The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 23


__ADS_3

Pandangan tanpa jiwa itu tertuju pada seorang pria yang masih terbaring tidak sadarkan diri.Pikirannya dipenuni dengan perkataan pria yang menjadi ayah dari janin yang dikandungnya.Jika apa yang dikatakan oleh Mike benar, kalau pria itu akan menikahinya itu berarti dirinya akan selamanya terikat dengan pria iblis itu.Elina menggelengkan kepalanya


"Tidak, aku tidak ingin hidup bersamanya" gumam Elina masih terus menggeleng, berharap apa yang menimpanya hanya mimpi semata.Impiannya yang begitu indah hancur dalam sekejap, rencana masa depan yang sudah diaturnya dengan penuh harapan runtuh tak bersisa dan dirinya juga harus merelakan pria yang dicintainya


"Maafkan aku mas Revan...maaf" gumamnya sembari mengambil sebelah tangan Revan dan dibawa ke pipinya. Elina terus berkata maaf dengan hati luka sambil sesekali mencium lembut tangan Revan.Dia tidak akan sanggup menikah dengan pria lain ketika dirinya sangat mencintai Revan


Diluar pintu, Dira memandang pilu saudaranya itu yang sedang menangis tertahan.sedikit banyak Dira tahu tentang masalah Elina apalagi ditambah dengan drama tadi siang yang membuat Dira semakin yakin dengan apa yang sudah terjadi.Dira juga sempat mendengar ujaran terakhir Mike sebelum pria itu pergi dari rumahnya kemarin padahal dia bahkan belum sempat untuk bicara dengan Mike


"Elin..kamu makan dulu ya" tutur Dira membawa nampan berisi makanan itu masuk.Elina dengan cepat menghapus airmatanya agar Dira tidak melihat dia menangis, gadis itu langsung menampilkan senyumnya saat berbalik menghadap Dira


"Wuah pasti enak..." serunya dengan riang.Dira memandangi wajah Elina


"Berhenti berpura-pura, wajahmu terlihat sembab.Kamu baru saja habis menangis kan?" tanya Dira membuat mimik Elina langsung berubah menjadi sendu kembali


"Setidaknya berpura-pura lah kamu tidak sadar.Kamu membuatku terlihat seperti orang bodoh" ucap Elina menunduk


"Ah sudahlah.Jadi, apa yang akan kau lakukan besok? Tadi siang aku mendengar kata-kata tuan Michael..sepertinya dia serius ingin menikahimu besok" kata Dira membuat Elina mendongak dan secara naluriah menggeleng.Dia tidak bisa melakukannya karena dia tidak menyukai pria itu, terdengar egois memang karena saat ini dirinya sedang mengandung tapi Elina tidak dapat memaksakan perasaannya, dia tidak ingin terluka seumur hidupnya saat perasaan cintanya sudah sepenuhnya dimiliki Revan dan rasa yang terdapat untuk Mike hanya kebencian yang memdalam


"Dir..tolong aku, aku ingin kembali kedesa hari ini juga" pinta Elina sembari mengambil tangan Dira dan memohon pada suster itu.Dira terkejut mendengar permintaan itu, jika Elina ingin kembali ke desa itu berarti saudarinya itu tidak ingin menikah dengan Mike


"Tapi Elin.."


"Aku mohon" pinta Elina dengan sangat,airmatanya kembali turun


"Aku tidak ingin menikah dengan pria itu.Kumohon bawa aku kembali ke panti.."


"Lalu bagaimana dengan Revan?" Elina memandang Revan yang masih tertidur damai


"Biarkan saja mas Revan.Aku sudah putus dengannya, dia berhak bahagia bersama wanita yang lebih baik dariku.Aku juga tidak sanggup memikirkan jika laki-laki sebaik dirinya hidup bersama wanita kotor sepertiku" ujar Elina dengan wajah sendu memandang wajah pria yang sudah menjaganya selama 10 tahun ini


"Revan akan menerima apapun kekuranganmu Elin..aku lihat dia benar-benar tulus mencintaimu" jelas Dira


"Aku tahu..dan karena itulah aku tidak sanggup jika harus bersamanya.Dia adalah malaikat yang tidak akan cocok bila bersanding dengan wanita yang sudah dinodai oleh iblis" gumam Elina pelan, airmatanya terus menetes membuat Dira tidak lagi menyuarakan pendapatnya dan menarik gadis rapuh itu dalam pelukannya

__ADS_1


"Baiklah..besok pagi-pagi sekali, aku akan antar kamu ke statiun kereta untuk kembali ke desa"


"Terima kasih Dir..aku tidak tahu bagaimana harus menghadapi semua ini jika sendirian"


"Aku akan selalu bersamamu.Kamu ingat kita ini bersaudara dan aku tulus menyayangimu Elin.." kata suster itu mengusap rambut hitam Elina yang sudah memendek.


