The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 58


__ADS_3

Tatapan datar dilayangkan Revan pada Mike, pria itu tidak dapat mengelakkan keterkejutannya akan kehadiran Mike. Kenapa pria itu harus hadir disaat dirinya memutuskan akan menyerah dalam mendapatkan Elina


"Bagus sekali pemandangan yang kalian suguhkan!" ujar Mike berjalan mendekat dengan mata berkilat marah pada dua insan didepannya


"Mike.." gumam Revan membuka suara untuk menjelaskan


"Dasar bajingan!!" Mike sudah terlebih dahulu melayangkan rasa emosinya pada Revan dengan menonjok wajah pria itu


"Ini yang kau bilang tidak akan berbuat bejat! Apa kau sadar, Elina masih istriku" Mike mulai dikuasai amarah, sungguh hatinya begitu panas saat melihat pemandangan tadi


Dia sudah begitu berjuang menyelesaikan semua tugasnya hanya untuk bisa segera menjumpai sang istri yang begitu dirindukannya, namun pemandangan yang dilihatnya benar-benar meruntuhkan semua kesenangan yang awalnya dirasanya


"Mike, tolong hentikan" seru Elina menghadang Mike yang ingin menghantam Revan kembali


"Mike??? Kau memanggilku Mike! Sedangkan pria itu kau memanggilnya mas!! Kau istriku Elina" kata Mike terbawa emosi. Dirinya merasa begitu tidak ada harganya dimata wanita itu


"Jangan berteriak pada Elina seperti itu, Mike" tutur Revan sedikit meringis akibat pukulan Mike sedangkan pria itu menatap tajam pada Revan


Tanpa berkata-kata lagi, Mike menarik Elina kedalam pelukannya lalu memaksa mencium gadis itu, melampiaskan rasa marahnya pada ciuman yang terkesan menuntut itu, tidak peduli dengan Revan yang menatap terkejut pada tindakannya


Elina memberontak dalam pelukan Mike, bukan karena dirinya tidak ingin dicium Mike, tapi karena kekasaran pria itu saat ******* bibirnya


Plakk...


Mike membeku dengan wajah yang oleng kesamping, rasa panas menjalar di pipinya saat tangan istrinya menghantam wajahnya


"Aku bilang berhenti!" ujar Elina dengan mata yang kembali berair, menyapu kasar bibirnya yang baru saja dicium paksa oleh Mike


"Hah! Hahaha.." Mike tertawa bodoh. Apa dia baru saja menerima penolakan dari istrinya

__ADS_1


"Mike.." panggil Revan namun tangan Mike terangkat berisyarat agar pria itu diam


"Elin, aku tahu. Dirimu belum dapat menerimaku, tapi kamu tetaplah masih istriku. Itu artinya, tidaklah pantas bagimu untuk bersikap seperti ini dengan pria lain sekalipun dia adalah pria yang kamu cintai" Mike menjelaskan namun terselip keegoisan didalam sana, Elina menatap suaminya itu dengan tangan terkepal. Kenapa! Kenapa disaat dirinya sudah membuka hati untuk Mike tapi pria itu tampak meragukan dari rasanya


"Jadi, bagaimana harusnya aku bersikap" tanya Elina mengeraskan hatinya


"Setidaknya, hargailah aku yang masih berstatus suamimu"


"Lalu, apakah kamu bisa menghargaiku sebagai seorang wanita yang tertuduh?" tanya Elina menatap mata Mike yang melunak saat menatapnya, mata pria itu tampak penuh dengan penyesalan dan juga setitik sinar kemarahan


"Itu hanya masa lalu Elin, bukan saatnya kita membahas itu semua sekarang"


"Bukan saatnya? Lalu bagaimana dengan tuduhan pembunuh yang kau sematkan padaku dan bagaimana kau akan menyelesaikan kenyataan bahwa calon istrimu, Imelda ternyata masih hidup?" Mike terdiam, nyatanya semua luka masa lalu itu tidak akan pernah sembuh total, tetap akan meninggalkan luka besar didalam diri Elina


"Aku sudah selesai dengan Imelda" jawab pria itu dengan sendu, Elina tertawa dalam tangisnya. Takdir benar-benar mempermainkan mereka


