
Berjalan santai memasuki ruangan sang sahabat yang sedang terbaring sakit. Billy, dengan penampilannya yang sudah seratus persen berubah dari siang tadi, kini dia tampak memukau dengan balutan pakaian casualnya yang sangat cocok ditubuhnya
"Hai, aku kem..ba..li" suara riangnya langsung terkunci saat matanya melihat suster Dira yang menatapnya dengan tatapan penuh kemarahan. Apa yang terjadi? Bukankah Dira sudah sedikit membaik dengannya tadi, kenapa tatapan membunuh itu kembali muncul sekarang? Batinnya bertanya bingung
Billy menatap kearah dua sahabatnya yang tampak menahan tawa, dia yakin pasti dua sahabat laknatnya itu sudah berkata yang bukan-bukan pada Dira. Matanya juga beralih menatap seorang wanita yang kini terduduk melamun dengan tatapannya yang tertuju pada Mike yang masih terpejam
Mengabaikan Dira dan dua orang aneh versinya, Billy melangkah mendekati Elina, menyentuh bahu wanita itu pelan hingga membuat Elina mengalihkan tatapannya pada Billy
"Boleh aku bicara denganmu sebentar?" kata Billy meminta persetujuan, Elina sempat bingung namun akhirnya mengangguk juga
Elina bangkit dari duduknya lalu mengikuti langkah Billy yang sudah keluar dari ruangan mengabaikan tatapan heran tiga manusia sadar didalam ruangan itu
"Kurasa Billy gila jika berani mendekati istri Mike" ujar Marcel dengan sengaja agar bisa didengar oleh Dira
"Iya, kau benar. playboy akut sepertinya sangat mengerikan. Kurasa aku harus menjaga istriku baik-baik" timpal Eric menahan tawa saat melihat tangan Dira terkepal, tanda gadis itu marah dengan apa yang didengarnya
"Kurasa wanita ini juga punya perasaan sama Billy" bisik Marcel pada telinga Eric disampingnya yang mengangguk mengiyakan
"Sebentar lagi playboy itu akan jadi pempek kurasa" balas Eric juga dengan berbisik. Sangatlah menyenangkan bagi mereka mengerjai Billy sebagai balasan dulu saat Billy mengerjai keduanya dengan kecupan berlipstick
πππ
"Apa kau yakin kalau Mike pelaku tunggal dalam kecelakaan yang dialami ayahmu?" tanya Billy langsung saat keduanya sudah berada diluar ruangan. Elina menunduk, dia tidak begitu yakin karena hati kecilnya berkata Revan juga ikut terlibat dalam kasus tabrak lari tersebut
__ADS_1
"Iya" jawab Elina singkat, dia tidak ingin berkata panjang lebar yang akan berujung penjelasan tanpa dasar nantinya
"Hah!" Billy tertawa bodoh sembari meraup wajahnya lalu menatap pada Elina
"Dengar Nona! Kau boleh meyakini apapun yang dikatakan oleh hatimu tapi asal kau tahu, kejadian yang kau bayangkan dalam pikiranmu tidaklah seperti itu"
"Disini aku bukan ingin membela sahabatku, Mike. Tapi, saya ingin menjelaskan padamu kebenarannya. Mike memang bersalah, memang dia yang menabrak tapi apa pernah terpikir olehmu jika ada orang lain bersamanya saat itu?" tanya Billy dengan sedikit penjelasannya. Elina terdiam
"Dulu Mike bukanlah orang kaya, dia hanyalah seorang remaja gelandangan dulunya. Jadi, coba pikirkan bagaimana bisa dia memiliki mobil?" seketika Elina mendongak menatap wajah Billy saat kalimat itu terlontar. Apa maksud Mike gelandangan dulunya?
