidak akan terjadi apa-apa dengan perasaan gelisahnya tersebut
Dilihatnya mobil Mike memasuki halaman panti dan pria itu turun dari mobil dengan wajah tersenyum
"Kamu sudah siap,sayang?" Mike bertanya dengan tatapan takjub pada penampilan istrinya.Elina hanya berpenampilan simpel dengan pakaian yang sangat tertutup tapi itu tidak menghilangkan kesan manis pada istrinya itu
Dulu Mike begitu terobsesi pada Imelda yang berpenampilan seksi tapi sekarang saat hatinya sudah tertambat pada Elina, Mike tidak pernah ingin Elina memakai pakaian yang minim bahan, dia tidak ingin siapapun melihat bagian tubuh yang terbuka dari istrinya, jiwa posesifnya semakin membesar saat tahu Elina belum sepenuhnya menerima dirinya
"Eum.." Elina mengangguk dan berjalan mendekat, kandungannya berjalan 2 bulan tapi perutnya tidak terlihat begitu menonjol apalagi jika dirinya memakai pakaian longgar.Elina masih terlihat seperti gadis pada umumnya, terlebih umurnya yang masih muda membuatnya terlihat begitu manis dan energik
Mike dengan segera meraih tangan sang istri lalu menuntunnya masuk kedalam mobil yang sudah lebih dulu dibukakan pintunya.lalu berlari memutar menuju kursi kemudi
"Kami berangkat dulu ya" pamit Elina pada ibu panti dan beberapa anak panti yang sedang melihat mereka pergi.Mike hanya tersenyum dan mulai melajukan mobilnya menghilang dari pandangan penghuni panti
"Kita mau kemana?" tanya Elina
"Kita jalan-jalan ke taman kota.Mau?"
__ADS_1
"Baiklah" Elina menjawab singkat lalu mulai bermain dengan pikirannya yang tidak bisa fokus
πππ
Sepasang suami-istri itu kini tampak berjalan kaki menyusuri jalan taman kota dimana banyak dijualnya jajanan jalanan yang enak-enak.Mike awalnya tidak setuju untuk berjalan kaki karena itu akan membuat Elina kelelahan nanti, tapi gadis itu berhasil meyakinkannya kalau berjalan kaki itu baik untuk kandungannya
Jadi, disinilah mereka berjalan santai beriringan menyusuri jalanan taman kota.Sesekali Mike mencuri pandang pada sang istri yang terus menampilkan senyumnya melihat orang-orang yang mereka lewati
Setelah sedikit lama berjalan-jalan, Mike sempat meminta istrinya untuk beristirahat sebentar agar tidak terlalu kelelahan , tapi Elina tidak mendengarkannya, gadis itu terus melihat-lihat jajanan yang dijual tanpa berniat menyicipinya, dia jadi gampang mual jika mencium bau makanan asing semenjak hamil
"Ayo" Mike menarik pelan tangan Elina menuju sebuah bangku panjang yang terletak disana
"Kenapa?" Elina bertanya heran saat dirinya didudukkan pelan diatas bangku panjang itu oleh Mike
"Duduklah sebentar.Jangan terlalu lelah, akan aku belikan minuman ya" ujar pria itu lalu beranjak ke warung terdekat untuk membeli minuman.Elina baru saja ingin bilang tidak perlu, tapi Mike sudah lebih dulu bertindak tanpa mendengar protesnya
Tidak lama kemudian, Mike kembali kearahnya dengan dua botol air mineral di tangannya
"Minumlah dulu" ujarnya sambil menyodorkan minuman itu pada Elina yang kemudian menerimanya
"Bagaimana bisa kamu mengabaikan tali sepatumu lepas begini.Bagaimana jika nanti kamu tidak sengaja terjatuh dan terluka, terlebih sekarang kamu sedang mengandung" protes yang keluar dari bibir Mike sembari terus mengikat tali sepatu itu
Elina yang kembali dibuat terkejut oleh tindakan pria itu hanya mampu terdiam memperhatikan Mike yang mengikat tali sepatunya dengan penuh perhatian, mau protes juga percuma karena suaminya itu tidak pernah mendengarkannya
"Lain kali kamu harus lebih hati-hati sayang.Aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu dan bayi kita" lanjut pria itu lagi sambil bangkit dan mengecup pelan dahi Elina
"I..iya" jawab Elina yang tiba-tiba merasa gugup dengan perlakuan yang diberikan Mike
"Masih mau jalan-jalan?" Elina mengangguk.Lalu keduanya mulai kembali melanjutkan kegiatan jalan-jalan mereka.Tak jarang Mike selalu menggoda istrinya itu, dengan mencuri-curi kecupan Elina saat gadis itu sibuk menyesap es krim kesukaannya
"Ih, menjijikan" protes Elina yang tidak kunjung ditanggapi oleh Mike.Suaminya itu terus-terusan menciumi wajahnya dimanapun ada kesempatan tidak peduli dengan tatapan para pengunjung lainnya yang menatap aneh kearah mereka
"Ini manis" itulah jawaban yang selalu dijawab oleh Mike saat istrinya selalu protes kelakuannya itu menjijikan
__ADS_1
"Mari beli beberapa pakaian sebelum pulang" ujar Mike sembari mendekatkan wajahnya kearah sang istri tepat didepan seorang penjual gulali yang termangu menatap kearah Mike yang tidak tahu malu didepannya
"Eum.." Elina hanya menjawab asal karena terlalu fokus menjauhkan kepalanya dari wajah Mike yang terus terusan mendekatinya, belum lagi dia harus menahan malu dari tatapan orang-orang yang melihat kelakuan memalukan suaminya
πππ
Elina membuang wajahnya kearah berlawanan dari Mike, dia sangat kesal pada kelakuan suaminya itu. Mike memborong semua pakaian yang diliriknya, dikursi penumpang mobil penuh dengan pakaian yang dibelikan pria itu untuknya.Elina bahkan sempat berpikir 'Apa suaminya itu sangat kelebihan uang hingga menghambur-hamburkannya seperti itu'
"Sudahlah sayang, berhenti mengacuhkanku.Cuma beberapa potong pakaian itu tidak akan membuatku miskin, aku bahkan sanggup membeli satu isi toko untukmu" umbar Mike dengan sedikit rasa jumawanya
"Dasar gila" desis Elina menatap tajam suaminya itu.Dia tidak peduli jika Mike kaya ataupun miskin tapi dia ingin agar suaminya itu lebih bisa mengatur penghasilannya pada sesuatu yang lebih dibutuhkan
Sesampainya di panti Mike buru-buru turun membuka pintu mobil untuk istrinya yang dijadikannya ratu hari ini.Elina turun masih dengan wajah kesalnya
"Masih kesal ya?"
"Eum.."
"Baiklah, besok aku janji akan lebih bijak menggunakan uangku" sebenarnya Mike tidak pernah peduli dengan itu semua tapi untuk membuat istrinya senang dia akan mengalah untuk hari ini
Perlahan Mike membawa tubuh mungil istrinya kedalam dekapannya, memeluk gadis itu dengan penuh perasaan
"Aku benar-benar bahagia hari ini" gumam Mike pada Elina yang hanya mampu diam.Elina merasa jantungnya berdetak diluar kapasitas saat menerima pelukan tulus tersebut
Mike melepas pelukannya dan perlahan mendekatkan wajahnya pada Elina, berusaha menggapai bibir mungil sang istri dan berakhir dengan ciuman lembut keduanya
"Elin..." terdengar panggilan penuh luka seorang pria yang menampakkan diri dibalik kegelapan
.
.
.
Kritik dan saran diharapkanππ
__ADS_1