"Kau sudah selesai dengan Imelda, lalu datang melampiaskan semuanya pada Elina, apa kau terlalu memandang rendah kenyataan?" kata Revan kembali bersuara, sungguh pria itu merasa sakit saat melihat tangis Elina dengan pertanyaan yang dilayangkan gadis itu pada Mike, itu artinya Elina masih belum sepenuhnya juga menerima Mike


"Haruskah aku membongkar siapa dirimu sebenarnya sekarang?" ujar Revan mulai sedikit muak dengan semua permainan takdir akan dirinya, dan kini mungkin saatnya dia membuka kartu as tersembunyinya walau itu mungkin akan menyakiti Elina dengan kenyataan yang dipaparkannya


Kening Mike berkerut bingung, dia sama sekali tidak mengerti dengan semua perkataan Revan. Membongkar apa?


"Kau pernah menuduh Elina sebagai pembunuh dan apakah dirimu sadar, bahwa disini kaulah yang pembunuh" ujar Revan tersenyum sinis menatap Mike, Elina juga tersentak dengan pernyataan itu dan menatap Revan penasaran


"Apa maksudmu Revan?" Mike mencoba meredam suaranya agar tidak berteriak keras pada Revan


"Ingatkah kamu saat aku pernah bilang bahwa kau akan menyesal kalau mengenal siapa itu Elina" kata Revan mengalihkan matanya menatap Elina lalu kembali menjatuhkan pandangannya pada Mike


" Jangan bertele-tele Revan, katakan apa maksudmu?" ujar Mike mulai mengepalkan tangannya, merasa dipermainkan dengan kata-kata Revan

__ADS_1


"Maksudku sangat jelas Mike, kau seorang pembunuh!" seru Revan tersenyum sinis pada Mike


"Jaga ucapanmu bajingan!" Mike yang sudah terlalu emosi kembali menerjang Revan dengan menarik kerah baju pria itu, pria yang sudah dengan berani mengecup bibir istrinya


"Jangan pernah lupa kau pernah membunuh seseorang, Mike" Revan masih tetap berujar santai walau kerahnya ditarik dengan keras oleh Mike


"Dan kau tahu siapa yang kau bunuh itu?" Mike sudah hampir melayangkan tonjokannya kembali pada Revan


"Dia ayahnya Elina kawan!" kepalan tangan Mike terdiam di udara saat perkataan itu terpaparkan


"Dan ayahnya merupakan satu-satunya keluarga Elina yang tersisa, tapi kamu menyebabkan Elina menjadi sebatang kara" Mike menatap nanar wajah Revan, tubuhnya seakan lunglai dengan kenyataan itu


"Tidak mungkin, kau pasti berbohong" Mike menggeleng tidak percaya.Jadi, dirinya sudah membuat luka besar pada Elina sejak lama


"Untuk apa aku berbohong padamu! Aku bisa membuktikannya bahwa pria yang saat itu kau tabrak adalah ayahnya Elina"


Mike seakan merasa dunianya runtuh dalam sekejap dengan kenyataan itu, perlahan kepalanya bergerak menatap pada Elina yang menunduk, gadis itu pasti sangat terluka dengan semua kenyataan itu


"Elin.." panggil Mike pelan, bahkan segala kata maaf tidak akan berguna lagi untuknya. Mike dapat membayangkan bagaimana hancurnya seorang Elina sekarang, bahkan jika saat ini dirinya bersujud di kaki gadis itu dan mengharapkan maaf Elina, tentu dia tidak akan mendapatkan itu semua setelah semua fakta ini


"PEMBUNUH!!" teriak Elina mendongakkan wajahnya yang sudah basah dengan air mata, matanya memerah menatap marah pada Mike. Dia benar-benar tidak dapat lagi menerima semua itu, dia benar-benar merasa bersalah pada sang ayah, jika semua yang dikatakan Revan adalah kebenaran bahwa suami dan juga ayah dari janin yang dikandungnya adalah pembunuh sang ayah


Mike membeku dengan teriakan itu, tampak rasa kecewa besar dimata Elina padanya. Mike sudah selesai, dirinya tidak akan pernah lagi mendapatkan kesempatan untuk dicintai wanita itu sekalipun saat Elina sedang mengandung bagian dari dirinya


"Tuhan, apakah tidak ada kesempatan untukku dalam menggapai hatinya. Aku mencintai istriku,Tuhan" Mike membatin


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkan🙏🙏


__ADS_2