The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 29


__ADS_3

BRAAKK...


Suara pintu terbuka dengan kasar menyentakkan Mike yang sedang larut dengan pikirannya.Dilihatnya seorang pria paruh baya yang sangat dikenalnya berdiri dengan marah didepannya setelah menerobos masuk dengan tidak sopan.Dua satpam dibelakang tampak ngos-ngosan dan menunduk takut saat melihat Mike


"Ma..maaf tuan, kami.." sang satpam ingin mencoba menjelaskan namun Mike mengangkat tangannya, berisyarat tidak perlu penjelasan dan sedetik kemudian mengibaskan tangannya bermaksud menyuruh dua satpamnya keluar


"Tinggalkan kami, kalian keluar saja" ujarnya dengan datar sembari menjatuhkan tatapan pada pria paruh baya yang berapi didepannya.


"Apa maksudmu ingin menikahi pembunuh itu Mike.Kau ingin mengingkari janjimu? Kau lupa apa yang sudah wanita ****** itu lakukan pada putriku" ujar pria bergelar gubernur itu setelah dua satpam keluar dari ruangan Mike, hilang sudah semua wibawanya.Pak Erwin berteriak marah pada mantan calon menantunya


"Aku harus melakukannya karena sekarang wanita itu mengandung anakku"


"Apaa!" rasa terkejut tidak dapat ditahannya.Pasalnya pak Erwin tidak mengetahui soal Elina yang sedang hamil, anak buahnya hanya memberi berita tentang Mike yang ingin menikahi wanita itu


"Mengandung anakmu kau bilang, apa itu berarti kau meniduri wanita ****** itu setelah kematian putriku?"


"Berhenti menyebutnya wanita ******.." Mike menatap tajam pak Erwin, tidak lagi peduli dengan sikap hormatnya pada pria yang hampir menjadi ayah mertuanya itu


"Kau membela wanita itu sekarang setelah putriku diperlakukan dengan tidak adil?" pak Erwin tersenyum sinis


"Menikmati tidur dengan wanita lain saat tidak lagi bersama putriku..hah..tidak kusangka kau serendah itu Mike.." tambahnya masih menatap sinis penuh amarah pada Mike


"Apa aku pernah merendahkan putri Anda hingga Anda berani mengatai saya seperti ini.Apa Anda pikir,saya tidak tahu apa saja yang dilakukan putri Anda saat menjalin hubungan denganku dan apa pernah saya protes?" jawab Mike membuat Pak Erwin membulatkan matanya terkejut.Mike mengetahui soal Imelda yang sering tidur dengan lelaki lain dan apakah pria itu juga tahu tentang rahasia yang disembunyikannya


"Apa maksudmu?" Pak Erwin mencoba tidak terprovokasi


"Berhenti bersikap bodoh.Anda pasti tahu maksud saya jadi, jangan berlagak sok suci didepan saya dan jangan pernah memanggil Elina dengan wanita ******" kata Mike tajam membuat Pak Erwin berkeringat dingin, dia takut semua kebohongan yang sedang dirancangnya terbongkar


"Tapi tetap saja kau telah melanggar janjimu.Ingat, kau pernah berjanji akan membawa pembunuh putriku ke hadapanku segera dan sampai sekarang kamu belum memenuhinya" Mike terdiam, tidak lagi menjawab karena apa yang dikatakan oleh gubernur itu adalah kenyataannya

__ADS_1


"Kalau kamu tidak bisa membawanya maka aku sendiri yang akan mengadili wanita itu"


"Jangan pernah berani menyentuhnya" ujar Mike penuh penekanan.Pak Erwin tersenyum mengejek


"Sepertinya kau sudah jatuh dalam pelukan wanita itu.Ini benar-benar klise, kemana Mike yang dulu mengejar-ngejar putriku dengan penuh semangat hingga berjuang keras untuk sebuah restuku namun kini saat putriku sudah tidak ada lagi, kau dengan mudahnya berpaling dan menghamili wanita pembunuh itu" ujar pak Erwin dengan tatapan menuduh tertuju pada Mike yang kembali terdiam.


Mike bahkan bingung dengan perasaannya sendiri, bagaimana dia begitu ingin memiliki Imelda dulu namun tanpa sedikitpun rasa didalamnya,hingga Mike tidak mempermasalahkan pergaulan Imelda yang ingin tidur dengan siapapun,memiliki Imelda hanya sebatas obsesinya karena paras menawan wanita itu.Namun sekarang,saat dia berhubungan dengan Elina.Ada rasa ingin memiliki sekaligus rasa posesif yang begitu kuat,hatinya akan terbakar hanya karena melihat Elina memeluk laki-laki lain,mengetahui gadis itu pergi darinya saja sudah membuatnya marah besar, apalagi jika dia sampai mengetahui gadis itu berhubungan dengan laki-laki lain maka dapat dipastikan Mike akan mengurung gadis itu agar tidak lagi dapat melihat laki-laki lain


"Maaf soal itu..jadi apa yang Anda inginkan sekarang?"