"Kamu tahu mobil siapa yang dipakai oleh sahabatku, Mike saat itu?" tanya Billy lagi, Elina menggeleng
"Itu adalah mobil orang tua dari pria bernama Revan anggara. Apa kau mengenalnya?" Elina mengangguk, mendengar cerita Billy perlahan membuat Elina dapat menarik garis besar dari semua kejadian di masa lalu dan alasan Mike dengan Revan saling mengenal
"Seperti itulah kebenarannya" tuntas Billy sembari menunduk, matanya memerah menahan rasa sesak akan kehidupan yang dijalani sahabatnya itu
Sedangkan Elina juga sudah terisak dalam tangisnya, dadanya menjadi sesak dengan semua kebenaran itu
"Aku paham dengan semua yang kau rasakan dan sulit bagimu untuk menerimanya dengan mudah tapi aku harap kau mau memikirkannya karena saat ini Mike tulus mencintaimu Elina. Dia bahkan rela menahan kantuk dan lelahnya untuk menyelesaikan tugasnya hanya agar bisa segera menemuimu karena rasa rindunya yang begitu besar padamu" tutur Billy dengan jelas membuat Elina kembali menutup mulutnya dari suara tangis yang ditahannya
" Begitu kau menerima dirinya, kurasa Mike akan langsung meresmikan pernikahan kalian. Dia mungkin kasar dan terlihat kejam tapi Mike adalah pria yang begitu tulus dengan perasaannya. Dia pasti akan menjadikan dirimu ratu di hidupnya. Sekarang pun dirimu prioritas utamanya sampai melupakanku sebagai sahabatnya" lanjutnya sembari tersenyum membayangkan bagaimana sahabatnya itu berjuang dengan keras untuk mencapai keinginannya tapi menyerah pada wanita mungil disampingnya saat ini
Mike pernah mengalami jatuh bangunnya kehidupan dan saat ini memilih untuk beristirahat sementara dari peliknya masalah kehidupan
__ADS_1
"Hanya ini yang ingin kusampaikan padamu, semoga dengan ini dapat membuat pandanganmu berubah pada sosok sahabatku itu. Dia salah, itu benar. Aku tidak akan membelanya dengan mengatakan tindakan yang dilakukannya benar tapi, tiap manusia pasti memiliki salah begitupun dengan Mike, dia pernah salah, pernah melakukan sebuah kesalahan fatal padamu dan kini dirinya telah menyesalinya"
"Untuk saat ini Mike pasti akan melakukan apapun keinginanmu, coba kau meminta satu hal yang mungkin akan sulit untuk dilakukannya. lihat, apa yang akan dia pilih. Dirimu atau permintaan itu" tutup Billy sembari bangkit masuk kedalam ruang inap Mike kembali meninggalakan Elina yang kembali terisak serta kebingungan akan pikiran dan hatinya
Tidaklah mudah untuk memaafkan serta tidaklah mudah untuk melupakan tapi mudah untuk jatuh cinta dan mudah pula untuk mengingat segala hal menyenangkan yang pernah di lewatinya dengan Mike
Elina mengusap perutnya pelan seakan mengambil sedikit kekuatan dari janinnya agar dirinya sanggup berperang melawan segala kemarahan di jiwanya, melupakan masa lalu dan menyongsong masa depan yang akan terus berlanjut atau sebaliknya, dirinya akan selamanya terpuruk dalam luka masa lalu, dendam tidak berkesudahan, benci yang terukir serta cinta tulus yang terbuang dan terabaikan
πππ
Tatapan membunuh yang ditampilkan Dira kini malah terlihat lebih menyeramkan, gadis itu menatapnya seakan ingin mengulitinya hidup-hidup, mungkin Billy sanggup menerimanya tapi dia tidak lupa kalau wanita yang dicintainya itu seorang suster, akan sangat menakutkan baginya jika wanita itu marah lalu mengambil jarum suntik sebagai senjata. Percayalah, jarum suntuk lebih menakutkan bagi Billy daripada senjata canggih manapun
"Ada apa dengan tatapanmu?" tanyanya bingung pada Dira lalu beralih menatap dua sahabatnya dibelakang Dira yang mengangkat bahu tanda tidak tahu
"Dasar playboy brengsek" teriak Dira yang ingin sekali menghantam wajah penuh senyuman milik Billy. Billy tersentak sedang dua manusia dibelakang Dira sudah membalikkan badan lalu tertawa cekikikan
"Dasar kalian dua biang kerok laknat" batin Billy kesal melihat tingkah dua sahabatnya
.
.
.
__ADS_1
Kritik dan saran diharapkanππ