Sebenarnya suster Dira punya masalahnya sendiri yang bahkan tidak dapat dia ceritakan pada siapapun


"Baiklah,sekarang kamu makan dulu ya.Kasihan dedek bayinya jika tidak ada asupan" Dira berucap jenaka


"Dia bahkan belum terbentuk" jawab Elina asal mulai memakan makanannya dan Dira hanya tersenyum lembut


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Mike pulang dengan hati riang walau muka babak belur,dia bahkan bersiul kecil ketika memasuki rumahnya karena walau paksaan dia sudah mendapat asupan gizinya dari mencium Elina.Selagi dirinya asyik bersiul riang, langkahnya terhenti saat sampai diruang tamu.Dilihatnya tiga orang yang sedang duduk santai di sofanya sambil ngemil,seakan itu rumah mereka bertiga


"Baru pulang" Eric menyapa sang tuan rumah sembari asyik menekan remote tv mencari channel yang pas


"Sedang apa kalian disini?" tanya Mike dengan pandangan bingung.Sedang apa ketiga sahabatnya dirumahnya?


"Kau tidak membawa handphonemu?" tanya Marcel memecahkan kebingungan Mike yang langsung meraih ponselnya disaku jas.Dilihatnya puluhan panggilan tak terjawab dari ketiganya itu, Mike memandang wajah ketiganya yang melempar tatapan kesal khas masing-masing


"Maaf.." cicitnya menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Aku lupa mengaktifkan deringnya jadi aku tidak tau saat kalian menelpon" lanjutnya yang mendapat tatapan malas dari ketiganya


"Jangan sok sibuk kamu..Marcel aja yang hasil produksinya hampir gagal gara-gara pencuri tidak jelas tidak sesibuk kamu" cecar Billy terlanjur kesal, mereka sudah menunggu Mike hampir satu jam lamanya gara-gara pria itu tidak menjawab ponselnya.


"Maaf, aku tidak tahu kalau kalian ajak kumpul hari ini.Jadi apa yang mau dibahas kali ini?" tanyanya, Mike bersyukur suasana hatinya lagi baik, kalau tidak dia akan meledak juga menanggapi para sahabatnya yang bahkan tidak mengerti dirinya, setidaknya itulah pemikirannya


"Bukan hal penting..tapi sebelum itu,aku ingin tau kenapa lagi dengan wajahmu.Kamu berkelahi lagi" Eric bersuara dengan tenang, menghentikan Billy yang akan kembali menjawab dan dapat dipastikan Billy akan menjawabnya dengan kesal, entah kenapa pria itu terlihat begitu sensitif sekarang, seperti baru ditolak perempuan saja


"Aku tidak berkelahi tapi cuma membela diri.Ada pria gila yang memukuliku dan aku membalasnya.Apakah itu dapat dikatakan sebagai berkelahi?"

__ADS_1


"Memang siapa yang memukulmu kali ini?" Marcel berbicara masih dengan nada malasnya, jika bisa memilih dia akan lebih senang untuk pulang dan bertemu istrinya daripada duduk sama para sahabatnya yang terlihat seperti perang sindir begini


"Oh kebetulan kalian disini.." kata Mike tersenyum dan langsung menyesakkan diri duduk disofa yang sedang diduduki oleh Marcel dan Billy dan otomatis Mike langsung mendapat pukulan ringan dari kiri dan kanannya karena duduk diantara dua sahabatnya yang sesak


"Apa-apaan sih! Sakit tau" Mike mengeluh sambil mengusap bahunya pelan


"Kenapa kamu harus duduk disini, tuh sofanya masih luas disana" Billy menunjuk sofa di seberang meja


"Aku tidak ingin duduk disana karena ada hal penting yang ingin kubicarakan dengan kalian dan pas sekali kalian ada disini hari ini"


"Memang apa yang ingin kau bicarakan?" Mike akhirnya mendapat tanggapan penasaran ketiga sahabatnya


"Aku..." Mike melambatkan suaranya memandang ketiga sahabatnya yang menatapnya penasaran


"Akan jadi seorang daddy ha..ha..ha" lanjutnya akhirnya sambil tertawa senang


Pluukk...dua pukulan kiri-kanan mendarat pelan dikepalanya saat dirinya tertawa


"Aaow...apa-apaan sih kalian?" Mike kembali protes memandang kanan-kirinya dengan kesal saat kedua sahabatnya kembali memukul dilukanya hingga terasa perih


"Kau kesurupan apa?" Marcel bertanya


"Dia sudah gila" tanggapan Billy dan Eric hanya terkekeh kecil dengan drama tiga sahabat itu


"Kalian tidak percaya denganku?" kata Mike memandang tak percaya ketiga sahabatnya yang mengejek dirinya gila.Ketiganya menggeleng dengan serentak membuat Mike menjatuhkan kepalanya di sandaran sofa tak percaya


"Ah sudahlah, percuma aku bicara sama kalian.Asal kalian tahu saja, besok aku akan menikah"


"Hah..." ketiganya menatap tidak percaya pada Mike


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2