"Berikan wanita itu padaku" jawab pak Erwin dengan lugas


"Akan Anda apakan dirinya jika saya memberikan dia pada Anda?"


"Itu tidak perlu kamu ketahui, karena aku akan membalas wanita itu dengan balasan yang setimpal" Mike hendak kembali menjawab namun suara pintu ruangannya yang terbuka dengan seenaknya menghentikan gerak bibirnya


"Hai kawan.." sapa Billy yang nyelonong masuk dengan santai sedang tangannya menyeret Marcel disebelahnya yang berjalan dengan ekspresi malas.Sudah dapat dipastikan,Marcel ikut Billy pasti karena dipaksa oleh pria itu


"Apa kabar pak gubernur yang terhormat? maaf kami mengganggu sebentar, Anda tidak keberatan kan?" ingin sekali pak Erwin merobek mulut Billy yang menampilkan senyum manisnya namun terlihat seperti senyum penuh ejekan bagi gubernur itu


"Iya, kalian lakukanlah sesuka kalian.Aku juga akan pergi dari sini" jawab Pak Erwin menarik jasnya pelan untuk menjaga sedikit wibawanya didepan para bocah tengil didepannya


"Ingat Mike, aku hanya menuntut janjimu.Tidak lebih..permisi" gumamnya pelan pada Mike dan beranjak keluar meninggalkan tiga sekawan itu didalam ruangan kantor Mike


"Untuk apa kalian kemari?" tanya Mike dengan malas pada para sahabatnya yang baru menunjukkan diri setelah beberapa hari ini tampak seperti menjauhi dirinya


"Aku tidak berniat kemari tapi playboy ngenes itu menyeretku kemari" jawab Marcel mulai mendudukan diri diatas kursi yang tersedia disana


"Hey, kenapa menyalahkan diriku? Aku mengajakmu kemari biar ada teman kalau nanti Mike ngamuk, jadi bukan hanya wajah tampanku saja yang kena imbasnya tapi kamu juga" kata Billy menatap kesal Marcel yang fokus pada ponselnya, dia bahkan harus menyiapkan tenaga ekstra saat menyeret pria itu dari kantornya sampai kemari

__ADS_1


Eekheeem..Mike berdehem untuk menetralkan ejekan tidak langsung Billy yang berarti dia tukang ngamuk


"Tidak usah banyak penjelasan Bil..katakan, ada perlu apa kamu kemari?" tanya Mike akhirnya


"Tentu saja untuk menolongmu agar tidak perlu berlama-lama dengan rubah tua licik tukang korup itu" jawab Billy yang bertujuan pada gubernur Erwin.Mike menghembuskan nafasnya lelah, dia yakin Billy pasti baru saja mendapat jackpot hingga pria itu kembali seperti kepribadiannya yang biasa.Humoris dan ceria


"Dia tidak ada urusannya dengan kalian" kata Mike.Billy menatap Mike begitu pula dengan Marcel


"Siapa bilang tidak ada urusan..dia berurusan dengan sahabat kami, berarti dia berurusan juga dengan kami" ucap Billy dengan percaya diri.Mike cukup tersentuh dengan ucapan itu karena pada dasarnya peran para sahabatnya begitu besar dalam kesuksesan dirinya


"Sebenarnya aku setuju dengan Mike.Gubernur itu memang tidak punya urusan denganku" timpal Marcel yang kembali fokus pada ponselnya sesudah menjawab kata-kata Mike yang membuatnya kesal, apa pria itu tidak dapat menghargai ketulusan mereka yang menyayanginya sebagai seorang sahabat bahkan saudara juga, yah..walaupun dirinya sering terkesan cuek padahal dialah yang punya andil paling besar dalam kesuksesan Mike


Billy menatap dengan melongo mendengar jawaban Marcel,bagaimana bisa sahabatnya yang satu itu berkata dengan begitu santai dan terkesan sangat tidak peduli dengan apa yang sedang dialami oleh Mike


"Katakan intinya saja Bil..apa tujuan kalian kemari?" Akhirnya Mike kembali menanyakan tujuan asli para sahabatnya


"Ah..kalian ini, tidak dapat diajak bercanda ya" gerutu Billy mendekat kearah Mike


"Baiklah, mari bicara serius..ini.." Billy menyerahkan beberapa lembar foto pada Mike


"Eric mengambilnya kemarin saat di restoran,sebenarnya dia ingin memvideonya agar lebih jelas tapi Eric tidak ingin menjadi pusat perhatian yang mengganggu privasi orang lain" jelas Billy yang menangkap keterkejutan di wajah Mike saat menatap foto ditangannya yang sedang menampilkan foto seorang wanita yang sangat dikenalinya


"Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Billy menatap serius wajah Mike, begitupun Marcel yang juga menatap pada Mike


.


.


.

__ADS_1


Kritik dan saran diharapkanšŸ™


__ADS_2